Sekitar satu bulan ini Abi nge-kost dirumah keluarga Pak Hamdan setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Pak Hamdan telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun.
Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Abi suntuk. Hujan gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk.
Di kamar kostnya Abi berbaring sambil ngelamun, memejamkan matanya, membayangkan seraut wajah cantik berkerudung yang tak lain adalah Teh Tita / ibu kostnya. (Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda.)
Dibayangkannya perempuan itu sedang tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, menggeraikan rambutnya yang hitam panjang.
Kemudian membuka satu-persatu kancing bajunya, memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Ketika penyangganya telah dilepaskan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya nampak indah nan menggoda.
Lalu tangan perempuan itu membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam yang sewarna BH, membungkus pinggul semoknya. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan, menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus.
Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.
Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya.
Abi bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas.
Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia nge-kost.
Ternyata ruangan itu sepi, TV-nya juga mati.
"Mungkin Teh Tita sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi." pikirnya.
Abi duduk dan meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Abi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.
Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Abi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.
Tak lama kemudian terdengar pintu kamar dibuka, keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Tita. Abi sedikit kaget melihat kehadiran perempuan itu.
"Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?" tanya Abi tergagap
"Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok" jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.
Yang membuat Abi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang berbeda dari biasanya. Keseharian Tita, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung.
Tapi malam ini Tita berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung menampakkan rambut panjangnya terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tita memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing.
Dimata Abi, Tita seperti bidadari yang turun dari khayangan, Cantik dan mempesona.
"Gambar tivinya jelek ya?" tanya Tita.
"Eh, iya. Antenenya kali" jawab Abi sambil menunduk.
Abi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Abi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Abi menelan ludah.
"Semuanya jelek, Nonton VCD saja ya.." kata Tita
"Terserah Teteh" kata Abi masih berdebar menghadapi situasi itu.
"Tapi adanya film unyil, nggak apa?" kata Tita sambil tersenyum menggoda.
Abi faham maksud Tita walau tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.
"Ya terserah Teteh saja" jawab Abi.
Tita kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya.
Abi semakin berdebar, dia rapikan kain sarungnya yang agak kedodoran.
Agak lama Tita keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.
"Mau nonton yang mana?" tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Abi.
Abi menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.
"Eh, ah yang mana sajalah" kata Abi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.
"Yang ini saja, ada ceritanya" kata Tita mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV.
Abi mencoba menenangkan diri.
"Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?" tanya Abi penasaran.
"Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk" jawab Tita sambil tertawa kecil
"Bapak juga?" tanya Abi lagi
"Ngga lah, dia marah kalau tahu" kata Tita kembali duduk setelah memencet tombol player.
Memang selama ini Tita menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.
"Bapak kan orangnya kolot" lanjut Tita "dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!"
Abi tertegun mendengar pengakuan Tita tentang hal yang sangat rahasia itu.
Abi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dia lakukannya.
Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra.
Abi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Tita duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar.
Saat Abi sudah tidak ragu lagi.
"Teteh kesepian ya?" Tanya Abi sambil menatap perempuan itu.
Tita balik menatap Abi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.
"Kamu mau tolong saya?" tanya Tita sambil memegang tangan Abi.
"Bagaimana dengan Bapak?" tanya Abi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.
"Ya.. Jangan sampai Bapak tahu" kata Tita sambil merapatkan tubuhnya.
Abi yang sudah sering berfantasi dangan perwujudan Tita, segera dia rengkuh tubuh perempuan itu.
Wajah mereka saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tita, bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Abi segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu.
Abi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita. Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tita memegang belakang kepala Abi menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat.
Abi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tita. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup ke balik dasternya.
Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Abi suntuk. Hujan gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk.
Di kamar kostnya Abi berbaring sambil ngelamun, memejamkan matanya, membayangkan seraut wajah cantik berkerudung yang tak lain adalah Teh Tita / ibu kostnya. (Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda.)
Dibayangkannya perempuan itu sedang tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, menggeraikan rambutnya yang hitam panjang.
Kemudian membuka satu-persatu kancing bajunya, memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Ketika penyangganya telah dilepaskan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya nampak indah nan menggoda.
Lalu tangan perempuan itu membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam yang sewarna BH, membungkus pinggul semoknya. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan, menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus.
Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.
Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya.
Abi bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas.
Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia nge-kost.
Ternyata ruangan itu sepi, TV-nya juga mati.
"Mungkin Teh Tita sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi." pikirnya.
Abi duduk dan meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Abi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.
Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Abi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.
Tak lama kemudian terdengar pintu kamar dibuka, keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Tita. Abi sedikit kaget melihat kehadiran perempuan itu.
"Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?" tanya Abi tergagap
"Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok" jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.
Yang membuat Abi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang berbeda dari biasanya. Keseharian Tita, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung.
Tapi malam ini Tita berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung menampakkan rambut panjangnya terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tita memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing.
Dimata Abi, Tita seperti bidadari yang turun dari khayangan, Cantik dan mempesona.
"Gambar tivinya jelek ya?" tanya Tita.
"Eh, iya. Antenenya kali" jawab Abi sambil menunduk.
Abi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Abi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Abi menelan ludah.
"Semuanya jelek, Nonton VCD saja ya.." kata Tita
"Terserah Teteh" kata Abi masih berdebar menghadapi situasi itu.
"Tapi adanya film unyil, nggak apa?" kata Tita sambil tersenyum menggoda.
Abi faham maksud Tita walau tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.
"Ya terserah Teteh saja" jawab Abi.
Tita kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya.
Abi semakin berdebar, dia rapikan kain sarungnya yang agak kedodoran.
Agak lama Tita keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.
"Mau nonton yang mana?" tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Abi.
Abi menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.
"Eh, ah yang mana sajalah" kata Abi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.
"Yang ini saja, ada ceritanya" kata Tita mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV.
Abi mencoba menenangkan diri.
"Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?" tanya Abi penasaran.
"Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk" jawab Tita sambil tertawa kecil
"Bapak juga?" tanya Abi lagi
"Ngga lah, dia marah kalau tahu" kata Tita kembali duduk setelah memencet tombol player.
Memang selama ini Tita menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.
"Bapak kan orangnya kolot" lanjut Tita "dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!"
Abi tertegun mendengar pengakuan Tita tentang hal yang sangat rahasia itu.
Abi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dia lakukannya.
Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra.
Abi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Tita duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar.
Saat Abi sudah tidak ragu lagi.
"Teteh kesepian ya?" Tanya Abi sambil menatap perempuan itu.
Tita balik menatap Abi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.
"Kamu mau tolong saya?" tanya Tita sambil memegang tangan Abi.
"Bagaimana dengan Bapak?" tanya Abi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.
"Ya.. Jangan sampai Bapak tahu" kata Tita sambil merapatkan tubuhnya.
Abi yang sudah sering berfantasi dangan perwujudan Tita, segera dia rengkuh tubuh perempuan itu.
Wajah mereka saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tita, bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Abi segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu.
Abi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita. Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tita memegang belakang kepala Abi menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat.
Abi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tita. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup ke balik dasternya.
Tita bergetar ketika sentuhan jemari Abi semakin dekat daerah pangkal pahanya.
Tangan Abi merambai seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam, ujung jarinya diusap-usapkan pada gundukan memekknya yang nyemplak dibalik CD. Kedua pahan Tita makin terbuka.
Tita yang telah dikuasai birahi hasratnya, ingin merasakan kenikmatan lebih, tanpa malu-malu tangannya menaikkan dasternya hingga perut dan menurunkan celana dalamnya, terpampanglah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu dengan bulu jembut tertata rapi di atasnya.
Segera saja tangan Abi beraksi. Jemari Abi membelai bulu jembut itu mulai dari atas terus kebawah, sampai pada bibir memek Tita dan memelainya dengan pelan.
Tita makin mendesah karena itu sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tita rasakan pada daerah kewanitaanya. Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu.
Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Tita. Sering kali lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tita.
Selama hampir delapan tahun menikah, Tita belum pernah merasakan nikmatnya bercinta seutuhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya.
Hamdan, suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang kolot dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.
Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif.
Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam lobang kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan air mani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.
Selama bertahun-tahun, Tita tidak lebih dari benda mati yang punya lubang hanya untuk membuang air mani suaminya bila tangkinya sudah penuh.
Tita sebagai perempuan yang mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi, gairah dan kenikmatan bersama.
Sekitar setahun ini Tita bertemu dengan seorang wanita sebayanya namanya Lilis, yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari Lilis, Tita mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi.
Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut selingkuh. Yang berani mereka lakukan hanya bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian sambil nonton bokep itupun jarang.
Tetapi sebagai perempuan normal Tita tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tita. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin nan menyegarkan.
"Ah.. terus Bi.." desah Tita membara.
Kuluman bibir mereka kembali beradu dengan lidah saling bertautan mesra.
Abi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tita mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini.
Selama bertahun-tahun Tita dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.
Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Abi kost dirumahnya, Tita telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.
Saat ini Tita tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.
Mulut Abi kini menyusuri dan menciumi leher jenjang Tita yang selama ini tertutup hijab lebarnya. Lalu Abi bersimpuh diantara paha Tita yang mengangkang.
Tita yang faham maksud Abi, dengan berdebar dan antusias dia mengangkankan lebih lebar lagi kedua paha mulusnya. Mulut Abi mendekati selangkangannya yang terbuka.
Abi menelan ludah melihat pemandangan indah, terlihat bulu jembut tertata rapi di atas lembah yang sempit diantara paha mulus Tita. Labia mayoranya terlihat merekah basah indah dipandang.
Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu. Kedua tangan Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya.
"Ahhh.!" Tita mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.
Desahan Tita semakin menjadi ketika lidah Abi menjilati bibir memeknya yang basah itu. Dengan ujung lidahnya Abi mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya, semakin membuat Tita blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan.
Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi toket yang montok padat Tita.
Tita yang makin kepanasan meskipun diluar masih hujan. Segera dibuka kimono sekaligus dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya.
Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Abi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini dia simpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang ada dibenaknya hasil dari pengamatannya menonton film-film porno/dewasa/bokep.
Demikian juga dengan Abi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.
Jilatan dan rabaan Abi rupanya semakin menaikkan nafsu Tita hingga dirasakannya hasrat itu semakin memuncak.
Tita yang memang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil colmek, ia tahu perasaan ini menandakan akan segera orgasme.
Dengan ganas dia tarik kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Abi yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.
"Ahhhduh..! Ahhh! enak euy..!" jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.
Abi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan keselangkangan itu ditambah Tita merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya.
Beberapa saat Tita menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Abi kembali membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri.
Muka Abi tampak basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tita.
Tangan Abi merambai seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam, ujung jarinya diusap-usapkan pada gundukan memekknya yang nyemplak dibalik CD. Kedua pahan Tita makin terbuka.
Tita yang telah dikuasai birahi hasratnya, ingin merasakan kenikmatan lebih, tanpa malu-malu tangannya menaikkan dasternya hingga perut dan menurunkan celana dalamnya, terpampanglah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu dengan bulu jembut tertata rapi di atasnya.
Segera saja tangan Abi beraksi. Jemari Abi membelai bulu jembut itu mulai dari atas terus kebawah, sampai pada bibir memek Tita dan memelainya dengan pelan.
Tita makin mendesah karena itu sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tita rasakan pada daerah kewanitaanya. Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu.
Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Tita. Sering kali lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tita.
Selama hampir delapan tahun menikah, Tita belum pernah merasakan nikmatnya bercinta seutuhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya.
Hamdan, suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang kolot dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.
Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif.
Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam lobang kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan air mani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.
Selama bertahun-tahun, Tita tidak lebih dari benda mati yang punya lubang hanya untuk membuang air mani suaminya bila tangkinya sudah penuh.
Tita sebagai perempuan yang mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi, gairah dan kenikmatan bersama.
Sekitar setahun ini Tita bertemu dengan seorang wanita sebayanya namanya Lilis, yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari Lilis, Tita mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi.
Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut selingkuh. Yang berani mereka lakukan hanya bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian sambil nonton bokep itupun jarang.
Tetapi sebagai perempuan normal Tita tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tita. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin nan menyegarkan.
"Ah.. terus Bi.." desah Tita membara.
Kuluman bibir mereka kembali beradu dengan lidah saling bertautan mesra.
Abi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tita mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini.
Selama bertahun-tahun Tita dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.
Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Abi kost dirumahnya, Tita telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.
Saat ini Tita tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.
Mulut Abi kini menyusuri dan menciumi leher jenjang Tita yang selama ini tertutup hijab lebarnya. Lalu Abi bersimpuh diantara paha Tita yang mengangkang.
Tita yang faham maksud Abi, dengan berdebar dan antusias dia mengangkankan lebih lebar lagi kedua paha mulusnya. Mulut Abi mendekati selangkangannya yang terbuka.
Abi menelan ludah melihat pemandangan indah, terlihat bulu jembut tertata rapi di atas lembah yang sempit diantara paha mulus Tita. Labia mayoranya terlihat merekah basah indah dipandang.
Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu. Kedua tangan Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya.
"Ahhh.!" Tita mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.
Desahan Tita semakin menjadi ketika lidah Abi menjilati bibir memeknya yang basah itu. Dengan ujung lidahnya Abi mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya, semakin membuat Tita blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan.
Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi toket yang montok padat Tita.
Tita yang makin kepanasan meskipun diluar masih hujan. Segera dibuka kimono sekaligus dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya.
Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Abi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini dia simpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang ada dibenaknya hasil dari pengamatannya menonton film-film porno/dewasa/bokep.
Demikian juga dengan Abi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.
Jilatan dan rabaan Abi rupanya semakin menaikkan nafsu Tita hingga dirasakannya hasrat itu semakin memuncak.
Tita yang memang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil colmek, ia tahu perasaan ini menandakan akan segera orgasme.
Dengan ganas dia tarik kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Abi yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.
"Ahhhduh..! Ahhh! enak euy..!" jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.
Abi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan keselangkangan itu ditambah Tita merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya.
Beberapa saat Tita menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Abi kembali membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri.
Muka Abi tampak basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tita.
Abi bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang dia gunakan untuk mengelap mukanya. Sambil melepas sarungnya, dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.
"Hatur nuhun ya Bi" kata Tita berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
Tapi matanya kembali berbinar ketika melihat tubuh berkeringat Abi yang telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras.
Bagi Tita batang kontol Abi itu besar dan panjang, jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini juga pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya.
Abi mendekat dan meraih tangan Tita, dan menariknya berdiri. Kemudian Abi mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.
"Kenapa sih?" tanya Tita sambil senyum-senyum.
"Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup" jawab Abi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.
Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tita, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata.
Tubuh Tita memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar montok padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang semok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dipadu bulu jembut diatas memeknya menambah pesona.
Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Abi, Tita yang sudah terpesona, makin tak tahan dengan benda itu, segera ia raih dan mengenggamnya. Tita kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu.
Abi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.
Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. Kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tita ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya di film porno.
Dengan ujung lidahnya, dia jilat perlahan kepala kontol itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi, hingga hasratnya makin menggebu, dan dengan perlahan dia buka mulutnya sambil memasukan batang kontol itu dan dikulumnya.
Abi meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tita mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.
Tita mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Abi semakin meringis nikmat.
Satu lagi yang ingin dirasakan Tita, rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Abi agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya.
Tita yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film. Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan salehah. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.
Abi yang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Meskipun Tita melakukan kuluman mulut pada kontol masih baru dan pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya.
Hingga akhirnya.
"Ah Teh, sudah mau keluar nih" desis Abi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.
Tapi Tita yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin semangat mengulum kontol itu.
Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita.
Abi meregang, dengkulnya terasa goyah.
Tita semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol Abi. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya sedikit aneh tapi gurih. Enak menurutnya.
Tanpa ragu Tita semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari kontol Abi, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual.
"Bagaimana rasanya Teh?" tanya Abi.
Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.
"Enak, gurih" kata Tita tanpa ragu.
Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tita bangkit.
"Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu" katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono.
Abi sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing.
Setelah itu Abi menuju Tita yang sedang membuat minuman didapur, dia mendekatinya dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tita menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Abi.
Perlahan dirasakan batang kontol Abi mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tita semakin mengelinjang ketika tangan Abi yang satunya mulai merambahi selangkangannya.
"Sudah nggak sabar ya?" katanya sambil ketawa dan berbalik.
Kembali keduanya berciuman dengan mesra yang berlanjut semakin manas dan rakus.
"Dikamar saja ya" ajak Tita ketika ciuman mereka semakin larut.
Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.
Tita mendorong tubuh Abi keranjang dan jatuh celentang. Tita juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Abi. Keduanya kembali berciuman dengan buas.
Tapi tidak lama, Tita mendorong kepala Abi kebawah. Ia ingin Abi mengerjai buahdadanya.
Abi menurut, ia juga sudah tak sabar ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu.
Tita mendesah sambil meremas rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil toketnya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Abi dengan lembut.
Abi merasakan payudara itu lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang makin mengeras.
"Oh Bi! Geliin.. terus akh!"
Tangan Abi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Tita menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.
"Ahh.. terus sayang!" desis Tita ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya.
Jemari Abi dengan perlahan menyusuri lembah itu dimana didalamnya terdapat bibir lembut nan lembab.
Tita semakin menggelinjang ketika ujung jari Abi menyentuh kelentitnya.
Mulut dan tangan Abi secara bersamaan memberikan servis kepada binor kesepian yang haus seks itu. Sementara Tita juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.
Beberapa lama kemudian Abi mengambil inisiatif, setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tita dan berhenti di pusarnya.
Tita menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu.
Tita juga tidak mau enak sendiri, dia tarik pinggul Abi kearah kepalanya. Abi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tita diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Tita. Yang segera disambut kuluman Tita dengan bernafsu.
"Hatur nuhun ya Bi" kata Tita berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
Tapi matanya kembali berbinar ketika melihat tubuh berkeringat Abi yang telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras.
Bagi Tita batang kontol Abi itu besar dan panjang, jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini juga pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya.
Abi mendekat dan meraih tangan Tita, dan menariknya berdiri. Kemudian Abi mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.
"Kenapa sih?" tanya Tita sambil senyum-senyum.
"Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup" jawab Abi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.
Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tita, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata.
Tubuh Tita memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar montok padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang semok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dipadu bulu jembut diatas memeknya menambah pesona.
Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Abi, Tita yang sudah terpesona, makin tak tahan dengan benda itu, segera ia raih dan mengenggamnya. Tita kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu.
Abi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.
Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. Kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tita ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya di film porno.
Dengan ujung lidahnya, dia jilat perlahan kepala kontol itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi, hingga hasratnya makin menggebu, dan dengan perlahan dia buka mulutnya sambil memasukan batang kontol itu dan dikulumnya.
Abi meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tita mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.
Tita mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Abi semakin meringis nikmat.
Satu lagi yang ingin dirasakan Tita, rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Abi agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya.
Tita yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film. Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan salehah. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.
Abi yang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Meskipun Tita melakukan kuluman mulut pada kontol masih baru dan pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya.
Hingga akhirnya.
"Ah Teh, sudah mau keluar nih" desis Abi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.
Tapi Tita yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin semangat mengulum kontol itu.
Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita.
Abi meregang, dengkulnya terasa goyah.
Tita semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol Abi. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya sedikit aneh tapi gurih. Enak menurutnya.
Tanpa ragu Tita semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari kontol Abi, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual.
"Bagaimana rasanya Teh?" tanya Abi.
Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.
"Enak, gurih" kata Tita tanpa ragu.
Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tita bangkit.
"Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu" katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono.
Abi sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing.
Setelah itu Abi menuju Tita yang sedang membuat minuman didapur, dia mendekatinya dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tita menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Abi.
Perlahan dirasakan batang kontol Abi mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tita semakin mengelinjang ketika tangan Abi yang satunya mulai merambahi selangkangannya.
"Sudah nggak sabar ya?" katanya sambil ketawa dan berbalik.
Kembali keduanya berciuman dengan mesra yang berlanjut semakin manas dan rakus.
"Dikamar saja ya" ajak Tita ketika ciuman mereka semakin larut.
Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.
Tita mendorong tubuh Abi keranjang dan jatuh celentang. Tita juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Abi. Keduanya kembali berciuman dengan buas.
Tapi tidak lama, Tita mendorong kepala Abi kebawah. Ia ingin Abi mengerjai buahdadanya.
Abi menurut, ia juga sudah tak sabar ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu.
Tita mendesah sambil meremas rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil toketnya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Abi dengan lembut.
Abi merasakan payudara itu lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang makin mengeras.
"Oh Bi! Geliin.. terus akh!"
Tangan Abi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Tita menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.
"Ahh.. terus sayang!" desis Tita ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya.
Jemari Abi dengan perlahan menyusuri lembah itu dimana didalamnya terdapat bibir lembut nan lembab.
Tita semakin menggelinjang ketika ujung jari Abi menyentuh kelentitnya.
Mulut dan tangan Abi secara bersamaan memberikan servis kepada binor kesepian yang haus seks itu. Sementara Tita juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.
Beberapa lama kemudian Abi mengambil inisiatif, setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tita dan berhenti di pusarnya.
Tita menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu.
Tita juga tidak mau enak sendiri, dia tarik pinggul Abi kearah kepalanya. Abi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tita diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Tita. Yang segera disambut kuluman Tita dengan bernafsu.
Abi juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tita yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut rapi itu. Keduanya melakukan tugas masing-masing dengan nafsu birahi yang semakin tinggi.
Tita sebagai istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habis untuk ditumpahkan.
Demikian juga dengan Abi pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.
"Oh! Bi, lakukanlah" desah Tita mulai tak tahan menahan hasratnya.
Abi segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tita celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Abi pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.
Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika diperawani suaminya 17th yang lalu. Saat itu tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat orgasme. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.
Tita tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Abi ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.
"Akh! enak Bi!" desisnya.
Tangannya menekan pinggul Abi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.
Abi juga merasakan nikmat. Memek Tita masih terasa sempit dan seret. Abi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tita. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.
"Ayo Bi geyol terusss!" desis Tita makin hilang kendali akibat kenikmatan yang baru kali ini dirasakan.
Abi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Tita.
"Oh.. Abiii..!"jerit Tita nkmat setiap kali Abi melakukannya. Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.
Semakin sering Abi melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tita sehingga pada hentakan yang kesekian kalinya Tita merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Abi agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.
"Ahk..! Ahduh akhh!"
Teriakan tertahan Tita merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki. Sangat nikmat dirasakan Tita. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir.
Abi yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tita kembali berusaha mengimbangi. Dia angkat kedua kakinya keatas dengan dipegang kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat, memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Abi semakin dalam.
Abi yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tita seperti itu. Demikian juga dengan Tita, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun selueuhnya kini naik lagi.
Kemudian Tita mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Abi, sehingga selangkangannya lebih terangkat.
Abi memeluk kedua kaki Tita, tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Tita lebih terasa sehingga gesekan batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Abi semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.
"Aaagrhhh!!"
Abi mendesah nikmat ketika kontolnya menyemburkan pejunya didalam memek Tita.
Dia sodok-sodokkan terus batang kontolnya pada memek Tita untuk menuntaskan hasratnya.
Bersamaan dengan itu Tita rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.
"Akhh!!" jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.
Tak lama tubuh Abi ambruk diatas tubuh Tita. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.
"Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun" kata Tita mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya.
Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.
Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Abi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Tita mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tita. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi.
Abi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam!
Birahi Tita sudah bangkit lagi. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Abi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.
Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan, sodokan, nafas memburu dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.
***
Abi bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tita. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan.
Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tita yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.
Abi ingat setiap dua atau tiga ronde, Tita selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali.
Abi yang masih berbaring. Dia kembali membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tita dengan pakaian lengkap dengan jilbab menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.
"Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya, nyenyak?" sapa Tita sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.
"Nih sarapan dulu, nanti kan bakal kerja keras lagi" katanya sambil senyum menggoda.
Dia sodorka gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tita itu ramuan rahasia penambah gairah lelaki. Kemudian Tita memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Abi dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.
"Teteh mau kemana sih kok rapi" tanya Abi
"Baru nganter anak saya ke rumah Teh Siti. Biar kita bebas" kata Tita kembali tersenyum nakal.
Abi merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita berpakaian lengkap.
"Teteh beda banget deh kalau pake jilbab gini. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh alim banget." Goda Abi sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.
"Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab, aku juga manusia biasa pengen kehangatan, pengen kenikmatan" jawabnya sambil mencubit paha Abi, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.
"Teh.. jangan dilepas dulu jilbabnya Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?" kata Abi.
Tita sebagai istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habis untuk ditumpahkan.
Demikian juga dengan Abi pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.
"Oh! Bi, lakukanlah" desah Tita mulai tak tahan menahan hasratnya.
Abi segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tita celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Abi pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.
Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika diperawani suaminya 17th yang lalu. Saat itu tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat orgasme. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.
Tita tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Abi ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.
"Akh! enak Bi!" desisnya.
Tangannya menekan pinggul Abi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.
Abi juga merasakan nikmat. Memek Tita masih terasa sempit dan seret. Abi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tita. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.
"Ayo Bi geyol terusss!" desis Tita makin hilang kendali akibat kenikmatan yang baru kali ini dirasakan.
Abi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Tita.
"Oh.. Abiii..!"jerit Tita nkmat setiap kali Abi melakukannya. Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.
Semakin sering Abi melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tita sehingga pada hentakan yang kesekian kalinya Tita merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Abi agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.
"Ahk..! Ahduh akhh!"
Teriakan tertahan Tita merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki. Sangat nikmat dirasakan Tita. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir.
Abi yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tita kembali berusaha mengimbangi. Dia angkat kedua kakinya keatas dengan dipegang kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat, memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Abi semakin dalam.
Abi yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tita seperti itu. Demikian juga dengan Tita, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun selueuhnya kini naik lagi.
Kemudian Tita mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Abi, sehingga selangkangannya lebih terangkat.
Abi memeluk kedua kaki Tita, tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Tita lebih terasa sehingga gesekan batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Abi semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.
"Aaagrhhh!!"
Abi mendesah nikmat ketika kontolnya menyemburkan pejunya didalam memek Tita.
Dia sodok-sodokkan terus batang kontolnya pada memek Tita untuk menuntaskan hasratnya.
Bersamaan dengan itu Tita rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.
"Akhh!!" jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.
Tak lama tubuh Abi ambruk diatas tubuh Tita. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.
"Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun" kata Tita mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya.
Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.
Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Abi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Tita mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tita. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi.
Abi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam!
Birahi Tita sudah bangkit lagi. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Abi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.
Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan, sodokan, nafas memburu dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.
***
Abi bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tita. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan.
Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tita yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.
Abi ingat setiap dua atau tiga ronde, Tita selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali.
Abi yang masih berbaring. Dia kembali membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tita dengan pakaian lengkap dengan jilbab menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.
"Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya, nyenyak?" sapa Tita sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.
"Nih sarapan dulu, nanti kan bakal kerja keras lagi" katanya sambil senyum menggoda.
Dia sodorka gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tita itu ramuan rahasia penambah gairah lelaki. Kemudian Tita memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Abi dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.
"Teteh mau kemana sih kok rapi" tanya Abi
"Baru nganter anak saya ke rumah Teh Siti. Biar kita bebas" kata Tita kembali tersenyum nakal.
Abi merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita berpakaian lengkap.
"Teteh beda banget deh kalau pake jilbab gini. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh alim banget." Goda Abi sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.
"Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab, aku juga manusia biasa pengen kehangatan, pengen kenikmatan" jawabnya sambil mencubit paha Abi, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.
"Teh.. jangan dilepas dulu jilbabnya Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?" kata Abi.
"Apa sih?" tanya Tita agak heran.
"Maaf nih Teh, Teteh mau nggak bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Teteh didepan saya?" kata Abi.
"Kenapa tidak" jawab Tita.
Tita tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.
"Jilbabnya jangan dilepas dulu teh" seru Abi.
Abi memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tita.
Dengan masih bergoyang, Tita mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dia pakai, hingga kini Tita hanya mengenakan jilbab, BH dan CD berwarna pink.
Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tita semakin erotis nan menggoda. Kedua tangannya meremasi toketnya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur.
Abi benar-benar terpesona dengan pemandangan didepan, seorang wanita berjilbab menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam, perlahan batang kontolnya mulai ngaceng.
Tita naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Dia sodorkan pangkal pahanya pada muka Abi sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Abi menanggapi dengan meraba paha Tita dan membelainya.
Saat selangkangan Tita tepat dimuka Abi. Dengan tangannya dia tarik kebawah celana dalam Tita dan langsung menjilati lembah kenikmatan memek itu.
Tita mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya dengan berpegangan pada tembok. Pinggulnya bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Abi pada selangkangannya.
Abi menengadah dengan mulut dan lidahnya menjamah daerah kemaluan Tita dengan rakus. Dengan ujung lidahnya, Abi menjilati lubang memek Tita yang sudah dikuakkan jari tangannya.
Tita mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya meremasi payudaranya yang telah terbuka.
Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dia jilat tapi juga menghisapnya.
Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri.
Tita merintih nikmat ketika satu jari tengah Abi dimasukkan kedalam lubang memeknya yang semakin basah.
Abi menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tita semakin mengelinjang liar.
Tita semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Tita terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk.
Jari Abi masih terhujam dilubang memeknya, Tita membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Abi dapat melumat memeknya dengan bebas.
Abi tampak sangat suka menjilati seputar memek Tita, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Tentu saja Tita juga sangat menyukai perlakuan Abi itu, sesuatu yang telah didambakannya bertahun-tahun.
Setelah beberapa lama, rupanya Tita ingin segera disodok lubang memeknya dengan batang kontol pemuda itu yang telah ngaceng keras.
Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya k ebatang kontol Abi yang telah ngaceng keatas. Abi membantu mengarahkan batang kontolnya kelubang yang telah basah merekah itu.
"Aaahhss.." Tita mendesah ketika kepala kontol Abi perlahan menyusup kedalam lubang memeknya yang sempit.
Meskipun lubang memek Tita sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum.
Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Abi, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Abi setelah minum ramuan buatan Tita, tubuhnya kembali segar dan batang kontolnya selalu siap tempur.
Secara normal Abi memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian. Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya.
Abi sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tita pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Bagi suaminya haram minum-minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.
Abi merasakan pijitan pada selusuran batang kontolnya dari dinding lubang memek Tita yang lembut itu terasa begitu nikmat.
Tita mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Abi.
Posisi Abi yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tita yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya.
Sesekali Tita menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang kontol Abi menghujam seluruhnya didalam lubang memeknya yang terdalam nan paling sensitif.
Tita terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran nikmat yang semakin menggelora, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.
"Aaaacsghhh..!! " jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan, tubuhnya mendekap Abi dengan ketat.
Abi yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tita kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Abi berada diatasnya. Batang kontolnya masih tertancap dalam dilubang memek Tita, segera mengerakkan naik turun.
Gerakan Abi langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tita orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tita klimaks tiga kali berturut-turut.
Abi merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang kontolnya masih belum terasa sensitif.
Benar saja, digenjot sedemikian rupa membuat klimaks Tita yang belum surut kini kembali berkobar semakin tinggi. Tita mencoba mengimbangi goyangan Abi, tapi tak lama kemudian orgasme yang ke dua melandanya.
"Ooohh..! ackhh..! Kontooolll!" jeritnya nikmat.
Ia merasa puas dengan kemampuan Abi, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya.
"Maaf nih Teh, Teteh mau nggak bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Teteh didepan saya?" kata Abi.
"Kenapa tidak" jawab Tita.
Tita tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.
"Jilbabnya jangan dilepas dulu teh" seru Abi.
Abi memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tita.
Dengan masih bergoyang, Tita mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dia pakai, hingga kini Tita hanya mengenakan jilbab, BH dan CD berwarna pink.
Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tita semakin erotis nan menggoda. Kedua tangannya meremasi toketnya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur.
Abi benar-benar terpesona dengan pemandangan didepan, seorang wanita berjilbab menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam, perlahan batang kontolnya mulai ngaceng.
Tita naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Dia sodorkan pangkal pahanya pada muka Abi sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Abi menanggapi dengan meraba paha Tita dan membelainya.
Saat selangkangan Tita tepat dimuka Abi. Dengan tangannya dia tarik kebawah celana dalam Tita dan langsung menjilati lembah kenikmatan memek itu.
Tita mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya dengan berpegangan pada tembok. Pinggulnya bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Abi pada selangkangannya.
Abi menengadah dengan mulut dan lidahnya menjamah daerah kemaluan Tita dengan rakus. Dengan ujung lidahnya, Abi menjilati lubang memek Tita yang sudah dikuakkan jari tangannya.
Tita mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya meremasi payudaranya yang telah terbuka.
Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dia jilat tapi juga menghisapnya.
Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri.
Tita merintih nikmat ketika satu jari tengah Abi dimasukkan kedalam lubang memeknya yang semakin basah.
Abi menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tita semakin mengelinjang liar.
Tita semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Tita terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk.
Jari Abi masih terhujam dilubang memeknya, Tita membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Abi dapat melumat memeknya dengan bebas.
Abi tampak sangat suka menjilati seputar memek Tita, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Tentu saja Tita juga sangat menyukai perlakuan Abi itu, sesuatu yang telah didambakannya bertahun-tahun.
Setelah beberapa lama, rupanya Tita ingin segera disodok lubang memeknya dengan batang kontol pemuda itu yang telah ngaceng keras.
Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya k ebatang kontol Abi yang telah ngaceng keatas. Abi membantu mengarahkan batang kontolnya kelubang yang telah basah merekah itu.
"Aaahhss.." Tita mendesah ketika kepala kontol Abi perlahan menyusup kedalam lubang memeknya yang sempit.
Meskipun lubang memek Tita sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum.
Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Abi, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Abi setelah minum ramuan buatan Tita, tubuhnya kembali segar dan batang kontolnya selalu siap tempur.
Secara normal Abi memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian. Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya.
Abi sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tita pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Bagi suaminya haram minum-minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.
Abi merasakan pijitan pada selusuran batang kontolnya dari dinding lubang memek Tita yang lembut itu terasa begitu nikmat.
Tita mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Abi.
Posisi Abi yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tita yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya.
Sesekali Tita menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang kontol Abi menghujam seluruhnya didalam lubang memeknya yang terdalam nan paling sensitif.
Tita terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran nikmat yang semakin menggelora, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.
"Aaaacsghhh..!! " jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan, tubuhnya mendekap Abi dengan ketat.
Abi yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tita kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Abi berada diatasnya. Batang kontolnya masih tertancap dalam dilubang memek Tita, segera mengerakkan naik turun.
Gerakan Abi langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tita orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tita klimaks tiga kali berturut-turut.
Abi merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang kontolnya masih belum terasa sensitif.
Benar saja, digenjot sedemikian rupa membuat klimaks Tita yang belum surut kini kembali berkobar semakin tinggi. Tita mencoba mengimbangi goyangan Abi, tapi tak lama kemudian orgasme yang ke dua melandanya.
"Ooohh..! ackhh..! Kontooolll!" jeritnya nikmat.
Ia merasa puas dengan kemampuan Abi, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya.
Abi terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli pada lawannya, ia ingin memberikan yang terbaik kepada binor ini. Abi berusaha memacu kembali hasrat Tita yang baru klimaks dan memang tak lebih dari satu menit, kembali tubuh Tita diguncang getaran yang paling nikmat.
"Aaaarrggghh..!" desah Tita kembali.
Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang ke langit kenikmatan ketujuh.
Abi yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang kontolnya. Tita yang telah KO tiga kali hanya bisa terbaring pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati peju Abi muncul.
"Bi, saya mau kulum punya kamu.." pintanya kembali bersemangat.
Abi menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tita sudah haus ingin minum. Minum air maninya. Abi juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. Dia cabut batang kontolnya dari lubang kenikmatan itu.
Tita mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Abi segera berlutut mengangkangi wajah Tita dengan batang kontolnya mengacung tepat didepat mulut Tita yang langsung menyambar dan mengulumnya dengan penuh nafsu.
Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi. Luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang apalagi mulut wanita berjilbab ini mengulum batang kontol pria yang keras dan basah dengan lendir vaginanya.
Abi merem-melek, gairahnya semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kontolnya yang sedang ngaceng dan Abi sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan kontolnya dengan mulutnya.
Tita dengan penuh nafsu mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Abi semakin tinggi.
Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang binor kesepian dengan rakus melakukannya. Abi merasa beruntung bertemu dengan Tita.
Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila tahu perbuatan mereka.
Abi merasa batang kontolnya semakin sensitif dikulum mulut Tita yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tita.
Batang kontol itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ke tenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tita.
Demikian juga dengan Abi, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu.
Tita juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kontol hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.
Hubungan mereka kini bukan lagi Anak Kost dan Ibu Kost, melainkan kekasih gelap yang haus akan kenikmatan sesk.
Setiap ada kesempatan, mereka akan memanfaatkannya untuk saling memberi kenikmatan.
TAMAT
"Aaaarrggghh..!" desah Tita kembali.
Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang ke langit kenikmatan ketujuh.
Abi yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang kontolnya. Tita yang telah KO tiga kali hanya bisa terbaring pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati peju Abi muncul.
"Bi, saya mau kulum punya kamu.." pintanya kembali bersemangat.
Abi menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tita sudah haus ingin minum. Minum air maninya. Abi juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. Dia cabut batang kontolnya dari lubang kenikmatan itu.
Tita mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Abi segera berlutut mengangkangi wajah Tita dengan batang kontolnya mengacung tepat didepat mulut Tita yang langsung menyambar dan mengulumnya dengan penuh nafsu.
Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi. Luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang apalagi mulut wanita berjilbab ini mengulum batang kontol pria yang keras dan basah dengan lendir vaginanya.
Abi merem-melek, gairahnya semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kontolnya yang sedang ngaceng dan Abi sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan kontolnya dengan mulutnya.
Tita dengan penuh nafsu mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Abi semakin tinggi.
Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang binor kesepian dengan rakus melakukannya. Abi merasa beruntung bertemu dengan Tita.
Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila tahu perbuatan mereka.
Abi merasa batang kontolnya semakin sensitif dikulum mulut Tita yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tita.
Batang kontol itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ke tenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tita.
Demikian juga dengan Abi, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu.
Tita juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kontol hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.
Hubungan mereka kini bukan lagi Anak Kost dan Ibu Kost, melainkan kekasih gelap yang haus akan kenikmatan sesk.
Setiap ada kesempatan, mereka akan memanfaatkannya untuk saling memberi kenikmatan.
TAMAT
novel cerita dewasa sex seks ngocok semprot.com, crot peju didalam liang kewanitaan memek vagina nonok miss v, berita gadis sekolah prawan diperkosa sampai hamil pingsan tragis, janda sange sama ngentot tetangga ketahuan anak, selebgram dan tiktokers live colmek ML ngewe ngentot link viral syur, ketagihan kontol om ayah kakak ipar tiri, biduan dangdut tobrut dikeroyok kontol, fuck my pussy. good dick. Big cock. Yes cum inside. lick my nipples. my tits are tingling. drink my breast. milk nipples. play with my big tits. fuck my vagina until I get pregnant. play "Adult sex games" with me. satisfy your cock in my wet vagina. Asian girl hottes gorgeus. lonte, lc ngentot live, pramugari ngentot, wikwik, selebgram open BO,cerbung,cam show, naked nude, tiktokers viral bugil sange, link bokep viral terbaru
