x
x

Cerita Dewasa Berbakti Kepada Papah

cewek amoy


- Papah Yang Perkasa -

Perkenalkan namaku Ratna Andani Hidayati, ini adalah kejadian nyata yang kualami kira-kira pertengahan tahun 2005 yang lalu. Papahku Irfan adalah seorang pensiunan guru di sebuah sekolah swasta, sementara mamahku Lasmi seorang dosen perguruan tinggi negeri ternama di kota Malang.

Kontol papahku besar, panjang dan berurat tebal, dengan diameter sekitar 2 inchi, membuat vagina rasanya penuh sesak oleh kontolnya itu.

Sementara mamahku Lasmi memiliki payudara berukuran 34B sama sepertiku, dengan tubuh yang lebih langsing serta warna kulit yang lebih kuning langsat dariku, namun dengan tinggi badan yang lebih pendek bila dibandingkan denganku, tinggi badan mamah 158 cm; dengan berat badan 45 kg, sedangkan aku 163 cm; dengan barat badan 57 kg.

Kami berdua memiliki bentuk wajah yang mirip, selain itu kami juga sangat akrab, dan dekat, sehingga orangpun sering mengira kami adalah kakak-adik. Walaupun usia mamah terpaut 20th dariku, tetapi mamah tetap rajin melakukan perawatan terhadap tubuhnya, sehingga mamah tampak seperti seorang wanita yang masih berusia 30 th-nan.

Kejadian ini ku alami saat aku sepulang sekolah. Dan berlanjut terus hingga sekarang. hingga aku mempunyai seorang putri buah cintaku dengan papah. Sementara mamahku tahunya aku dihamili oleh mantan pacarku.

Peristiwa yang ku alami sejak 7 tahun yang lalu dan sampai kini masih terus terulang, entah sampai kapan aku bisa menghentikan semua ini.

Cerita ini bermula ketika aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA, saat itu pulang sekolah ku dapati rumah dalam keadaan sepi, aku nggak tahu mamah yang biasanya dirumah siang itu tidak kujumpai dan papahku memang jam segitu biasanya masih di sekolah.

Siang itu udara sangat panas, aku bergegas masuk kerumahku, aku memang setiap hari membawa kunci pintu rumah sendiri sehingga aku nggak perlu bingung seandainya aku pulang kerumah dan dirumah tidak ada orang.

Aku masuk ke rumah dan langsung menuju ruang makan, aku melihat hidangan makan siang sudah disediakan oleh mamah, tanpa pikir panjang, aku langsung makan dengan lahapnya, maklum aku sangat kelaparan siang itu ditambah lagi perjalan pulang kerumah dari sekolahku lumayan jauh.

Selesai makan aku ke kamar mandi, sekedar mencuci muka, tangan dan kakiku kemudian menuju ke kamarku untuk mengganti baju seragam.

Entah kenapa siang itu tidak seperti biasanya badanku terasa lelah sekali, aku rebahkan tubuhku ditempat tidur dan mencoba untuk tidur namun aku tidak juga bisa memejamkan mataku, aku malah teringat pada pacarku.

Beberapa hari yang lalu aku dipaksa melakukan hubungan intim oleh pacarku yang satu sekolah denganku, semula aku menolak tapi karena aku diancam akan diputuskan dan karena aku sangat mencintainya akhirnya kamipun melakukan hubungan yang dilarang oleh agama itu.

Dan siang ini tiba-tiba aku kangen sekali dengan pacarku, ingin sekali rasanya aku melakukan hubungan intim itu lagi. Aku mulai berkhayal dan gairahku mulai muncul. Ku masukkan tangan kedalam CD dan mulai ku mainkan jari-jariku di itilku, oh.. rasanya nikmat sekali, tanganku yang satupun mulai meremas payu daraku.

Siang itu aku melakukan masturbasi dikamarku karena hasratku yang menggebu-gebu ingin bercinta. Udara yang panas menuntunku untuk melepas seluruh pakaian sampai bugil. Rasanya lebih nyaman colmek dengan telanjang bulat.

Aku terus menggelitik itil sesekali ku masukkan jariku kedalam memekku dan terus kurema-remas payudaraku sampai akhirnya aku klimaks. Tanpa terasa akhirnya aku tertidur setelah aku berhasil memuaskan diriku sendiri.

Udara dingin ku rasakan menyentuh kulit, aku berusaha membuka mataku, rupanya aku tertidur cukup lama, dan udara sore yang dingin telah membangunkanku. Kubuka mataku perlahan pelan-pelan dan aku terkejut karena disamping tempat tidurku ada seorang laki-laki berdiri dalam keadaan telanjang bulat sepertiku dan sedang menggenggam kontolnya dan mengocoknya.

Hampir aku tidak percaya bahwa orang yang sedang melakukan onani itu adalah papahku sendiri sambil mengamati tubuhku yang telanjang sedang telentang.

Aku dan papah sama-sama terkejut.

Aku segera duduk an ku raih bantal untuk menutupi tubuhku.

Papah mendekatiku dan duduk disisi tempat tidurku sambil tangan kanannya memegangi kontolnya dan tangan kirinya mengelus rambutku.

“Kenapa kamu tidur telanjang sayang?” Tanya papahku.

Aku diam saja.

Kubiarkan tangan papahku membelai rambutku.

Seperti tersihir, sore itu aku diam saja dan tidak berusaha memberontak ketika papah berusaha membaringkan tubuhku lagi, papah mengambil bantal yang ku pakai untuk menutupi sebagian tubuhku, akupun tidak berusaha mempertahankan bantal itu. Kini aku benar-benar telanjang dan ditelanjangi oleh mata papah.

Papah berbaring dengan posisi menghadap kepadaku, dibelainya wajahku dan papah mengecup keningku. Melihat aku hanya diam papah makin berani beraksi.

Aku agak terkejut ketika tiba-tiba papah melumat bibirku, kali ini aku sedikit berontak namun tidak lama setelah itu akupun luluh dan mulai menikmati ciuman bibir bersama papah. Tangan papah mulai bergerilya, disentuhnya dadaku dan diremas-remas.

”Oh.. nikmat sekali rasanya." batinku

Jari papah juga memelintir puting susuku yang masih kecil, aku tak kuasa untuk menolak perlakuannya itu. Mungkin karena aku tidak bereaksi dan bahkan terkesan menikmati maka papah berani menindih tubuhku, ku rasakan sesuatu yang nikmat ketika kulit kami saling bersentuhan.
1 2 3 5 >
Papah terus melumat bibirku, memagut leherku dan kecupan bibirnya semakin kebawah hingga akhirnya sampai di buah dadaku yang sudah mengencang karena birahi.

Kedua tangan papah meremas-remas payudaraku, sedangkan mulut dan lidahnya mengulum dan menjilati pentilku yang ranum.

Aku hanya bisa mendesah dan menggelinjang, rasanya nikmat sekali.

Puas mempermainkan toket susuku papah mendekatkan mulutnya ke selangkanganku, dilebarkannya kakiku dan..

“Oh.. zzzz..”

Papah menjilati memekku, lidah papah menjilat dari bagian memekku yang paling bawah sampai yang paling atas dan sesekali berhenti di itilku, digelitikknya itilku dengan gerakan lidahnya yang lincah.

Aku benar-benar tak mampu berontak, aku benar-benar menikmati permainannya.

Sesaat setelah itu papah mendekatkan kontolnya ke wajahku, tangan papah membimbing tanganku agar aku mau memegangnya dan mengulumnya. Aku lakukan saja.

Kontol papah besar, panjang dan berurat sangat tebal, lebih besar 2 kali lipat dibanding kontol pacarku yang masih SMA.

Masih dalam posisi telentang ku kocok dan ku kulum kontol papah yang hampir tidak muat dimulutku, sesekali lidahku menyusuri batang kontolnya dan papah mendesah keenakan.

Puas dengan aksiku papah mendekatkan penisnya ke memekku, Kakiku yang dalam posisi mengangkang memudahkan papah untuk menempelkan kontolnya di memekku, awalnya papah hanya menggesek-gesekkan kontolnya di itilku yang sudah basah.

“Masukin pah..“ pintaku lirih.

“Iya sayang, sebentar ya..”

“Ayo pah.. ratna udah sange pah..”

Papah membuka bibir vaginaku dengan kedua jarinya dan mulai mengarahkan kontolnya ke lubang memekku, ditekannya pelan-pelan, ditarik lagi, diulang-ulang.

Karena memang memekku masih sempit, papah agak kesulitan untuk memasukkan kontolnya dan aku juga merasa perih di memekku tapi aku tahan karena birahiku yang menggebu.

Berulang-ulang kontol papah mencoba sampai akhirnya,

”bles..” kontolnya berhasil memasuki liang memekku, rasanya sungguh luar biasa dan tidak bisa kugambarkan.

"Aaahhss.." desahku lirih.

Sesaat papah membiarkan kontolnya ditelan oleh memekku kemudian dengan hati-hati dia mulai melakukan gerakan maju mundur.

“Enak nggak sayang?” tanya papah.

“Enak pah.. oh.. terus pah..” jawabku

Entah berapa kali kontol papah mengocok memekku sampai akhirnya aku mencapai klimaks.

“Papah.. oh.. lebih cepat pah.. “pintaku.

"Uuuugh.. papah.. aah.. ooh.."

Serr.. Serr.. Serr..

Aku berhasil klimaks, ditubuhku lemas seketika. Melihat aku lunglai tak berdaya papah menghentikan gerakan kontolnya dan menarik penisnya keluar dari jepitan memekku.

“Sayang,.. kocokin kontol papah..” pinta papah.

Segera kuraih kontolnya yang masih kaku, ku genggam dan ku kocok-kocok sampai akhirnya papah mendesah tertahan bersamaan dengan itu..

Crot.. Crot.. Crot..

Cairan putih dan kental menyembur dan mengenai dadaku. Banyak sekali cairan itu dan rupannya papah sangat puas dengan apa yang ku lakukan.

Setelah itu papah merebahkan diri disampingku, tubuhku dipeluknya erat sampai akhirnya kami tertidur bersamaan karena kelelahan.

Malamnya kami baru bangun dan aku baru sadar bahwa seharian itu aku tidak melihat mamah.

“Mamah kemana sih pa?” tanyaku ke papah.

“Mamah kerumah nenek di kampung”.

Malam itu kuhabiskan waktu bersama papah sampai pagi, berkali-kali kami ngentot dan dengan berbagai gaya.

Dalam hati aku kagum dengan papahku yang sangat perkasa sampai akhirnya di pagi harinya aku bolos sekolah karena kecapekkan bercinta dengan papahku sendiri.

===xxx===

- Merawat Papah Sakit -

Beberapa bulan kemudian setelah peristiwa yang aku alami sepulang sekolah itu, akupun kembali berhubungan sex dengan papahku tercinta.

Peristiwa ini kami alami saat aku kelas 2 SMA, ketika itu mamah sedang bertugas di luar kota dan papah sedang sakit sehingga membutuhkan perawatan.

Begini ceritanya:

Aku seringkali tanpa sengaja mendengar suara desahan, dan rintihan papah juga mamahku setiap kali aku belajar tengah malam untuk mempersiapkan pelajaran di sekolah esok hari. Kadang-kadang aku diam-diam mengintip ke dalam kamar orangtuaku melalui celah sempit yang ada di pintu kamar.

Mamah memutar-mutarkan pantatnya hingga kulihat papah terasa keenakan, dan akan segera mencapai klimaksnya.

“Mah, enak banget mah, vagina mamah legit banget meski sudah 17th menikah, memek mamah tetap sempit jepit kuat banget, seperti malam pertama dahulu." kata papah

Mamah semakin mempercepat gerakannya sambil matanya terpejam.

“iya donk pah, vagina mamah tetap sempit nan legit, kan mamah rajin merawat vagina, apalagi tiap hari naik turun tangga di kampus, kan sama saja seperti berolahraga rutin pah." balas mamah

Papah menganggukan kepalanya sambil papah terus menyodokkan kontolnya, dan tak lama kemudian kulihat kontol papah sudah sepenuhnya ditelan oleh vagina mamah.

“hmm.. iya mah, aaahh.. papah gak tahan mah, papah mau keluar mah"

dan tak lama kemudian..

Badan mamah kejang-kejang pertanda akan segera orgasme dan mamah semakin mendesah serta mengerang.

"Oooh.. auucch.. mamah juga keluar pah.."

Croot.. Croot.. Croot..

serr.. serr.. serr..

Kontol papah menyemprotkan spermanya ke dalam vagina mamah.
< 1 2 3 5 >
Mamah mencabut kontol papah yang perlahan-lahan mengecil, dan kulihat dari liang vagina mamah mengalir sperma papah bercampur cairan kewanitaan memek mamah tumpah keluar.

Aku yang sedari tadi menyaksikan adegan ngentot papah dan mamah, tanpa sadar kuremas-remas payudaraku sambil kuelus-elus celana dalamku tepat di bagian tengahnya serta kubayangkan aku tengah digenjot oleh kontol papah. Sampai celana dalamku becek akibat lendir vaginaku yang luber.

Akupun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dan membilas vaginaku dan berganti celana dalam.

Kemudian aku kembali ke kamar untuk melanjutkan belajar. Tapi aku tak dapat berkonsentrasi karena terbayang kontol papah yang menghujam memek mamah hingga crot.

Aku berharap suatu saat nanti aku dapat mengulang kejadian 2 bulan yang lalu saat aku disetubuhi oleh papahku, yang mana aku dapat merasakan untuk pertama kalinya vaginaku dimasuki oleh kontol papah yang besar dan panjang, yang mana kontol papah berurat tebal sehingga saat memasuki vaginaku rasanya penuh sesak dan dibuat ketagihan oleh kontolnya itu.


===xxx===


Hari berganti dan waktupun berlalu, tanpa terasa hingga tiba saatnya menjelang aku menghadapi ujian kenaikan kelas pada bulan Nopember 2005. Aku berharap dapat mengerjakan ujian dengan lancar, dan naik ke kelas 3 SMA.

Saat ujian kurang 5 hari mamahku mendapatkan tugas dari kampusnya untuk mengikuti seminar di kota hujan Bogor.

Akupun sebenarnya merasa agak sedikit kecewa, sebab bagaimanapun aku membutuhkan perhatian dari kedua orangtuaku manakala konsentrasiku tercurah sepenuhnya untuk ujian.

Dengan berat hati akhirnya akupun pada pagi hari pukul 08.30, tanggal 8-Nopember-2005 aku beserta papah mengantarkan mamah ke terminal menumpang taksi dari rumah.

Sepeninggal mamah ke Bogor, akupun hanya berdua di rumah dengan papah.

Awalnya tak ada masalah hingga kira-kira pada pertengahan bulan papah jatuh sakit dan dirawat di salah satu Rumah Sakit Swasta milik PTPN di kota Malang.

Aku sebagai anak perempuan satu-satunya ingin memberikan perhatian yang khusus kepada papah, karena papah terlihat begitu tertekan dengan penyakit yang dia derita.

Nah kebetulan juga saat itu mamahku masih ada di Bogor dalam rangka mengikuti seminar nasional. Jadi aku yang merawat papah menggantikan peran mamah selama dia seminar di kota hujan.

Aku yang mengantarkan papah ke rumah sakit, dan lalu menungguinya serta menyuapinya makan, juga meminumkan obat selama papah dirawat di rumah sakit.

Terkadang, sepulang dari sekolah aku langsung menuju rumah sakit tanpa sempat berganti pakaian, akan tetapi aku telah menyiapkan pakaian ganti dari rumah saat aku hendak berangkat sekolah.

Kejadian yang akan kuceritakan ini terjadi saat hari ke 3 papah di rawat di rumah sakit, yang mana pada 2 hari sebelumnya aku hanya sebentar saja sekitar kurang lebih cuma 2 jam dalam menemani papah di rumah sakit, sebab aku harus mempersiapkan diri untuk belajar menghadapi ujian yang mana mata pelajaran yang diujikan relatif sulit.

Pada hari ke 3 ini mata pelajaran yang diujikan bukan mata pelajaran yang sulit, sehingga selesai ujian kira-kira pukul 10.00, aku lantas berganti pakaian di toilet sekolah, lalu aku segera bergegas menuju rumah sakit dengan menumpang kendaraan angkutan kota.

Sekitar 25 menit perjalanan dengan angkot, aku sampai di rumah sakit.

Akupun lalu berjalan menuju kamar papah. Akupun lalu mengetok pintu kamarnya 3x.

"Tok.. tok.. tok.."

"Pah, ratna datang, papah sedang apa di dalam?"

Namun tak ada jawaban dari dalam kamar papahku.

Akupun lalu membuka gagang pintu kamar perlahan, ternyata pintu kamar papah tidak dikunci, dan ku lihat papah tertidur pulas.

“pah, Ratna sedih dech melihat papah sakit dan menderita. Apakah ada yang bisa ratna lakukan agar papah lekas sembuh?”

Papahku lalu perlahan terbangun dari tidurnya, kemudian membuka matanya perlahan yang tadi terpejam, dan papah lantas mengelus rambutku sambil ditatapnya payudaraku, lalu kemudian papah berkata:

“Sayang, papah pengen toket kamu.. mungkin bisa mempercepat kesembuhan papah..”. kata papah.

Dia kemudian membuka kancing bajuku satu persatu, dan diremas-remasnya payudaraku, hingga payudaraku menjadi tegang, dan mengeras.

Aku mempunyai payudara yang sensitif atau peka terhadap rangsangan, mungkin ini juga yang membuat papah jadi bernafsu tiap kali kami bercanda, karena kami berdua sangat akrab.

“Baik pah.. kalau itu memang bisa mempercepat kesembuhan papah!”

Aku lalu melepaskan pakaianku yang telah terbuka kancingnya, ku lepaskan pengait Bra dan payudaraku pun terpampang jelas.

Aku agak membungkuk dan mendekatkan payudara kananku hingga berada dekat dengan wajahnya. Tanpa sepatah katapun, papahku lalu memegang payudaraku dan mulai membelai serta memijatnya.

Papah mulai meremas susuku, lalu mengulum putingku dan menghisapnya.

sruupp.. sruupp.. sluruupp..

Aku bisa merasakan lidahnya menggelitik putingku.

"sshh.. enak.. teruus pah hisap tetek ratna.." desahku.

Kebahagian disertai kehangatan seakan menyebar ke seluruh tubuhku. Ku rasakan vaginaku gatal, dan basah akibat perlakuan papah.

Aku menggigil dan gemetar karena orgasme yang tidak pernah ku rasakan sebelumnya.
< 1 2 3 5 >
Papah beralih ke toketku yang satunya dan menghisap kuat sampai energiku terasa benar-benar terkuras.

“Enak banget nak.. – hal yang terbaik yang pernah kamu lakukan untuk papah, dulu papah suka banget ASI mamah kamu, saat dia masih menyusuimu dulu, sekarang sudah lama papah ngga merasakan itu.” kata papah.

Kami kemudian berpelukan, dan papah pun mengisap lagi payudaraku untuk waktu yang lama. Setelah hampir 1 jam papah mengenyot puting payudaraku, papah merasa puas, dan lalu kembali tertidur pulas.

Aku kembali memakai baju tanpa mengenakan Bra. Aku bergegas ke kamar mandi yang ada di kamar papah untuk membersihkan badan.

Di dalam kamar mandi, aku lepas baju, rok panjang serta celana dalamku yang basah oleh cairan kewanitaanku.

Aku menyiram tubuhku ini dengan air, dan menyabuni badanku. Saat tanganku sampai pada bagian payudara ku rasakan pada bagian areolanya masih sedikit mengeras.

Lalu ku lanjutkan menyabuni daerah kewanitaanku dengan memakai sabun sirih, sengaja ku mainkan jariku pada bagian klitoris hingga membuatku mendesah.

"Aaahh.. oohhss.."

Setelah selesai mandi aku keluar hanya memakai handuk menuju tempat tidur papah, kemudian menghanduki tubuhku dalam keadaan telanjang bugil, sambil menyiapkan pakaian ganti.

Untungnya tadi aku membawa 2 setelan pakaian dari rumah. Aku terus melanjutkan kegiatanku menghanduki tubuh telanjangku, tanpa ku sadari ternyata papah telah bangun dan asyik menonton pemandangan indah dimana putrinya sedang telanjang di hadapannya.

Selesai aku mengeringkan badanku, aku lekas memakai pakaianku yang baru.

Setelah itu aku menyuapi papah dengan bubur yang telah tersedia di meja, lantas meminumkannya obat.

Aku kemudian pulang ke rumah dengan taksi. Sesampainya di rumah aku bertanya di dalam hatiku, perbuatan apa lagi yang akan dilakukan oleh papah esok hari kepadaku.

Akan tetapi aku tidak mau ambil pusing untuk memikirkannya, aku memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menonton tv hingga tertidur.

Sekitar pukul 04.00 aku terbangun. Ku persiapkan pakaianku, dan pakaian milik papah sebab hari ini dia sudah boleh pulang.

Sengaja aku hanya mencuci muka dan berganti pakaian dikarenakan udara begitu dingin, ku pikir lebih baik mandi di rumah sakit saja.

Kembali ku gunakan taksi menuju rumah sakit.

Setibanya di kamar papah di rawat, papah juga sudah bangun.

“pah, bagaimana keadaan papah sekarang? Sudah merasa sehat?”.

“sudah nduk, papah sudah merasa baikan sayang”.

“syukur deh kalau papah sudah baikan. Ratna senang banget rasanya pah”

“pah, ratna mau mandi dulu”. kataku lagi

“iya nduk, jangan dikunci pintunya ya, nanti kalau sewaktu-waktu papah butuh kamu, biar mudah manggilnya” pinta papah

Aku tidak menjawab seruan papah dan segera bergegas ke kamar mandi. Saat sedang asyik mandi, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mandi, tanpa pikir panjang kubuka pintu kamar mandi, dan ternyata papah sudah di depan pintu kamar mandi.

Tiba-tiba papah mendekapku, lalu berbisik di telingaku, “nduk, putriku yang cantik, kamu mau kan nolongin papah..?”.

“nolongin apa sih pah..?”

“nanti saja sayang, papah katakan saat kita sudah tiba di rumah, sekarang kamu teruskan dulu mandinya.” kata papah lagi.

Terus-terang aku jadi dag-dig dug tidak menentu. Apa yang akan terjadi nanti, namun aku tetap meneruskan kegiatan mandiku sampai selesai, dengan pintu kamar mandi terbuka, dan papah masih tetap berdiri di depan pintu sambil pandangan matanya tak lepas dan terus memperhatikan tubuh telanjangku.

Selesai aku mandi, bergantian papah kini mandi, dan bersiap untuk pulang ke rumah.

Setelah itu kami meninggalkan kamar menuju loket administrasi untuk membayar semua biaya rumah sakit.

- Bikin Papah Sembuh Total -

Setelah semuanya beres, kami pulang menggunakan taksi.

Selama perjalanan pulang papah terus memujiku, hingga membuatku tersipu malu.

Sekitar 35 menit perjalanan kamipun sampailah di rumah.

“nduk, kamu maukan papah cepat sembuh sayang?” tanya papah saat kami duduk-duduk santai di ruang tamu.

“tentu saja dong pah.”

"Jadi.. Maukan kamu nolongin papah.."

"ya mau lah pah.. Emang apa yang dapat Ratna lakukan nih agar papah lekas sembuh?”, balasku sambil ku sandarkan kepalaku di bahu papah.

Papah tidak menjawab, malah membelai dan menyibakkan rambutku, lalu menciumi leherku. Sehingga membuat darahku berdesir.

“Aaahh.. paaahh..” desahku lirih

Papah lalu menggendong tubuhku ke dalam kamar, tidak lupa mengunci pintunya.

Di dalam kamarku, papah terus mencumbuiku, mencium bibirku dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut. Akupun membalasnya hingga lidah kami saling membelit, bertukar sedikit air liur.

Sementara itu tangan kanannya meremas-remas pantatku, dan tangan kirinya meremas payudaraku, membuat nafsuku merasakan kenikmatan yang menjalar di sekujur tubuhku, payudaraku juga mulai mengeras.

“Pah, papah lepasin baju ratna.” pintaku.
< 1 3 4 5 >
Papah melepas bajuku, dan melemparkannya ke kursi yang ada di seberang kasur.

Papah meraba celana dalam ku, dan mulai menggosok-gosokkan satu jarinya di sana, sehingga vaginaku yang telah basah sejak tadi, kini semakin bertambah basah lagi.

Aku benar-benar terangsang oleh perlakuan yang diberikan papah. Papah lalu melepas celana dalam ku, dan secara refleks aku kututupi belahan liang vaginaku dengan kedua tanganku.

Papah menepikan tanganku, dia menciumi memekku yang sudah sangat basah.

Dengan kedua jarinya, papah menyiakkan bibir memekku dan menjulurkan lidahnya, dan satu jempolnya memainkan klitorisku.

"Aahh.. papah.." desahku sepontan

“Oh sayang, cairan vaginamu ini rasanya enak banget nduk.” kata papah setelah puas menjilati vaginaku.

Aku hanya diam menikmati perlakuan papah.

Kemudian papah membuka kaitan bra ku hingga terbebaslah gunung kembarku dari kurungannya, dan menunjukkan pentilku yang mengacung keras.

Papah mengisap putingku yang sebelah kanan, sruuppp.. sruupp.. ssrruupp.., tangannya meremas-remas toketku.

Aku meracau merasakan kenikmatan dari papah.

“Ooohh.. paah.. enak pah.. mmmmhhhh.. teruss.."

Papah semakin bersemangat.

Ssluuruupp.. sruppp..

Aku semakin mendesah, “Aaahh.. ppaaahh.. tetek Ratna hanya untuk papah..”

Saat aku masih dalam kondisi hampir mencapai puncak, tiba-tiba papah berenti.

Papah membuka semua pakaiannya sendiri sampai bugil dan memaringkan tubuhnya diatas ranjang.

“Ratna sayang, tolong elus kontol papah dong, sudah lama kontol papah ini gak dielus, dan diisepin sama mamah kamu nduk.” kata papah.

Mula-mula ku elus, ku genggam dan ku kocok kontolnya. Beberapa saat kemudian ku dekatkan mulutku pada kontolnya hingga tercium aroma khas yang tak bisa ku gambarkan.

Terus terang aku agak mual saat akan menghisap kontolnya, selain karena ukurannya yang panjang, dan besar, ini juga pengalaman pertamaku dalam menghisap kontol.

Ku beranikan dengan mulai menjilati batang sampai kepala kontolnya. Kemudian ku coba melahap ujung kepala kontolnya. Setelah terbiasa aku masukka semua batang kontolnya ke dalam mulutku.

"Ssshh.. Enak sayang.. Kamu piter banget.." desisnya.

Mungkin karena saking besar dan panjang kontolnya kerongkonganku terasa penuh. Kemudian ku memaju mundurkan kepalaku.

Saat aku tengah asyik mengulum kontolnya, papah tiba-tiba memasukkan satu jarinya ke dalam vaginaku dan mengocok dinding vaginaku, membuatku menggelijang keenakan dan semakin aku bersemangat dalam mengulum kontolnya.

Saat jari-jari papah menyentuh bagian G-spotku badanku serasa tersengat listrik tapi semakin terasa nikmat yang luar biasa.

"Aaahhs.. disitu enak banget pah.." kataku

Setelah beberapa menit kemudian, aku sudah hampir mencapai orgasme, tiba-tiba papah mengeram..

"Eeeghhs.."

dan..

Crot.. Crot.. Crot..

Kontolnya menembakkan cairan kental beberapa kali yang lansung tertelan olehku rasanya gurih walau ada sedikit amis.

Setelah itu papah mencabut jarinya dari dalam vaginaku.

"Paah.. Ratna mau crot, nanggung nih.." ucapku karena nanggung.

Papah kembali memainkan vaginaku dengan jarinya, dan beberapa saat kemudian aku pun mengalami orgasme yang luar biasa hebatnya hingga badanku lemas terasa tak bertulang.

Aku terbaring lemah mataku terpajam hingga tertidur.

Siang harinya aku terbangun, namun papah sudah tidak ada di kamarku. Aku ke dapur untuk mengambil minum dengan masih dalam keadaan telanjang bugil.

Setelah itu aku mencari keberadaan papah. Teranyata papah sedang coli di kamarnya dengan mata terpejam sambil mendesah dan mengoceh menyebut namaku.

“Oh.. ratna.. jepitan vaginamu enak banget sayang”, begitulah yang dikatakan oleh papahku dalam desahnya.

Papah tidak menyadari aku tengah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

Aku masuk kamar papah, lalu duduk disampingnya yang sedang asyik mengocok kontolnya.

“pah, biar ratna saja yang kocokin kontol papah.” kataku

Papah terjingkat kaget, sesaat kemudian papah bangkit dan membisikkan sesuatu ke telingaku.

“Nduk, apakah kamu mendengar yang papah ucapkan tadi sayang?” tanya papah.

“iya pah, tadi ratna mendengar dengan jelas..”. jawabku

“Nduk, papah sekarang sudah jarang mendapatkan belaian dari mamah, memang kadang-kadang papah dan mamah masih berhubungan intim, tetapi mamah lebih sering menolak Nduk.” kata papah

“hmm.. iya pah, lantas apa yang ratna bisa lakukan untuk membantu papah?”

“papah ingin ngentot memekmu Nduk, boleh ya cantik.” kata papah

“Papah tidak ingin ada laki-laki lain selain papah yang menikmati kehangatan tubuhmu, manisnya kedua buah payudaramu, dan jepitan vaginamu yang hangat nan sempit itu. Kamu maukan sayang?" lanjut papah

Aku mengangguk, “iya pah, ratna mau, jujur sejak papah setubuhi memek Ratna sepulang sekolah waktu itu, ratna jadi ketagihan dan selalu berharap persetubuhan itu terulang kembali. Ratna merasa iri pada mamah saat ratna mengintip memek mamah di genjot kontol papah.”

Papahku kemudian memelukku.

“Mulai sekarang putuskan pacarmu itu, kontol papah kini milikmu sayang, bisa ngentot kamu setiap saat, papah bakal buat kamu bahagia. Bagaimana kamu bersedia kan sayang?”

Perkataan papah membuatku kaget, tapi hati bahagia.

“iya pah, ratna bersedia, ratna minta papah jangan terlalu sering ngentot sama mamah ya.” balasku sambil tersenyum.
< 1 4 5 6 >
Papah mengangguk dan mengiyakan permintaanku.

Setelah itu papah meraih dan membaringkan tubuhku di sebelahnya, mulutnya menyosor dan mengenyot tetekku. Satu tangannya bermain di nonokku dari meraba secara lembut pada akhinya mengobelnya dengan intens.

Perlakuannya membuatku sange, spontan mulutku mendesah-desah dibuatnya.

"aauuchh.. sshh.. mmmhh.. pah.. teruss, eenaakk pah.."

5 menit kemudian badanku bergetar mengiringi memekku yang berkedut medorong keluar lendir orgasmeku.

Serr.. Serr.. Sertt..

Tangan papah masih terus mengobel nonokku sampai badanku lemas.

"Pah.. stop.." kataku.

Dia melepas vaginaku lalu mengarahkan kontolnya pada mulutku. Didorongnya secara pakasa kontolnya hingga menyeruak bibirku dan memompa kontolnya didalam mulutku dengan kasar.

Aku hanya bisa pasrah dan meladeni permainannya.

"Ssshh.. Aahh.." desah papah.

Tak lama kemudian kontolnya dicabut lalu diposisikan didepan bibir memekku. Kontolnya di tusuk-tusukkan pada itilku dan digesekkan pada bibir labia mayora (bibir luar) liang vaginaku.

“eemmhh pah.." desahku kembali sange.

"Kontol papah boleh ngentotin memekmu sayang..?" tanya papah.

Aku mengangguk tanda setuju.

Papah mendorong kontolnya perlahan namun baru kepala kontolnya saja yang masuk vaginaku, rasakan sedikit perih pada vaginaku walau vaginaku sudah becek.

"Aaughs.. pah.. gede.. pelan-pelan.."

"iya sayang.."

Papah kembali mendorong kontolnya perlahan..

sleeb..

Dapat kurasakan kontol papahku menerobos masuk ke dalam rongga vaginaku.

sleeb..

Kontolnya memenuhinya juga mengisi tiap jengkal, centi demi centi, mili demi mili di dalam vaginaku.

bless..

Hingga akhirnya kontol papah seutuhnya tertelan oleh memekku sampai mentok didepan mulut rahimku. Aku sedikit meringis sambil menggigit bibir untuk mengurangi rasa pedih atau perih yang kurasakan.

"Aahh.. sempitnya memekmu sayang.. papah suka.." puji papah.

Papah mediamkan kontolnya agar aku bisa rileks sambil merasakan vaginaku yang berdenyut-denyut mencengkeram kontolnya.

Sesaat kemudian papah memaju mundurkan kontolnya. Tusukan-tusukan kontol papah yang bergesekan dengan dinding vaginaku rasanya luarbiasa nikmat.

Aku benar-benar kelimpungan menerima kenikmatan ini, setiap tusukannya yang mana kadang pelan dan kadangkala juga cepat selalu tepat pada titik G-spot memekku sehingga akupun semakin melenguh dan mendesah.

“Oowwhh.. mmmhh.. aaauucchh.. uufhh.. sshhh.. enak banget kontol papah.."

"Enak kan kontol papah.."

"mmhh.. iya pah.. enak luar biasa pah.."

"Memek kamu juga enak banget sayang.. Aaahhs.." balas papah sambil memperkuat sodokan kontolnya pada memekku.

"ooowhh.. kontol papah nikmat banget pah.. sodokin terus kontolnya pah.."

"Iya sayang.."

"eemmhh terus pah, ratna rela papah entoti terus pah.. sampai kapanpun papahku sayang..”

"Ewe terus memek Ratna ini pah.. Ratna rela dihamilin pah.."

Aku terus merintih, mendesah dan mengocehan saat merasakan kenikmatan yang luar biasa ini.

Papah semakin bersemangat dalam menyetubuhiku sambil meremas-remas kedua toketku. Vaginaku semakin becek dengan cairan lendir kewanitaanku yang banjir.

"Memekmu sungguh luar biasa Nduk, vaginamu benar-benar sempit sayang, oowh kontol papah terasa hangat dan nikmat sayang, sungguh enak jepitan vaginamu sayang”. kata papah sambil memilin-milin puting susuku yang membuatku semakin menggelijang, tubuhku bergetar seperti dialiri aliran listrik yang begitu besar nan intens.

Beberapa saat kemudian aku merasakan bahwa puncak orgasmeku sudah hampir terjadi, dan tak lama setelah itu.

“Oooh.. sshh.. eemmhh.. pah.. aku keluar.."

Crets.. Crreeets.. Crreeets..

Vaginaku menyemprotkan cairan berwarna bening sedikit putih susu yang sangat banyak hingga mengenai kasur dan tembok. Aku mengalami squirt sambil sedikit berteriak.

“pah.. aku belum pernah orgasme senikmat ini sebelumnya pah.. sshh.. emmmhh.. aku puas banget pah.. papah benar-benar hebat..”

Akupun menjadi lemas setelah mengalami orgasme yang dahsyat.

Papah yang belum mencapai klimaks masih menggenjot vaginaku, membuatku kelojotan.

Beberapa menit kemudian papah mengerang dan menegang.

"Eeegkhh.." erang papah

Kontolnya didorong hingga tertancap sedalam-dalanya pada memekku dan..

Croot.. croott.. croott..

Lendir peju panas papah menembak-nembak mulut rahimku. Akibatnya tubuh bergetar yang diikuti gelombang orgasmeku yang juga melepasakan lendir kewanitaanku.

Papah memelukku dengan kontolnya yang masih tegang tertancap didalam memekku.

“Anakku yang cantik ini benar-benar hebat.. servis kamu luar biasa, serasa jadi pengantin baru..”, puji papah yang kemudian melumat bibirku.

Setelah beberapa saat kontol papah mengecil serta lemas hingga terlepas dari gigitan memekku.

Kemudian kami mandi bareng. Sebelum mandi kami kembali melakukan persetubuhan untuk ronde kedua di kamar mandi dan sekali lagi peju hangat papah menyirami rahimku.

< 1 5 6 7 >
Setelah membersihkan diri, mandi bareng dan berpakaian seadanya. Papah pakai kaos oblong dengan celana pendek tanpa sempak, begitupun aku, yang hanya pakai kaos dengan memakai rok tanpa mengenakan BH maupun CD.

Kami duduk-duduk santai di sofa ruang keluarga sambil menonton TV.

Disela-sela menonton TV tangan papah suka remas-remas toketku kadang juga meremas bokongku sesekali juga meremasi gundukan nonokku.

Berlahan tapi pasti birahiku naik, sekitar 30 menit kemudian tangaku mendarat di selangkangan papah dan dapat ku rasakan kontolnya telah tegang.

"Kontolnya gak mau tidur ya pah..?" tanyaku

"Iya nih.. Kamu mau mainin gak sayang..?" balas papah

Aku tersenyum "Mau pah.."

Aku buka celana pendek papah, kontolnya lansung mencuat tegak menantang. Kontolnya terasa hangat di telapak tanganku saat ku genggam. Ku elus dan kemudian ku kocok kontol papah dengan lembut.

"Enak banget sayang kocockanmu.." puji papah sambil mengelus kepalaku.

Bibir papah mencium keningku turun ke mata, pipi sampai pada bibirku, dia melumatnya. Kami berciuman dengan panas penuh gairah hingga lidah kami saling berpangutan dan bertukar liur masing-masing.

Tangan papah menyingkap kasoku yang lansung menampakkan toketku, diremas dan pilin-pilin putingku yang mulai agak tegang dengan lembut, membuatku kelojotan dan mendesah-desah.

Setelah puas berciuman, mulut papah turun ke toketku dan mengenyoti kedua putingku secara bergantian. Sensasi nikmat lansung menyerang libidoku, membautku tak tahan.

"Pah.. Ratna pengen lagi.. Ayo Pah masukin.." pintaku.

Kami kembali bersetubuh dengan penuh gairah didepan TV yang masih menyala. Aku diberi kenikmatan orgasme sebanyak 3x sebelum akhirnya kami mengalami orgasme bersama.

Selama mamah tidak dirumah, aku dan Papah selalu bugil dirumah. Selain tidur dan makan aktifitas kami dirumah adalah bercumbu mesra, panas dan penuh gairah kenikmatan seks.

Beberapa minggu kemudian aku merasakan mual dan muntah-muntah, mamah yang mengetahui itu lansung memawaku ke dokter untuk memeriksakan kondisiku.

Betapa terkejutnya mamah saat dokter tersebut menjelaskan bahwa aku tidak sedang sakit, melainkan sedang mengalami gejala awal tanda kehamilan.

Sesampainya di rumah Mamah lansung memarahiku.

"Anak sialan! kalau pacaran jangan ngentot..! dasar go*lok!" mamah penuh emosi mengira janin ini asil persetubuhanku dengan kontol pacarku.

Aku hanya bisa diam dan menundukkan kepala.

Seharian itu Mamah terus marah dan memaki bahkan sampai hampir menamparku, tapi dicegah oleh papah dan menenangkan mamah.

Beberapa hari kemudian aku di nikahkan dengan pacarku secara kekeluargaan dan tertutup, dan menetap dirumahku. Tapi tak samapi seminggu pernikahan kami bubar kareana pacarku marah-marah terus, mabuk-mabukan, jarang dirumah dan tak jarang dia memperlakukankku dengan kasar.

Mamah yang tahu kelakuan pacarku, segera mengusirnya dan memproses percerian kami. Tanpa kendala ahirnya aku menjadi janda muda.

Tak terasa 3 bulan sudah janin papah pada rahimku mulai membesar selama itu pula hubunganku dengan Papah tak diketahui mamah, bahkan curiga pun tidak.

Perutku yang sudah tampak membuncit ini semakin membuat papah bahagia serta bergairah. Sebab papah semakin berani menggauliku, hampir setiap malam papah memberi obat tidur pada mamah agar bisa menggenjot memekku hingga dini hari.

Pernah juga suatu malam setelah memberikan kepuasan pada mamah, hingga mamah kelelahan dan tertidur pulas. Dia mengendap ke kamarku untuk kembali menyirami janinnya dengan pejunya.

Entah sampai kapan semua ini bisa berakhir, walau kadang aku tersiksa oleh perasaan bersalah dan dosa tapi aku sulit sekali untuk menghentikannya apalagi kalau ada papah di dekatku. Habisnya kontol papah terasa pas di memekku, enak banget serasa tak ada habisnya kenikmatan yang diberikan oleh sodokan kontol papah.

Saat ini aku kuliah diluar kota jauh dari rumah, samapai sekarang persetubuhan kami terus berlanjut walau tak sesering dulu melakukan seks inces yang menggairahkan.

Apalagi kini aku telah mempunyai seorang putri buah cintaku dengan papahku, yang cantik, dan sehat. Mungkin kelak aku akan berhenti bila ada laki-laki yang mampu menerima keadaanku ini apa adanya, serta mencintaiku juga putriku dengan setulus hati, tetunya memiliki kontol yang pas seperti milik papah.


TAMAT

< 1 5 6 7
Klik Nomor dibawah untuk lanjutannya
novel cerita dewasa sex seks ngocok semprot.com, crot peju didalam liang kewanitaan memek vagina nonok miss v, berita gadis sekolah prawan diperkosa sampai hamil pingsan tragis, janda sange sama ngentot tetangga ketahuan anak, selebgram dan tiktokers live colmek ML ngewe ngentot link viral syur, ketagihan kontol om ayah kakak ipar tiri, biduan dangdut tobrut dikeroyok kontol, fuck my pussy. good dick. Big cock. Yes cum inside. lick my nipples. my tits are tingling. drink my breast. milk nipples. play with my big tits. fuck my vagina until I get pregnant. play "Adult sex games" with me. satisfy your cock in my wet vagina. Asian girl hottes gorgeus. lonte, lc ngentot live, pramugari ngentot, wikwik, selebgram open BO,cerbung,cam show, naked nude, tiktokers viral bugil sange, link bokep viral terbaru

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak