x
x
x
x

Cerita Panas Akhwat Mahasiswi BEM vs Preman Kampus 2

cewek amoy


Hari ini seluruh anggota BD (yang berjumlah 30) berkumpul di sebuah resort pulau pribadi milik Raharjo untuk rapat sekaligus berlibur dan tentunya berpesta dengan Sofi dan Cindy yang telah jadi budak mereka.

“Semester besok akan menjadi titik balik kita untuk berjaya..” kata Raharjo sambil merangkul Cindy dan Sofi yang mengenakan bikini tapi berjilbab.

“Kalian berdua boleh menikmati wisata disini tapi bugil. Paham?” ujar Raharjo kepada Cindy dan Sofi.
Mereka berdua mengangguk patuh.

Acara pertemuan berlangsung khidmat dan menghasilkan sejumlah keputusan yang akan membuat BD semakin kuat.

“Mulai detik ini, tidak akan ada yang bisa menghentikan kita!” seru Raharjo.

Sorak sorai semua peserta di resort tersebut pun menggema. Beberapa anggota kemudian memasang kamera dari beberapa sisi untuk merekam pertunjukan selanjutnya.

“Sekarang waktunya buat kalian berdua menghibur kami..” perintah Raharjo kepada Cindy dan Sofi.

Cindy langsung mengeluarkan goyangan andalannya sambil melepas BH, meremasi toketnya dan merogoh memek di balik CDnya, ia colmek. Sementara Sofi masih sedikit kaku, membuat penonton agak kecewa.

“Kasih ramuan tuh yang masih kaku.” perintah Raharjo.

Salah satu anggota BD lansung menyuntikkan ramuan pada tubuh Sofi.

Birahi Sofi yang tiba-tiba memuncak itu membuatnya melayang terbang dan hilag ke angan-angan akan kebinalan yang menggebu-gebu. Gerakannya pun tak kalah erotis dengan Cindy. Ssetelah ia pelorotkan CDnya sampai lutut Sofi goyangan pargoy sambil menacnapkan jarinya pada memeknya.

Adegan tersebut membuat beberapa penonton yang sange lansung mengocok penisnya masing-masing.

Cindy tak mau kalah, ia pelorotkan CDnya, lalu bergoyang memaju mundurkan selangkangannya yang ngangkang, ditambah kedua tangnnya menyibakkan bibir memeknya mempertontonkan rongga memeknya yang becek.

"Wooww.. Mantap..!" seru para penonton melihat aksi Cindy dan Sofi.

Dengan perlahan kedua mahasiswi itu merapatkan jarak hingga berdempetan, mereka saling memunggungi lalu memutarkan badan mereka. Kemudian mereka berdua saling berhadapan, berciuman sambil tangan mereka saling meremas payudara lawan mainnya.

“mmmhhh.. Ssllrrpp.. aahhh.. mmhh..”

Ciuman kedua gadis itu berlangsung panas dan intens. Bibir mereka basah dengan air liur.

Cindy melepas BH Sofi dan membuangnya, lalu ia gesek-gesekkan pentil susunya dengan puting toket Sofi.

“Ahhh..” erang kedua mahasiswi itu.

Adegan merak membuat beberapa penonton yang sebelumnya biasa saja kini mulai sange itu pun ikut ngocok kontolnya.

Setelah itu, Cindy tangan kirinya meremasi toket Sofi dan tangan kanannya mencolmek Sofi. Sementara Sofi menjorokkan tangan kiri kebelakang mengobela memek Cindy, dan tangan kannanya memilin-milin putingnya sendiri.

"Enak kan sayang.." tanya Cindy lalu menjilati leher Sofi sambil mengelus memek temannya itu yang sudah basah.
“Iya.. Terus.. aahhh..” balas Sofi
Cindy mempercepat gerakan tangannya di memek Sofi.

Mereka ganti posisi, Cindy mengenyot payudara Sofi dengan tangganya masih aktif mengobel memek Sofi yang mebuat Sofi menggelinjang. Tak lama kemudian Sofi mengerang nikmat meraskan orgasme yang datang.

“Cin.. Aaaahhhkkk..”

Tubuh Sofi mengejang dan vaginanya mengucurkan cairan bening.

Ekspresi dan erangan orgasme Sofi membuat 4 penonton ikut crot, pejunya mereka tampung pada ember besar.

Kedua mahasiswi cantik itu kemudian kembali berciuman sambil menggesekkan tubuh masing-masing.

“Sekarang gentian.” ucap Cindy sambil duduk ngangkang dilantai.

Sofi menciumi payudara Cindy, tangannya hinggap pada selangkangn temannya itu. Lalu ia jembeng (buka / sibak) bibir memek (Labia Mayora) Cindy, dengan jempolnya ia gesek-gesek rongga dalam memek dan klitoris Cindy.

"Uhh.. Udah makin pinter kamu Sof.." puji Cindy.

Sofi melanjutkan aksinya dengan menjilati dan menyedot-nyedot bagian dalam memek Cindy.

"Ahh.. Ahh.. Shh.." Cindy semakin kelojotan.

Satu persatu sebagian penonton ejakulasi, yang penjunya mereka tampung pada ember yang telah mereka persiapkan.

Tak lama kemudian, Sofi menyodokkan salah satu gagang double stick kebanggaannya yang sudah ia persiapkan pada memek temannya itu. 3 menit kemudian Cindy mengerang dengan menyemburkan cairan kenikmatannya.

Selama permainan kedua budak sex BD itu melakukan pertunjukan, sudah 20 cowok yang ejakulasi.

Sofi bangkit lalu mengambil posisi 69 diatas tubuh Cindy.

Satu persatu para anggota menggilir Cindy dan Sofi dalam posisi tersebut. Saat mereka ejakulasi tidak semuanya crot didalam didalam memek maupun didalam dubur, ada yang di semburkan didalam ember penampungan peju.

Setelah 10 anggota sudah menikamti tubuh Cindy dan Sofi diposisi tersebut. Kedua mahasiswi itu dipindahkan, Cindy direbahkan diatas meja kecil yang hanya mampu menopang punggungnya sehingga kepala dan kakinya menjuntai dipinggiran meja.

Sedangkan Sofi direntangkan diatas ranjang dengan kepala mejuntai dipinggiran ranjang.

Kembali kedua mahasiswi itu digilir para anggota BD dengan gaya double penetrasi, memek dan mulut keduanya dijajah kontol-kontol anggota BD.

Pesta seks diruangan itu sunggu menggairahkan. Disela-sela permainan, dengan senagnya Cindy menyedot habis peju yang merembes dari memek Sofi, begitu pula dengan Sofi.

Sekitar 3 jam semua lobang Cindy dan Sofi digarap habis-habisan dengan berbagai posisi, gaya dan bermacam-macam model penetration, serta permainan lembut, kasar maupun brutal.

Permainan berakhir dengan bonus meminum peju yang ada diember. Cindy dan Sofi jadi senang dan kenyang. Yang awalnya capek, lesu, dan lemas lansung mebali bertenaga apalagi peju yang tertampung diember sudah diberi ramuan.

“Bagus, kalian berdua sudah mengalami perkembangan dengan baik.” Ujar Raharjo sambil mengusap kepala kedua mahasiswi cantik itu.

Cindy dan Sofi merangkul dan mencium pipi Raharjo.

“Ini hadiah buat kalian berdua.”

Raharjo mengambil 2 dildo getar ukuran sedang lalu menancapkannya pada memek Cindy dan Sofi.

“Aaahhh.. Makasih tuan.." ucap Cindy dan Sofi.
"Kalian main-main berdua aja sambil live ya.." perintah Raharjo samil memakaikan topeng pada wajah Cindy dan Sofi.
"Baik tuan.."
1 2 3 5 >
Cindy dan Sofi yang patuh itu pun segera naik keatas ranjang lalu membuka app live stream pada HP masing-masing. Setelah menekan tombol Live Now, keduanya berciuman sambil memainkan dildo getar itu pada memek masing-masing.

Raharjo dan semua anggota BD pergi meninggalkan Sofi dan Cindy diruangan tersebut.

Selama ada dipulau itu kedua mahasiswi itu jadi budak yang sangat patuh dan amat sangat senang pada kontol-kontol tuannya, walau beberapa kali permainan tuan-tuannya itu amat sangat brutal dan kelewat batas yang hampir membuat keduanya meninggal.

Selama dipulau itu pula Cindy dan Sofi tiada hari tanpa mabuk karena terus terusan dicekoki miras, dan tentunya dikenalkan dengan *barang ilegal*.

===o0o===

== IFAH dan AKHWAT Badan Dakwah Kampus ==

Setelah libur panjang semester, kampus menyelenggarakan kegiatan OSPEK dengan lancar.

Selama kegiatan orientasi berlangsung, ada maba baru yang menarik perhatian para cewek-cewek dan cowok-cowok.

Tapi yang paling mencolok adalah Peter dan Mey Ling. Peter mahasiswa asal Australia yang kuliah disini karena ayahnya kerja di Indonesia. Peter yang tampan itu memiliki fisik dan tampang khas bule sehingga ia diidolakan oleh para mahasiswi.

Sedangkan Mey Ling mahasiswa keturunan China asal Malaysia yang kuliah disini melalui pertukaran pelajar. Mey Ling yang cantiknya khas itu dipadu hijab modis mampu membius mata lelaki sehingga ia diidolakan oleh para mahasiswa.

===o0o===

Seminggu setelah acara orientasi, para ketua organisasi kemahasiswaan berkumpul di ruang sekre BEM untuk mengadakan rapat membahas keuangan BEM. Nabila ingin menghemat pengeluaran dan akan membatasi kegiatan kampus yang anggarannya berlebihan tahun ini.

“Gue kurang setuju dengan pendapat lo Nab.” ujar Wann, Ketua Badan Keamanan Kampus.
“Biasanya gue setuju dengan kebijakan lo Nab. Tapi untuk sekarang gue ga setuju.” timpal Sam, Ketua Badan Dakwah Kampus.
“Mohon maaf, kami melakukan ini untuk kebaikan kampus juga.” balas Nabila.
"Iya.. tapi kalau kegiatan kita batasi, nama kampus juga akan redup.." sahut Ifah, Wakil Badan Dakwah Kampus.

Rapat berlangsung cukup panas. Wann beberapa kali beradu argumen dengan Nabila hingga membuatnya pergi dari ruang rapat.

“Gue cabut.”

Wann menendang pintu, lalu pergi diikuti Sam dan ifah.

Aksi walk out itu menjadi perbincangan hangat.

===x0x===

Seminggu kemudian, Sam yang masih dilanda kekecewaan oleh keputusan Nabila.

BTW, Sam ini dulunya mantan ketua geng AVG saat masih SMA di kotanya sebelum ia pindah ke kota dan kuliah dikampus ini. Geng AVG bergerak di bisnis jasa, penyedia kunci jawaban ujian, manipulasi nilai, ijazah dan jasa joki ujian.

Saat Sam sedang di kantin, Wann menghampiri.

“Bro, kenapa lu?” ujar Wann sambil menepuk Sam.
"Boring.. Butuh pelampiasan nih.."

Mereka pun berencana untuk melakukan kudeta pada Nabila.

“Lo yakin bisa?” ucap Sam.
“Ya harus yakin bro” balas Wann.
“Yaudah, kita kesana sekarang.” Sam dan Wann menuju ke markas BD.

Sesampainya di markas BD, mereka langsung disambut Raharjo.

“Wah wah wah.. liat ini siapa yang dateng.” teriak Raharjo.

Seketika 10 orang BD mengelilingi Wann dan Sam bersiap untuk menghajar.

“Kalian pasti disuruh si lonte Nabila itu..” ujar Raharjo sambil bersiap untuk meninju.

Sam dengan sigap langsung menangkap tangan Raharjo.

“Kayaknya abang yang satu ini salah paham..” ujar Sam santai.
“Terus..?”
“Kita kesini mau ngajak kerjasama.” ujar Wann.

Raharjo tersenyum curiga, lalu melepas tinjuannya.

“Kalian tahu kan aturan mainnya kalo mau collab sama kita?” ujar Raharjo.
“Masalah gituan tenang aja..” ujar Sam santai.
“Gw kasih tau alamat kontrakan anak buahnya Dea si Ratu kalau mau. Tempatnya cocok buat lo pesta pora.” lanjut Wann.
“Hmmm.. tawaran kalian sepertinya menarik. Yaudah kita bahas sambil ngopi.”

Raharjo berjalan kebelakang markas diikuti anak buahnya.

“Ifah udah lo jebol bro? Gile lo.” ujar Wann.
“Jebolin memeknya belom sih. Tapi mulut sama susunya udah jadi lahan gw.” ujar Sam sambil tertawa.

Mereka bertiga kemudian berunding.

Ifah memiliki tubuh yang tinggi dan bentuk proporsional. Walau terlihat alim dan polos, Ifah sudah menjadi alat pemuas Sam sejak semester 1. Walau demikian, Ifah hanya melayani oral atau sekedar grepe-grepe dan kissing dengan Sam.

Beberapa hari setelah pertemuan dengan BD, Wann dan Sam mulai bergerak. Sam melihat Ifah sedang di halaman kampus.

“Fah, nanti Jam 9 malam nanti gue jemput” sapa Sam.
“Kenapa kok tiba-tiba jemput gue?” Balas Ifah.
“Ini untuk kepentingan kampus, intruksi dari dekan pula..”
“Oh yaudah deh.”

Jam 9 malam Ifah dijemput Sam. Saat mereka dijalanan sepi tiba-tiba sebuah mobil VAN mengadang jalan mereka. Dari mobil itu keluar 4 pria mengenakan penutup kepala.

"Apa-apaan ini..?" kata Sam sambil turun dari motornya.
"Banyak bacot.." ucap salah satu pria dan lasung melakukan tinju diikuti 3 pria lainnya.

Perkelahian pun tak terelakkan. Karena dikeroyok, Sam kalah.

Ifah yang ketakutan segera turun dari motor dan hendak kabur. Tapi 1 pria lansung menangkapnya. Setelah Ifah digotong masuk kedalam, mobil itu pergi meninggalkan Sam yang babak belur.

Didalam mobil Ifah berusaha melawan sambil berteriak, salah satu pria didalam mobil itu segera membius Ifah membuatnya lemas dan tertidur.

Sepanjang perjalanan, satu-persatu pakaian Ifah dilucuti hingga bugil menyisakan jilbabnya, payudaranya jadi mainan pria-pria tersebut.

Setelah di markas, tubuh Ifah didirikan lalu diikat membentuk X di tengah ruangan, puting payudaranya ditindik. Sebelum meninggalkannya, beberapa pria mengambil foto.

Tak lama kemudian Raharjo dan Sam masuk ke ruangan tersebut dengan mengenakan topeng. Diikuti beberapa anggota BD dan beberapa pria yang mengenakan penutup kepala yang kemungkinan anggota AVG.

“Boleh juga bodinya.”

Raharjo mengelus setiap bagian tubuh Ifah yang masih tidak sadarkan diri.

“Pasang alatnya.. Gue mau coba..” perintah Raharjo pada anggota BD.
“Elo pasti suka sama alat gue ini bro..” seru Sam.

Raharjo menyalakan alat yang telah dipasang pada tubuh Ifah. Alat itu mengalirkan setrum membuat Ifah bergetar dan terbangun dari pingsannya.

Ifah melihat sekeliling, banyak lelaki yang sudah tidak bercelana menatapnya penuh nafsu. Ditambah lagi, ia kini sedang terikat ditempat yang asing baginya.

“Kalian siapa? Aih.. lepasin..”

Ifah meronta namun ikatan di tubuhnya cukup kuat sehingga hanya menimbulkan gerakan kecil.

“Hai anak manis, kamu akan merasakan nikmatnya dunia.” bisik Raharjo.
“Sam akan datang mengalahkanmu dan semua yang ada disini.. aaahhh..” belum selesai berbicara, Ifah kembali merasakan sengatan listrik di bagian payudara dan vaginanya.

“Jangan berisik. Gue cuma mau enakin elo.”

Raharjo kembali menekan remot alat setrum sambil memainkan klitoris Ifah.

“Ooohh.. aaaaahhh.. stooppp.. ampuuunnn..”

“Udaahhh.. aaahhh.. nggaakk.. Ooohhh..” Ifah menahan rasa sakit dan geli.
“Enak kan? Lo isep jari gw, nanti gw lepasin.” Raharjo memasukkan jarinya ke mulut Ifah.

Ifah perlahan-lahan mengemut setiap jari-jari Raharjo dengan lembut.

“Bagus.. anak pintar.” Raharjo mengelap jarinya menggunakan jilbab Ifah yang masih melekat di kepala akhwat itu.
“Nih, terserah mau lo apain.” Raharjo menyerahkan remote ke Wahyu.
“Haahh.. katanya aku mau dilepasin..” Ifah kembali meronta.
< 1 2 3 5 >
“Diem lo!” Wahyu menyalakan remote dan Ifah kembali menggelinjang.
“Ini tombol apa ya warna merah? lo tau ga Din?”
“Udah, pencet asal aja.”

Wahyu dan Udin memencet asal-asalan tombol tersebut.

“Aaahhh.. jangaaann.. ooohhh.. stoopp.. Uuhhh..” getaran tubuh Ifah semakin kencang.

“Mmmhhh.. Mau pipiss.. tapi.. Aaaahhh..”

Tubuh Ifah melenting kemudian tubuhnya mengejang orgasme. Tiba-tiba alat di vagina Ifah bergetar dan sedikit mengeluarkan percikan listrik kecil. Ifah kembali mengejang kemudian pingsan.

Sam yang masih mengenakan topeng kemudian mencabut alat yang menempel di vaginanya.

“Yah korslet. Lu berdua sih. Untung nih anak ga mati kesetrum.” Ujar Sam sambil mencabut alat yang ada di putingnya Ifah.
“Khilaf bro. Hehe..” ujar Udin.
“Ini anak ga bakal bangun sampe besok. Mending lo semua tidur biar bisa mainin dia seharian.” ujar Sam.

Para pria yang ada disitu pun kecewa. Udin dan Wahyu kemudian mengubah posisi ikatan di tubuh Ifah lalu menutup mulutnya dengan lakban.

Keesokan harinya, Ifah terbangun dan masih terikat di ruangan yang sama. Ia melihat sekeliling kemudian menangis karena ia menganggap kejadian semalam hanya mimpi.

“Eh udah bangun mbak.” ujar Udin.

Udin dan Wahyu semalaman menunggu Ifah.

“mmmhh.. mmmm..” Ifah berteriak namun sia-sia karena lakban di mulutnya.
“Anak-anak pada ngampus tinggal kita doang disini sama dua abang kita.”
“Mbak cantik, mau sarapan enak ga hari ini?” goda Wahyu sambil meraba payudara Ifah.
“Tadi malem udah pemanasan kan.” Udin memasukkan jarinya ke vagina Ifah.

Ifah hanya pasrah dikendalikan oleh dua serigala haus sex.

“Langsung hajar aja nih?” ujar Udin.
“Inget, lobang depan jatah dia. Kita hajar lobang sisanya aja.” ujar Wahyu sambil melepas lakban di mulut Ifah.
“Kalian.. kalian mau apa? jangaann..”

Ifah meronta saat Udin mengubah posisi Ifah jadi menungging.

“Berisik lo. Nih sarapan dari gw..“ penis Wahyu langsung menyosor mulut Ifah.

Dengan nafsu Wahyu memaju mundurkan penisnya hingga Ifah sedikit tersedak. Udin sudah bersiap di belakang Ifah sambil mengarahkan penisnya ke lubang anus. Posisi Ifah yang menungging membantu Udin memasukkan penisnya ke lubang anus Ifah.

“mmmhhh.. Mmmm.. mmmhhh..”

Ifah menahan sakit saat penis Udin memaksa masuk ke lubang anus yang sangat rapat.

“Lo ngomong apa sih? Enak ya?”

Udin menghentakkan tubuhnya hingga seluruh penisnya masuk menembus lubang belakang Ifah.

“hhhmhhh.. mmm..” Ifah menangis kesakitan karena pertama kalinya dibobol lelaki.
“Asik.. kita balapan cepet-cepetan keluar.”

Wahyu semakin semangat mencengkeram kepala Ifah sambil memaju mundurkan penisnya. Udin juga mempercepat genjotan di lubang anus Ifah.

Ifah tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya pasrah dan menahan sakit.

Beberapa menit kemudian, Udin dan Wahyu semakin menggila.

“Gw keluar nih.. makan nih sarapan ga boleh lo muntahin. Oohhh shiittt..”

Wahyu mendorong penisnya hingga mentok di mulut Ifah sambil memuncratkan spermanya. Begitupun Udin yang menekan penisnya dalam-dalam di lubang anus Ifah sambil menikmati orgasmenya.

Ifah tersedak dan mual karena semprotan sperma beruntun. Namun Wahyu menahan kepala Ifah memaksanya untuk menelan semua sperma yang keluar dari penisnya. Kedua senior BD itu kemudian mencabut penis masing-masing lalu terduduk lemas. Begitupun Ifah yang berkeringat dingin dengan tubuh lemas dan sedikit sesak.

Saat sedang bersantai, Sam datang dan langsung ke ruang tengah. Melihat Sam datang, Ifah dengan sisa tenaganya berteriak minta tolong padanya.

“Saam! tolongin gue..”.

Sam kemudian menghampiri Ifah.

“Sammm.. tolong lepasin gue. Kita keluar dari sini mumpung mereka tidur.” ujar Ifah sambil menahan tangis.

Sam tersenyum lalu mengelus paha Ifah yang mulus sambil tangan satunya menekan-nekan puting Ifah.

“Sam.. uuhh.. lo kenapa.. aahh..” desah Ifah.

Sam melepas celananya lalu mengangkat kedua kaki Ifah hingga terlihat garis memek tanpa bulu di selangkangannya.

“Sam.. jaa..aaahhh.. ngaaa..” teriak Ifah saat penis Sam mulai sedikit demi sedikit memaksa masuk ke vagina perawannya.
“Jangaann.. aaahh.. sakiittt.. tolong..”

Vagina Ifah yang masih kering membuat rasa sakit semakin menjadi.

Dengan sekali hentakan, penis Sam langsung menembus vagina Ifah hingga mentok.

“AAaaakkkhhh..” Teriak Ifah.

Sambil memeluk kedua kaki dan meremas toket Ifah, Sam menyodok-nyodokkan kontolnya dengan kecepatan tinggi. Ifah yang sudah semakin lemah hanya bisa pasrah, tubuhnya tergoncang seirama sodokan kontol Sam pada memeknya.

"Uhh.. enak banget Fah.."
"Tahu gini, elo gue perawanin dari dulu.."
"Elo juga keenakan kan..?"

Cerocos Sam yang tak ditanggapi oleh Ifah. Sam yang merasa dikacanging lansung menarik-narik puting Ifah, terang saja Ifah menjerit kesakitan.

Lain halnya dengan Sam kesakitan Ifah membuat Vaginanya semakin menjepit. Sam pun melakukan hal itu berulang kali hingga akhirnya ia ejakulasi.

“Faahh.. gue keluar..” Sam mendorong penisnya dalam-dalam.

Ifah memejamkan mata sambil menangis saat Sam memuncratkan sperma di dalam vaginanya.

Sam kemudian mengambil kamera di tasnya lalu memfoto setiap bagian tubuh Ifah.

“Kalo lo macem-macem, gw pajang foto lo di mading musholla.”

Sam kemudian mengelap penisnya menggunakan jilbab Ifah yang sudah acak-acakan, lalu memakai kembali celananya dan pergi.

“Gue mau ngampus.” ucap Sam lalu menutup pintu ruangan tersebut.

3 hari Ifah digarap oleh Sam dan Anggota AVG serta beberapa anggota BD.

Beberapa hari kemudian, satu persatu akhwat di organisasi Badan Dakwah Kampus yang berjumlah 5 hijaber ditaklukan oleh Sam dan AVG bersama BD. Setiap pulang kuliah, Ifah dan para akhwat harus rela menjadi tempat pembuangan sperma mereka.

===x0x===

== FIRDA ==

Firda sedang tertunduk sambil memegang kertas penuh coretan.

Karena kesibukannya itu, skripsi Firda menjadi terbengkalai, padahal tinggal satu semester lagi dia bisa lulus.

“Kamu ini kapan lulus nak?” begitulah kalimat ibunya setiap menelpon Firda.

Hal itu secara tidak langsung membuat dirinya bingung dan kemungkinan akan vakum atau bahkan melepas Nabila di BEM demi skripsinya.

Suatu sore, ia baru saja dimarahi dosen pembimbingnya karena dianggap tidak serius dalam mengerjakan kuliah.

“Skripsi apaan ini kamu gak melakukan riset ya?!” tanya Mr.Hans, dosen pembimbing Firda.
“I.. ini pak. Saya belum sempat menyelesaikan bab 3 saya karena sibuk di kegiatan luar.” ujar Firda terbata-bata.
“Sibuk? Memangnya adik-adik kamu itu tidak becus mengurus BEM sampai kamu juga yang harus ikutan?” sindir Mr.Hans.
“Maaf pak. Saya ingin membantu mereka karena mereka memiliki masalah yang berat.”
“Justru kalau kamu bantu terus, mereka ga akan bisa maju. Nempel terus karena dibantuin. Lagipula apa ini? Ini lebih baik saya jadikan bungkus nasi.” Mr.Hans memeriksa skripsi Firda sambil mencoret-coret.
“Pokoknya minggu depan Bab 1, 2 dan 3 harus sudah siap. Tidak boleh ada kekonyolan seperti ini. Inget orangtua kamu di rumah.”

Setelah mengisi form bimbingan Mr.Hans meninggalkan Firda.
< 1 2 3 5 >
Saat Firda sedang tertegun, Ilham yang seangkatan dengannya lewat ditemani beberapa anggota BD.

“Hai Firda cantik, sedih amat. Ups, abis bimbingan ya? Mamam tuh kerjaan srikandi.” Ejek Ilham diiringi tawa anggota BD.

Hal itu membuat Firda semakin down, jadwal sore yang seharusnya ada pertemuan dengan Nabila di cancel dan ia memilih pulang ke kosannya. Saat ia menunggu pesanan ojek online, tiba-tiba Ifah menelponnya.

“Halo?”, “Kak, tolong..” terdengar suara lirih dari penelpon.
“Ifah! kamu dimana sekarang?” Firda yang mengenal suara Ifah mulai panik.
“Aku di rumah Raharjo kak.. tolong.. aku ga mau lagi.. *tuuut* ”, suara telepon ditutup.

Firda yang dilanda masalah skripsi, kembali harus berurusan dengan BD, terutama demi Ifah salah satu junior kesayangannya berada di rumah musuhnya.

“Gawat.. aku harus apa ini? Apa aku telpon Nabila? Ah mending minta ditemani Sam saja.”

Firda segera menelpon Sam yang tentunya bukan orang yang tepat untuk ditelpon.

“Halo kak Firda. Ada apa?”
“Sam, kamu di kampus kan? Aku butuh bantuan penting!” ujar Firda panik.
“Eh, kenapa kak?” ujar Sam pura-pura panik.

Padahal Sam juga lagi di rumah Raharjo menonton Ifah sedang dipermainkan oleh Raharjo dan anggotanya.

“Temani aku ke rumah Raharjo, mereka menculik Ifah. Kamu kan bawa mobil. Aku ajak Sofi juga untuk jaga-jaga.” ujar Firda.
“Oke kak. Kalo gitu kebetulan baru selesai rapat. Otw.” Sam menutup telpon.

“Guys, sebentar lagi hidangan utama akan segera datang. Terutama lo Jo, udah ngebet pengen ngebor memek Firda.” ujar Sam.
“Gile, memang lo andalan kita semua.” puji Raharjo sambil mengobel vagina Ifah yang becek.

Saat Sam menyalakan mobil di garasi, sayup-sayup terdengar teriakan Ifah.

“Kasian si Ifah.” Batin Sam.

Ia kemudian langsung tancap gas menuju kampus untuk menjemput Firda.

Sesampainya di kampus, Firda dan Sofi sudah bersiap untuk berangkat. Seperti biasa, Sofi membawa senjata double stick andalannya.

“Sam, ayo langsung ke rumah Raharjo sekarang.” Perintah Firda.

Mereka bertiga langsung menuju ke rumah Raharjo dan tanpa mereka sadari, salah satu mobil juga bergerak di belakang mereka. Setelah di rumah Raharjo, kondisi sangat sepi. Tidak ada satupun anggota BD yang berjaga di halaman rumah maupun di gang. Firda mulai waspada dengan kondisi ini.

“Sof, aku mengandalkanmu disini. Tolong lindungi aku ya.” ujar Firda.

Sofi hanya terdiam, namun Firda maklum karena ia menganggap Sofi sudah dipenuhi dendam kepada BD. Padahal, Sofi sudah menjadi salah satu boneka Raharjo selain Cindy. Firda mendobrak pintu rumah Raharjo dan langsung merangsek kedalam.

Alangkah terkejutnya ia melihat Ifah dikelilingi para pria telanjang dan kondisi tubuhnya sudah mengenaskan. Lubang vagina dan anusnya menganga lalu mengeluarkan tetesan sisa sperma, sementara sekujur tubuhnya dipenuhi sperma kering dan kedua payudaranya memerah karena bekas gigitan.

“Kak..” Ifah kemudian pingsan.

“Apa-apaan ini! Lepaskan dia sekarang atau saya laporkan ini semua.” Teriak Firda.
“Aduh-aduh.. kamu lagi bebebku sayang. Kamu kesini mau ngelamar aku ya?” Raharjo keluar dari kamarnya.
“Gausah bicara menjijikan seperti itu! lepasin dia sekarang.” bentak Firda.

Raharjo dengan santai melepas ikatan Ifah. Sam dengan sigap membopong tubuh Ifah ke mobil.

“Sekarang sebaiknya kalian menyerahkan diri. Aku akan melaporkan kalian pada polisi.” ujar Firda.
“Kurang ajar, main ancam segala.. Itu lonte udah gue lepas. Sekarang mending lo pergi dari sini sebelom lo nyesel.” bentak Wahyu.
“Baiklah, ini peringatan buat kalian. Sekali lagi, kalian benar-benar akan habis. Ayo Sof.”

Firda berbalik badan dan akan keluar rumah. Namun, ia tidak melihat Sam beserta mobilnya.

Rumah Raharjo berada di daerah yang sepi ditambah lagi sudah malam sehingga jalanan jadi gelap.

“Yakin mau pulang? Ga nginep dulu ngobrol sama kita-kita?” ujar Ilham yang muncul dari dapur membawa sejumlah peralatan.

-Sial. Kenapa aku jadi terjebak disini. Aku harus pergi- batin Firda.

Saat Firda ingin membalik badan, sebuah pukulan kecil membuat Firda terjatuh.

Sofi memukul Firda di bagian belakang sehingga membuatnya jatuh. Dengan sigap beberapa anggota BD segera meringkus Firda dan melucuti pakaian hingga tersisa hijab panjang yang menutupi payudara besarnya.

Firda kemudian ditidurkan di ranjang kamar Raharjo yang sangat luas, bisa diisi oleh 10 sampai 15 orang.

Kedua tangan Firda diikat pada sisi atas ranjang, kedua kakinya dikangkangkan dan diikat pada kaki-kaki ranjang sehingga vagina sempitnya yang ditumbuhi bulu halus terpampang jelas. Hijab panjangnya disampirkan hingga dua payudara kebanggannya terpampang. Matanya ditutup dengan kain hitan.

1 jam kemudian..

-Ugh.. gelap.. ini dimana?- batin Firda yang tersadar dari pingsannya.

“Kenapa dingin? Ah jangan-jangan..”

Firda mulai menggerakkan tubuhnya tapi tak bisa akibat kekangan tali yang mengikat dirinya, ia sadar tidak bisa berontak. Dalam hati ia menangis dan menyesal sampai bisa tertangkap seperti ini.

Tak lama kemudian, Raharjo dan anak buahnya beserta seseorang yang tinggi besar masuk ke ruangan Firda tanpa busana sehingga mereka siap menggempur salah satu akhwat kabinet srikandi.

Ilham dan anak buahnya mulai merekam layaknya studio film yang handal.

“Bebep.. udah bangun?” goda Raharjo sambil meraba perut Firda.
“Raharjo! lepasin!.” teriak Firda.

Saat berteriak, tiba-tiba perutnya berbunyi karena lapar. Hal itu membuat gerombolan laki-laki di ruangan itu tertawa.

“Pantesan teriak-teriak. Minta makan?” ujar Wahyu.

Udin masuk membawa sebuah roti yang didalamnya sudah diisi sperma sisa coli para anggota BD yang disiapkan.

“Sayangku mau makan?” ujar Raharjo disambut tawa anak buahnya.
“Ugh.. nggak akan! aku gak mau makanan haram kalian!” bentak Firda.
“Oh gitu ya..”

Setelah anak buahnya memaksa Firda membuka mulutnya, Raharjo mengambil roti lalu mejejalkannya kedalam mulut Firda. Ia sumpal mulut Firda agar tak memuntahkannya.

Firda dengan terpaksa mengunyah roti berisi sperma tersebut. Awalnya ia merasakan sesuatu yang aneh di dalam roti itu, namun karena rasa lapar dan paksaan dari Raharjo, ia pun menelannya.

“Uluh-uluh pintarnya.. Sekarang olahraga pagi dulu ya sayang..” Raharjo merabai paha mulus Firda sambil sesekali menamparnya.
“Empuk juga nih paha..” ujarnya lagi.

Secara perlahan, Raharjo memasukkan jarinya ke dalam vagina Firda.

“ngghh..”

Firda reflek melenguh saat Raharjo mengobok pelan vaginanya yang baru pertama kali disentuh lelaki.

“Eh, baru mulai udah bunyi. Enak ya?” ejek Raharjo.
“Nggak! stop! Akan aku laporin kalian semua!”

Firda menggerakan kakinya, namun hal itu malah memuluskan jari-jari Raharjo untuk menari-nari di vaginanya.

“Udah jo.. nnggaahhh..” Firda berusaha menahan geli dari serangan Raharjo.

Setiap adegan direkam dari berbagai sudut kamera layaknya studio film.

Udin mendekat dengan suntikan berisi ramuan halusinasi sudah ditangan dan lansung ia suntikkan pada pergelangan Firda. Wahyu mendekati kuping Firda,

“Aku tahu kamu sering ngebayangin para ikhwan kampus.. Sekarang kamu bebas berimajinasi.." bisik Wahyu.
"Bayangkan jika ikhwan pujaanmu sedang memberi kenikmatan pada tubuhmu, menjilatimu, meraabaimu, membelai tubuhmu dengan lembut.. Ayo ukhti.. nikmatilah..” lanjut Wahyu.
< 1 3 4 5 >
Pertahanan Firda perlahan-lahan goyah oleh bisikan Wahyu sehingga ia mulai meracau tidak jelas.

“Aakkhhh.. iyaahh akhi..” desah Firda.

Beberapa menit berlalu Vagina Firda sudah becek dan mulutnya terus mendesah dengan kata-kata yang selama ini ia anggap sangat tabu.

“Akhi.. teruss.. aaahhh.. Enak akhi.. Aaahhh.. yyaahhh..” desahan Firda semakin menjadi.

Wahyu terus mengotori Firda dengan kalimat menggoda sambil meremas payudara kenyalnya. Udin menjilati kedua paha Firda dan Raharjo memutar-mutar jarinya di vagina Firda hingga membuat gairah akhwat itu semakin panas.

“Akhi.. Firda udah ga tahan.. Ooohhh.. yeesss..” teriak Firda sambil mengejang melepas orgasmenya.
“Enak ya ukhti sampe 2 kali keluar..” goda Wahyu.
“Iyaahhh.. ayo akhi.. lagiii.. mmhh..”

Firda sudah jauh dari akal sehatnya ditambah nafsunya juga tak terkendali.

Udin, Raharjo dan Wahyu kemudian menjauh sambil memberi jalan kepada seseorang yang ternyata adalah Mr.Hans sang dosen bimbingan Firda.

“Yu, kayaknya bang Hans masih butuh bantuan lo.” bisik Udin.

Wahyu menuju ranjang dan kembali mencuci otak Firda.

“Ukhti mau aku masukin?”
“Iyaahhh.. ayo akhi.. Aku sudah ga tahan.. mmhh..” racau Firda sambil menggeliat.

Mr.Hans sudah bersiap untuk membobol Firda dengan penis 20 cm kebanggaannya.

“Tahan ya ukhti.. Awalnya emang agak sakit.. Lama-lama pasti enak.. Bikin ketagihan deh..” Bisik Wahyu.

Firda menggigit bibir bawahnya saat Mr.Hans menggesekkan kepala penisnya di bibir vagina Firda yang sudah becek.

“Ayo akhi.. aku udah siap.. mmhh..sshh..”
“Aku masukkin ya..” bisik Wahyu sambil memberi komando kepada Mr.Hans.

Dengan perlahan, Mr.Hans mulai memasukkan penisnya.

“Aih.. pelan-pelan..” desah Firda.
“Tahan ukhti..” bisik Wahyu.

Mr.Hans mulai mendorong penisnya masuk.

“Tahan bentar lagi ukhti.. oouhh..” bisik Wahyu diiringi teriakan Firda.
“Akhi.. Ooohhh.. sakiitt..”.

Wahyu meminta Mr.Hans menahan sejenak penisnya.

“Enak kan ukhti?” bisik Wahyu.
“Manggilnya abi umi dong.." pinta Firda.
“Oke umi.. aku lanjut ya.” Bisik Wahyu.

Mr.Hans mulai memaju mundurkan penisnya sambil memeluk kaki Firda yang menggantung.

“Ohh.. sakiittt abi.. pelan-pelan..” desah Firda.

Mr.Hans kemudian membuat ritme cepat-lambat-cepat dibantu bisikan Wahyu mambuat Firda semakin menggila.

“Abi.. ooohhh.. teruusss.. enaaakk.. iyaahhh..”

Desahan Firda membuat beberapa anggota BD mulai mengocok penis mereka masing-masing.

“Abi.. umi mau keluar.. Ooohhh.. enaakk sekali abii..”

Firda teriak sambil melentingkan tubuhnya. Vagina Firda menjadi semakin basah hingga sebagian menetes keluar dari sela-sela persetubuhan.

Lima belas menit kemudian, Mr.Hans memberi kode kepada Wahyu kalau ia akan keluar.

“Umi.. abi udah sampee.. keluarin di dalam yaa..”
“Ohhh.. keluarin dimana aja abi.. umi ga peduli.. enaakk banget.. penis abi enaakk..” desah Firda.
“Nyebutnya kontol dong umi..”
“Iyaahhh.. kontol abi enak.."
"Nah gitu aku jadi maskin sayang sama umi.."

3 menit kemudian genjotan kontol Mr.Hans pada memek Firda makin intens.

"Aaduduh.. aahhh.. mau keluar lagi.. aaaihhh..”

Firda kembali orgasme dibarengi Mr.Hans yang menekan penisnya dalam-dalam sambil memeluk erat tubuh Firda, nafas keduanya tersengal-sengal. Kedua insan itu pun saling membagi cairan sex dalam jumlah yang besar.

Saat Mr.Hans melepas penisnya, sisa cairan yang tidak tertampung meluber keluar.

Mr.Hans kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Firda terdiam dan mulai menangis. Mr.Hans kemudian pergi sambil menyerahkan sejumlah uang kepada Raharjo.

“Tega kalian semua! Jahanaamm!” teriak Firda.

Tawa para anggota BD pun pecah.

Raharjo membuka kain penutup yang menempel di mata Firda.

Saat penutup matanya dibuka oleh Raharjo mata Firda tampak sembap.

“Kalian semua! Hewan Biadab!!” teriak Firda sambil menangis.
“Loh kok malah nangis? Tadi keenakan sampe nyebut crot 4 kali..” ledek Wahyu.
“Daripada teriak ga jelas, mending lo diem.”

Raharjo memasang ball-gag pada mulut Firda.

“Permainan baru dimulai Firda Sayang.”

Raharjo memerintahkan anak buahnya mengeluarkan perlatan sex.

“Ini sebenarnya bakal gue pake untuk Nabila nanti. Tapi, ada baiknya dicoba dulu jaga-jaga kalau rusak.”

Raharjo mengeluarkan alat cup vacum payudara untuk ibu menyusui. Ia memasang cup vacum tersebut di kedua payudara Firda. Kemudian ia menyuntikkan perangsang hormon penghasil susu pada toket Firda.

Saat Alat tersebut dinyalakan kedua toket serta puting Firda tersedot. Lama kelamaan payudaranya mengembung dan pori-pori putingnya membesar.

“mmmhhh.. mmmm..”

Firda menahan sakit saat alat iitu semakin memaksa payudara dan putingnya untuk tersedot dan menimbulkan urat biru di payudaranya.

Kemudian Raharjo memasang selang dan disambung ke botol.

“Kita haus nih abis nonton elo main sama abi khayalan elo.” Ledek Raharjo.

Firda kembali menangis membayangkan perkataan Mr.Hans.

“Siapa yang mau susu?” seru Raharjo saat ada butiran cairan putih keluar diantara pori-pori putinga Firda.
“Kami mau susu!” teriak para anggota BD.

Sedikit demi sedikit cairan putih itu mulai menetes keluar.

Raharjo semakin melecehkan Firda yang sudah tidak berdaya dengan mengobel memek beceknya, sambil menyentil-nyentil payudara Firda.

Setelah hampir setengah jam, 3 botol sudah terisi penuh oleh susu Firda. Raharjo pun mencabut cup vacum, lalu melepas ball-gang pada mulu Firda.

“Jo.. ampun..” Firda memohon.
“Eits.. sutsutsut.” Raharjo menutup mulut Firda menggunakan telunjuknya.

Raharjo menghisapi kedua puting sambil diremas-remasnya payudara Firda dengan penuh nafsu.

“Aaiihhh.. Geli Jo.. udah” desah Firda.

Raharjo kemudian melepas hisapannya yang sedikit ada sisa susu.

“Ternyata susu lonte baru kita nyegerin.. Bisa jadi bisnis baru nih. Apalagi toketnya gede gini disedot tiap hari juga ga abis-abis.” Ledek Raharjo sambil menyentil puting Firda.

Raharjo mengambil dildo getar, lalu menusuk-nuskkan pada memek Firda.

"Enak gak sayang..?"
"Ampun.. Jo.. Enak.. Eh.. Enggak.. Aahh.. Stop.." tanpa sadar Firda menikmati permainan Raharjo.
"Hahaha.. Kalau enak ya bilang enak aja.. Jangan malu-malu.."

Raharjo kembali nyusu pada toket Firda dan semakin intens memainkan dildo getaranya.

Kurang lebih 30menit Raharjo puas mempermainkan Firda yang berulang kali orgasme hingga lemas tak bertenaga.

Setelah mengeluarkan kontol jumbonya yang sudah ngaceng, Raharjo menancapkan kontolnya pada memek Firda, walau sudah becek dan licin tapi kontol jumbonya agak kesulitan masuk.

Dengan kekuatan penuh akhirnya raharjo berhasil membenamkan seluruh batang kontolnya hingga membuat Firda mendelik (mata melotot, tatapan kosong), mulutnya menganga, diiringi tubuhnya sedikit bergertar.

"Uhh.. Lonte baru emang enak banget.."

Sambil nyusu pada toket gede Firda, ia mulai menggerakkan kontolnya mengobok-obok memek akhwat pulen tersebut. Firda yang lemas dan tak bertanaga itu hanya bisa mendesis merasakan memeknya sedikit perih tapi nikmat. Apalagi setiap sodokan kontol Raharjo mentok didasar liang senggamanya, ia merasa tebang dengan tubuhnya bergetar saking nikmatnya.
< 1 4 5 6 >
Disaat ejakulasinya datang Raharjo menekan dalam-dalam kontolnya sambil menyemburkan peju panas didasar lubang vagina Firda. Tekanan kelapa penis Raharjo membuat Firda juga mengalami orgasme kesekian kalinya.

Waktu sudah jam 10 malam.

Setelah beristirahat dan mengisi tenaga, 30 anggota BD berkumpul di ruang tamu. Wahyu dan Udin melepas ikatan kaki dan tangan Firda yang sudah tidak bertenaga lalu dibopong ke meja ruang tengah.

Ilham dan bawahannya kembali sibuk dengan kamera dan bersiap merekam setaip kejadian yang akan berlansung.

“Sekarang acara utama kita. Kita panggil bintang tamu malam ini.”

Sofi kaluar membawa dildo panjang dan berurat dengan dua sisi berbentuk kelapala kontol (Double Head Dildo) diikuti 4 akhwat mahasiswi biasa yang tak kalah cantik dengan anggota kabinet srikandi. 4 akhwat biasa itu kita sebut saja A B C D. Mereka berlima bugil dengan menegenakan jilbab.

Para anggota BD lansung riuh menyambut kedatangan 5 hijaber pulen tersebut.

“So..Sofi?? Ga mungkin.. Sejak kapan kamu..” ujar Firda.
“Asal lo tau, dia yang bikin lo jadi kayak gini!” ledek Udin diiringi tawa anggota lain.

Firda sudah tidak bisa menggambarkan rasa sakit hatinya, dia hanya menunduk saat Sofi menghampirinya. Sedangkan A, B, C dan D menghampiri Wahyu, Udin, Ilham dan Raharjo.

“Beri kami pertunjukan yang hot!” teriak salah satu anggota BD diiringi teriakan setuju dari yang lainnya.

Sofi mencium dan menjilati kaki hingga paha Firda bergantian kiri dan kanan, lanjut menciumi perut Firda sambil meremasi payudara seniornya itu. Saat Sofi menghadap wajah Firda, ia menunduk lalu berbisik,

“Maaf kak.”

Sofi langsung mencium Firda dan tangannya mengobel vagina seniornya itu. Firda yang sudah lemas hanya pasrah menerima perlakuan Sofi, sesekali ia mendesis dan mengerang kecil.

Sementara ABCD sedang mengocok kontol tuan-tuannya dengan senang hati sambil meremasi toketnya sendiri yang sedang dikenyot oleh para tuannya.

Sofi mengoral dan menjilati Double Head Dildo, memamerkan skil blojobnya pada Firda. Setelah vagina Firda basah, Sofi memamerkan Double Head Dildo yang juga sudah basah oleh liurnya sendiri pada Firda.

"Aku suka kontol panjang berurat kak.. Kakak juga kan..?" ucap Sofi

Lalu ia dorong satu sisi dildo iitu kedalam vagina Firda dan sisi lainnya dia masukkan ke memeknya sendiri.

"Uhh.. Nikmat sekali kak.. Ssshh.."

Sambil memegangi dildo tersebut, Sofi memaju mundurkan tubuhnya membuat dildonya menyodok-nyodok memek seniornya itu seirama gerakannya.

“Oouuhhh.. yeesshhh..” desahan Sofi.
“Kak, enak kan? oouuhhss..”

Firda menggelengkan kepalanya.

"Jujur saja kak.. Kita udah jadi lonte, gak bisa lepas dari kenikmatan ini.. Enak kan..?"
“Enak Sof.. oouuhhh..”

Firda dan Sofi saling berbalas desahan. Beberapa menit kemudian, kedua akhwat pulen itu menekan selangkangan masing-masing.

“Aaiihhh.. Yeeess..”
“aauhh.. mmmh..” keduanya melolong sambil meremas payudara masing-masing.

Sofi kemudian mencabut dildo yang basah oleh lendirnya sendiri dan lendir Firda, lalu menidih tubuh seniornya itu.

“Kak.. nanti main kayak gini lagi ya.. Kita main bertiga.." kata Sofi lalu melumat bibir Firda.
"Bertiga..??" tanya Firda heran.
"iya kak main bertiga sama Cindy..” Bisik Sofi sambil kelelahan.

Firda terkejut saat Sofi menyebut nama Cindy, ternyata sebelumnya BD sudah melakukan sesuatu pada adik-adik kesayangannya.

Sofi kemudian mencium pipi Firda dan pergi ke kamar mandi.

“Kenapa? mau nangis lagi gara-gara adikmu yang manis dan sexy itu udah jadi mainan kita?” ledek Raharjo sambil menampar paha Firda.
“Udah Jo.. cukup.. aku udah ga kuat lagi..” Firda memelas.
“Hehehe.. pengen cepet selesai ternyata.”

Udin dan Wahyu mengangkat Firda, lalu menaruhnya diatas tubuh Raharjo yang sudah tiduran diatas meja. Tangan Raharjo meremasi payudara dan kontolnya tepan didepan lubanng dubur Firda.

Sambil memegangi kepala Firda, Udin menyumpal mulut Firda dengan kontolnya dan Wahyu sudah menanam penisnya di dalam vagina Firda. Raharjo masih berusaha menembus pertahanan gerbang anus Firda.

“Mhhh.. mmmmmhhh..” Firda menahan sakit sambil memejamkan matanya.

*blessss* penis Raharjo akhirnya menembus lubang pantat jajahannya diiringi tangisan Firda.

“Are you ready? One! Two! Three! Let’s plaayyy!!!”

Ketiga pria itu langsung memaju mundurkan penis mereka dengan kasar.

Udin dengan nafsu mencengkeram kepala Firda sambil memaju mundurkan penisnya, Raharjo meremas payudara Firda sambil menganal, Wahyu sambil meremas pinggang Firda ia sodok-sodokkan penisnya dengan cepat.

Kurang lebih lima belas menit kemudian, ketiganya meruntuhkan mental Firda. Hingga klimaks mereka datang bersamaan.

“Rasain nih crot an gw. Gw bikin bunting lu.” Teriak Wahyu sambil menyodok penisnya dalam-dalam.
“Gue juga nih..! ooohhh..” Raharjo juga menekan penisnya dalam-dalam.
“Telen nih makan malam.. uuuhhh..” Udin menekan kepala Firda.

Mereka bertiga langsung menuncratkan sperma masing-masing ke dalam lubang jajahannya sampai tetes terahir.

Setelah beberapa kali tembakan sperma, mereka bertiga mencabut penis masing-masing.

Udin dan Wahyu pergi menyusul Sofi ke kamar mandi.

“Sayangku ini kayaknya butuh tenaga deh..”

Raharjo mengambil segelas susu hasil perasan payudara Firda, lalu ai cekoki mulut Firda.

“Telen susumu ini, jika gak ingin makin tersiksa..” perintah Raharjo.

Setela Firda meneguk habis air susunya sendiri, Raharjo menyemagatinya.

"Semangat ya sayang.." ucapnya sambil menarik puting toket Firda.

“Gue mau istirahat, lo mainin dah tuh lonte ampe puas.” seru Raharjo kepada anak buahnya.

Raharjo pergi ke kamar mandi lantai atas karena sudah ada Cindy yang menunggu sambil bermasturbasi.

Firda yang bernasib malang itu harus melayani 27 orang semalaman secara bergantian di vagina, pantat dan mulutnya. Entah sudah berapa semburan sperma yang masuk kedalam tubuh akhwat pulen nan tobrut itu.

Saat ayam berkokok jam 4 pagi, suasana rumah Raharjo sudah sunyi. Firda dibiarkan tergeletak pingsan dengan tubuh penuh cupangan dan lelehan sperma yang mulai mengering hasil pesta semalaman.

Vagina dan anusnya sudah melebar itu penuh dengan sperma sebaggian menetes keluar, sedangkan mulutnya menganga mengeluarkan liur bercampur dengan sperma.

Di tempat lain, Raharjo sudah tertidur sambil memeluk Cindy dengan penis yang masih menancap di vagina mungilnya. Sementara Sofi juga tertidur dengan penis Wahyu dan Udin menancap di kedua lubang kenikmatan.

Dan didapur ada Ilham dan bawahannya juga sudah tertidur diatas tikar ditemani 4 akhwat ABCD.

Di alam mimpi Firda, ia sedang menyaksikkan Nabila dan seluruh kabinet srikandi diperlakukan seperti dirinya sambil menangis.

===x0x===

Beberapa hari setelah pesta malam di markas BD, Firda mengalami perubahan pesat.

Saat ia sedang dikamar kost-nya, pikirannya sering teringat akan sensasi sodokan kontol pada memek, anus dan mulutnya yang dilakukan oleh dosen pembimbingnyya dan para anggota BD. Hal itu membuatnya tanpa sadar memainkan toket dan memeknya sendiri hingga ia mencapai kenikmatan orgasme.

< 1 5 6 7 >
Di lain sisi, ia kini sering diam (tak banyak bicara) dan fokus memperbaiki skripsinya saat berada dikampus. Hal itu membuat Nabila dan anggota kabinet srikandi heran dan cemas.

“Kak Firda kenapa akhir-akhir ini ga secerah biasanya?” sapa Nadya.
“Biasa dek. Nanti semester akhir juga bakal ngerti.” jawab Firda.
“Eh lagi skripsian kak? Maaf ganggu. Aku peluk nih biar kak Firda ga marah.” Nadya memeluk Firda.

Biasanya, Firda akan meladeni dengan mengusap kepala Nadya, namun sejak ia dijadikan budak sex, sensasi pelukan Nadya menjadi sesuatu yang berbeda timbul dari tubuhnya.

“Hm.. anu Nad. Aku lagi sibuk. Maaf ya.” ujar Firda melepas pelukan Nadya.
“Okey kak! Semangat skripsiannya. Aku mau ke kelas dulu.”.

Firda tersenyum.

Dikala semuanya sedang di kelas, Ruang BEM jadi sepi menyisakan Firda.

Saat sedang asyik mengerjakan revisi, tiba-tiba ada telpon dari Mr.Hans.

“Halo sayang.. dua jam lagi ke rumah saya untuk bimbingan.” sapa Mr.Hans.
“Tu..tunggu pak, saya masih merapikan sedikit. Sebentar lagi selesai..” ujar Firda panik.
“Kamu gimana sih? Kemarin-kemarin ngapain aja?” ujar Mr.Hans.

-Kemarin saya habis diperkosa sama bapak dan anak-anak BD sampai kecapekan, baru sekarang fit lagi dan bisa ngerjain tau..- ujar Firda dalam hati.

“I..iya pak nanti saya kesana tapi agak telat.” balas Firda.

Firda melihat sekeliling, memastikan tidak ada orang.

“Nanti saya kasih jatah deh pak. Yah..” ujar Firda manja.
“Oke sayang, aku tunggu yah.” balas Mr.Hans.

Kemudian Firda menutup telepon dan melanjutkan tugasnya.

Beberapa jam kemudian Firda sudah berada dikomplek perumahan elit.

“Ternyata orang kaya..” batin Firda.

Lamunannya buyar ketika Mr.Hans sudah membuka pintu gerbang.

“Yuk masuk.” ajak Mr.Hans.

Firda tersenyum lalu mengaduh kecil saat Mr.Hans meremas pantatnya.

“Ih bapak.” gerutu Firda.

Setelah dirasa aman, Mr.Hans membopong Firda lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Saat didalam rumah, Firda kembali dibuat takjub dengan megahnya rumah dosennya itu yang terisi perabotan mahal.

“Kamu mulai sekarang harus nurut kalo mau lulus. Pertama, di rumah ini kamu harus bugil, jilbab boleh pakai..” ujar Mr.Hans.

Firda menyilangkan tangannya, hingga busana longgarnya mencetak bulatan toket gedenya. Mendapat pemandangan indah didepan mata, Mr.Hans lansung memeluk Firda sambli meremas pantatnya yang bahenol.

“Kamu mau lulus kan?.” bisik Mr.Hans.
“mmh.. iya pak.. udah lepas..” balas Firda.

Ia kemudian melepas gamis, rok panjangnya lalu legging dan BHnya.

“Kamu gapake celana dalam yah? Nakal juga kamu.” ledek Mr.Hans.
“Bapak suka kan..” ujar Firda manja.

BTW, dirumahnya yang megah ini, Mr.Hans tinggal sendiri. Pembantunya hanya datang saat pagi dan sore kadang malam kalau Mr.Hans butuh pelampiasan. Dia tak memiliki satpam, karena kompleks perumahan elit ini sudah terjamin keamanannya dengan banyaknya satpam yang berpatroli setiap 2 jam sekali.

Mr.Hans takjub melihat tubuh Firda yang wangi dan terawat dengan baik. Ia kemudian memegang pinggul Firda dan langsung menyosor bibir Firda.

“mmhh.. ssshhh.. mmm..”

Dosen dan mahasiswi itu berciuman dengan panas, beradu lidah. Mr.Hans melepas ciumannya diikuti tetesan air liur dari mulut mereka berdua.

Mr.Hans mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya lalu ia jejali ke mulut Firda. Mr.Hans menurup mulut Firda supaya ia menelan benda itu. Setelah benda itu tertelan, Firda semakin dikuasai birahi seksual, putingnya mengeras, memeknya gatal dan berdenyut-denyut pengen dijejali daging keras berurat.

“Paakk.. nnggh..” desahan Firda saat jari Mr.Hans mengobok-obok vaginanya.
“Aaahhh.. paakk..” Firda menggoyangkan pinggulnya.

-Ternyata efeknya manjur juga.- batin Mr.Hans sambil mengobok vagina Firda.

“Ooohh.. terusshh.. eeemhhh..” Firda mengeraskan desahannya.
“Teriaklah sayang..” goda Mr.Hans sambil mempercepat obokannya.

“Paaaakhhh..” tubuh Firda mengejang dan vaginanya squirt.

Cret! Creeet! Cret!

Setelah mendudukkan mahasisiwinya itu disofa, dosen itu mengangkankan kaki muridnya tersebut. Dan tanpa babasi lagi, ia jilati memek dan klitoris murid idamannya itu dengan diiringi sedotan dan tusukan jarinya.

“Ahh.. Enak Paakkk..” desah Firda mengelus rambut dosennya itu.

Firda semakin menggelijang, ia maju mundurkan selangkangannya seirama tusukan jari Mr.Hans yang ada dimemeknya.

"Terus pak.."

Dan tak lama kemudian Firda kembali mengalami squirt, semburan cairan orgasmenya membasahi wajah sang dosen pembimbing.

"Enak gak sayang permainan Bapak..?"
Firda yang lemas hanya bisa mengangguk.

Setelah puas melumat bibir mahasiswinya, Mr.Hans melucuti pakaiannya lalu menyodorkan batang kotolnya yang sudah ngaceng itu pada Firda.

Tanpa disuruh, Firda mengelus-elus sambil sesekali menjilatinya.

“Masukin iniihhh..” pinta Firda.

Mr.Hans mengelus kepala Firda seperti peliharaan.

“Bagus.. ayo isep dulu.. nanti aku masukin..” kata Mr.Hans.

Firda kemudian mengulum penis Mr.Hans dan ia maju mundurkan kepalanya sambil mengocok.

Tangan Firda yang lembut serta gerakan bibir dan lidah akhwat tobrut itu membuat Mr.Hans semakin melayang.

“Uhh.. isep sayang.. mmhhh..”

Mr.Hans berusaha mengontrol dirinya supaya tidak cepat orgasme. Kuluman Firda semakin liar sambil tangannya memijit-mijit penis Mr.Hans.

“Firdaa.. ooohhh.. nice..” erang Mr.Hans menikmati servis dari Firda.

Tidak ingin terlena dengan mulut Firda, Mr.Hans melepaskan diri lalu ia gendong Firda ke kamarnya.

Setelah di kamar, Mr.Hans melempar Firda ke ranjangnya yang berukuran king size. Firda langsung mengangkang lebar-lebar. Mr.Hans kemudian menidih tubuh Firda dan menciumnya sambil mendorong moncong penisnya masuk ke lubang vagina Firda yang sudah becek.

“Masukk.. yeeesshhh.. Mmmhh..” erang Firda setelah seluruh penis Mr.Hans menerobos masuk hingga mentok.
“Mau main halus atau kasar?” bisik Mr.Hans.
“Terserah bapakkk.. puasin aku paaakkk..” desah Firda yang sudah gila kenikmatan sex.

Mr.Hans langsung menggenjot memek Firda dengan tempo teratur.

“ooouhhh.. eeehhh.. Haaahhh..”

Firda mengerang keras sambil menggoyang pinggulnya.

Setelah 15 menit, pasangan dosen dan mahasiswi itu berganti posisi doggy style. Denga meremas-remas toket brutal Firda, Mr.Hans menyodok-nyodokkan penisnya di liang kewanitaan.

Selama setengah jam, Mr.Hans menyetubuhi Firda dari belakang. Kedua insan itu kemudian menikmati orgasme mereka dengan posisi Mr.Hans menidih Firda dari belakang.

Setelah itu, mereka berdua makan malam dan melaksanakan bimbingan skripsi dengan tubuh yang masih telanjang.

“Udah malam nih. Nginep disini ya?” pinta Mr.Hans.
“Mhh.. jangan pak.. nanti istri bapak pulang.” balas Firda.
“Disini hanya aku yang tinggal sayangku.” terang Mr.Hans.
“mmmhhh.. boleh deh.” balas Firda sambil menjilati pulpennya.

Malamnya, Mr.Hans kembali menyetubuhi Firda dan melanjutkan permainan beronde-ronde semalaman. Entah sudah berapa kali vagina Firda diisi ulang oleh sperma Mr.Hans yang staminanya sangat kuat.

“Udah pak.. capek nih..” ujar Firda.
“Nanggung, sekali lagi ya." ujar Mr.Hans.
“Yaudah.. tapi bapak yang gerak ya..” ujar Firda.

< 1 6 7 8 >
Setelah tiga muncratan sperma, Mr.Hans kelelahan lalu ia terkapar di sebelah Firda yang sudah tertidur. Mr.Hans menarik selimut di kasurnya lalu ia menutupi tubuh mereka berdua. Tak lupa Mr.Hans tidur sambil memeluk Firda.

Pagi harinya, Mr.Hans terbangun dan melihat Firda yang masih tertidur karena kelelahan. Mr.Hans menyiapkan sarapan sambil menyiapkan sejumlah uang.

Beberapa saat kemudian, Firda terbangun dan ia duduk di ranjang Mr.Hans sambil meratapi kejadian semalam. Ia menyesal karena ia tidak bisa menahan nafsu setiap melihat penis lelaki. Ia menoleh ke sebelahnya dan rupanya Mr.Hans sudah berangkat. Ia melihar amplop lalu ia buka dan berisi uang saku dan sebuah surat.

“Buat biaya print revisi kamu tuh.. dan kamu tinggal disini ya sekarang buat nemenin bapak. Kita nanti bisa main sepuasnya.”

Setelah membaca surat itu, Firda memeluk surat tersebut sambil tersenyum.

Saat Firda mengecek handphone, sudah ada puluhan miscall dari Dea dan Nabila serta beberapa message dari Nadya yang berisi sticker penyemangat. Firda tersenyum lalu ia ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

===o0o===

== RATU ==

Di ruangan MAPALA, Wann dan Peter sedang menunggu Ratu (anak buah Dea).

Beberapa saat kemudian, Ratu datang dengan setelan sporty khasnya yaitu hijab beserta training dan kaos lengan panjang.

“Gimana? Mau langsung jalan?” sapa Ratu.
“Iya deh. Biar ga kemaleman pulangnya nanti gue dibentak sama emak lu si Dea.” ujar Wann.

Dengan mobil Peter, mereka bertiga berangkat ke sebuah kawasan perkemahan untuk survey lokasi. Setelah sampai di lokasi, Wann dan Ratu berkeliling sementara Peter menuju ke arah lain untuk mempersiapkan rencana Wann.

Udara sejuk di daerah perkemahan tersebut membuat perjalanan Wann dan Ratu tak terasa sudah cukup jauh dari kawasan kemah dan akan memasuki hutan.

“Eh Wann, kita ga kejauhan nih jalan?” ujar Ratu sambil berkeliling.

Walau Wann ingin segera menyergap Ratu, ia sadar Ratu pasti sudah waspada sehingga ia menunggu Peter menjalankan aksinya.

“Kita balik lagi aja deh.” Wann mengajak Ratu kembali ke kawasan.

Saat Ratu akan berbalik badan, sebuah pukulan mendarat di tengkuk Ratu dan membuatnya ambruk. Peter yang bersembunyi di balik semak-semak sukses melumpuhkan Ratu untuk sementara. Dengan sigap, mereka berdua membawa Ratu ke sebuah goa dekar air terjun.

Sesampainya di goa, semua pakaian Ratu dilucuti hingga tersisa jilbabnya. Wann menyalakan kamera HP dan memotret setiap sudut tubuh Ratu yang mulus tanpa busana. Sesekali Wann juga menampari payudara dan pinggul Ratu.

“Peter, lo bawa kopernya?” ujar Wann.

Peter membuka koper berisi sejumlah ramuan dan alat suntik.

“Biar ga repot, kita kasih ini dulu.”

Wann menyuntikkan ramuan di lengan Ratu yang masih pingsan. Peter kemudian mencipratkan air ke wajah Ratu hingga ia terbangun sambil memegangi tubuh kecilnya.

Ratu terkejut saat mendapati dirinya sudah tanpa busana dan dipeluk oleh seorang laki-laki.

“Heh! apa-apaan ini! Lepasin!”

Walau sudah disuntik ramuan, naluri petarungnya masih ada sehingga Ratu berusaha meronta. Wann kembali menyuntikan ramuan ke lengan Ratu sebanyak tiga kali.

“Aaauhhh..” lenguh Ratu menahan sakit.

Wann langsung mengolesi jarinya dengan salep lalu ia masukkan jarinya ke vagina Ratu yang sedikit basah akibat efek ramuan peningkat birahi nafsu sange seksual.

“Wann.. lo mau apain.. aaaihhh..”

Pertahanan Ratu mulai goyah dan Peter ikut meremasi payudaranya.

“Ooohhh.. geli.. Udah.. aaahhh..” desah Ratu.

Setelah setengah jam melakukan pemanasan, wajah Ratu sudah memerah dan vaginanya sudah sangat becek.

“oohhh.. masukiinnn.. ayooo..” desah Ratu yang sudah terpengaruh obat.

Wann masih memain-mainkan kepala penisnya di bibir vagina Ratu sementara Peter sudah berdiri di dekat mereka sedang merekam.

“Masukin gak ya??” goda Wann.
“Cepeettt.. mmhhh..” Ratu menggoyang pinggulnya.

Wann mulai memasukkan penisnya kedalam vagina Ratu, namun ia keluarkan lagi.

“Aahh.. ayo masukiinn penisnya..” pinta Ratu yang sudah sange berat.
“Penis? Ini kontol. Coba sebut kontol baru gue masukkin.” ledek Wann sambil kembali menggesek penisnya di bibir vagina Ratu.
“Iyaahh.. kontooll.. ayo masukiinn kontolnyahhh..” desahan Ratu semakin liar.

Tanpa basa-basi, Wann langsung menyodok masuk penisnya dengan kasar.

“Aaauhhh.. sakiiittt.. aaaihh..” Ratu berteriak saat penis Wann membobol paksa vaginanya yang masih perawan.
“Tuh langsung gue masukin sampe mentok. Sekarang lo tahan.”

Wann langsung memaju mundurkan penisnya dengan cepat diiringi teriakan Ratu. Karena lokasi goa sangat jauh dari kawasan perkemahan, tidak ada orang lain yang mendengar selain mereka bertiga.

“Ampuunnn.. Oohhh.. iyaahhh.. sakiittt..” teriak Ratu.
“Ayo teriak yang keras.. jadi makin on fire gue.” genjotan Wann semakin menggila.

Beberapa menit kemudian, Wann menyodok penisnya dalam-dalam.

“Shiittt.. gue keluar.. Gue bikin bunting lo.. oohh..” Wann menyemprotkan sperma sambil menyodok-nyodok vagina Ratu.
“Aahh.. uuhhh..ssshhh” suara Ratu mulai melemah tanda kelelahan.

Wann mencabut penisnya lalu ia bersihkan menggunakan mulut dan hijab Ratu. Ratu terkapar dan vaginanya masih berkedut-kedut mengeluarkan lelehan sisa sperma dan darah.

Setelah beristirahat, Wann kembali mengenakan pakaiannya.

“Bro, your turn.”

Wann mengambil kamera Peter.

Peter yang sudah bersemangat langsung membuka semua pakaiannya dan menghampiri Ratu.

“Hai. Mau rasakan genjotan bule?” kata Peter sambil memencet payudara Ratu.
“uuuhhh.. Capeekk.. tapi mau..” desah Ratu.
“Gue bilang apa. Stamina doi kuat.” ujar Wann.

Peter langsung membelakangi Ratu lalu meremas payudaranya.

“Aahh.. geli..” Ratu menggeliat.

Peter meludahi jarinya lalu ia masukkan ke lubang anus Ratu.

“Mmmhhh.. itu apaahh.. uugghh..” lenguh Ratu.
“Kamu pasti bakal keenakan.”

Peter memutar jarinya agar lubang anus Ratu terbuka. Setelah cukup licin, Peter memasukkan penisnya ke lubang anus Ratu yang sempit.

“Aaahhh.. jangan di situhh.. di memek aku ajaahh.. Aaaakhh..” Ratu kembali berteriak keras.

Sodokan penis Peter yang sangat besar membuat lubang anus Ratu menjadi lebar. Dengan kasar Peter menggenjot penisnya sambil meremas payudara Ratu.

“Aaahhh.. sakiiittt.. Ampuunnn..” Ratu berteriak memelas.

Peter justru mencubit puting Ratu hingga teriakannya semakin keras.

Setelah 10 menit menyiksa anus Ratu, Peter melepas penisnya dan tetesan darah keluar dari anus Ratu yang menganga.

“Gila lo kontol segede gitu buat jebol pantat. Bisa ambeien itu anak.” ujar Wann.
“Tenang. Saya ada obat salep punya bapakku. Bakal rapet tapi elastis pantat dia bisa dibobol berkali-kali hahaha..” ledek Peter sambil menampar pantat Ratu.

Kemudian Peter menjambak kepala Ratu lalu ia cium dengan ganas. Setelah itu, ia masukkan penisnya ke mulut Ratu sambil dimaju mundurkan.

“Oohh.. this slut is really good..” umpat Peter sambil terus menyodok mulut Ratu.

Beberapa saat kemudian, Peter menyemprotkan spermanya didalam mulut Ratu.

“Eat this shit you bitch..” teriak Peter.

Ratu yang kelabakan karena mendapat semprotan sperma yang banyak di mulutnya tersedak dan sebagian sperma keluar dari hidungnya.

Tak tahan dengan siksaan Peter, Ratu kemudian pingsan.

< 1 7 8 9 >
“Woi, gila juga nih bule, bocah kayak gitu disiksa.” ujar Wann diiringi tawa Peter.

Setelah memandikan Ratu dan berpakaian, Wann membopong Ratu diikuti Peter kembali ke parkiran untuk menyetor tubuh Ratu ke markas BD.

Selama perjalanan, Ratu mulai tersadar dari pingsannya. Saat terbangun, dirinya dalam kondisi mata dan mulut tertutup serta tubuh terikat. Ratu hanya bisa menggumam sambil meronta-ronta.

“Udah bangun tuh lonte.” ledek Wann sambil menyetir.
“Selow bro.. udah mau sampe ini.” ujar Peter.

Sesampainya di markas BD, Wann dan Peter disambut Harun.

“Lama bener.. lo jajal dulu ya?” celetuk Harun.

Wann dan Peter hanya tertawa sambil membuka pintu belakang mobil.

“Nih pesenan lo, jaga baek-baek. Asli nih.. bukan KW..” ujar Wann sambil tertawa.

Harun kemudian menyuruh anggota BD membopong Ratu yang masih terikat dan wajahnya tertutup.

“Ohiya, fisik doi lebih kuat dari Sofi. Lo harus hati-hati.” ujar Wann.
“Bisa diatur itu. Nih sesuai dengan yang lo minta. Lo boleh cabut sekarang.” ujar Harun sambil memberi koper berisi tumpukan uang ratusan ribu.

“I love money.” Ujar Peter sambil menghirup bau uang didalam koper tersebut.
“Oke thanks bro. Cabut dulu.”

Wann dan Peter pergi untuk merayakan keberhasilan.

===o0o===

Di tempat lain, Nabila, Sofi, Cindy dan Nadya membantu Dea pindahan kost. Dea khawatir jika teman satu kosannya akan jadi incaran BD sehingga ia memutuskan pindah ke kosan yang baru secara diam-diam.

Sofi diam-diam mengirim WA ke Harun soal informasi Dea pindah kosan. Walau demikian, Sofi tetap merahasiakan alamat kost-an Dea.

===x0x===

Sementara di gudang bekas pabrik baja yang jadi markas BD bawahan Harun, ia dan anak bauahnya mengelilingi Ratu yang kepalanya ditutup kain serta kaki dan tangannya diikat.

Perlahan-lahan

“Wah wah.. liat siapa ini. Temennya peliharaan gue si Sofi ternyata. Walaupun lubangnya sudah bekas pakai, tapi bodi lo lumayan juga.” seru Harun setelah membuka kain yang menutup kepala Ratu.

Tangannya meraba-raba perut Ratu.

“Kalian akan menyesali ini!” bentak Ratu sambil meronta berusaha untuk menendang Harun.
“Kebalik kali, justru lo yang bakal nyesel..” ujar Harun

Ia megeluarkan jarum tato.

“Guys kita mulai sekarang.” ujar Harun.

Sepuluh orang anggota BD kemudian memegangi tubuh Ratu yang kembali melawan.

“Apa yang kamu lakukan? Lepaass..” teriak Ratu.
“Ini bakal sedikit perih, tapi nantinya bakal enak kayak lo waktu diperawanin sama cowok lo itu.” ledek Harun

Lalu dengan kasar, Harun menyayat paha Ratu membuat lambang hati dan tulisan BD didalamnya.

“Aaaaakkkh.. Saakiiitt.. hentikaann.. haahhh.. haaa..” teriak Ratu.
“Teriak sayang.. aku jadi makin semangat nih.” Harun kemudian membuat tulisan I Love Sex di paha sebelah kiri Ratu.
“Ampuuunnn.. Sakiiitt bangeettt.. udaaahhh..” teriak Ratu diiringi tangisan.

Harun kemudian melihat hasil karyanya dengan senyum puas.

anggota BD kemudian membalik tubuh Ratu hingga tengkurap. Harun mengusap punggung Ratu yang mulus lalu kembali mengukir kalimat Aku Budak Black Dimension, Gunakan Aku Sepuasnya. menggunakan jarum tersebut.

“Aaaaakkkkk.. Hentikaaann.. Ampuunnn..” teriakan Ratu mulai melemah karena menahan sakit dan kelelahan.

Wajahnya berkeringat dingin dan berurai air mata. Harun semakin menikmati teriakan penuh penderitaan dari Ratu sambil mengukir gambar penis, di sekitar tulisan tersebut. Belum puas, Harun membuat tulian AN di pantat kiri dan AL di pantat sebelah kanan Ratu. Ratu yang sudah tidak sanggup menahan sakit di sekujur tubuhnya kemudian pingsan.

anggota BD kemudian membalik badan Ratu. Harun mencium dengan lembut perut Ratu kemudian ia membuat ukiran tulisan penutup yaitu Insert Here di bagian bawah perut Ratu dan tulisan Free di bagian atasnya.

Setelah puas melukai tubuh Ratu, Harun membersihkan sisa luka di tubuh Ratu, ia balut menggunakan perban. Setelahnya, ia membawa Ratu pulang dikawal tiga anggota BD menggunakan mobil. Harun dan satu anggota BD sebagai supir di depan, dua lagi mengapit Ratu di belakang.

“Ini cewek ga di ewe bang?” ujar salah satu anggota BD.
“Adegan exenya gue tahan dulu. Nanti di akhir pasti kalian bakal dapet jatah buat nidurin tuh cewek.” ujar Harun.
“Tapi gue udah ga tahan bang.” Ujar anggota BD yang satunya.
“Yaudah lo coli aja pake mulut dia.” balas Harun.

Kedua anggota BD di bangku belakang kemudian menggunakan mulut Ratu yang masih pingsan sebagai pembuangan sperma.

Suasana kosan Ratu sangat sepi karena tetangganya banyak yang pergi kuliah dan penghuni kos sedang kerja. Harun dan dua anggota BD memasukkan Ratu ke kamarnya. Lalu Harun menyelimuti tubuh Ratu dan mencium keningnya.

Kedua anggota BD kemudian kembali ke mobil diikuti Harun yang menaruh sebuah surat di meja belajar kamarnya. Mereka bertiga kemudian menghilang dari daerah itu.

===o0o===

== NADYA ==

Beberapa hari kemudian, suasana di ruang BEM cukup gaduh. Sam dan Wann beradu argumen dengan Nabila. Setelah beberapa kali adu pendapat, Wann dan Sam pergi meninggalkan Nabila yang menangis.

Dea yang baru selesai kelas, menuju ke ruang BEM dan terkejut melihat Nabila yang biasanya ceria dan semangat kini menangis.

“Nab, kamu kenapa?” tanya Dea.
Nabila tidak menjawab dan terus menangis.
“Yaudah kalo ga mau ngomong.” ucap Dea lalu memeluk Nabila sambil mengusap kepalanya.

Setelah beberapa menit, Nabila berhenti menangis dan menceritakan masalahnya dengan Sam dan Wann.

“Tenang Nab. Ada aku kok disini. Kamu ga usah khawatir.” hibur Dea.
“Udah dong, masa pemimpin terkuat di kampus ini nangis. Sini aku lap.”

Dea mengelap air mata Nabila.

“Udah ah..” ujar Nabila menepis tangan Dea, lalu mereka berdua tertawa bersama.
“Gitu dong ini baru Nabila yang aku kenal.” ujar Dea.

===o0o===

Sementara itu, di gudang belakang kampus, beberapa orang lelaki mengintai Nadya yang sedang membantu mahasiswa pecinta alam membershikan sampah. Setelah membershikan sampah, Nadya pergi ke ruang BEM.

Kondisi jalanan yang sepi dan dekat perbatasan belakang kampus menjadi peluang besar untuk meringkus gadis mungil ini.

Ditengah perjalanan Nadya, dari belakang seseorang menyekap mulutnya menggunakan kain dengan aroma bius. Nadya berusaha meronta namun lama-kelamaan ia melemah dan tertidur akibat bius tersebut cukup kuat.

Dengan sigap gerombolan anggota BD itu menggotong Nadya melewati perbatasan belakang kampus kedalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke markas BD.

Di markas BD, tubuh Nadya yang sudah dilucuti gamis dan rok panjang beserta pakaian dalamnya diikat disebuah kursi. Di hadapannya berdiri Riky dan Ilham serta enam anggota BD.

Riky mengambil lakban lalu ia lubangi sedikit. Setelah itu, ia tempel di vagina Nadya.

“Ebuset, lo pasang disitu. Kalo doi kencing gimane?” ujar Ilham.
“Tenag aja, kalau kencing ya lewat tu lobang. Ini sengaja gue lakban buat kejutan ke kakaknya.” ujar Riky sewot.

“Ugh.. apa ini! Kemana pakaianku semua!” teriak Nadya panik saat sudah.
“Udah bangun ya adik manis.” ujar Riky.
“Kalian semua! lepasin.. aku laporin kalian ke kak Nabila!” bentak Nadya.
“Laporin aja. Nih balasannya kalo lo laporin.” ujar Ilham sambil meneteskan cairan lilin ke paha Nadya.
“Aih.. panass.. ssshhh..” desis Nadya
“Leh uga nih desahannya.” ujar Riky.

< 1 8 9 10 >
“Lo macem-macem gue tetesin ini ke susu lo.” bentak Ilham yang membuat Nadya terdiam.
“Lo bakal gue lepas malam ini tapi dengan dua syarat.” ujar Riky.
“Pertama, lo harus kasih tau alamat kosan baru Dea. Kedua, lo harus menyerahkan salah satu antara toket mungil lo atau lobang pantat lo.” ujar Ilham.

Nadya menunduk sambil berdoa. Kesal karena merasa didiamkan, Ilham kembali meneteskan lelehan lilin ke paha Nadya.

“Aaakhh.. iyaa.. iyaaa aku kasih.. panaas..” teriak Nadya.
“Gue masih baik nih netesin ke paha lo doang. Sekali lagi, beneran gue tetesin ke toket lo sampe gosong.” ancam Ilham.
“Kalian tau darimana kak Dea pindah kosan?” ujar Nadya sambil menahan perih di pahanya.
“Ada deh.. udah jawab kalo lo mau kami lepasin.” ujar Riky.

Dengan terpaksa, Nadya menyebut alamat kosan Dea.

“Gitu dong anak manis. Tapi gue ga akan gitu aja ngelepas lo. Sesuai syarat kedua lo harus nyerahin toket lo atau lobang pantat lo.” ujar Riky.

Nadya kembali terdiam.

-Lolos atau nggak. Mereka berdua akan tetap bakal ngapa-ngapain aku.- batin Nadya.

Dengan terbata-bata, Nadya menyebut sebuah kata sambil menahan tangis.

Sambil tersenyum, Ilham dan Riky melepas ikatan Nadya lalu menunggingkan tubuh Nadya.

“Gue duluan ky.”

Ilham membuka celananya lalu ia meludahi lubang anus Nadya. Sambil menggesek penisnya, Ilham sedikit demi sedikit mendorong masuk kedalam anus Nadya.

“Aakkhh.. sakiitt..” keluh Nadya.

“Tahan sayang..” ujar Riky sambil mengelus punggung mulusnya.

Setelah beberapa percobaan, penis Ilham membobol masuk diiringi teriakan Nadya. Ilham mendiamkan posisinya sejenak sambil menunggu Nadya yang tubuhnya bergetar.

Setelah cukup tenang, Ilham langsung menggenjot penisnya dengan kasar. Nadya kembali berteriak dan menangis kesakitan.

“Sakiiittt.. hentikaaannn.. aaakkh.. sakiiitt..” teriakan Nadya yang cukup menyedihkan hanya dibalas tepuk tangan riuh para anggota BD yang merekam adegan tersebut.

Lima belas menit kemudian, Ilham mendorong penisnya dalam-dalam.

“oouuhhh.. gue keluar.. gila sempit banget bikin cepet crot gue.” Umpat Ilham sambil menikmati orgasmenya.

Semburan sperma Ilham membuat anus Nadya menjadi hangat namun memberi rasa perih yang parah.

“aaakkkk.. Sakiiitt.. Aku ga kuat lagi.. sakiittt bangeett..” teriak Nadya sambil menangis.

Ilham mencabut penisnya lalu mengelap penisnya yang berlumur bercak darah dengan jilbab Nadya. Riky kemudian memotret wajah Nadya yang merah, berkeringat dan penuh air mata.

“Asik nih kalo dijadiin lockscreen handphone gue.” ujar Riky.
“Lo ga mau nyicip rik?” ujar Ilham.
“Gue lebih suka ngelakuin di depan kakak tercintanya nanti. Kalian pake tuh pantat mumpung belom rapet lagi. Gue yang rekam sini.” ujar Riky.

Keenam anggota BD tersebut langsung bergantian menganal Nadya diiringi teriakan pilu darinya. Setelah orang keenam orgasme dan mencabut penisnya, anus Nadya menyemburkan sisa sperma yang ada didalam lubang anusnya.

”Udah rusak pantat doi. Ampe mencret keluar sperma gitu.” ledek Riky sambil merebahkan tubuh Nadya yang lemah.
“Walau lo gue lepas, gue tetep ga percaya lo bakal diem dan ga ngelapor kakak lo. Ini supaya lo inget dan nggak akan lakuin itu.” Riky memecahkan botol miras sisa minum lalu mengambil salah satu pecahan beling.

“Kak.. jangan..” ujar Nadya lemah.

Riky menempelkan pecahan beling tersebut di paha tempat Ilham menetes cairan lilin.

“Jangaannn.. aku nggak bakal lapor kak Nabila atau Dea. Siapapun.. jangan kak..” teriak Nadya sambil meronta.

Dengan nafsu Riky menyayat paha Nadya membentuk huruf BD diiringi teriakan-teriakan Nadya. Riky kemudian membersihkan sisa darah dengan cara menyiram air hangat di sayatan tersebut. Hal itu membuat teriakan Nadya semakin keras.

“KAaaakk..”

Nadya kemudian pingsan karena tidak tahan dengan rasa sakit yang diderita.

Setelah luka di pahanya bersih dari sisa darah, Riky memandikan Nadya dan memakaikan kembali pakaiannya. Kemudian, Ilham dan Riky membawa Nadya ke kosan Ratu.

Di kosan Ratu, sang pemilik kamar diancam tidak boleh cerita apapun dan hanya bilang Nadya numpang menginap. Dengan takut Ratu menganggukan kepalanya lalu menutup pintu kamar kos.

Ilham dan Riky pun pergi kembali ke markas.

===x0x===

3 Hari kemudian..

Di Markas Utama Black Dimension.

Lima pentolan Black Dimension, Sam dan Wann berkumpul dimeja bundar membahas rencana final BD untuk memusnahkan Nabila dan kabinet srikandinya yang sudah kehilangan setengah kekuatannya.

Beberapa anak buah yang mereka bawa berdiri mengelilingi mereka.

“Kini kondisi kita sedang membaik. Lalu kedatangan dua saudara besar ditambah lagi kondisi musuh kita si lonte Nabila itu sedang melemah. Ini kesempatan kita untuk melakukan serangan besar-besaran..” tutur Raharjo memulai diskusi.

Selama hampir 1 jam mereka berdiskusi.

“Sekarang intinya Nabila harus kita taklukin sebelum lengser. Supaya simpatisannya nurut lagi sama kita.” ujar Ilham.
“Untuk simpatisan, para ikhwan dan akhwat kampus udah ada dalam kendali gue. Nabila dan antek-anteknya belom tau aja. Sekalinya gue tongolin, DOR! bakal nangis darah doi.” ujar Sam sambil menghisap rokok.
“Pentolan mereka si Dea juga bakal nangis darah kalo dia tau Sofi sama Ratu udah jadi budak kita.” ujar Harun.
“Cindy juga sudah memastikan para model dan artis kampus sebagai pengikut kita.” ujar Dirman.
“Artinya tinggal siksa dua lonte itu..” ujar Raharjo.

Setelah rapat selesai, para anggota BD melakukan pesta makan-makan, lalu berlanjut mabuk-mabukan ditemani hiburan goyang striptis para akhwat kampus yang sudah mereka jadikan lonte syariah termasuk Ifah dan teman-temannya.

Beberapa yang sudah sange berat langsung menarik salah satu akhwat dan menyetubuhinya ramai-ramai. Dan klimaksnya tempat itu jadi pesta sex. Desahan dan desisan kenikmatan menggema mengiringi alunan musik EDM menemani malam di markas BD.

===x0x===

== 3 akhwat pemberani lesbi tipis-tipis ==

Di Ruangan BEM

Nabila mengumpulkan semua anggota termasuk empat serangkai Dea, Cindy, Firda dan Nadya. Sementara Sofi dan Ratu berjaga di luar bersama staff bawahan Dea lainnya. Mereka mendiskusikan pemilihan calon penerus mereka yang akan divoting oleh seluruh para mahasiswa kampus beberapa bulan kedepan.

“Lalu tahun depan siapa yang mau kita ajukan?” ujar Dea.
“Nadya aja. Kita kan tahun depan udah tahun terakhir kuliah.” ujar Cindy.
“Jangan.. pokonya selain dari kita.” ujar Nabila.
“Benar kata Nabila, kita ga bisa ajuin Nadya. Selain karena ia adiknya Nabila, Nadya juga belum tentu ingin maju kan?” ujar Firda.
“Bener kak. Aku tahun depan mau fokus belajar sama ikut lomba.” ujar Nadya.
“Terus siapa dong?” ujar Dea.
“Itulah gunanya pelatihan kepemimpinan nanti. Dari situ kita akan lihat calon pemimpin kampus ini di masa depan.” ujar Nabila.
“Oiyaa! Ratu kan sudah survey kemarin. Nanti aku infoin ke kalian hasil surveinya deh..” tambah Dea.

1 jam setengah kemudian, rapat selesai dan semua anggota pulang kecuali Dea, Ratu dan Sofi yang akan membahas hal khusus.

“Sekarang kita bertiga bahas konsep pelatihan kepemimpinan nanti. Kita nginep disiniga masalah kan guys?” ujar Dea.
“Siap! Ngikut ibu Negara aja kita.” ujar Sofi dan Ratu kompak.

-Sial, padahal nanti malem gue disuruh layanin Harun. Ngomong apa yak ke dia? Sama-sama nyeremin lagi.- batin Sofi.
-Aku padahal diminta ke tempat itu (markas BD). Duh gimana ya ini? Aku gamau disiksa lagi sama mereka.- batin Ratu.

< 1 9 10 11 >
“Kalian bengong aja?” ujar Dea mengagetkan lamunan mereka berdua.
“Eh.. oke.” Ratu kaget lalu ia menyampaikan hasil survey lokasi, akses kendaraan dan hal teknis.
Sementara Sofi menyampaikan progress pengisi acara dan konsep acara.

Waktu sudah jam 11 malam. Mereka bertiga masih mengetik semua rangkaian acara pelatihan.

Tiba-tiba HP Sofi berbunyi.

-Gawat, dia udah nelpon.- Batin Sofi sambil mematikan hp tersebut lalu mengirim pesan ke Harun.

“Siapa yang nelpon?” tanya Dea.
“Temen satu kost nanyain. Lupa bilang kalo nginep disini.” ujar Sofi bohong.

Tak lama kemudian, hp Ratu juga berbunyi ada notif chat.

“Siapa lagi tuh?” ujar Dea.
“Palingan Wann.” Ledek Sofi.
“Bukan tauu.. ini sepupuku di Jakarta nanyain jadi magang atau nggaknya.” ujar Ratu.

HP Sofi kembali bergetar tanda chat masuk. Sofi segera membuka chat Harun dan ia terdiam.

-Gila. Mana mungkin aku main lesbi sama Dea?- batin Sofi sambil mengetik dan langsung dibalas hingga Sofi terkejut.
-Ini ga mungkin..- batinnya.

“Ratu, temenin gue ke kamar mandi.” ujar Sofi.
“Loh tumben. Biasanya kemana-mana berani sendiri.” ujar Dea yang sedikit curiga dengan tingkah Sofi.
“Aku ga bawa senjata.” ujar Sofi bohong sambil menggandeng Ratu keluar ruangan.

-Iya sih dia tadi ga bawa apa-apa.- batin Dea.

Sesampainya di toilet, Sofi memastikan tidak ada siapa-siapa di sekitar toilet lalu ia menginterogasi Ratu.

“Kenapa ga cerita?” ujar Sofi.
“Eh.. cerita apa?” ujar Ratu.
“Kamu pikir aku ga tau?” ujar Sofi sambil mendekati Ratu hingga jarak mereka hanya 2 cm saja.
“Eh.. Sofi.. jangan-jangan kamu ju.. mmmhh..” belum selesai bicara, bibir Ratu dicium oleh Sofi.
“Kamu gak usah khawatir. Ini rahasia kita berdua aja. Sebenarnya Cindy dan kak Firda juga sudah..” ujar Sofi terputus.
“Nggak.. ini nggak mungkin..” bisik Ratu.
“Lalu aku tadi di WA sama Harun untuk ngelakuin ini.”

Sofi membisikan isi chat harun pada Ratu.

“Kamu yakin?” ujar Ratu.
“Aku gamau nolak. Aku.. gamau.” ujar Sofi gemetaran.

Ini pertama kali Ratu melihat Sofi yang begitu ketakutan.

“Aku juga takut.. lalu gimana?” ujar Ratu.

Sofi dan Ratu merencanakan sesuatu.

“Ini anak dua lama amat di kamar mandi.” keluh Dea.

Sambil menengok kiri dan kanan, Dea menonton sebuah anime. Walau dari luar Dea adalah salah satu mahasiswi yang ditakuti, disisi lain ia adalah seorang fujoshi garis keras. Sambil menggunakan headset, Dea menyetel video itu lalu ia minimize dan lanjut mengetik.

“Entah kenapa aku suka desahan pria yang penisnya disiksa oleh wanita.” Gumam Dea dalam hati.
“Andai para antek BD itu takluk aku akan.. eh mikirin apa sih. Mereka ga layak Dea. Hanya dia yang layak. Sang imam masa depan kamu nanti. Saat malam pertama, kamu bebas menyiksa dia, kamu mainkan penisnya hingga ia kelojotan dan menuruti kemauan kamu.” Dea mulai mengkhayal sendiri.

Lamunan Dea dikejutkan oleh suara pintu ruang BEM dibuka oleh Sofi dan Ratu. Sialnya, saat ia terkejut colokan headsetnya terlepas sehingga suara video itu terdengar.

“Ka.. kalian udah kesini?” ujar Dea panik.

Sofi dan Ratu saling bertatapan lalu menghampiri Dea sambil tersenyum.

“Tenang aja, kita ga akan bilang ke siapa-siapa kok.” ujar Ratu sambil merangkul Dea.
“Kita tau kok kamu sering nonton video itu kalo lagi di kosan saat kita tidur. Desahan kamu kedengeran loh.” bisik Sofi sambil mengelus paha Dea yang dibalut rok panjang.
“Daripada kamu berkhayal sendirian, mending bareng kita sini." ujar Ratu sambil meremas pelan payudara Dea yang cukup besar walau tidak sebesar Firda.

“Kaliann.. ngghhh.. hentikan donghhh..” lenguh Dea.
“Tuh, mumpung kamu lagi gatel, kita bantu sini.”

Sofi menidih Dea sambil menciumnya dengan lembut. Sementara Ratu memeloroti legging Dea lalu mengangkat rok panjangnya hingga menampakkan sepasang kaki mulus dan celana dalam pink yang sedikit basah.

“Udah basah nih. Aku turunin ya biar ga basah banget.”

Ratu menarik celana dalam Dea hingga vagina Dea yang mulus tanpa bulu terpampang dan sedikit basah. Sambil mencium Dea, Sofi membuka kancing gamis Dea lalu menarik kait BHnya hingga lepas. Sofi melempar BH itu ke tempat Ratu melempar celana dalamnya Dea. Dengan lembut Sofi memijit sambil meremas payudara Dea kiri dan kanan lalu melepas ciumannya.

“Nggg.. kaliaannhhh.. tolong hentikan.. aku malu..” desah Dea.
“Gausah malu. Kita kan sama-sama cewek.” goda Ratu sambil memijit halus betis dan paha Dea.
“Lagi pula, hanya kita bertiga disini. Trio terkuat srikandi yang ditakuti seantero kampus.” omongan Sofi mulai tidak terkontrol.

Beberapa menit kemudian, desahan Dea mulai agak mengeras.

“Ratu.. uda.. mmhh..”

Sofi mencium Dea yang ingin berteriak sambil terus meremas payudaranya. Ratu semakin liar memijit kedua kaki Dea sambil menciuminya bergantian. Vagina Dea mulai mengeluarkan sedikit cairan.

“mmhhh.. slurp.. tahan ya Dea.” Ratu memasukkan lidahnya ke vagina Dea lalu ia putar-putar sambil mengelus kedua pahanya.
”mmmhhh.. mmmhmmmm..” desahan Dea tertahan oleh ciuman ganas Sofi yang meremas payudara sambil sesekali memencet putingnya.

Dea tidak bisa melawan karena selain ia diterkam dua wanita ganas, ia juga sedang horny sehingga ia hanya pasrah menerima serangan Sofi dan Ratu.

Setelah beberapa menit kemudian, jilatan Ratu semakin liar sementara lidah Sofi terus bermain di dalam mulut Dea hingga campuran air liur mereka menetes keluar.

“Mmmm.. mm..”

Dea memukul-mukul Sofi sambil mengangkat-angkat punggungnya pertanda ia akan orgasme. Dea kemudian mengapit kedua pahanya ke kepala Ratu lalu ia melenguh dengan keras walau ditahan ciuman Sofi.

Wajah Ratu seketika basah karena semburan cairan vagina Dea, sementara mulut Sofi juga sudah basah oleh air liur. Dea dalam kondisi berbaring sambil menikmati sisa orgasmenya. Vagina Dea masih berkedut-kedut dan itu dimanfaatkan Sofi untuk memasukkan jarinya.

“Sof, udah.. aku udah lemes..” pinta Dea.

Sofi malah mengobok vagina Dea yang masih berkedut lalu vaginanya kembali menyemburkan cairan bening hingga membuat lantai ruang BEM becek. Dengan nafsu, Sofi menjilati cairan yang berceceran dilantai sambil dilap menggunakan tangannya.

Ratu menghampiri Dea lalu ia masukkan jarinya yang basah oleh cairan vagina ke mulut Dea yang sudah tidak berdaya. Sementara itu Sofi juga mencium Dea sambil mentransfer cairan vagina di mulutnya.

Malam itu, di ruangan BEM berjejer tiga wanita muda yang baru saja merayakan kenikmatan dunia. Dea tertidur ditengah dalam kondisi masih telanjang kemudian Sofi dan Ratu memeluk Dea di sebelah kanan dan kiri.

Pagi harinya, Dea terbangun dengan kondisi masih telanjang. Ia melihat Sofi dan Ratu masih tertidur pulas. Dea mencabut spidol di vaginanya lalu ia lap hingga bersih. Setelah itu, Dea merapikan sisa pertempuran semalam dan memakai kembali pakaiannya. Tak lupa Dea membangunkan Sofi dan Ratu.

“Guys, bangun. Bersihin semua kekacauan ini.” ujar Dea.

Kedua gadis itu tetap tertidur dan hanya berpindah posisi sehingga posisi mereka terbaring keatas. Dea kemudian tersenyum lalu mengambil penjepit kertas di laci.

“Kalo ga bangun juga, aku kerjain kalian.”

Dea menjepit pipi Sofi dan Ratu menggunakan alat tersebut. Seketika mereka berdua langsung bangun lalu mencabut alat tersebut dan melemparnya.

“Aahhh.. sakkiiittt Dea..” keluh Ratu.
“Sialan nih. Lagi mimpi enak padahal.” ujar Sofi.
“Hayo mimpi sama siapa? sakit ya? Sini aku usapin.” Dea mengusap pipi Sofi dan Ratu.

< 1 10 11 12 >
Dea yang awalnya terlihat manis kembali memasang wajah tegang.

“Aku harap malam tadi yang terakhir ya.” ujar Dea sambil menatap tajam Sofi dan Ratu.

===o0o===

== DEA ==

Akhir pekan menjadi hari yang sibuk untuk Nabila dan kawan-kawan kecuali Firda yang fokus skripsi dan melayani Mr.Hans. Mereka akan melaksanakan pelatihan untuk mencari calon penerus mereka sebagai pengurus BEM kampus.

Nabila memberikan materi dipandu oleh Cindy dan Nadya. Sementara itu Dea, Sofi dan Ratu berkeliling untuk berjaga-jaga.

“Dea, ini gawat. ada laporan, di goa dekat air terjun ada beberapa anggota BD.” ujar Ratu.
“Berapa orang?” ujar Dea.
“Ada 8 orang. Raharjo juga disana. Tapi..” Ratu agak ragu.
“Kenapa? Cuma 8 orang bisa kita lumpuhin dengan mudah. Kamu takut?” ujar Dea.
“Nggak dong De. 20 orang juga aku habisin. Tapi hati-hati De, sepertinya mereka merencanakan sesuatu.” ujar Ratu.
“Yaudah ayo kesana, tapi jangan sampai ketahuan. Saat waktunya tepat, kita serang mereka.”

Dea bergegas ke lokasi diikuti Ratu dan Sofi di belakangnya. Ratu kemudian menoleh ke Sofi sambil mengedipkan matanya.

-Jadi.. Dea akan dieksekusi mereka di tempat ini? Riskan sekali.- batin Sofi.

Setiba di dekat goa, tampak Raharjo dan beberapa anggota BD yang lain sedang menyiapkan api unggun. Dea memberi isyarat untuk menunggu sampe mereka lengah.

Setelah 1 jam menunggu, Dea memberi kode kepada Sofi dan Ratu. Dea langsung keluar menghampiri anggota BD yang sedang bermain gitar sambil minum-minum.

“Apa yang kalian lakukan disini?! Bubar sekarang juga!” bentak Dea yang membuat para anggota BD terkejut dan melangkah mundur.

Mendengar suara Dea, Raharjo bersama Udin dan Wahyu keluar dari tenda.

“Eh ada mbak Dea. Ada neng Sofi sama neng Ratu juga.” sapa Raharjo santai.
“Apa maksudmu bikin acara disini? Kalian pasti ingin meracuni anak-anak lagi dengan pikiran kotor kalian.” ujar Dea.
“Loh kok kamu nethink duluan sih? Kita disini justru lagi nungguin kamu buat kita ajak jalan-jalan. Jalan-jalan ke neraka kenikmatan.” ujar Raharjo diikuti tawa anak buahnya.
“Kurang ajar!” Dea meninju wajah Raharjo hingga terjatuh.

Namun Raharjo hanya menyeringai sambil mengelus pipinya.

“Jadi ini tinjuan terkuat di kampus. Jadi kebayang gimana rasanya kalo kontol gue lo genggam. Bakal cepet ngecrot kali ya.” ejek Raharjo.
“Sialan! Sofi, Ratu ayo kita habisin mereka semua.”

Dea, Sofi dan Ratu memasang kuda-kuda. Namun saat Dea hendak menyerang, Ratu dan Sofi malah meringkus Dea. Ratu mengunci kaki Dea, sementara Sofi mengunci kedua tangan Dea, lalu mendorongnya hingga Dea tengkurap.

“Kalian??? Apa-apaan ini?” Dea berusaha melawan.

Raharjo tersenyum lalu menghampiri Dea.

“Kamu sebagai atasan kok gak tau kalo mereka udah jadi budak kita..?” ujar Raharjo diiringi tawa anak buahnya.
“Sofi! Ratu! kurang ajar kalian! Lepaass..” Dea memberontak.

Beberapa anggota BD membantu Sofi dan Ratu memgangi Dea yang bringas penuh energi.

“Ayo berontak terus, aku mau lihat sampai mana kamu bertahan.”

Raharjo semakin mengejek karena usaha Dea melepaskan diri berakhir sia-sia.

Setelah kedua tangan dan kaki Dea diikat, tubuhnya didudukkan. Raharjo membelai pipi Dea lalu melepas kaca mata Dea.

“Cuih! Menyingkir dari hadapan aku!” bentak Dea lalu meludahi Raharjo sambil membuang muka.
“Bangsat!” umpat Raharjo.

PLAK! PLAK! PLAK! Raharjo menampar wajah Dea berulang kali hingga pipinya memerah.

Raharjo menyuruh anggota BD, Ratu dan Sofi mendirikan tubuh Dea, dan...

BUGHK! BUGHK! BUGHK! BUGHK! perut Dea jadi samsak tinju Raharjo yang tampak kesetanan, dan mengahiri dengan tinjuan keras pada wajah Dea hingga hidungnya mengeluarkan darah.

“Aauhh.. sshh..”

Walau Dea mengaduh kesakitan sambil menunduk, tapi dia tak mudah untuk ditumbangkan.

Raharjo yang masih dipenuhi emosi lansung mengambil sebotol miras utuh. Setelah membuka tutupnya, dengan kasar ia masukkan kedalam mulut Dea dan mendorongnya hingga menyentuh tenggorokan Dea.

“Minum nih! Mampus lo! mampuuuss!” geram Raharjo sambil menyodok-nyodokan botol tersebut.

Tanpa bisa Dea tolak, minuman alkohol itu mengalir melewati kerongkongannya.

“Gluk.. oohkk.. gluk..”

"Ohookh.." baru beberapa tegukan Dea tersedak hiangga miras itu keluar melalui hidungnya.

BUGHK! kembali Raharjo meninju perut Dea.

"Minum yang bener.." ejek Raharjo.
"Copot CD kalian.." perintah Raharjo pada Ratu dan Sofi

Setelah posisi mereka digantikan oleh anggota BD lainnya Ratu dan Sofi melepas CD masing-masing.

Setelah miras habis, Rahrjo menyumpal mulut Dea dengan CD Sofi dan Ratu.

Dea yang pusing serta mual karena rasa miras dan efek tinjuan Raharjo pada perutnya hanya bisa tertunduk lesu.

Tapi Raharjo yang masih dikuasai kemarahan, lansung memukul kepala Dea dengan botol miras kosong tersebut hingga pecah. Dea pun pingsan dan mengeluarkan darah dari dahinya.

“Dipukul gituan doang pingsan. Ayo kita ke markas.." ajak raharjo pada anak buahnya.
"Lo berdua mending balik, bilang aja sama Nabila kalau Dea pulang duluan, sakit.” ujar Raharjo pada Sofi dan Ratu.

===x===

Setibanya di Markas Besar BD, Dea lansung dilucuti, kedua kaki dan kedua tangannya diborgol. Lalu mereka menggantung tubuh terlentang Dea membentuk huruf x menempel ditembok.

Kini Dea tergantung lemah nan bugil menyisakan hijabnya dengan rantai yang menyatu pada borgol yang mengunci kedua kaki serta kedua tangannya.

Beberapa jam kemudian Dea terbangun dari pingsannya, ia merasakan sakit pada kedua pergelangan kaki dan kedua pergelangan tangannya yang tertarik.

Beberapa menit kemudian, Raharjo diikuti 60 anggota BD datang membawa sejumlah koper, botol miras dan tas bengkel.

Setelah dibuka, koper-koper tersebut berisi obat-obatan, alat suntik dan alat medis lain. Sementara tas bengkel berisi kunci inggris, palu, linggis dan alat pertukangan lainnya.

Melihat alat-alat tersebut Dea gemetaran, membayangkan nasib dirinya dengan alat-alat itu.

“Pagi mbak Dea. Nyenyak tidurnya?” sapa Raharjo.
“Apa yang kalian lakukan? Jangan coba-coba! Kalau aku lolos nanti, kalian akan menyesal!” Dea mencoba menggertak walau sadar hanya 1% dia bisa lolos.
“Awww.. takutt..” ledek Raharjo sambil mengelus kedua toket Dea.
“Jangan pegang-pegang!” bentak Dea.
“apa? pengen dipegang terus..?” ejek Raharjo semakin medekatkan wajahnya pada wajah Dea sambil meremasi toket Dea.

Hembusan nafas rokoknya tercium jelas membuat Dea terbatuk.

“Bang, bau rokok lo bikin doi bengek tuh.” ujar Riky.
“Hehehe.. lama-lama dia bakal ketagihan sama bau mulut gue.”

Seiring waktu Efek mabuknya perlahan-lahan menghilang, Dea mulai menggeliat lemah mencoba memberontak.

“Sekarang kita mulai acaranya.” ujar Raharjo.

Riky dan Ilham mendekati Raharjo dan Dea sambil membawa sejumlah suntikkan dan ramuan obat.

“Mau apa kalian?"

Dea panik melihat Riky dan Ilham mulai mengisi jarum-jarum itu dengan ramuan obat.

“Tidaaakkk.. Jangan lakukan! kyaaaahhh..!!”

Dea menjerit setelah Riky dan Ilham menyuntikan ramuan peningkat birahi dan hormon penghasil susu ke dalam tubuhnya.

< 1 11 12 13 >
Tubuh Dea lemas dan berkeringat dingin, wajahnya memerah dan payudaranya membesar diikuti putingya yang mengeras, vaginanya mengeluarkan sedikit cairan bening dan tubuhnya mulai terasa panas.

“Sepertinya sudah siap kita nikmati nih lonte”

Setelah anak buah Ilham sudah siap merekam dari berbagai arah, Raharjo mulai meraba kedua kaki Dea dari telapak hingga ke paha. Riky mengusap perut hingga payudara Dea yang menjadi lebih kenyal setelah diberi suntikkan.

-Ugghh.. geli.. kenapa aku merasa.. ouuhh.. kenapa enak sekali? aku jadi ingin.. mmhhh.. nggaakk.. nggak bole.. Aahhh..- batin Dea yang masih berusaha melawan birahinya.

Raharjo memasukkan jari-jarinya ke vagina Dea lalu mengoboknya.

“Aauuhh.. ssshhh...” sepontan Dea mendesah.

Raharjo memainkan jarinya lebih cepat.

“Aahh.. haaaahhh.. ough.. Mmmshhh.. aaiihhh..”

Dea meraung saat Ilham memencet-mencet putingnya.

“Aaahhh.. jangaannhhh.. hentikaa.. Aaaiihhh..”

Dea mulai tidak bisa melawan nasfunya lagi. Tubuhnya bergetar hebat, selangkangannya ia hentak-hentakkan.

“Udahaa.. Aaaaaargkkhhh...!!”

Jerit Dea mengiringi multi-orgasme squirtnya menyemburkan cairan klimaksnya dengan deras.

Raharjo mengelap sisa cairan squirtnya yang menempel ditelapak tangannya ke wajah Dea.

“Sekarang aku mau memerah isi dari 2 gunung ini.”

Ilham memasang cup vacum yang pernah digunakan untuk memerah Firda. Kali ini, giliran payudara Dea yang akan diperah susunya.

“Susunya seenak srikandi senior gak ya?” ujar Ilham diiringi tawa Riky dan Raharjo.

-Srikandi senior? Ga mungkin kak Firda..- batin Dea.

“Kak Firda ga akan seperti itu. Aku ga percaya.!!” Teriak Dea.
“Oh ya? Kalo gitu lo mending nonton ini.”

Ilham dan beberapa anggota BD melepas rantai yang mengekang Dea dan memindahan tubuh Dea pada kursi besi di depan TV besar.

Dengan posisi duduk tubuh Dea diikat kuat pada sandaran kursi, kaki dan tangannya kembali direntangkan dengan mengikat rantai pada tiang-tiang yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.

Kemudian Riky memasukkan sebuah kepingan DVD berisi adegan sex mereka dengan anggota Srikandi sebelumnya yaitu Cindy, Sofi, Firda serta Nadya.

Saat video berputar, adegan pertama yang muncul adalah adegan Cindy yang diperkosa setelah rapat pentas seni.

-Cindy.. nggak.. Ini pasti bohong.- gumam Dea setengah tidak percaya.

Beberapa menit berselang muncul adegan Sofi dengan double stick yang keluar masuk dilubang vagina dan anusnya yang sedikit berdarah. Kemudian, adegan selanjutnya Firda yang diperkosa oleh Mr.Hans dan mengeluarkan desahan-desahan erotis.

Dea berusaha memalingkan wajahnya karena tak kuat, namun tubuhnya terus melihat dengan seksama setiap adegan panas tersebut.

Lalu adegan Nadya yang di anal beramai-ramai hingga anusnya menyemburkan sisa sperma. Setelah itu video menghitam lalu keluar suara teriakan, desahan serta rintihan teman-teman Dea diiringi tawa para Black Dimension yang memperkosanya. Lalu video selesai.

Dea pun lemas dan menangis setelah melihat video serta seluruh suara rekaman tersebut.

-Ini nggak mungkin.. mereka semua sudah.. tapi.. kenapa..- gumam Dea.

“Mau tau kenapa? Karena lo bego.” ujar Raharjo sambil meludahi wajah Dea.
“Sekarang giliran lo yang merasakan keenakan kayak mereka.”

Ilham menyalakan cup vacum pemerah susu, lama-kelamaan puting payudara Dea mulai mengeluarkan tetesan cairan susu.

“Hari ini kita minum susu gratis lagi.” ujar Riky diiringi teriakan anggota BD yang bersemangat.

Sambil menunggu ember penampung terisi penuh dengan susu Dea, Ilham membuka beberapa botol miras.

"Aaaarggh!!" teriak Dea saat sedotan cup vacum ditambah tekanannya oleh Raharjo.

Beberapa menit kemudian, ember penampung sudah penuh terisi susu. Satu persatu anggota BD mengambil segelas susu hasil perahan Dea.

“Wow ini susu terbaik yang pernah gue coba.”
“Lebih enak dibanding susunya Firda.” gemuruh anggota BD.

Setelah Raharjo melepas cup vacum perah dari kedua toket Dea. Dengan kasar Raharjo membuka paksa mulut Dea, lalu mengambil satu gelas lalu ia cekoki Dea.

Lalu Ilham membuka tiga botol miras lalu ia cekokkan kedalam mulut Dea satu persatu. Dea yang tak bisa berbuat apa-apa, dengan terpaksa kembali harus rela meneguk minuman haram tersebut, kasarnya ilham menekan botol itu hingga menyentuh kerongkongan, membuat Dea beberapa kali tersedak.

“Haus mbak? ampe dihabisin semuanya.” Ledek Riky diiringi tawa anggota BD.
Dea yang badannya sudah lemas bercampur sange, kini ditambah kepalanya puyeng akibat mabuk hanya diam sambil menunduk.

Raharjo memegang kepala Dea lalu ia cium sambil menjilati sisa miras di bibirnya.

“Mmmhhh.. slurp.. Mmmaahhh.. shh.. mmhh..”

Dea yang sange dengan lemas, membalas ciuman ganas Raharjo.

Raharjo melihat ekspresi kecewa Dea saat ia melepas ciumannya.

“Kenapa lo? pengen dicium lagi?” ledek Raharjo sambil membelai memek Dea.

Dea yang benar-benar mabuk dengan birahi yang terus menggebu-gebu pun mengangguk dengan muka memerah, apalagi tubuhnya kini sangat sensitif terhadap setiap sentuhan.

Raharjo pun melepas semua ikata pada tubuh Dea termasuk rantai.

"Bawain obatnya sini, sama minuman dan serbuk special bawa juga.” pinta Raharjo.

Dea yang tak bedaya pun hanya duduk diam saat Raharjo menyuntikkan dua cairan ke payudara dan lengannya. Setelah itu, Raharjo menuang serbuk ke botol miras lalu dikocok, dan kembali ia mencekoki Dea.

Tak butuh waktu lama obat-obat tersebut langsung bereaksi, Dea menjadi lebih sensitif lagi bahkan hanya diusap sedikit saja bisa membuat dia orgasme.

“Sekarang saatnya eksekusi.”

Raharjo ditemani Riky dan Ilham mengatur posisi Dea untuk di garap dalam posisi berdiri.

“Lobang memek sama pantat lo berdua yang perawanin nih lonte.” perintah Raharjo.

Para anggota BD semakin bersemangat melihat detik-detik eksekusi salah satu akhwat terkuat kabinet srikandi yang selama ini membuat mereka porak-poranda.

Riky langsung mengarahkan penisnya yang sudah keras ke lubang anus Dea. Begitupun Ilham juga bersiap untuk mendobrak vagina Dea yang becek.

“Mmmhhh.. ja.. ngaann.. am.. puunn..” pinta Dea dengan suara terputus saking lemahnya.

“Sudah terlambat sayang..” ujar Riky

Dengan dorongan kuat, kedua secara bersamaan membobol kedua gerbang perawan Dea.

“ngghhh.. ge.. li..” desah Dea merasakan sakit bercampur nikmat.

Kedua kontol itu terus memaksa hingga masuk kedalam.

“Aaahh.. enaaakkk.. sakiitt.. oohhh yeess..” teriak Dea yang sudah tidak bisa mengendalikan diri.

Ilham dan Riky lansung menghajar kedua lobang itu, tangan mereka juga tak kalah kasar, menjambak rambut Dea, meremas kuat kedua payudara Dea dan memelintir serta menarik kedua puting Dea.

“Ooouuhhh.. perih.. aaahh.. geli.. eehh..” Dea menggeliat.

Walau ia merasakan sakit yang luar biasa, tapi birahinya malah meningkat membuatnya lupa akan rasa sakit tersebut.

“Aaahhh.. yeeesss.. lagi.. aauhhh..” desah Dea mengikuti genjotan Ilham dan Riky.
“Lo liat nih Ham? Nih cewek kemaren galak banget sama kita, eh sekarang liat nih kelakuannya.” Ledek Riky.
“Heh lonte! Enak ya di ewe? Katanya lo anti maksiat, sekarang malah doyan.” Ilham melecehkan Dea sambil menarik kasar kedua puting Dea.

< 1 12 13 14 >
“Aaahh.. enaakkk.. Dea suka kontolll.. enaakk.. oohhh..” balas Dea dengan nada manja.

Setelah setengah jam, Dea meraung dan tubuhnya menegang.

“Aaaoohhh.. Dea pipisss.. Hmmhhh..”

Dea orgasme kesekian kalinya membuat vaginanya semakin licin.

5 menit kemudian Ilham mulai goyah.

“Anjiirrr.. gue keluaar..” Ilham menyodok penisnya dalam-dalam sambil menghentak-hentakkan selangkangannya mengiringi semburan maninya pada memek Dea.

“Mmmhhh.. angeett.. Eenaakkk..” Dea mendesah manja menikmati semburan sperma Ilham.

Sedetik kemudian Riky juga menyemburkan sperma di lubang anus Dea.

Saat Ilham dan Riky mencabut penis mereka dan tetesan sisa sperma dan darah keluar dari kedua lubang Dea. Tapi Dea sendiri malah merasakan sensasi tersendiri, kedua lobangnya terasa kehilangan kenikmatan.

“Aahh.. sakit.." keluh Dea saat berjalan medekati Ilham dan Riky.
"tapihhh.. enaakk.. mau lagii.." lanjut Dea setelah meraih kedua kontol yang ia tuju.
“Hahaha.. Dia mau lagi..” ledek Ilham sambil meremas payudara Dea.
Dea mengangguk sambil mengocok kedua kontol itu.
"layanin dulu Boss kita sama service mulut lo.." kata Riky.

Tanpa disuruh, Dea menghampiri Raharjo dan lansung mencium bibir kasar Raharjo dengan penuh nafsu. Sambil meremas kedua bongkahan pantat Dea, Raharjo membalas ciuman Dea. Mereka berdua berciuman dengan panas.

"kalau lo mau kontol bilang yang keras 'gue Dea kapten keamanan Kabinet Srikandi pengen di kontolin sampai hamil'.." kata Raharjo setelah melepas ciuman Dea.
Dengan semangat menggebu-gebu Dea teriak lantang, "GUE DEA KAPTEN KEAMANAN SRIKANDI PENGEN DIKONTOLIN SAMPAI HAMIL"

Teriakan Dea disambut tepuk tangan para anggota BD.

"Ayo buka dong celananya.." rengek Dea dengan manjanya.
"ya buka sendiri lah sayang.." balas Raharjo.

Dengan cekatan Dea melepas celana serta sempak, terpampanglah batang penis jumbo Raharjo, membuat Dea berbinar-binar. Dengan gerakan halus ia mengelusi kontol jumbo Raharjo yang sudah ngaceng itu.

"Cium dong, udah ada kontol kok cuma dielus.." perintah Raharjo.

Cup! Cup! Emmmuah! Cup! ciuman Dea tepat pada lobang kencing kepala kontol Raharjo.

"Setel videonya, biar nih lonte belajar caranya servise kontol.." seru Raharjo pada anggota BD.

Layar TV lansung menayangkan adegan Cindy dan Sofi sedang melakukan Blowjob pada kontol Dirman dan pada kontol Raharjo, mereke berdua begitu luwes dan lihai dalam memainkan sedotan mulut serta gerakan lidah pada masing-masing kontol tuannya.

"Nah.. Bisa gak lo kayak mereka..?"

Tanpa membalas perkataan Raharjo, Dea lansung meniru adegan tersebut dengan perasaan aneh tapi juga penasaran. Ia mulai dari menjilati batang penis Raharjo dari ujung sampai pangkal berulangkali, ia lanjut memasukkannya kedalam mulutnya dan mulai mengulum kontol Raharjo.

Permainan blowjob Dea terasa kaku dan gigi Dea sering mengenai batang kontolnya membuat Raharjo geram karena sakit. Ia meraih dildo ukuran besar (dimeter 8cm) nan panjang (37cm) dengan guratan urat sepanjang batang dildo tersebut, walaupun begitu dildo tersebut tampak lentur dan elastis.

"Pegangi nih lonte.." perintahnya pada anak buahnya.

Setelah Dea dipegangi 5 Anggota BD, Raharjo mencabut kontolnya dari mulut Dea, lalu memasukan dildo tersebut dengan kasar kedalam mulut Dea hingga membuat Dea melotot merasakan ujung dildo itu sudah mengisi rongga kerongkongannya menyumpal aliran pernafasannya.

"Aghh.. Aghh.. Aghh.." suara Dea dengan mata yang berair.

Seakan tak tahu kondisi Dea, Raharjo terus mendorong dildo itu hingga tenggorokan Dea tampak mengembung akibat terisi batang dildo tersebut. Lalu ia menmpar Dea dengan cukup keras.

PLAK!!

"Kalau jadi Lonte, service kontol yang bener anjing!" bentak Raharjo.

Ia kemdian memaju mundurkan dildo tersebut dengan kasar dan keras, membuat Dea yang lemah ditambah pegangan erat oleh 5 anggota BD hanya bisa pasrah, ia tersedak-sedak, wajahnya memerah, liurnya mengalir dari mulut dan hidungnya.

Sekitar 5 menit Dea mulai kehilangan kesadaran dengan mata dan wajah merah, Raharjo menarik dildo tersebut, lalu menancapkan pada vagina Dea dibantu anggotanya. Setelah mendudukkan Dea diatas dildo tersebut, Raharjo kini memasukkan kontolnya pada mulut Dea. Dengan menjambak rambut Dea dibalik hijabnya, Raharjo memaju mundurkan penisnya.

"Nah gini enak.. Ahh.. Mantap.." puji Raharjo pada Dea yang tampak takberdaya.

Dea sudah seperti mayat yang tak bisa berbuat apa-apa, selain terus berusaha bernafas dan menjaga kesadarannya yang semakin lama semakin hilang.

Raharjo yang merasa kurang leluasa dengan adanya anak buahnya yang memgangi tubuh Dea menyuruh mereka kembali ketempat masing dan membiarkan dia menikmati Dea dengan leluasa.

Setelah cukup puas, ia mendorong Dea yang linglung itu hingga rebahan dilantai. Karena memek Dea terisi dildo, maka Raharjo memasukkan kontolnya pada lubang anus dea. Saat ia memaju mundurkan selangkangannya, dildo tersebut juga ikut bergerak karena tertekan oleh gerakan perut Raharjo.

"Enak gak sayang..?" tanyanya pada Dea.

Deangan tatapan kosong, Dea hanya bisa mendesah pelan merasakan sensasi dirinya ada diambang pingsan berampur nikmat pada memek dan perih pada anusnya.

"Ahh.. Ahhh.."

Raharjo yang seakan tak peduli lantas meremas kuat-kuat toket Dea hingga air susunya muncrat-muncrat, ia pun melahap salah satu pentil Dea dengan rakus.

Walau diperlakukan kasar oleh Raharjo, tak menurunkan birahi Dea, tak sampai 5 menit Dea mengalami orgasme squirt yang dahsyat, tubuhnya bergetar hebat, selangkangannya sampai naik setinggi dada Raharjo. Orgasme squirtnya sampai mampu mendorong keluar dildo yang tertancap pada memeknya.

"Edan.. Hebat juga lonte baru kita.." seru Raharjo merasakan kencangnya semburan squirt Dea yang menembak-nembak sampai mengenai wajahnya.

Menyaksikan persetubuhan Raharjo pada Dea membuat beberapa anggota BD yang coli pun mengalami ejakulasi, dan seperti biasa spermanya mereka tampung pada ember penampungan.

Apalagi saat Dea orgasme kali ini menimbulkan sensasi lebih pada diri para anggota BD, semakin banyak pula yang ejakulasi.

Setelah menuntaskan ledakan orgasme hebatnya, Dea lansung pingsan tak sadarkan diri. Walaupun begitu, Raharjo tak menghentikan kesenangannya, kini ia memindahkan kontolnya pada lobang peranakan Dea, dan sambil meremas kuat toket dan menekan kuat perut bawah Dea ia kembali memanjakan kejantannya disana.

Selain itu, selama menyetubuhi Dea, ia juga tak jarang mencekik-cekik leher Dea, menampar-nampar wajah, toket dan paha Dea serta nyusu pada payudara Dea.

Cukup lama Raharjo memainkan kelaminnya pada lubang vagina mahasiswi tersebut hingga akhirnya ia menyemburkan benih spermanya pada rahim Dea.

Tapi Raharjo tampak belum puas, kontolnya masih ngaceng keras. Ia pun membawa Dea ke kamar mandi dan menyiraminya hingga Dea terbangun dari pingsannya.

"Auuhh.."

Dea merasakan sakit pada leher dan panasnya pipi akibat cekikan dan tampar raharjo saat menyetubuhinya barusan.

Belum juga sadar sepenuhnya, memeknya kembali di sodok kontol Raharjo.

"Aaahh.. Shhhs.. Enak.." desah Dea.
"Nikmati saja, jarang-jarang gue ngasih kenikmatan begini sama lonte kayak lo.."
“Aiihhh.. terus.. ooohhh.. Iyyaaahh.. uummhhh..”

Aksi ngentot kedua remaja didalam kamar mandi tersebut berlansung cukup lama, Dea juga berkali-kali mengalami orgasme. Persetubuhan itu berakhir dengan klimaks bersama.

< 1 13 14 15 >
Setelah puas, Raharjo pergi meninggalkan Dea yang terkapar dilantai dengan nafas terengah-engah.

"Tu lonte kayaknya masih pengen di ewe, gue mau cari angin dulu.." ujar Raharjo pada para anggota BD lalu pergi meningalkan ruangan eksekusi tersebut.

Tanpa diperintah lagi, beberapa anggota BD menggotong Dea kembali dan lansung menikmati tubuh Dea di ruangan tersebut hingga berejakulasi pada setiap lubang yang mereka nikmati, anggota BD lainnya pun menggati posisi-posisi tersebut.

Dea digilir selama 3 jam, hingga semua anggota yang ada disana benar-benar kebagian crot. Hal itu membuat Dea mengalami orgasme yag tak terhitung jumlahnya dan beberapa kali pingsan.

Dalam kondisi pingsan, kedua kaki Dea diikat melebar pada langit-langit ruangan tersebut hingga selangkangnnya terangkat 1 meter keatas, lalu memenya disuntikkan seperma hasil coli yang tertampung di ember penampungan hingga habis tak tersisa.

Setelah mereka istirahat 1 jam, Dea kembali digilir yang diawali dengan threesome oleh Raharjo pada memek, Riky pada anus dan Ilham pada mulut Dea. Lalu berlanjut para anggota BD.

Setelah semua kebagian crot, mereka kembali beristirahat, dan kembali menggilir Dea.

Eksekusi Dea memakan hampir 10 jam lamanya, akhirnya mereka mengakhiri permainan.

Dea terbaring lemah dengan hijab yang berantakan dan basah oleh peju, matanya terpejam dan kelopaknya sembap, mulutnya mengalir lelehan sisa sperma, tubuhnya penuh sisa sperma dan beberapa dildo menancap di vagina dan anusnya.

Setelah istirahat, tanpa rasa jijik Raharjo membopong tubuh Dea kekamar mandi, setelah melepas hijap Dea, ia memandikan Dea didalam bathtub yang sudah penuh dengan air hangat.

Perlahan-lahan Dea terbangun namun tubuhnya masih sangat lemah. Ia hanya melihat Raharjo memandikannya dengan hati-hati sambil melepas dildo-dildo yang ada di dalam vagina dan anusnya. Dea merintih kecil saat payudara, anus dan vaginanya dibersihkan.

Setelah bersih, Dea dipakaikan pakaian baru yang sudah dipersiapkan oleh anggota BD lengkap beserta jilbabnya lalu diantar Raharjo dan beberapa anggotanya ke kost dengan mobil van.

Sesampainya di kost, sang pemilik kos mengira Dea mengalami kecelakaan/sakit. Namun Raharjo menjelaskan ia pingsan di kampus sehingga diantar pulang olehnya. Setelah ditunjukkan kamarnya oleh pemilk kost, Raharjo dan anggotanya membawa masuk ke kamar Dea dan membaringkan Dea di kasurnya.

Sedangkan anggotanya sibuk memasang CCTV pada setiap sudut kamar Dea.

Sebelum pergi, Raharjo menaruh sebuah amplop dan beberapa botol berisi sperma dan susu hasil perasan toket Dea di atas meja sambil tersenyum.

Dengan ini Dea sudah resmi menjadi budak BD.

Sejak kejadian itu, setiap Dea selesai mengusir para anggota BD yang melakukan kegiatan ilegal, ia bakal mengoral, mengocok dan memakan penis mereka dengan memeknya sampai puas. Ia tampak lebih liar dari semua budak BD lainnya. Selain itu vaginanya selalu tertanam terpasang vibrator kontrol jarak jauh yang remotnya dipegang Raharjo.

===x0x===

Sementara itu, Firda baru saja selesai sidang sekripsi dan dinyatakan LULUS, ia dan Mr.Hans merayakannya di hotel dekat kampus.

“Hmm.. aku malu pak.” ujar Firda sambil berdiri depan cermin.

Firda hanya mengenakan jilbab dan stocking merah tanpa bra dan celana dalam.

“Kamu udah cantik kok. Selamat ya.” Mr.Hans memeluk Firda dari belakang.
“Mmmhh.. sabar dongghh..”

Firda kemudian membalik badan lalu mencium Mr.Hans dengan ganas. Mr.Hans kemudian melepas ciumannya lalu menggendong Firda. Firda kemudian direbahkan di ranjang hotel lalu Mr.Hans membuka semua pakaian nya.

“Pakk.. beri aku hadiah terenak..”

Firda melebarkan kedua kakinya sambil mengorek vaginanya yang sudah becek. Mr.Hans langsung menidih Firda dan menyetubuhinya semalaman.

===x0x===

Nasib Cindy juga sudah berubah. Ia semakin terkenal dan membuat channel yotob sendiri dengan subscriber berlimpah. Ia juga memiliki jutaan followers di IG dan tiktoknya, banyak produk yang endorse.

Selain itu ia juga jadi model topless dan jadi BA produk alat bantu seks seperti dildo, vibrator atau pil perangsang.

“Mbak, ayo lebih bergairah lagi ekspresinya.” ujar sang fotografer.

Cindy memasang pose mengangkang sambil meremas payudaranya. Tak lupa eskpresi terangsang seperti di komik hentai pun ia kuasai.

“Bagus mbak. Satu.. dua.."

*ckrek ckrek ckrek*

*ckrek ckrek ckrek*

*ckrek ckrek ckrek*

"yak oke sesi selesai.”

Cindy kemudian bangkit dan menghampiri sang fotografer. Ia meremas selangkangan fotografer hingga pria itu meringis kesakitan.

“Lama banget sih. Ga bisa lama dong nanti.” ujar Cindy.
“Iya.. iya yaudah yuk pergi.” ujar fotografer itu.

Cindy kemudian langsung memeluknya dari belakang.

“Gausah. Disini aja mas.. Cindy udah pengen banget nih..”

Mereka berdua kemudian berpelukan dan pergi ke sebuah kamar untuk quickie sex.

Setengah jam kemudian, Cindy keluar sambil mengemut sisa sperma di jari-jarinya, vaginanya juga mengeluarkan tetesan sperma yang jatuh ke lantai studio.

“Mas besok dipel lantainya jangan lupa.” ujarnya manja sambil ke kamar mandi.

===x0x===

Sofi dan Ratu kini juga dimasukkan dalam list open BO oleh Raharjo, sehingga mereka berdua secara diam-diam harus melayani para pelanggan.

===x0x===

Nadya yang selalu terlihat ceria kini menjadi agak pendiam. Setiap berkumpul, ia hanya ikut sebentar lalu pulang. Nabila mengira adiknya sedang fokus belajar sehingga ia tidak mencurigainya.

BERSAMBUNG..

< 1 14 15 16 17 >
Klik Nomor untuk lanjutannya
novel cerita dewasa sex seks ngocok semprot.com, crot peju didalam liang kewanitaan memek vagina nonok miss v, berita gadis sekolah prawan diperkosa sampai hamil pingsan tragis, janda sange sama ngentot tetangga ketahuan anak, selebgram dan tiktokers live colmek ML ngewe ngentot link viral syur, ketagihan kontol om ayah kakak ipar tiri, biduan dangdut tobrut dikeroyok kontol, fuck my pussy. good dick. Big cock. Yes cum inside. lick my nipples. my tits are tingling. drink my breast. milk nipples. play with my big tits. fuck my vagina until I get pregnant. play "Adult sex games" with me. satisfy your cock in my wet vagina. Asian girl hottes gorgeus. lonte, lc ngentot live, pramugari ngentot, wikwik, selebgram open BO,cerbung,cam show, naked nude, tiktokers viral bugil sange, link bokep viral terbaru

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak