x
x
x

Cerita Dewasa - Pak Reman pemburu Wanita Berjilbab 3

Pak Reman pemburu Wanita Berjilbab 1

Pak Reman pemburu Wanita Berjilbab 2

cewek amoy


- Akhir Perjalanan Pak Reman -

Sudah seminggu lamanya Anggi menjadi budak seks Pak Reman dan Agus. Tidak hanya dirumah, dikantorpun dia beberapa kali dipaksa melayani mereka berdua.

Eva yang pertama kali melihatnya tentu saja terkejut, tak menyangka sama sekali Pak Reman akan melakukan itu kepada Anggi istri dari saudaranya sendiri. Lebih terkejutnya lagi, Anggi nampak dengan rela melayani kedua lelaki itu.

Kini Eva dan Anggi sering bersama dengan Pak Reman dan Agus diruangan Anggi.

Apalagi yang mereka lakukan kalau bukan menyalurkan nafsu birahi mereka. Usia kandungan Eva yang sudah melewati trimester pertama membuat Pak Reman dan Agus lebih leluasa untuk terus menyetubuhi Eva.

Kegiatan mereka ini sampai sekarang ini belum sampai tercium oleh pegawai lain, karena mereka melakukannya saat kantor sepi maupun setelah jam pulang.

Anggi memang meminta kedua lelaki itu untuk bisa menahan dirinya ketika dikantor, karena posisinya sebagai pimpinan utama kantor ini dia tidak mau sampai ada orang lain yang mengetahui hal itu.

Pak Reman dan Agus pun mengerti, mereka juga tidak ingin terkena masalah.

Mereka memang memiliki video para wanita budak seksnya sebagai senjata. Tapi jika ada orang lain yang tahu mereka tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi.

Kalau orang lain itu seperti Agus yang doyan sex tidak jadi soal, tinggal diajak untuk menikmati para wanita itu, beres.

Masalahnya adalah setahu mereka para pegawai pria lain yang berada dikantor ini bukanlah pria-pria seperti mereka berdua, karena itulah mereka memutuskan untuk melakukan semua ini dengan diam-diam saja.

Sementara itu Citra yang telah diperawani dan juga kini menjadi budak nafsu Pak Reman baru saja memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan alasan yang dia buat-buat. Tentu saja calon suaminya tidak terima tapi Citra tak mau tahu dan bersikeras untuk tetap membatalkannya.

Citra tak tahu bagaimana nanti harus menjelaskan ke calon suaminya itu tentang keperawanannya yang telah direnggut oleh Pak Reman jika jadi menikah. Karena itulah Citra mengambil jalan pintas untuk membatalkan pernikahannya.

Keluarganya sendiri juga bertanya-tanya, tapi keputusan Citra ini dibela Anggi dan Bella, bukan karena mereka sekarang sama-sama menjadi budak Pak Reman dan Agus, tapi karena kasihan melihat Citra yang terus menerus dimintai penjelasan itu.

Lain halnya dengan Bella. Sudah seminggu ini dia masih berada dirumah Anggi sejak dia diperkosa oleh Pak Reman dan Agus.

Bella sebenarnya tinggal dikota sebelah dan jarang sekali mengunjungi Anggi dikota ini. Dia ijin suaminya untuk sementara menginap dirumah Anggi dengan alasan menemani Anggi selama kakak iparnya diluar kota. Suaminya mengijinkannya tanpa curiga.

Selama seminggu itu Bella terus dipaksa untuk melayani nafsu Agus yang nampaknya sudah jatuh hati pada wanita beranak 2 itu. Bella yang sebenarnya tak membawa baju gantipun tak masalah karena selama berada dirumah Anggi dia tak pernah diperbolehkan memakai baju sehelaipun.

===x0x===

Pak Reman yang kini memiliki 6 orang budak itu mulai berpikir bagaimana caranya mencari keuntungan dari para wanita cantik itu. Melihat kecantikan mereka pastinya banyak pria hidung belang yang rela mengeluarkan uang banyak untuk bisa menikmati tubuh mereka.

Tapi sekarang Eva, Shinta dan Fika sedang dalam kondisi hamil muda, dia tak mau mengambil resiko untuk itu. Sedangkan Citra dia masih belum rela berbagi, masih ingin menguasai Citra sendirian.

Pilihannya cuma tinggal Anggi dan Bella. Meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi, tapi wajah dan tubuh mereka 10 tahun lebih muda dari umur sebenarnya, pasti masih banyak pria yang menginginkan mereka. Apalagi dia tahu Anggi pernah cerita tidak sedikit relasinya maupun rekan dan relasi suaminya yang menggodanya.

Salah satunya adalah Soni relasi bisnis suami Anggi yang memiliki perusahaan percetakan terbesar dikota ini. Dia yang sampai sekarang masih gencar mendekati dan menggoda Anggi.

Sudah lama Soni ingin Anggi jadi modelnya, entah itu dimajalah ataupun dikalender, tapi sampai sekarang Anggi masih selalu menolaknya. Soni juga sudah berusaha melobi lewat suami Anggi agar mau ikutan membujuk Anggi tapi suami Anggi menyerahkan keputusannya kepada Anggi dan tidak mau memaksanya.

Mengetahui hal itu Pak Reman lalu menyuruh Anggi untuk menyanggupi permintaan Soni jika suatu saat menghubunginya lagi. Sebenarnya Anggi berat untuk melakukan itu, tapi dia tak bisa menolak perintah Pak Reman.

Akhirnya keesokan harinya si bebal Soni kembali menghubungi Anggi, memintanya untuk bertemu, Anggi menyanggupi. Anggi juga tak lupa meminta ijin makan siang dengan Soni.

Akhirnya siang itu Anggi pergi kesebuah restoran yang sudah dipesan oleh Soni. Sampai disana ternyata Soni sudah menunggunya. Soni terlihat senang sekali karena akhirnya wanita pujaannya itu mau diajak makan siang olehnya.

Sambil makan siang Sonipun mencoba ngobrol dengan Anggi meskipun hanya dijawab seperlunya oleh Anggi. Apalagi Anggi merasa risih dengan tatapan Soni yang terus tertuju pada toketnya, padahal sudah tertutup oleh jilbab lebarnya.

Soni berkali-kali memuji kecantikan Anggi yang sudah berkepala 4 itu. Soni bilang Anggi terlihat seperti perempuan berumur 30an.

Anggi cukup tersanjung sebenarnya tapi tak cukup senang karena tahu maksud Soni yang sebenarnya. Dia sebenarnya sama sekali tidak tertarik dengan Soni, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena dia tahu Pak Reman sedang memperhatikan mereka dari jauh.

“Nggi, tawaranku ke kamu masih berlaku lho. Kamu mau ya jadi modelku?” tanya Soni.

“Model apa sih Son? Aku kan udah tua, emang nggak ada cewek-cewek muda yang bisa kamu jadiin model?” tanya Anggi.

“Kalo yang muda ya banyak lah, tapi kan aku nyari yang seumuran kamu. Buat majalah ibu dan anak kok, mau ya?” tanya Soni lagi.

“Majalah ibu dan anak? Sejak kapan kamu nerbitin majalah seperti itu?”

“Emang belum terbit sih, tapi ini udah siap naik cetak kok. Tinggal 1 aja yang belum beres, modelnya. Makanya aku minta kamu jadi modelnya. Tenang aja, nggak bakal gratisan kok, aku mau bayar kamu kalo mau”

“Emang berani bayar berapa kamu?” tanya Anggi menantang.

“Kamu maunya dibayar berapa?” tanya balik Soni.

“Nggak kurang dari 25 juta” jawab Anggi.

“Waduh Nggi, model profesional aja nggak segitu lho” balas Soni.

“Yaudah kalo kamu nggak mau, aku nggak maksa kok” ucap Anggi.

“Hmm, oke kalo gitu. Deal 25 juta. Aku bayar setelah selesai foto, gimana?” tanya Soni.

“Nggak. Kalo kamu beneran mau, aku minta DP dulu sekarang” tantang Anggi.

“Oke bentar”

Soni mengeluarkan HPnya lalu terlihat sibuk mengotak atik HP itu.

Anggi tak percaya Soni akan menyetujuinya secepat itu. Dia berpikir apakah terlalu murah dia memberikan harga, tapi itu adalah harga yang diminta oleh Pak Reman.
1 2 3 5 >
Harga itu memang pancingan saja untuk foto, kalau nanti Soni minta lebih lelaki itu harus membayar lagi.

“Nih udah aku transfer 10 juta ke rekeningmu. Bener ini kan?” tanya Soni sambil menunjukan HPnya kepada Anggi.

“Loh kok kamu tahu nomer rekeningku?” tanya Anggi bingung.

“Ah udah nggak penting itu. Sisanya 15 juta aku tansfer lagi setelah selesai pemotretan. Gimana?”

“Yaudah. Maunya kapan dan dimana?”

“Besok, dirumahku” jawab Soni.

“Loh kok dirumah? Kenapa nggak distudio?” tanya Anggi.

“Kan studionya ada dirumahku Nggi. Entar kamu nggak usah bawa baju macem-macem, aku yang nyediain” jawab Soni.

“Kamu yang nyediain? Baju apaan?” tanya Anggi.

“Ya baju kayak yang kamu pake sekarang. Busana kantoran cewek berjilbab” jawab Soni.

“Yaudah kalo gitu”

Setelah perjanjian itu merekapun menyudahi makan siangnya.

Waktu berpamitan tiba-tiba saja tanpa permisi Soni mencium pipi Anggi dan sedikit meremas pantatnya. Anggi terkejut dan ingin marah, tapi Soni bilang itu ucapan terima kasih sebagai tanda jadi Anggi mau menjadi modelnya.

Akhirnya Anggi pergi dari tempat itu dengan muka masam menuju ke mobil yang ada Pak Reman didalamnya.

Pak Reman yang melihat wajah Anggi itu hanya terkekeh saja. Dia membayangkan besok akan seperti apa pemotretan yang dilakukan oleh Anggi.

Sebenarnya Pak Reman bukan sekedar mencari uang karena dia bisa saja minta pada para budaknya, terutama Anggi yang berasal dari keluarga kaya.

Tujuan Pak Reman yang sebenarnya ingin membuat budak-budaknya itu benar-benar berubah dari wanita alim, istri yang setia menjadi wanita yang bersedia menyerahkan kehangatan tubuhnya kepada siapapun yang mau membayar mahal.

Keesokan harinya, Anggi yang sudah ijin kepada suaminya untuk pemotretan menuju kerumah Soni yang jaraknya cukup jauh. Anggi tidak sendiri karena ada Pak Reman yang mengikutinya, memastikan budaknya itu melakukan perintahnya dengan benar.

Sesampainya dirumah Soni yang tak kalah besar dari rumah Anggi itu Pak Reman langsung menyusup mencari jalan masuk dengan diam-diam agar tak diketahui oleh Soni.

Berbeda dari yang dibayangkan oleh Anggi kalau rumah itu akan ramai, ternyatan rumah itu sepi sekali.

Anggi tak tahu kalau Soni sudah menyuruh semua anak buahnya, termasuk para pembantunya untuk tidak berada dirumah itu sampai dia memanggilnya sendiri. Anak buah Soni sudah paham kalau Bossnya akan ada cewek yang menemaninya, karena ini bukan pertama kali Soni meminta seperti itu.

Kondisi rumah yang sepi ini juga memudahkan Pak Reman untuk bisa menyusup masuk kerumah Soni.

Soni terlihat santai karena hanya memakai kaos polo dan celana pendek selutut, sambil menenteng sebuah kamera.

Mereka berbasa-basi sejenak sebelum Soni mengajak Anggi untuk masuk kerumahnya. Soni langsung mengajak Anggi ke Ruang Ganti (Kostum), dan disana sudah disiapkan beberapa setel pakaian kerja lengkap dengan kerudungnya.

Soni mempersilahkan Anggi untuk memilih baju mana dulu yang ingin dia pakai, karena nanti semua baju yang jumlahnya ada 5 pasang itu harus dia pakai semua.

Setelah berganti baju Anggi keluar dari ruangan itu. Soni yang sudah menunggu nampak terkesima dengan penampilan Anggi.

Anggi mengenakan kemeja putih tipis dibalut dengan blazer berwarna hitam dan celana panjang kain hitam, dilengkapi dengan sepatu kerja. Dipadu jilbab hitam yang membungkus kepalanya dan make up tipis menambah kesan cantik dan elegan dari Anggi yang berparas cantik.

“Son, ini apa nggak terlalu ketat? Kok semuanya seukuran ini?” tanya Anggi.

“Ya nggak lah Nggi. Kan emang konsepnya ibu-ibu kantoran yang modis. Ini udah pas banget. Ayok kita kesana, kita ambil fotonya” jawab Soni.

Soni mengajak Anggi masuk kesebuah ruangan yang cukup luas. Ada 2 set studio disana, dimana 1 set adalah sebuah ruangan kerja, dan 1 set lagi hanya sebuah ruang kosong dengan sebuah springbed saja disana.

Anggi mengikuti Soni ke ruangan yang diset menjadi ruang kerja itu. Disana Soni mengarahkan gaya Anggi layaknya seperti fotografer profesional.

Beberapa kali jepretan awal terpaksa harus diulang-ulang karena Anggi terlihat masih kaku. Sampai kemudian dia mulai enjoy dan terlihat luwes dengan gaya yang diarahkan oleh Soni.

Setelah selesai Soni meminta Anggi berganti pakaian lagi.

Akhirnya sampai 4 kali ganti baju dengan model yang mirip-mirip, Anggi menghabiskan waktunya didepan kamera Soni. Dia sudah terlihat sangat enjoy dan Soni tak lagi harus mengulangi pengambilan fotonya.

Sampai sini Soni terlihat masih seperti fotografer profesional, tidak sedikitpun dia meminta pose yang macam-macam kepada Anggi. Anggi mulai berpikir bahwa lelaki itu memang hanya berniat menjadikannya model tanpa menginginkan yang lebih.

Tapi tentu saja Anggi tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam benak lelaki itu.

Sekarang mereka sampai di sesi foto terakhir.

Entah sudah berapa lama Anggi berada disitu, yang jelas dia sudah mulai nyaman dan menikmati difoto seperti ini.

Kali ini seragam kerja terakhir yang dipersiapkan oleh Soni. Kembali dia mengarahkan pose-pose Anggi, tapi kali ini beberapa kali dia meminta Anggi untuk berpose dengan sedikit genit. Anggi yang sudah mulai nyamanpun tak menyadari perubahan dari Soni itu.

Sampai akhirnya Soni meminta Anggi untuk membuka kancing blazernya.

“Lho kok dibuka Son?” tanya Anggi.

“Ya nggak papa Nggi, kan emang konsepnya gitu” jawab Soni.

Anggipun tak ingin membantah lagi karena ingin cepet selesai. Diapun membuka semua kancing blazernya itu sehingga kemeja tipis warna putih yang ada didalamnya terlihat jelas.

Kemeja itu sangat ketat sehingga membentuk dada Anggi, tipisnya kemeja itu membuat bra-cup hitam yang dipakai Anggi terlihat membayang, apalagi jilbab yang dipakai Anggi modelnya dililitkan keleher sehingga bentuk dadanya terlihat jelas.

Anggi sebenarnya risih rapi dia ingin segera sesi foto itu berakhir.

Anggi kembali memprotes saat Soni memintanya untuk melepaskan blazer itu dari tubuhnya, tapi sekali lagi Soni meyakinkan kalau memang konsep fotonya seperti itu.

Kembali Soni mengarahkan pose Anggi yang dirasa olehnya sedikit lebih menantang kali ini. Wajah Anggi yang tadinya tenang kini mulai tegang, dan mulai keringatan.

“Nggi, jilbabnya dibuka ya” pinta Soni.

“Lho kok dibuka? Nggak ah, aku nggak pernah buka jilbab selain sama suamiku” jawab Anggi berbohong.

“Ayolah Nggi, plis. Aku tambahin 5 juta deh. Aku juga nggak akan muat foto-foto yang setelah ini, cuma buat koleksi pribadi aja” bujuk Soni.

“Nggak, aku nggak mau. Gini aja” tolak Anggi.

“10 juta Nggi, buka jilbabnya yaa” bujuk Soni lagi.

Sebenarnya Anggi tetap tidak mau, tapi karena ini sudah perintah dari Pak Reman yang dia tahu sudah berada didalam rumah ini dan memperhatikannya, mau tak mau dia menyetujui permintaan dari Soni. Perlahan dia buka jilbabnya hingga rambut hitamnya terurai indah.

Kembali Soni mengarahkan pose Anggi yang kini menurutnya sudah mulai nakal. Bahkan tidak hanya di set ruang kerja itu saja, tapi Soni mengajak Anggi ke set sebelahnya yang hanya ada sebuah ranjang.
< 1 2 3 5 >
Kembali Soni meminta Anggi untuk melakukan bermacam pose yang menantang. Anggi sendiri mukanya sudah semakin merah karena belum pernah dia seperti ini sebelumnya, tapi Soni tidak peduli.

“Hmm Nggi, bajunya juga dilepas yaa?” pinta Soni.

“Kamu apa-apaan sih Son? Kok makin lama makin ngelunjak?”

“Ayolah Nggi, aku bayar. 15 juta untuk kemeja dan 15 juta untuk celana. Aku belum pernah membayar semahal ini untuk memotret telanjang seorang model profesional sekalipun. Ayolah” bujuk Soni. Dia tak memikirkan uang karena sudah sangat ingin melihat tubuh indah wanita pujaannya itu.

“20 dan 20, kalo nggak mau aku pulang” tawar Anggi.

“Oke deal. Buruan buka bajunya” pinta Soni.

“Mana dulu uangnya?” tanya Anggi.

“Aahh sialaan” Soni memaki tapi langsung mengeluarkan HPnya. Dia langsung mentransfer sejumlah uang ke rekening Anggi.

“Ini udah aku transfer 65 juta, sama kekurangan kemarin” Soni menunjukan HPnya kepada Anggi.

“Ayo buka bajunya” pinta Soni.

Dengan perlahan Anggi membuka kemeja dan celana panjangnya hingga kini dia hanya memakai Bra dan CD saja.

Saat Anggi melepaskan pakaiannya, Soni terus mengambil foto dari setiap gerakan Anggi.

Sebenarnya Anggi risih jika harus diambil fotonya seperti itu, dia takut sekali nantinya akan tersebar. Tapi sekali lagi dia tak bisa menolak perintah dari Pak Reman yang sekarang sedang terkekeh mengawasinya.

Setelah sekarang cuma memakai beha dan celana dalam saja, Anggi terus-terusan diminta berpose sensual oleh Soni.

Birahi lelaki itu sudah memburu, melihat bagaimana bentuk tubuh wanita yang selama ini hanya bisa dibayangkanya itu.

Soni tak menyangka diumurnya yang sudah kepala 4 itu ternyata tubuh Anggi masih benar-benar indah. Dia semakin tak tahan dan langsung melayangkan tawaran kepada wanita itu.

“Nggi, sesi fotonya udahan. Tapi aku belum kelar” ucap Soni.

“Lho mau apalagi Son?” tanya Anggi.

“Aku mau tidur sama kamu” jawab Soni.

“Apa? Jangan main-main kamu Son. Aku nggak mau. Segini aja udah kelewatan kamu malah minta lebih” tolak Anggi yang berusaha menutupi bagian dadanya.

“Aku bayar kamu Nggi, aku berani bayar mahal” jawab Soni.

“Kamu pikir aku ini wanita apaan? Bisa dibayar cuma buat kamu tiduri?” bentak Anggi.

“100 juta Nggi, aku pengen tidur sama kamu” jawab Soni.

Anggi terdiam.

Sebenarnya itu adalah jumlah uang yang diminta oleh Pak Reman agar Soni bisa menikmati tubuhnya. Tapi Anggi berpikir dia tidak ingin terlihat murahan didepan lelaki yang merupakan rekan dari suaminya itu. Karena itulah dia berpikir untuk menaikan harganya.

“200. Kalo kamu memang mau” tawar Anggi yang membuat Soni terdiam.

Dia memang pernah mengeluarkan uang sebanyak itu untuk kencan dengan seorang artis ibukota. Tapi wanita ini meminta jumlah uang yang sama. Akhirnya diapun mencoba untuk menawarnya.

“150, dan semua foto tadi boleh kamu hapus” tawar Soni.

“Nggak mau. 200. Kalo kamu nggak mau yaudah aku pulang sekarang” Anggi tak mau menurunkan harganya.

“180 Nggi, kamu boleh hapus semua foto-foto itu” tawar Soni lagi.

“Hmm, oke, tapi aku minta ditransfer sekarang”

Soni langsung mengambil HPnya dan langsung mentransfer sejumlah uang yang diminta Anggi. Dia langsung memperlihatkan HP itu kepada Anggi. Dia juga menyerahkan memori kamera yang sedari tadi dipakainya untuk memotret Anggi.

Setelah Anggi membaca pesan transaksi di HP Soni dan dia menerima memori itu, tiba-tiba Soni dengan beringas langsung menyergapnya, ternyata lelaki itu sudah tidak tahan lagi.

Dengan kasar Soni menyentak beha Anggi hingga terputus dan dia lempar begitu saja.

“Aaaahh Soon pelan-pelan” pekik Anggi waktu Soni langsung menyusu di buah dadanya.

Saking nafsunya Soni begitu kasar memperlakukan Anggi.

Dia sudah menunggu sangat lama untuk bisa menikmati tubuh istri rekannya yang alim itu.

Dengan buas Soni menjilat dan menghisap buah dada Anggi, tapi dia masih cukup sadar untuk tidak meninggalkan bekas cupangan dikulit putih wanita itu agar tidak dicurigai oleh suaminya.

Keudian Soni melepas semua pakaiannya sampai bugil. Terlihat tubuhnya yang sedikit gempal dengan perut yang membuncit. Penisnya juga sudah tegak mengacung. Panjangnya hampir sama seperti milik Agus meskipun tidak sebesar penis Agus.

Setelah itu Soni memelorotkan celana dalam Anggi sampai lepas.

Kini mereka sama-sama bugil.

Anggi segera meraih penis Soni dan mengocoknya perlahan, kemudian mengulum dan menghisap penis Soni. Dia keluarkan semua teknik oralnya.

“Sshhh aaahh gilaa, mulut kamu enak banget Nggi. Nggak rugi aku bayar mahal. Ayo puasin aku lonteku”

Mendengar kata-kata itu bukannya Anggi tersinggung tapi malah semakin bernafsu. Dia semakin bersemangat, membuat Soni merem melek keenakan.

Diservice seperti itu, lama-lama Soni tak tahan juga, akhirnya dia mencabut penisnya dari dalam mulut Anggi. Dia yang sudah membayar mahal Anggi, tak mau keluar secepat itu dan ingin menikmati tubuh Anggi sepuasnya.

Tapi Soni tak ingin buru-buru mengingat jumlah uang yang dia kasih untuk Anggi sudah mencapai lebih dari 250 juta.

Dia ingin benar-benar puas menikmati tubuh Anggi. Dia mulai menjilati sekujur tubuh Anggi mulai dari wajah hingga ke ujung dari kakinya.

Kelakuan Soni ini membuat bulu kuduk Anggi berdiri. Apalagi saat bagian-bagian sensitifnya tersentuh, dia menggelinjang tak karuan.

Soni ternyata pintar juga memainkan birahi wanita sehingga vagina Anggi cepat membanjir.

Sambil menjilat dan menghisap klitorisnya jari Soni juga mencolok-colok vagina Anggi hingga wanita itu mendesah tak karuan.

Tubuh mereka berdua sudah basah oleh keringat masing-masing.

Ruangan itu ramai dengan suara desahan Anggi, terlebih saat dia melenguh panjang menyambut orgasmenya akibat perbuatan jari dan lidah Soni.
< 1 2 3 5 >
Setelah itu Soni langsung memposisikan tubuhnya ditengah-tengah paha Anggi yang terbuka. Dia gesek-gesekan kepala penisnya sebelum kemudian memasukan seluruhnya.

Bless.

Soni menggeram keenakan sedangkan Anggi mendesah tak tertahan waktu penis Soni masuk menancap seluruhnya divaginanya. Soni mendiamkan sejenak penis itu menikmati pijatan-pijatan dari dinding kemaluan Anggi.

Akhirnya penantian panjang Soni datang juga dengan keberhasilannya menikmati tubuh wanita yang selama ini selalu jadi fantasinya itu.

“Uuuuhhh Nggi, memek kamu enaak, masih sereet”

“Aaahh kontolmu juga enak Son. Buruan gerakin, entotin aku”

Soni tak percaya wanita yang sudah sering menolaknya itu mengucapkan kata-kata sevulgar itu.

Selama ini Soni memandang Anggi sebagai wanita alim yang selalu menjaga sikap dan penampilannya. Tapi tak disangka perempuan alim itu ternyata binal juga, Soni jadi semangat untuk langsung menggenjot vagina Anggi.

Soni sudah sangat berpengalaman dengan wanita. Dia mengatur tempo genjotannya, kadang pelan kadang cepat, membuata Anggi blingsatan. Memang tak senikmat saat dirinya disetubuhi oleh Pak Reman ataupun Agus. Tapi sensasi bercinta dari Soni itu membuat adrenalinnya terus terpacu dan semakin menginginkan lebih.

“Aahhh aahh teruss Son, enaakk aahh aahh”

“Aaahh ouuhh enaak, memek kamu juga enak Nggiih”

Keduanya saling mendesah tanpa beban.

Ruangan studio yang sudah sering digunakan Soni untuk meniduri model-modelnya itu kini dipenuhi oleh suara mereka berdua.

Lenguhan manja dan desahan nikmat Anggi terdengar begitu indah ditelinga Soni, membuatnya makin semangat menggenjotnya. Sambil menghujamkan penisnya, tangannya meremasi kedua payudara Anggi. Bibirnya juga dengan rakus melumati bibir Anggi yang juga membalasnya tak kalah panas.

Setelah beberapa menit mendiamkan, Anggi memeluk erat tubuh Soni dan melenguh panjang tanda dia sudah sampai di puncak kenikmatannya.

Setelah itu Soni menunggingkan badan Anggi, lalu kembali memasukan penisnya dari belakang.

Blesss

“Aahh aahh aahh, terus Son, aahh aahh entotin aku”

“Uuhh iyaah Nggi, aahh memek kamu beneran enak banget”

Soni terus menggenjot dengan kasar memek Anggi sambil menjambak rambut Anggi hingga kepala wanita itu terangkat. Dalam posisi ini keduanya berciuman dengan panas sambil penis Soni masih mengaduk-aduk vagina Anggi.

Permainan ini sangat panas, hingga beberapa menit kemudian Anggi kembali orgasme. Soni kembali merasakan tubuh Anggi bergetar dan cairan hangat menyirami penisnya.

Soni mencabut penisnya dan ingin berganti posisi, tapi saat melihat lubang anus Anggi yang sedikit terbuka.

Soni yang belum pernah melakukan anal jadi berpikiran "apakah lubang ini pernah dipakai sama suaminya". Soni jadi penasaran dan tergoda untuk mencoba lubang Anggi yang satu ini.

“Nggi, aku masukin ke pantat kamu yaa?” tanya Soni.

“Iya Son, terserah kamu aja” jawab Anggi.

Jawaban Anggi itu sedikit mengagetkan Soni. Sebenarnya kalau tadi Anggi menolak dia tidak akan memaksanya, tapi ternyata Anggi mau.

Sonipun berusaha memasukannya penisnya yang basah oleh lendir Anggi kelubang pantat wanita itu. Lubang itu masih kering sehingga masih agak sulit bagi penisnya untuk masuk, tapi setelah dicoba beberapa kali akhirnya penis itu bisa masuk seluruhnya.

“Uooghhh enak banget Nggi, sempit bangeet aahh”

“Aaahhhh kontol kamu Son, aahhh enaknyaaa”

Soni menyodomi Anggi dengan semangat 45.

Soni masih tak menyangka Anggi yang dia kenal sebagai wanita alim itu ternyata sangat binal saat ngentot. Bahkan lubang pantatnya berhasil dia nikmati. Dia merasa tak terlalu rugi mengeluarkan lebih dari 250 juta untuk menikmati Anggi, karena dulu waktu membayar 200 juta untuk artis ibukota itu dia tak dapat di anal seperti saat ini.

Beberapa menit sudah Soni mengerjai Anggi dari belakang. Ternyata stamina Soni lumayan tahan lama.

Anggi yang keenakan dengan digenjot lubang pantatnya, ikut menggoyangkan pinggulnya menyambut setiap sodokan dari penis Soni. Saking nikmatnya hingga kembali vagina wanita itu membanjir lagi.

“Aaaaahhhhhh Soniiiiiihhh”

Tubuh Anggi kembali mengejang. Dia kembali orgasme.

Soni semakin tak percaya dengan kenyataan ini. Seorang wanita alim, istri yang setia, bisa orgasme karena sedang digenjot oleh kontolnya dilubang pantatnya.

Soni geleng-geleng kepala, dia tak mengira wanita idamannya begitu binal. Tahu gitu sudah dari dulu dia berusaha lebih keras lagi untuk bisa mendapatkan wanita ini.

Soni menarik penisnya, lalu membalik badan wanita itu sampai terbaring pasrah. Dengan cekatan Soni sodokkan penisnya ke vagina Anggi yang sudah sangat becek dan memompanya dengan sangat cepat sambil menciumi bibir Anggi dengan sangat rakus.

Anggi yang agak lemas tak begitu meladeni mulut Soni.

Tak lama kemudian Soni menggeram keras dan mendorong secara kasar penisnya dalam-dalam dilubang vagina Anggi, membuat Anggi sedikit kesakitan. Bersamaan dengan itu keluarlah cairan kental milik Soni yang cukup banyak memenuhi rahim Anggi, membuat Anggi mau tak mau orgasme lagi untuk yang kesekian kalinya.

Keduanya berpelukan erat menikmati puncak yang baru saja mereka dapatkan. Dengan lembut Soni melumat bibir Anggi yang juga dibalas dengan lembut oleh Anggi.

Tak lama kemudian Soni mencabut penisnya dari vagina Anggi, dia merebahkan tubuhnya disamping tubuh telanjang Anggi.

Dia menatap tubuh wanita itu. Tampak dadanya naik turun sedang mengatur nafasnya. Badannya cukup letih melayani dirinya selama hampir 1 jam itu.

Melihat tubuh telanjang Anggi rupanya birahi Soni naik lagi. Diapun mengajak Anggi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Anggi pikir Soni sudah puas dan berniat untuk membantunya membersihkan diri, atau seburuk-buruknya Soni akan menggarapnya lagi dikamar mandi. Anggi pikir tak masalah itung-itung memberi lelaki itu bonus karena sudah memberikan uang yang cukup banyak padanya.

Tapi ternyata Soni hanya memandikan Anggi saja tanpa menggarapnya lagi.

Anggi pikir Soni sudah cukup puas dengan dirinya. Tapi ternyata salah.

Soni tentu saja belum puas hanya dengan sekali menyetubuhi tubuh Anggi yang sudah dia nantikan begitu lama itu.

Setelah mandi Soni meyuruh Anggi untuk memakai lagi pakaian yang dia siapkan untuk sesi pemotretan tadi lengkap dengan jilbabnya.

Soni yang memiliki fantasi untuk menyetubuhi Anggi dengan menggunakan seragam kerja seperti ini dan sangat ingin berejakulasi diwajah Anggi.

Sonipun menggarap Anggi dengan berbagai posisi lagi, dengan baju yang masih lengkap. Hanya celana panjang dan celana dalamnya saja diturunkan, kemudian kancing blazer dan kancing kemejanya dia buka sebagian, lalu behanya disingkapkan keatas.
< 1 3 4 5 >
Hampir 1 jam lamanya Soni menggarap tubuh Anggi hingga wanita itu benar-benar lemas. Anggi terbaring lemas diranjang dengan wajah dan jilbab belepotan sperma Soni.

Setelah itu Anggi kembali dimandikan oleh Soni.

Setelah selesai mandi baru Anggi memakai kembali pakaiannya sendiri tanpa dalam karena Soni meminta BH dan CDnya sebagai kenang-kenangan.

Saat Anggi sudah bersiap pulang Soni kembali mendekapnya dari belakang. Soni yang melihat Anggi dengan pakaiannya itu rupanya horni lagi dan ingin kembali menggarap tubuh Anggi.

Anggi menolaknya dengan berbagai alasan. Tapi Soni berusaha keras membujuknya sampai harus mentransfer uang 100 juta lagi ke rekening Anggi agar wanita itu mau melayaninya.

Akhirnya Anggi kembali bisa digarap oleh Soni diteras rumahnya. Anggi mati-matian menahan suaranya agar tak sampai keluar karena takut terdengar oleh tetangga ataupun siapapun yang lewat didepan rumah Soni.

Sebenarnya Anggi merasa tak enak dengan Pak Reman, khawatir lelaki itu terlalu lama menunggunya.

Tapi tanpa Anggi ketahui, setelah ronde pertama persetubuhannya dengan Soni tadi, Pak Reman sudah pergi meninggalkan rumah ini, karena dia ada janji dengan Bella.

Tak perlu waktu lama bagi Soni untuk kembali orgasme dengan mengeluarkan spermanya dimulut dan ditelan habis oleh Anggi.

Ternyata hari sudah beranjak sore, entah sudah berapa jam Anggi berada dirumah Soni, melayaninya habis-habisan seharian ini demi uang 350 juta.

Akhirnya Soni melepas Anggi dengan meremas gemas dipantatnya yang semok.

Setelah Anggi masuk kedalam mobil, dia sempatkan melihat SMS dari Pak Reman yang memintanya datang ke kantor jika sudah selesai.

Sesampainya dikantor tenyata sudah sangat sepi, semua pegawai sudah pulang. Tapi Anggi cukup terkejut waktu masuk keruangannya ternyata didalam ada Eva dengan pakaian kerja yang sudah terbuka disana sini sedang nungging berpegangan meja sedang digenjot Agus dari belakang.

“Pak Reman mana Gus?” tanya Anggi.

“Lha bukannya tadi sama ibu?” tanya balik Agus.

“Iya berangkatnya, tapi dia pulang duluan. Aku disuruh ke sini dulu sebelum pulang ke rumah” jawab Anggi.

“Wah saya nggak tahu bu, saya sama Eva juga dapat sms Pak Reman disuruh nunggu disini, kirain dia sama ibu” jawab Agus dan kembali megenjot Eva.

Eva itu hanya bisa diam tanpa banyak bergerak karena kehamilannya sudah makin membesar.

Tak lama kemudian Pak Reman datang sambil memapah tubuh Bella yang terlihat sangat letih.

“Loh Pak Reman darimana? Ini Bella kenapa kok lemes gini?” tanya Anggi.

“Dari jemput Bella. Dapet duit berapa kamu hari ini Nggi?” tanya balik Pak Reman.

“Hmm, 350 juta kayaknya pak” jawab Anggi.

“Wah banyak juga ya, berapa ronde?” tanya Pak Reman.

“3 pak, sebenarnya tadi cuma 2, tapi pas mau balik dia minta nambah ya saya juga minta nambah lagi” jawab Anggi.

“Haha pinter kamu Nggi. Tuh Bel dengerin kakakmu. Lain kali kamu juga harus lebih pinter lagi ya biar dapet duit lebih banyak lagi”

“Loh maksud Pak Reman apa?” tanya Anggi bingung.

“Jadi hari ini selain kamu, adikmu ini juga nyari duit dengan ngejual tubuhnya Nggi. Tapi si kokoh-kokoh tua itu cuma mau bayar 250 juta aja, yaudah aku kasih. Kirain cuma main sendiri, ternyata dia keroyokan ngajak 2 orang temennya lagi, makanya si Bella sampai kecapekan gini kan. Tau gitu aku minta lebih tadi duitnya” jawab Pak Reman dengan entengnya.

“Pak Reman ngejual Bella juga?” tanya Anggi terkejut.

“Bukan cuma Bella, nantinya adik kamu si Citra, terus itu si Eva, sama Shinta dan Fika juga bakalan gitu. Tinggal nunggu Citra lebih jago dan mereka bertiga melahirkan aja. Kalian itu udah jadi budakku, dan mulai sekarang kalian harus pake tubuh kalian itu untuk nyariin duit buatku” jawab Pak Reman.

Anggi hanya terdiam lesu mendengar jawaban dari Pak Reman. Dia tak menyangka lelaki itu akan memperlakukan mereka seperti ini.

Padahal dia pikir Pak Reman dan Agus hanya akan menggunakan mereka sebagai alat pemuas nafsu saja, ternyata lebih dari itu mereka berdua ingin memanfaatkan tubuh-tubuh wanita itu untuk keuntungan mereka sendiri.

Eva yang mendengarnya juga tertunduk lesu. Masih ada beberapa bulan lagi sebelum melahirkan, dan setelah itu dia juga harus menjual tubuhnya untuk keuntungan Pak Reman dan Agus. Dia tak dapat membayangkan lagi bagaimana nasib kehidupannya dan juga teman-temannya kedepan.

“Lho pak terus kalo semuanya dijual kita gimana dong?” tanya Agus.

“Gampang itu Gus. Temen-temennya Eva kan masih banyak yang cantik-cantik. Karyawan sini yang cantik juga ada kan. Terus anaknya Anggi si Anissa yang masih perawan itu juga masih ada. Tenang aja kita nggak bakalan kehabisa stok kok, hahaha” jawab Pak Reman tertawa.

“Pak, saya mohon pak, anak saya Anissa jangan dibawa-bawa. Bapak boleh minta apa aja asal jangan Anissa pak, saya mohon” pinta Anggi memelas begitu mendengar Pak Reman berencana untuk menyeret anaknya juga.

“Apa aja?” tanya Pak Reman.

“Iya pak apa aja, asal jangan Anissa” jawab Anggi.

“Oke, boleh aja. Aku nggak akan nyentuh Anissa selama kamu bisa nyediain pengganti buat dia. Dan kamu tahu kan seleraku seperti apa? Gimana? Sanggup?” tanya Pak Reman.

“Iya pak, saya sanggup” jawab Anggi terpaksa.

Anggi tak tahu nantinya harus bagaimana mencarikan mangsa untuk Pak Reman. Yang dia tahu selera Pak Reman adalah wanita mudah berjilbab, seperti halnya Citra dan Eva beserta teman-temannya itu walaupun sudah menikah.

Tapi akan lebih baik dan lebih aman lagi jika Anggi berhasil mencarikan Pak Reman yang masih perawan. Ada beberapa nama yang muncul diotaknya meskipun dia masih ragu-ragu untuk menjerumuskan para wanita baik-baik itu kelembah nista seperti dirinya.

“Hahaha bagus, itu yang aku suka dari kamu Nggi. Sekarang kamu jongkok, isep kontolku. Aku udah ngaceng dari tadi, mau ngentotin Bella tapi udah lemes kayak gitu” perintah Pak Reman.

“Pak, saya join ya? Eva juga udah lemes ini, kecapekan kayaknya. Mungkin bawaan oroknya” pinta Agus.

“Yaudah kamu sodok aja dulu memeknya, aku nanti aja” jawab Pak Reman.

“Walah, kok nggak pake sempak bu? Diminta sama pelanggannya ya? Haha” ejek Agus.

“Iya paling Gus, orang tadi pas berangkat masih lengkap kok” Pak Reman menimpali.

Kini vagina dan mulut Anggi menyervice Agus dan Pak Reman.

Sedangkan Eva yang sudah lemas bergabung dengan Bella yang duduk tak terdaya dikursi tamu diruangan itu. Kedua wanita itu terlihat mulai menutup matanya saking lelahnya menjalani hari ini.

Bella harus melayani 3 orang pria sekaligus yang permainannya sangat kasar, sedangkan Eva sudah sejak tadi siang dipaksa melayani Agus diruangan ini karena Anggi dan Pak Reman sedang tidak ada.

Tanpa mereka semua sadari, ada seorang karyawan pria yang kembali ke kantor ini. Pria itu awalnya berniat mengambil barangnya yang tertinggal. Tapi melihat mobil Anggi dan 1 lagi mobil yang tidak dia kenali ada didepan kantor membuatnya curiga. Sebab dia orang terakhir yang pulang dari kantor tadi.
< 1 4 5 6 >
Dengan mengendap-ngendap pria itu masuk kedalam kantor. Dan terkejutnya di saat melihat yang terjadi diruangan Anggi. Terlihat bosnya itu sedang diperkosa karena tampak dipaksa untuk melayani 2 orang pria sekaligus yang tak lain adalah Pak Reman dan Agus.

Kebetulan sekali saat itu Anggi terlihat cukup kesakitan sehingga pria itu yakin kalau kedua pria itu sedang memperkosa bosnya.

Apalagi disana juga ada seorang wanita yang tidak dia kenal dan Eva yang pakaiannya sudah terbuka disana sini menunjukan perutnya yang membesar terlihat seperti orang pingsan.

Pria itu segera mengambil beberapa foto kejadian itu. Setelah mengambil beberapa foto itu diapun pergi dan batal mengambil barangnya yang tertinggal.

Dia segera menghubungi suami Anggi, yang kebetulan dia juga mengenalnya. Pria itu minta bertemu dengan suami Anggi karena ada hal penting yang harus diberitahukan.

Malam itu juga mereka bertemu disebuah kedai kopi yang cukup sepi kondisinya malam itu.

Setelah basa basi sebentar, pria itupun menunjukan foto kejadian dikantor kepada suami Anggi yang bernama Erwin itu.

Betapa terkejutnya Erwin melihat foto istrinya yang sedang diperkosa oleh Pak Reman dan Agus. Tentu saja Erwin mengenal kedua pria itu, karena Agus pernah beberapa kali bertemu dengannya dikantor Anggi, dan Pak Reman tak lain saudara jauhnya sendiri.

Erwin sama sekali tak mengira saudaranya itu berani berbuat seperti itu, setelah semua yang dilakukan oleh Erwin untuk membantu kehidupan Pak Reman dan keluarganya. Erwin lebih terkejut lagi ketika melihat foto yang lain dimana ada Bella disitu dan seorang pegawai wanita yang dia tidak kenal.

Erwin mulai mengira-ngira kalau selain Anggi dan Bella, jangan-jangan Pak Reman sudah memperkosa Citra juga.

Kemarahan Erwin meledak seketika, namun dia masih cukup sadar kalau sedang berada ditempat umum. Dia sangat berterimakasih kepada pria yang telah memberinya informasi itu dan berjanji suatu saat akan memberikan balasan yang setimpal.

Dari kedai kopi itu Erwin langsung beranjak menuju ketempat rekan bisnisnya. Dia berkonsultasi dengan rekannya itu tentang masalah yang sedang dihadapinya.

Rekannya yang merupakan teman dekatnya dari jaman dulu itu ikutan marah besar. Dia menyarankan Erwin agar tidak membawa ini ke pihak kepolisian karena akan semakin mempermalukan dirinya, apalagi Erwin termasuk pengusaha yang cukup disegani dikota ini.

Temannya itu menyarankan untuk mengambil tindakan tegas sendiri dan bersedia menghubungi beberapa orang yang bisa membantunya. Dia hanya perlu tahu apa yang diinginkan oleh Erwin, apakah menghabisi kedua orang itu, atau membuat mereka berdua menderita.

Setelah berpikir sejenak akhirnya Erwin memutuskan untuk menghabisi Agus. Tapi untuk Pak Reman karena masih ada hubungan saudara, dia hanya ingin membuat Pak Reman cacat seumur hidup, tapi tidak sampai dihabisi.

Akhirnya rekan Erwin itu menghubungi beberapa orang yang selama ini dipercaya menjadi tukang pukulnya.

Erwin sama sekali tidak keberatan dengan harga yang diminta para tukang pukul itu yang penting kehormatannya bisa diselamatkan. Setelah mendapat bayaran separuh dari yang diminta, para tukang pukul itupun pergi.

Erwin diminta pulang oleh rekannya itu dan tinggal menunggu kabar darinya esok hari. Dia juga meminta Erwin untuk tidak frontal kepada istrinya Anggi, dan mencoba untuk mengorek siapa saja yang terlibat dalam pemerkosaan itu, agar sekalian dibereskan oleh para tukang pukul itu.

Kemudian Erwin pulang mengikuti saran dari rekannya itu. Sesampainya dirumah ternyata sudah ada Anggi dan Bella yang malam ini akan menginap dirumahnya.

Setelah mandi dan makan, Erwinpun memanggil Anggi dan Bella. Dia dengan blak-blakan mengatakan bahwa sudah tahu apa yang terjadi pada mereka berdua.

Anggi tentu saja terkejut dan langsung menangis bersimpuh dikaki Erwin. Tapi kemudian Erwin memintanya untuk menceritakan semua sedetail-detailnya. Erwin berjanji akan memaafkan semuanya bila Anggi bersedia untuk menceritakannya.

Dengan tangis sesenggukan, Anggi menceritakan perihal pemerkosaan yang dilakukan Pak Reman kepada dirinya, juga Bella dan Citra. Juga semua peristiwa setelah itu, bagaimana dia dipaksa untuk terus melayani nafsu kedua pria itu, bahkan sampai memaksanya menjual diri kepada Soni.

Bellapun akhirnya ikut menceritakan semuanya. Setelah pemerkosaan malam itu dia selalu dimintai jatah oleh Agus setiap ada kesempatan. Dan hari ini dia juga dipaksa untuk melayani seorang pemilik sebuah toko emas terbesar dikota ini bersama 2 orang temannya.

Sedangkan untuk nasib Citra setahu mereka masih lebih beruntung dari mereka berdua, karena 2 hari setelah pemerkosaan itu Citra harus kembali ke kota tempatnya bekerja dan belum sempat di entot lagi oleh Pak Reman.

Sekarang Erwin mengerti alasan kenapa Citra membatalkan pernikahannya. Bukan karena alasan yang dia bilang kepada seluruh keluarganya, tapi karena peristiwa pemerkosaan itu.

Erwin kemudian bertanya lagi apakah ada hal lain, karena dia tadi juga melihat foto salah satu karyawan Anggi.

Akhirnya Anggi menceritakan juga tentang Eva yang diperkosa oleh Pak Reman hingga dia hamil. Dan bukan hanya Eva, tapi juga Shinta teman kontrakannya juga seorang wanita lagi bernama Fika yang dia sendiri belum tahu yang mana orangnya.

Erwin sekarang sudah semakin mantap dengan keputusannya memberi balasan kepada kedua orang pria itu. Tindakan mereka memang sudah kelewatan, dan sudah sepantasnya mereka dihukum.

Erwin mengatakan kepada kedua wanita itu untuk tidak takut, karena mulai malam ini mereka akan aman. Tidak ada lagi yang akan mengganggunya.

Anggi dan Bella paham dengan maksud dari Erwin ini. Mereka berdua sudah cukup mengenal seperti apa Erwin itu, dan pasti Erwin sedang merencanakan sesuatu.

Akhirnya malam ini Anggi dan Bella tidur seranjang sedangkan Erwin tidur dikamar lainnya.

Erwin masih belum bisa tidur. Dia juga baru saja memberitahu kepada rekannya tentang lelaki lain yang sudah ikut memperkosa istrinya dan juga Bella. Rekannya itu mengatakan tukang pukulnya itu sanggup untuk menghabisi mereka, tentunya dengan tambahan biaya, dan Erwin sama sekali tak keberatan.

Keesokan harinya kantor Anggi diheboh dengan berita yang menyiarkan bahwa Agus ditemukan meninggal dengan badan penuh luka bacokan.

Polisi menduga Agus adalah korban penganiayaan dari para pemuda mabuk, karena kebetulan lokasi ditemukannya mayat Agus sering kali digunakan para pemuda pengangguran untuk menggelar pesta minuman keras disana.

Selain itu terdengar kabar juga kalau Pak Reman mengalami kecelakaan fatal hingga kedua tangan dan kakinya patah dan harus diamputasi.

Eva dan Anggi yang mendengar kabar itu cukup lega. Anggi segera menghubungi suaminya, Bella dan juga Citra untuk mengabarkan hal itu.

< 1 5 6 7 >
Dan dari suaminya, Anggi juga mendapat kabar kalau Soni pagi ini juga ditemukan meninggal karena over dosis sabu-sabu, sedangkan pemilik toko emas yang memperkosa Bella kemarin meninggal karena perampokan dirumahnya.

Tentu saja Anggi tahu kalau semua itu adalah ulah dari Erwin, suaminya.

Eva juga mengabarkan hal itu kepada Shinta dan Fika, yang disambut dengan tangis haru oleh kedua sahabatnya itu.

Mereka lega karena akhirnya bisa lepas dari cengkraman Pak Reman dan Agus. Mereka kini bisa menjalani kehidupan mereka dengan tenang dan damai.

Setahun sudah peristiwa itu berlalu.

Anggi sudah tidak lagi menjabat sebagai pimpinan dikantornya. Sebulan sejak peristiwa itu Anggi mengatakan kepada suaminya kalau dia ingin dirumah saja. Karena mulai tahun ini anak mereka Anissa sudah mulai kuliah dikota ini, jadi Anggi ingin fokus mengurus Anissa.

Karena itulah Erwin mempercayakan perusahaannya itu kepada orang yang dia percaya, yang tak lain adalah pria yang memberinya informasi tentang pemerkosaan istrinya.

Sedangkan Bella kembali ke kehidupan normalnya. Dia kembali ke suami dan anak-anaknya.

Dia bersyukur Erwin bersedia untuk merahasiakan semua yang terjadi terhadap suaminya, meskipun dengan imbalan Bella harus mau melayani kntolnya saat Erwin butuh. Tapi itu tak menjadi masalah bagi Bella, yang penting keluarganya masih utuh terselamatkan.

Hubungan gelapnya dengan Erwin seperti mengulang beberapa tahun yang lalu, dan dia masih tetap tak keberatan.

Sedangkan Citra saat ini sudah memiliki anak hasil dari perkosaan Pak Reman dulu. Beberapa minggu setelah Agus ditemukan meninggal dan Pak Reman yang kecelakaan parah itu, Citra akhirnya menikah untuk menyelematkan harga diri dan kehormatan keluarganya. Tapi dia menikah dengan Erwin, suami dari Anggi.

Anggi dan Citra kini berbagi suami. Semua ini memang usul dari Anggi sendiri, yang lebih rela adiknya dinikahi suaminya daripada pria lain. Citra yang tak punya pilihanpun akhirnya menyetujuinya, dan sekarang dia sudah mulai bisa mencintai suaminya itu, yang dulunya adalah kakak iparnya.

Erwin dengan senang hati dinikahkan dengan gadis secantik Citra, meskipun wanita itu sudah diperkosa oleh Pak Reman. Selain itu Erwin juga mengincar lubang anus Citra yang masih perawan.

Sementara itu, Eva, Shinta dan Fika sudah memiliki seorang bayi yang lucu. Meskipun dalam batin mereka menangis karena bayi itu adalah anak dari Pak Reman, namun mereka bersyukur karena secara fisik bayi mereka sepenuhnya mirip dengan mereka, sama sekali tidak ada kemiripan dengan Pak Reman sedikitpun, sehingga tak sampai membuat suami ataupun keluarga mereka curiga.

Fika masih berada dikota ini dan masih bekerja sebagai PNS. Waktu dia dan suaminya pergi bekerja maka anak bayinya diurus oleh kakek neneknya.

Sampai saat ini Fika masih menyimpan rapat-rapat peristiwa pemerkosaan yang terjadi kepadanya terhadap suami dan keluarganya. Dia tidak ingin suaminya tahu, dan lagi mereka sudah hidup dengan bahagia sekarang, karena suaminya benar-benar menganggap anak itu sebagai anaknya sendiri.

Biarlah semua luka itu Fika sendiri yang menyimpan, dia yakin suatu saat luka itu akan hilang.

Sedangkan Shinta saat ini sudah keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk mengikuti suaminya yang bekerja diluar pulau. Shinta ingin lebih banyak waktu bersama dengan suaminya serta mengurus anaknya.

Shinta juga sama seperti Fika, masih menutup rapat kejadian buruk yang menimpanya dari suaminya. Yang penting sekarang suaminya semakin bahagia dengan kehadiran anaknya meskipun anak itu hasil peju orang lain.

Eva sampai sekarang masih bekerja dikantor milik Anggi itu. Dia juga sebenarnya sudah mau keluar tapi kemudian ibunya, yang juga nenek dari anaknya itu bersedia untuk tinggal bersamanya mengurus bayi itu. Dan suaminya juga tidak keberatan kalau Eva terus melanjutkan bekerja disana.

Sekarang suaminya lebih rutin mengunjungi Eva dan anaknya. Seminggu sekali pasti suaminya datang. Dia selalu menomer satukan keluarganya, sehingga kalau ada tugas dari kantor dengan sopan dia tolak kalau waktunya bersamaan dengan jadwalnya mengunjungi anak dan istrinya.

Sayangnya Eva belum sepenuhnya terbebas. Setelah melahirkan, dia mulai didekati oleh seorang rekan kerjanya dikantor, yang tak lain adalah bosnya sekarang yang menggantikan Anggi, yang juga melaporkan tindak pemerkosaan Pak Reman dan Agus kepada suami Anggi.

Pria itu ternyata menyimpan hasrat tersembunyi kepada Eva. Dengan ancaman akan memberitahu suaminya kalau Eva juga merupakan salah satu korban perkosaan, akhirnya terpaksa Eva menjalani perselingkuhan dengan pria yang sekarang menjadi bosnya itu.

Sampai sekarang sudah beberapa kali Eva terlibat affair dengan pria itu. Mereka melakukannya dikantor, kadang dihotel.

Eva belum dapat cara agar bisa lepas dari jeratan bosnya itu. Tapi paling tidak dia masih bersyukur karena pria itu tak pernah memperlakukannya dengan kasar, seperti yang dilakukan Pak Reman dan Agus dulu.

Namun satu hal yang kini dirasakan oleh para wanita itu adalah sebuah kerinduan akan kepuasan ketika disetubuhi oleh Pak Reman dan Agus, yang tak pernah bisa mereka dapatkan dari pasangan sahnya masing-masing.

Beberapa kali mereka bermimpi bercinta gila-gilaan dengan kedua pemerkosanya itu.

Sampai sekarang mereka masih berusaha keras menahan nafsu liarnya yang berhasil dihidupkan oleh Pak Reman dan Agus, tapi entah sampai kapan.

Mereka juga tidak tahu, apa yang akan terjadi nantinya jika mereka tak kuat lagi menahan nafsu besar itu, mereka tak akan pernah tahu.

TAMAT

< 1 5 6 7
Klik Nomor dibawah untuk lanjutannya
novel cerita dewasa sex seks ngocok semprot.com, crot peju didalam liang kewanitaan memek vagina nonok miss v, berita gadis sekolah prawan diperkosa sampai hamil pingsan tragis, janda sange sama ngentot tetangga ketahuan anak, selebgram dan tiktokers live colmek ML ngewe ngentot link viral syur, ketagihan kontol om ayah kakak ipar tiri, biduan dangdut tobrut dikeroyok kontol, fuck my pussy. good dick. Big cock. Yes cum inside. lick my nipples. my tits are tingling. drink my breast. milk nipples. play with my big tits. fuck my vagina until I get pregnant. play "Adult sex games" with me. satisfy your cock in my wet vagina. Asian girl hottes gorgeus. lonte, lc ngentot live, pramugari ngentot, wikwik, selebgram open BO,cerbung,cam show, naked nude, tiktokers viral bugil sange, link bokep viral terbaru

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak