== BEM ==
Kampus Universitas Permata Nusantara, sebuah kampus swasta ternama di Kota P. Belakangan ini dikenal sebagai kampus yang tengah naik daun, karena di usianya yang masih baru, telah banyak mengundang minat mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kehidupan kampus tidak terlepas dari organisasi kemahasiswaan, begitu pula di kampus ini, organisasi kemahasiswaan menjamur dari mulai lembaga tertinggi yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa, Badan Dakwah Kampus, Biro Keamanan Kampus, dan organisasi lainnya.
Dibalik kampus yang tengah naik daun tersebut, terselip kisah kelam. Sebagian besar jabatan kemahasiswaan strategis dikuasai oleh mafia mahasiswa yang terkenal radikal dan melakukan banyak kegiatan kriminal di lingkup kampus.
Selama bertahun tahun pentolan dari Black Dimension, julukan kelompok mafia tersebut menguasai jabatan Ketua BEM dan ketua organisasi lainnya, sehingga suasana kampus menjadi tidak kondusif akibat pengaruh buruk mereka. Miras, Narkoba, Prostitusi, menjadi tema biasa yang menyebar di kalangan mahasiswa.
Hingga tiba di akhir tahun sebagaimana biasanya diselenggarakan Pemilihan Raya Mahasiswa, dimana Riky, jagoan Black Dimension sudah dipersiapkan untuk menjadi Ketua BEM Universitas berikutnya. Hampir tidak ada hambatan Riky untuk menjadi calon tunggal Ketua BEM.
Tapi sebelum berakhirnya pendaftaran, ada seorang akhwat andalan Badan Dakwah Kampus yang berprestasi menggemparkan Kampus dengan menantang Riky di kontes pemilihan Ketua BEM.
Gadis itu adalah Nabila Oktavia, Ketua Dakwah Kampus dengan segudang prestasi yang pada tahun ini meroketkan namanya.
Nabila (21) merupakan Mahasiswi di salah satu fakultas di kampus. Dia merupakan primadona bahkan semenjak awal masuk kuliah. Jilbab lebar menghiasi dirinya sehari hari. Tidak ada satu orang non muhrim pun yang pernah melihat auratnya. Pendidikan agama sejak kecil membuat Nabila menjadi pribadi yang kuat pendiriannya.
Nabila Oktavia yang diharapkan oleh berbagai elemen mahasiswa untuk membawa kampus menuju arah yang lebih baik merupakan sosok yang ramah dan rendah hati.
Nabila merupakan sosok dengan tinggi badan rata rata, dan bodynya sangat langsing ideal. Dibalik jilbab lebarnya terdapat payudara berukuran sedang yang hanya bisa dibayangkan oleh para lelaki yang mendambakan. Kecantikan wajahnya tidak perlu diragukan, bahkan bidadari bersaing dengan Nabila dalam menarik perhatian lelaki.
Dibalik sosoknya yang lemah lembut, Nabila adalah orang nomor satu dalam urusan membela kebaikan, perseteruannya dengan Black Dimension sudah sering terjadi.
Suara Nabila yang serak basah, terdengar merdu ketika berbicara, suaranya menjadi sumber fantasi kaum lelaki yang menginginkan suara tersebut dalam bentuk desahan.
Semenjak tahun pertama kuliah Nabila sudah membuat gebrakan, dengan memelopori gerakan mahasiswa anti narkoba dan minuman keras, kegiatannya cukup meresahkan Black Dimension.
Atas keberaniannya, Nabila diamanahi sebagai ketua dakwah kampus pada tahun kedua ia kuliah. Dan gerakan dakwah makin meresahkan kelompok Black Dimension yang bertahun tahun nyaman menguasai kampus.
Berkat segala popularitas dan sepak terjangnya, banyak aktivis yang mendorong Nabila agar berkenan maju menjadi calon Ketua BEM menantang Riky sang pentolan Black Dimension.
Nabila awalnya menolak karena alasan tidak tertarik pada dunia politik kampus. Tapi atas desakan rekan rekannya, dan dengan semangat memberantas kemaksiatan, Nabila akhirnya setuju menantang Riky sebagai Calon Ketua BEM selanjutnya.
Hari itu di aula Asrama Muslimah tempat tinggal Nabila selama kuliah sedang berkumpul seluruh aktifis mahasiswa yang condong kepada kebaikan, mereka sedang melakukan proses negosiasi agar Nabila berkenan dicalonkan menjadi Calon Ketua BEM.
"hmmm, sudah aku bilang kalau politik bukan bidangku, aku akan terus konsisten berdakwah tanpa harus ikutan BEM, apalagi jadi ketua. Kalian cari pengganti aja, pasti banyak orang baik lainnya yang bisa jadi Ketua BEM" Nabila dengan tegas menolak.
"Kami tau itu kok Nab, cuman apa kamu rela terus terusan berdiam diri sementara kampus dikuasai sama antek antek mafia itu? aku ini udah cukup lama aktif di Menwa sama di UKM silat juga Nab, tapi semua percuma kalau BEM dikuasai mafia itu.." kata Amanda Dea, teman dekat Nabila meyakinkan.
Amanda Dea adalah cewek yang terkenal strong dalam berbagai hal, pemegang sabuk hitam pencak silat sekaligus salah satu pimpinan di resimen mahasiswa, kegarangannya tidak perlu diragukan dalam melawan segala upaya Black Dimension dalam melebarkan pengaruh buruknya.
"Ditambah lagi dunia kesenian, yang makin lama makin banyak unsur yang tidak bermoral Nab, aku sebagai orang seni ga rela kondisi kesenian kampus kita jadi begini karena ulah si mafia itu" Cindy ikut berkomentar.
Cindy dengan nama lengkap Cindy Kartika Putri merupakan calon artis yang sudah aktif mewakili Universitas dalam berbagai event, dia resah dengan aktifitas black dimension yang terus menerus merusak dunia kesenian dengan memasukan unsur-unsur pornografi dalam berbagai kesempatan.
Nabila mendengarkan dengan seksama setiap argumen yang disampaikan oleh orang-orang terdekatnya, "hmmm, apakah tidak ada lelaki yang cukup berani melawan semua itu?".
"Ada Kak, tapi semua itu tidak bisa menyaingi popularitas Riky, cuman kakak seorang yang baik kualitas maupun popularitasnya bissa nyaingin Riky" Kali ini giliran Nadia, adik kandung dari Nabila yang menyampaikan pendapatnya.
Ingatan Nabila seketika terbang ke perjalanan hidupnya yang penuh dengan catatan kepemimpinan yang seluruhnya diluar kehendaknya.
Pada saat S-M-A dia dipercaya sebagai Ketua OSIS, wanita pertama yang menjabat Ketua OSIS, lalu dia lolos seleksi paskibra nasional dan entah kenapa dipilih sebagai pemimpin regu.
Setelah kuliah, walau masih tergolng Mahasiswa Baru ia telah dipercaya mengetuai berbagai event kampus yang bertema religi, lalu kini ketua Badan Dakwah Kampus.
Kampus Universitas Permata Nusantara, sebuah kampus swasta ternama di Kota P. Belakangan ini dikenal sebagai kampus yang tengah naik daun, karena di usianya yang masih baru, telah banyak mengundang minat mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kehidupan kampus tidak terlepas dari organisasi kemahasiswaan, begitu pula di kampus ini, organisasi kemahasiswaan menjamur dari mulai lembaga tertinggi yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa, Badan Dakwah Kampus, Biro Keamanan Kampus, dan organisasi lainnya.
Dibalik kampus yang tengah naik daun tersebut, terselip kisah kelam. Sebagian besar jabatan kemahasiswaan strategis dikuasai oleh mafia mahasiswa yang terkenal radikal dan melakukan banyak kegiatan kriminal di lingkup kampus.
Selama bertahun tahun pentolan dari Black Dimension, julukan kelompok mafia tersebut menguasai jabatan Ketua BEM dan ketua organisasi lainnya, sehingga suasana kampus menjadi tidak kondusif akibat pengaruh buruk mereka. Miras, Narkoba, Prostitusi, menjadi tema biasa yang menyebar di kalangan mahasiswa.
Hingga tiba di akhir tahun sebagaimana biasanya diselenggarakan Pemilihan Raya Mahasiswa, dimana Riky, jagoan Black Dimension sudah dipersiapkan untuk menjadi Ketua BEM Universitas berikutnya. Hampir tidak ada hambatan Riky untuk menjadi calon tunggal Ketua BEM.
Tapi sebelum berakhirnya pendaftaran, ada seorang akhwat andalan Badan Dakwah Kampus yang berprestasi menggemparkan Kampus dengan menantang Riky di kontes pemilihan Ketua BEM.
Gadis itu adalah Nabila Oktavia, Ketua Dakwah Kampus dengan segudang prestasi yang pada tahun ini meroketkan namanya.
Nabila (21) merupakan Mahasiswi di salah satu fakultas di kampus. Dia merupakan primadona bahkan semenjak awal masuk kuliah. Jilbab lebar menghiasi dirinya sehari hari. Tidak ada satu orang non muhrim pun yang pernah melihat auratnya. Pendidikan agama sejak kecil membuat Nabila menjadi pribadi yang kuat pendiriannya.
Nabila Oktavia yang diharapkan oleh berbagai elemen mahasiswa untuk membawa kampus menuju arah yang lebih baik merupakan sosok yang ramah dan rendah hati.
Nabila merupakan sosok dengan tinggi badan rata rata, dan bodynya sangat langsing ideal. Dibalik jilbab lebarnya terdapat payudara berukuran sedang yang hanya bisa dibayangkan oleh para lelaki yang mendambakan. Kecantikan wajahnya tidak perlu diragukan, bahkan bidadari bersaing dengan Nabila dalam menarik perhatian lelaki.
Dibalik sosoknya yang lemah lembut, Nabila adalah orang nomor satu dalam urusan membela kebaikan, perseteruannya dengan Black Dimension sudah sering terjadi.
Suara Nabila yang serak basah, terdengar merdu ketika berbicara, suaranya menjadi sumber fantasi kaum lelaki yang menginginkan suara tersebut dalam bentuk desahan.
Semenjak tahun pertama kuliah Nabila sudah membuat gebrakan, dengan memelopori gerakan mahasiswa anti narkoba dan minuman keras, kegiatannya cukup meresahkan Black Dimension.
Atas keberaniannya, Nabila diamanahi sebagai ketua dakwah kampus pada tahun kedua ia kuliah. Dan gerakan dakwah makin meresahkan kelompok Black Dimension yang bertahun tahun nyaman menguasai kampus.
Berkat segala popularitas dan sepak terjangnya, banyak aktivis yang mendorong Nabila agar berkenan maju menjadi calon Ketua BEM menantang Riky sang pentolan Black Dimension.
Nabila awalnya menolak karena alasan tidak tertarik pada dunia politik kampus. Tapi atas desakan rekan rekannya, dan dengan semangat memberantas kemaksiatan, Nabila akhirnya setuju menantang Riky sebagai Calon Ketua BEM selanjutnya.
Hari itu di aula Asrama Muslimah tempat tinggal Nabila selama kuliah sedang berkumpul seluruh aktifis mahasiswa yang condong kepada kebaikan, mereka sedang melakukan proses negosiasi agar Nabila berkenan dicalonkan menjadi Calon Ketua BEM.
"hmmm, sudah aku bilang kalau politik bukan bidangku, aku akan terus konsisten berdakwah tanpa harus ikutan BEM, apalagi jadi ketua. Kalian cari pengganti aja, pasti banyak orang baik lainnya yang bisa jadi Ketua BEM" Nabila dengan tegas menolak.
"Kami tau itu kok Nab, cuman apa kamu rela terus terusan berdiam diri sementara kampus dikuasai sama antek antek mafia itu? aku ini udah cukup lama aktif di Menwa sama di UKM silat juga Nab, tapi semua percuma kalau BEM dikuasai mafia itu.." kata Amanda Dea, teman dekat Nabila meyakinkan.
Amanda Dea adalah cewek yang terkenal strong dalam berbagai hal, pemegang sabuk hitam pencak silat sekaligus salah satu pimpinan di resimen mahasiswa, kegarangannya tidak perlu diragukan dalam melawan segala upaya Black Dimension dalam melebarkan pengaruh buruknya.
"Ditambah lagi dunia kesenian, yang makin lama makin banyak unsur yang tidak bermoral Nab, aku sebagai orang seni ga rela kondisi kesenian kampus kita jadi begini karena ulah si mafia itu" Cindy ikut berkomentar.
Cindy dengan nama lengkap Cindy Kartika Putri merupakan calon artis yang sudah aktif mewakili Universitas dalam berbagai event, dia resah dengan aktifitas black dimension yang terus menerus merusak dunia kesenian dengan memasukan unsur-unsur pornografi dalam berbagai kesempatan.
Nabila mendengarkan dengan seksama setiap argumen yang disampaikan oleh orang-orang terdekatnya, "hmmm, apakah tidak ada lelaki yang cukup berani melawan semua itu?".
"Ada Kak, tapi semua itu tidak bisa menyaingi popularitas Riky, cuman kakak seorang yang baik kualitas maupun popularitasnya bissa nyaingin Riky" Kali ini giliran Nadia, adik kandung dari Nabila yang menyampaikan pendapatnya.
Ingatan Nabila seketika terbang ke perjalanan hidupnya yang penuh dengan catatan kepemimpinan yang seluruhnya diluar kehendaknya.
Pada saat S-M-A dia dipercaya sebagai Ketua OSIS, wanita pertama yang menjabat Ketua OSIS, lalu dia lolos seleksi paskibra nasional dan entah kenapa dipilih sebagai pemimpin regu.
Setelah kuliah, walau masih tergolng Mahasiswa Baru ia telah dipercaya mengetuai berbagai event kampus yang bertema religi, lalu kini ketua Badan Dakwah Kampus.
Lalu sekarang, kepercayaan sebagai Ketua BEM yang sepertinya sulit untuk ditolak lagi.
"hmmm aku minta waktu satu hari untuk mempersiapkan mentalku bareng mba Firda ya"
Lontaran kalimat syukur diucapkan para peserta rapat tersebut begitu Nabila menyetujui tawaran mereka.
Seperti biasa Nabila setiap hendak melakukan sesuatu yang besar selalu berdiskusi dengan mentornya yaitu Firda Rahmawati, gadis cantik nan seksi mahasiswi semester akhir yang berperan sebagai penasihat pribadi Nabila.
Singkat cerita setelah perhitungan suara Ketua BEM Universitas Permata Nusantara.
Akhirnya sejarah baru terukir, Nabila Oktavia ditetapkan sebagai Ketua BEM Universitas selanjutnya, mengalahkan pesaingnya Riky Wijaya dengan keunggulan mutlak 85% berbanding 15%.
Rekor baru tercipta, Nabila mencetak rekor sebagai Ketua Bem Wanita pertama, kemenangan paling mutlak, dan kampanye paling kreatif.
kekalahan Black Dimension makin menyakitkan karena slogan utama Nabila dalam tiap kampanyenya adalah "hancurkan kejahatan, murnikan moral" yang merupakan sindiran pedas terhadap sepak terjang mafia Black Dimension.
Untuk merayakan kemenangan, simpatisan dan pendukung Nabila berkumpul di halaman asrama muslimah, menantikan pidato kemenangan dari sang idola, mahasiswa favorit semua kalangan tersebut.
Nabila keluar menemui pendukungnya dengan diiringi sorak sorai kegembiraan semua orang. lalu Nabila melakukan pidato singkat disambung dengan ucapan syukur dan doa yang dilantunkan dengan penuh haru melalui suara serak basah seksi yang dimiliki akhwat tersebut.
Tanpa disadari, dua orang mata mata dedengkot Black Dimension turut mengawasi jalannya prosesi perayaan kemenangan Nabila ini, dan tak lama mereka bergegas kembali ke sekretariat Black Dimension menemui pimpinan mereka yang sedang dirundung kesedihan.
Di Sekretariat Black Dimension suasana penuh ketidakpercayaan para anggota BD atas hasil pemilihan Ketua BEM yang baru saja dikeluarkan, untuk pertama kalinya Calon jagoan BD dibantai habis oleh seorang wanita yang dari luar tampak lemah lembut penuh kesantunan tetapi mengandung banyak ilmu dan popularitas mumpuni untuk mempermalukan BD dalam pemilihan kali ini.
"Sialan, bener bener sialan, bisa bisanya kita kalah telak kaya gini."
Riky tak bisa menyembunyikan kekesalannya, karena dipermalukan oleh Nabila dalam pertarungan memperebutkan kursi Ketua BEM kali ini. Bagaimana tidak kekalahan telak ini menjadi yang pertama sejak BD berkuasa di kampus tersebut.
"Elu sih, udah tau punya lawan jagoan, malah santai mulu pas kampanye, jelas kalah lah" Ilham, sang Ketua BEM tahun ini memperkeruh suasana dengan menyalahkan Riky.
"Eh! lu jangan banyak omong bos! Kinerja ancur lu setaun ini yang bikin banyak mahasiswa ga simpatik sama kita! Lu emang ga berguna jadi Ketua Bos."
Suasana semakin memanas ketika antek Riky dan Antek Ilham masing masing saling menyalahkan atas kekalahan yang terjadi tanpa mau mengalah. kericuhan hampir pecah sesaat sebelum Raharjo, pimpinan BD, seorang mahasiswa tua yang sengaja tidak lulus lulus karena menjalankan bisnis narkoba di kampus tersebut, seorang sosok yang dituakan dan disegani oleh siapapun yang mengenalnya.
"DIAM SEMUANYA! apa gunanya saling menyalahkan kaya gini hah? bakal jd menang lu kalo malah perang sodara?!! KITA DIBANTAI NABILA KARENA KITA MEREMEHKAN! TERLALU MENGANGGAP REMEH GOLONGAN NABILA ITU!" Raharjo dengan tegas menengahi kedua kubu yang saling berseteru.
"Sekarang musuh kita bukan cuman satu! gua dapet laporan dari anak buah gua yang mata matain Nabila sampe tadi prosesi pemenangan, backingan Nabila kuat. Terutama Amanda Dea tuh jagoan cewek kampus kita, lu bersepuluh ngeroyok dia juga bakal babak belur lu. dan satunya Firda Rahmawati, itu penasehat utama Nabila sekaligus mentor agamanya, gua dari dulu udah berkonflik sama itu orang, kalo ini dibiarkan, BD kaga bakal bertahan lagi setahun ini, ancur semua! "
"Terus kita harus gimana bang?" celetuk salah seorang antek BD.
"Yang penting harus kompak, kita main pake cara halus dulu satu semester ini, coba rayu Nabila pake cara formal, kalau kaga bisa juga, gua punya rencana kunci, yang penting semuanya kompak jangan pada berantem sendiri kalau mau gerakan kita tetap jalan.. Mau kagak!!" Raharjo dengan semangat memotivasi anggotanya.
"MAU BANG! SIAP BANG! HAJAR BANG!" dengan seketika ruangan berubah gegap gempita.
Dua kelompok yang asalnya mau baku hantam menjadi berangkulan karena motivasi dari Raharjo, mafia legend di kampus.
===xxx===
Akhirnya saat yang dinantikan tiba, Nabila, sang penguasa baru dari Universitas Permata Nusantara menggelar konferensi pers mahasiswa di Auditorium Kampus guna mengumumkan Kabinet Inti yang akan menjadi tangan kanannya memimpin kampus ini.
Hari itu Nabila menggunakan gamis hitam sederhana, menyembunyikan lekuk tubuhnya tetapi meningkatkan gairah seksualitas bagi siapapun yang memiliki gairah lelaki.
Bagaimana tidak, wajah cantiknya terlihat cerah dengan aura ketegasan tetapi dihiasi senyum yang rupawan, bahasa tubuhnya sangat anggun dan sensual, belum lagi suara yang keluar dari bibir tipisnya bernada serak serak basah dengan alunan melodi yang lembut. sungguh primadona kampus impian.
Berikut adalah susunan kabinet Srikandi yang akan menjadi penggerak utama roda kemahasiswaan kampus.
Firda Rahmawati, mahasiswi senior yang sedang berada di tingkat akhir studinya, merupakan sosok wanita dewasa yang keibuan, sosok yang memiliki aura kedewasaan luar biasa, merupakan mentor Nabila sejak lama dalam hal agama, dan saran darinya paling banyak dituruti oleh Nabila.
Firda (23), tinggi badannya sedang, tetapi payudaranya sangat besar menantang, walaupun pakaiannya sopan tetapi lekuk indah payudaranya tidak bisa disembunyikan dan menjadi daya tarik utama seorang Firda yang menjadi bahan fantasi tiap pria yang melihatnya.
Sesuai dengan pengalamannya, Nabila mengangkat Firda menjadi Menteri urusan Internal yang bertanggungjawab mengurusi masalah rumah tanggal BEM kedepannya.
Amanda Dea (21), rekan Nabila sejak lama. dia adalah sosok populer nomor dua setelah Nabila dikampus. bedanya jika Nabila berjuang di jalan dakwah, Dea berjuang dijalan yang lebih keras yaitu sebagai pimpinan resimen mahasiswa kampus, setahun terakhir Dea dan pasukannya berhasil menggagalkan berbagai usaha BD dalam menanamkan paham mafianya dikalangan mahasiswa lainnya.
Selain itu dia aktif di komunitas bela diri dan panahan, bahkan dia telah menggenggam sabuk hitam pencak silat. atas segala sepak terjang supernya, Dea acap kali dijuluki Wonder Woman kampus.
Dea memiliki wajah yang tak kalah cantik dengan Nabila, posturnya tinggi langsing dengan ukuran payudara sedang. Tingkah lakunya tegas dan tak kenal kompromi, Dea adalah ancaman utama untuk BD.
Dalam kabinet Srikandi, Dea menjabat sebagai Menteri Keamanan, dan Ketertiban Kampus, yang bertanggungjawab melindungi kampus dari segala ancaman negatif dari dalam maupun luar.
Cindy Kartika Putri (21), salah seorang mahasiswi yang merangkap sebagai foto model islami diberbagai majalah lokal. Cindy merupakan juara umum Ratu Universitas, yang merupakan ajang kontes kecantikan tingkat kampus.
Diantara Pejabat Kabinet Srikandi lainnya, penampilan Cindy adalah yang paling Fashionable, walaupun dia tetap memakai busana yang tertutup tetapi sisi keartisannya tidak bisa menyembunyikan aura superstar miliknya.
"hmmm aku minta waktu satu hari untuk mempersiapkan mentalku bareng mba Firda ya"
Lontaran kalimat syukur diucapkan para peserta rapat tersebut begitu Nabila menyetujui tawaran mereka.
Seperti biasa Nabila setiap hendak melakukan sesuatu yang besar selalu berdiskusi dengan mentornya yaitu Firda Rahmawati, gadis cantik nan seksi mahasiswi semester akhir yang berperan sebagai penasihat pribadi Nabila.
Singkat cerita setelah perhitungan suara Ketua BEM Universitas Permata Nusantara.
Akhirnya sejarah baru terukir, Nabila Oktavia ditetapkan sebagai Ketua BEM Universitas selanjutnya, mengalahkan pesaingnya Riky Wijaya dengan keunggulan mutlak 85% berbanding 15%.
Rekor baru tercipta, Nabila mencetak rekor sebagai Ketua Bem Wanita pertama, kemenangan paling mutlak, dan kampanye paling kreatif.
kekalahan Black Dimension makin menyakitkan karena slogan utama Nabila dalam tiap kampanyenya adalah "hancurkan kejahatan, murnikan moral" yang merupakan sindiran pedas terhadap sepak terjang mafia Black Dimension.
Untuk merayakan kemenangan, simpatisan dan pendukung Nabila berkumpul di halaman asrama muslimah, menantikan pidato kemenangan dari sang idola, mahasiswa favorit semua kalangan tersebut.
Nabila keluar menemui pendukungnya dengan diiringi sorak sorai kegembiraan semua orang. lalu Nabila melakukan pidato singkat disambung dengan ucapan syukur dan doa yang dilantunkan dengan penuh haru melalui suara serak basah seksi yang dimiliki akhwat tersebut.
Tanpa disadari, dua orang mata mata dedengkot Black Dimension turut mengawasi jalannya prosesi perayaan kemenangan Nabila ini, dan tak lama mereka bergegas kembali ke sekretariat Black Dimension menemui pimpinan mereka yang sedang dirundung kesedihan.
Di Sekretariat Black Dimension suasana penuh ketidakpercayaan para anggota BD atas hasil pemilihan Ketua BEM yang baru saja dikeluarkan, untuk pertama kalinya Calon jagoan BD dibantai habis oleh seorang wanita yang dari luar tampak lemah lembut penuh kesantunan tetapi mengandung banyak ilmu dan popularitas mumpuni untuk mempermalukan BD dalam pemilihan kali ini.
"Sialan, bener bener sialan, bisa bisanya kita kalah telak kaya gini."
Riky tak bisa menyembunyikan kekesalannya, karena dipermalukan oleh Nabila dalam pertarungan memperebutkan kursi Ketua BEM kali ini. Bagaimana tidak kekalahan telak ini menjadi yang pertama sejak BD berkuasa di kampus tersebut.
"Elu sih, udah tau punya lawan jagoan, malah santai mulu pas kampanye, jelas kalah lah" Ilham, sang Ketua BEM tahun ini memperkeruh suasana dengan menyalahkan Riky.
"Eh! lu jangan banyak omong bos! Kinerja ancur lu setaun ini yang bikin banyak mahasiswa ga simpatik sama kita! Lu emang ga berguna jadi Ketua Bos."
Suasana semakin memanas ketika antek Riky dan Antek Ilham masing masing saling menyalahkan atas kekalahan yang terjadi tanpa mau mengalah. kericuhan hampir pecah sesaat sebelum Raharjo, pimpinan BD, seorang mahasiswa tua yang sengaja tidak lulus lulus karena menjalankan bisnis narkoba di kampus tersebut, seorang sosok yang dituakan dan disegani oleh siapapun yang mengenalnya.
"DIAM SEMUANYA! apa gunanya saling menyalahkan kaya gini hah? bakal jd menang lu kalo malah perang sodara?!! KITA DIBANTAI NABILA KARENA KITA MEREMEHKAN! TERLALU MENGANGGAP REMEH GOLONGAN NABILA ITU!" Raharjo dengan tegas menengahi kedua kubu yang saling berseteru.
"Sekarang musuh kita bukan cuman satu! gua dapet laporan dari anak buah gua yang mata matain Nabila sampe tadi prosesi pemenangan, backingan Nabila kuat. Terutama Amanda Dea tuh jagoan cewek kampus kita, lu bersepuluh ngeroyok dia juga bakal babak belur lu. dan satunya Firda Rahmawati, itu penasehat utama Nabila sekaligus mentor agamanya, gua dari dulu udah berkonflik sama itu orang, kalo ini dibiarkan, BD kaga bakal bertahan lagi setahun ini, ancur semua! "
"Terus kita harus gimana bang?" celetuk salah seorang antek BD.
"Yang penting harus kompak, kita main pake cara halus dulu satu semester ini, coba rayu Nabila pake cara formal, kalau kaga bisa juga, gua punya rencana kunci, yang penting semuanya kompak jangan pada berantem sendiri kalau mau gerakan kita tetap jalan.. Mau kagak!!" Raharjo dengan semangat memotivasi anggotanya.
"MAU BANG! SIAP BANG! HAJAR BANG!" dengan seketika ruangan berubah gegap gempita.
Dua kelompok yang asalnya mau baku hantam menjadi berangkulan karena motivasi dari Raharjo, mafia legend di kampus.
===xxx===
Akhirnya saat yang dinantikan tiba, Nabila, sang penguasa baru dari Universitas Permata Nusantara menggelar konferensi pers mahasiswa di Auditorium Kampus guna mengumumkan Kabinet Inti yang akan menjadi tangan kanannya memimpin kampus ini.
Hari itu Nabila menggunakan gamis hitam sederhana, menyembunyikan lekuk tubuhnya tetapi meningkatkan gairah seksualitas bagi siapapun yang memiliki gairah lelaki.
Bagaimana tidak, wajah cantiknya terlihat cerah dengan aura ketegasan tetapi dihiasi senyum yang rupawan, bahasa tubuhnya sangat anggun dan sensual, belum lagi suara yang keluar dari bibir tipisnya bernada serak serak basah dengan alunan melodi yang lembut. sungguh primadona kampus impian.
Berikut adalah susunan kabinet Srikandi yang akan menjadi penggerak utama roda kemahasiswaan kampus.
Firda Rahmawati, mahasiswi senior yang sedang berada di tingkat akhir studinya, merupakan sosok wanita dewasa yang keibuan, sosok yang memiliki aura kedewasaan luar biasa, merupakan mentor Nabila sejak lama dalam hal agama, dan saran darinya paling banyak dituruti oleh Nabila.
Firda (23), tinggi badannya sedang, tetapi payudaranya sangat besar menantang, walaupun pakaiannya sopan tetapi lekuk indah payudaranya tidak bisa disembunyikan dan menjadi daya tarik utama seorang Firda yang menjadi bahan fantasi tiap pria yang melihatnya.
Sesuai dengan pengalamannya, Nabila mengangkat Firda menjadi Menteri urusan Internal yang bertanggungjawab mengurusi masalah rumah tanggal BEM kedepannya.
Amanda Dea (21), rekan Nabila sejak lama. dia adalah sosok populer nomor dua setelah Nabila dikampus. bedanya jika Nabila berjuang di jalan dakwah, Dea berjuang dijalan yang lebih keras yaitu sebagai pimpinan resimen mahasiswa kampus, setahun terakhir Dea dan pasukannya berhasil menggagalkan berbagai usaha BD dalam menanamkan paham mafianya dikalangan mahasiswa lainnya.
Selain itu dia aktif di komunitas bela diri dan panahan, bahkan dia telah menggenggam sabuk hitam pencak silat. atas segala sepak terjang supernya, Dea acap kali dijuluki Wonder Woman kampus.
Dea memiliki wajah yang tak kalah cantik dengan Nabila, posturnya tinggi langsing dengan ukuran payudara sedang. Tingkah lakunya tegas dan tak kenal kompromi, Dea adalah ancaman utama untuk BD.
Dalam kabinet Srikandi, Dea menjabat sebagai Menteri Keamanan, dan Ketertiban Kampus, yang bertanggungjawab melindungi kampus dari segala ancaman negatif dari dalam maupun luar.
Cindy Kartika Putri (21), salah seorang mahasiswi yang merangkap sebagai foto model islami diberbagai majalah lokal. Cindy merupakan juara umum Ratu Universitas, yang merupakan ajang kontes kecantikan tingkat kampus.
Diantara Pejabat Kabinet Srikandi lainnya, penampilan Cindy adalah yang paling Fashionable, walaupun dia tetap memakai busana yang tertutup tetapi sisi keartisannya tidak bisa menyembunyikan aura superstar miliknya.
Walaupun hijabers dengan pakaian tertutup tapi Cindy yang paling seksi penampilannya, dengan kemolekan tubuh yang menjadi dambaan tiap pria, Payudaranya memang tidak segede milik Firda tetapi secara keseluruhan kemontokan Cindy merupakan yang prorposonal.
Cindy menjabat sebagai Menteri Kesenian yang bertanggungjawab mengadakan acara acara yang bertemakan hiburan.
Nadya (19) merupakan gadis paling muda yang mengisi kabinet srikandi, dia merupakan adik kandung dari Nabila. Mahasiswa tingkat dua yang sedang ranum ranumnya.
Nadya sebagaimana remaja pada umumnya merupakan yang paling anak anak diantara punggawa kabinet lainnya. wajahnya menampakan aura menggemaskan yang membuat siapaun gemas melihat Nadya. Nadya berpostur tinggi langsing dan menggunakan kacamata.
Dibalik sosoknya yang masih kekanakan dia merupakan mahasiswa cerdas berprestasi. sudah langganan juara olimpiade dan sekarang sudah menjadi tutor bagi teman sejawatnya.
Nadya menjabat sebagai sekretaris kabinet srikandi, Nabila sang kakak merupakan sekaligus mentornya dalam hal agama.
Cindy Kartika Putri, Menteri Kesenian Kabinet Srikandi.
Beberapa bulan sejak Nabila Oktavia menjabat sebagai Ketu BEM, perubahan signifikan terasa sangat jelas dalam lingkungan kampus.
Amanda Dea secara tegas membasmi peredaran dan konsumsi obat obatan terlarang dikalangan mahasiswa, tak jarang antek antek mafia black dimension harus berhadapan secara fisik dengan Dea dan pasukannya, dan 100% Dea memenangi pertarungan.
Firda Rahmawati juga melakukan tugasnya dengan baik, dakwah dakwah anti kemaksiatan menjadi ajang favorit di kampus, membuat mayoritas mahasiswa mulai meniti pola hidup yang lebih baik. Kondisi yang dibenci oleh mafia Black Dimension Karena mereka kehilangan lahan untuk melaksanakan bisnis bisnis ilegalnya.
Suatu sore di Sekretariat BEM, Nabila memimpin rapat bulanan para pejabat BEM. Seluruh pejabat BEM hadir hari itu yaitu Nabila sendiri, Dea, Firda, Nadia, dan juga Cindy. Hari itu merupakan rapat rutin yang agendanya evaluasi program sebulan terakhir dan rencana program sebulan yang akan datang.
Nabila bercerita bahwa beberapa minggu terakhir Riky, Ilham, dan Raharjo bergantian mengagendakan rapat dengannya.
“Mereka negosiasi, nawarin kerjasama yang menguntungkan buat sponsorship atau apapun kebutuhan dana kemahasiswaan, tapi ngasih syarat mereka bebas lakuin bisnis apapun, kan gila mereka, harga diri kita dikira bisa segampang itu digadaikan pake duit? Aku tolak dengan tegas."
"Dan besok Dea abisin deh tuh salah seorang antek mereka yang lagi jualan miras di lapangan olahraga kampus, aku harap kalian berhati-hati dalam beraktifitas, aku bisa mencium bahaya yang direncanakan kelompok mereka”.
“kenapa kakak mikir gitu kak?“ celetuk Nadia, yang termuda dan terpolos diantara mereka bertanya dengan lugu.
“tingkah laku mereka dek, makin kesini makin kurang ajar semenjak Nabila berkuasa, anak buahku laporan kalua mereka konsisten ngawasin asrama Nabila, bahkan aku pernah mergokin mereka sedang ngintip kamarku selesai mandi, pas aku buka jendela mereka kabur gitu aja”. jawab oleh Dea dengan tegas
Suasana mendadak tegang begitu Dea membuka aktifitas komplotan Black Dimension. Dalam 3 bulan menjabat Dea telah berhasil melakukan 6 kali Razia, dan 3 diantaranya terjadi bentrokan.
“Yang pertama di Asrama mahasiswa baru, mereka nyebarin minuman keras secara gratis, biar maba maba pada ketagihan, untuk aku datang sebelum dibagiin itu mirasnya, Razia pertama lancar, tapi saying, Doni yang aku curigain sebagai jenderalnya minuman keras gagal ketangkep, anak buahnya sih banyak yang udah aku laporin ke pihak berwajib”.
“yang kedua diruangan kelas, sama modusnya danus, tapi danus plus jualan *****, bentrokan ga terlalu besar tapi sama kaya kasus pertama, Boris yang aku curigain sebagai jenderalnya ***** bebas dari tangkapanku, mereka licin mainnya”.
“Yang ketiga baru minggu kemarin, ini yang paling kurang ajar, mereka maksa cewek cewek minum obat perangsang pas lagi ada festival kemarin, bentrokannya cukup besar, aku akuin sempet kewalahan juga, tapi akhirnya Tono, yang aku curigain sebagai jenderal pelacuran mahasiswi duel one on one lawan aku, cupu dia pake sedikit jurus juga KO. Sayangnya masih sedikit bukti buat laporin dia”.
“Oke, terimakasih De atas kerja kerasmu, kedepannya kita harus lebih waspada lagi menghadapi tingkah laku mafia kampus ini ya, oh iya agenda besar pertama kita minggu depan ya? Agendanya Cindy pentas seni kampus kita, gimana perkembangannya Cin?“ Nabila membahas bahasan selanjutnya yaitu pentas seni tahunan kampus, event seni terbesar yang merupakan tanggungjawab Menteri Kesenian, Cindy Kartika Putri.
“Semua beres guys, beberapa hari lagi kita gladi resik, kemungkinan dari abis maghrib sampai malam” Cindy melaporkan.
“Butuh pengawalan aku Cin?“ Dea menawarkan.
Tetapi Cindy menolak tawarn tersebut Karena selama ini dia yakin dunia Seni bebas dari jangkauan Mafia, sesuatu yang akan Cindy sesali seumur hidupnya.
==x==
Sedangkan di Markas Black Dimension
“Bos! Lapor, ada kabar baik terkait pentas seni minggu depan.” Dirman, salah seorang komplotan Black Dimension yang kebetulan menyusup sebagai panitia pentas seni melaporkan sesuatu kepada Riky di markas.
“Gimana? Ada kabar baik apa?”.
“Pentas Seni besok bakal ada gladi resik sampe malam bos, dan kabar baiknya Cindy dengan bodohnya minta pengawalan dari Dea ga di adakan.. kesempatan emas untuk serangan pertama..”
“Hmmm, baiklah, tunggu kabar selanjutnya.” Riky menutup telepon dan mengambil lembar data pada punggawa kabinet srikandi.
“Cindy Kartika Putri, lumayan juga, kamu yang bakal jadi Lonte pertama kita.”
Riky memegang foto Cindy lalu mengadakan rapat eksekusi pertama terhadap Kabinet Srikandi.
===x0x===
== Penaklukan Cindy ==
Cindy tampak sibuk mengarahkan para panitia untuk berbagai keperluan Pentas Seni nanti, mengarahkan dekorasi, tata ruang, susunan acara dan lain-lain. Etos kerja yang dicontohkan Ketua BEM Nabila harus membiasakan para pejabat untuk ikut terjun ke lapangan bersama mahasiswa lainnya.
Hari itu Cindy mengenakan pakaian warna merah yang cukup ketat menonjolkan kedua payudaranya yang membulat padat, setelan kerudungnya menambah indah penampilannya. Wajah mulusnya mulai berkeringat Karena kerja kerasnya dari awal gladi resik.
Waktu telah menunjukan pukul 9, sebagian besar panitia telah pulang, Cindy sedang bersiap membereskan barangnya hendak pulang ketika Dirman si Koordinator Acara PenSi yang merupakan penyusup dari BD memberitahukan bahwa ada rapat khusus divisi acara yang butuh kehadiran Cindy untuk mengawasi.
“maaf ya mbak, jadi ngerepotin malem-malem gini, takutnya konsep yang udah disusun acara berbeda dengan kemauan mbak Cindy”
Dirman berbasa basi kepada Cindy sambal menggiring Cindy masuk ke perangkapnya, yaitu ruang rapat di lantai dua Student Center, dimana didalamnya telah menunggu sekitar 10 orang kru acara, yang seluruhnya merupakan lelaki anggota BD.
Cindy mengikuti Dirman dengan kewaspadaan minimum, Karena Dirman berhasil meyakinkan Cindy menjadikannya orang kepercayaan, Cindy membalas obrolan Dirman dengan seramah mungkin disertai senyum seksi yang selalu menghiasi wajahnya.
Cindy menjabat sebagai Menteri Kesenian yang bertanggungjawab mengadakan acara acara yang bertemakan hiburan.
Nadya (19) merupakan gadis paling muda yang mengisi kabinet srikandi, dia merupakan adik kandung dari Nabila. Mahasiswa tingkat dua yang sedang ranum ranumnya.
Nadya sebagaimana remaja pada umumnya merupakan yang paling anak anak diantara punggawa kabinet lainnya. wajahnya menampakan aura menggemaskan yang membuat siapaun gemas melihat Nadya. Nadya berpostur tinggi langsing dan menggunakan kacamata.
Dibalik sosoknya yang masih kekanakan dia merupakan mahasiswa cerdas berprestasi. sudah langganan juara olimpiade dan sekarang sudah menjadi tutor bagi teman sejawatnya.
Nadya menjabat sebagai sekretaris kabinet srikandi, Nabila sang kakak merupakan sekaligus mentornya dalam hal agama.
Cindy Kartika Putri, Menteri Kesenian Kabinet Srikandi.
Beberapa bulan sejak Nabila Oktavia menjabat sebagai Ketu BEM, perubahan signifikan terasa sangat jelas dalam lingkungan kampus.
Amanda Dea secara tegas membasmi peredaran dan konsumsi obat obatan terlarang dikalangan mahasiswa, tak jarang antek antek mafia black dimension harus berhadapan secara fisik dengan Dea dan pasukannya, dan 100% Dea memenangi pertarungan.
Firda Rahmawati juga melakukan tugasnya dengan baik, dakwah dakwah anti kemaksiatan menjadi ajang favorit di kampus, membuat mayoritas mahasiswa mulai meniti pola hidup yang lebih baik. Kondisi yang dibenci oleh mafia Black Dimension Karena mereka kehilangan lahan untuk melaksanakan bisnis bisnis ilegalnya.
Suatu sore di Sekretariat BEM, Nabila memimpin rapat bulanan para pejabat BEM. Seluruh pejabat BEM hadir hari itu yaitu Nabila sendiri, Dea, Firda, Nadia, dan juga Cindy. Hari itu merupakan rapat rutin yang agendanya evaluasi program sebulan terakhir dan rencana program sebulan yang akan datang.
Nabila bercerita bahwa beberapa minggu terakhir Riky, Ilham, dan Raharjo bergantian mengagendakan rapat dengannya.
“Mereka negosiasi, nawarin kerjasama yang menguntungkan buat sponsorship atau apapun kebutuhan dana kemahasiswaan, tapi ngasih syarat mereka bebas lakuin bisnis apapun, kan gila mereka, harga diri kita dikira bisa segampang itu digadaikan pake duit? Aku tolak dengan tegas."
"Dan besok Dea abisin deh tuh salah seorang antek mereka yang lagi jualan miras di lapangan olahraga kampus, aku harap kalian berhati-hati dalam beraktifitas, aku bisa mencium bahaya yang direncanakan kelompok mereka”.
“kenapa kakak mikir gitu kak?“ celetuk Nadia, yang termuda dan terpolos diantara mereka bertanya dengan lugu.
“tingkah laku mereka dek, makin kesini makin kurang ajar semenjak Nabila berkuasa, anak buahku laporan kalua mereka konsisten ngawasin asrama Nabila, bahkan aku pernah mergokin mereka sedang ngintip kamarku selesai mandi, pas aku buka jendela mereka kabur gitu aja”. jawab oleh Dea dengan tegas
Suasana mendadak tegang begitu Dea membuka aktifitas komplotan Black Dimension. Dalam 3 bulan menjabat Dea telah berhasil melakukan 6 kali Razia, dan 3 diantaranya terjadi bentrokan.
“Yang pertama di Asrama mahasiswa baru, mereka nyebarin minuman keras secara gratis, biar maba maba pada ketagihan, untuk aku datang sebelum dibagiin itu mirasnya, Razia pertama lancar, tapi saying, Doni yang aku curigain sebagai jenderalnya minuman keras gagal ketangkep, anak buahnya sih banyak yang udah aku laporin ke pihak berwajib”.
“yang kedua diruangan kelas, sama modusnya danus, tapi danus plus jualan *****, bentrokan ga terlalu besar tapi sama kaya kasus pertama, Boris yang aku curigain sebagai jenderalnya ***** bebas dari tangkapanku, mereka licin mainnya”.
“Yang ketiga baru minggu kemarin, ini yang paling kurang ajar, mereka maksa cewek cewek minum obat perangsang pas lagi ada festival kemarin, bentrokannya cukup besar, aku akuin sempet kewalahan juga, tapi akhirnya Tono, yang aku curigain sebagai jenderal pelacuran mahasiswi duel one on one lawan aku, cupu dia pake sedikit jurus juga KO. Sayangnya masih sedikit bukti buat laporin dia”.
“Oke, terimakasih De atas kerja kerasmu, kedepannya kita harus lebih waspada lagi menghadapi tingkah laku mafia kampus ini ya, oh iya agenda besar pertama kita minggu depan ya? Agendanya Cindy pentas seni kampus kita, gimana perkembangannya Cin?“ Nabila membahas bahasan selanjutnya yaitu pentas seni tahunan kampus, event seni terbesar yang merupakan tanggungjawab Menteri Kesenian, Cindy Kartika Putri.
“Semua beres guys, beberapa hari lagi kita gladi resik, kemungkinan dari abis maghrib sampai malam” Cindy melaporkan.
“Butuh pengawalan aku Cin?“ Dea menawarkan.
Tetapi Cindy menolak tawarn tersebut Karena selama ini dia yakin dunia Seni bebas dari jangkauan Mafia, sesuatu yang akan Cindy sesali seumur hidupnya.
==x==
Sedangkan di Markas Black Dimension
“Bos! Lapor, ada kabar baik terkait pentas seni minggu depan.” Dirman, salah seorang komplotan Black Dimension yang kebetulan menyusup sebagai panitia pentas seni melaporkan sesuatu kepada Riky di markas.
“Gimana? Ada kabar baik apa?”.
“Pentas Seni besok bakal ada gladi resik sampe malam bos, dan kabar baiknya Cindy dengan bodohnya minta pengawalan dari Dea ga di adakan.. kesempatan emas untuk serangan pertama..”
“Hmmm, baiklah, tunggu kabar selanjutnya.” Riky menutup telepon dan mengambil lembar data pada punggawa kabinet srikandi.
“Cindy Kartika Putri, lumayan juga, kamu yang bakal jadi Lonte pertama kita.”
Riky memegang foto Cindy lalu mengadakan rapat eksekusi pertama terhadap Kabinet Srikandi.
===x0x===
== Penaklukan Cindy ==
Cindy tampak sibuk mengarahkan para panitia untuk berbagai keperluan Pentas Seni nanti, mengarahkan dekorasi, tata ruang, susunan acara dan lain-lain. Etos kerja yang dicontohkan Ketua BEM Nabila harus membiasakan para pejabat untuk ikut terjun ke lapangan bersama mahasiswa lainnya.
Hari itu Cindy mengenakan pakaian warna merah yang cukup ketat menonjolkan kedua payudaranya yang membulat padat, setelan kerudungnya menambah indah penampilannya. Wajah mulusnya mulai berkeringat Karena kerja kerasnya dari awal gladi resik.
Waktu telah menunjukan pukul 9, sebagian besar panitia telah pulang, Cindy sedang bersiap membereskan barangnya hendak pulang ketika Dirman si Koordinator Acara PenSi yang merupakan penyusup dari BD memberitahukan bahwa ada rapat khusus divisi acara yang butuh kehadiran Cindy untuk mengawasi.
“maaf ya mbak, jadi ngerepotin malem-malem gini, takutnya konsep yang udah disusun acara berbeda dengan kemauan mbak Cindy”
Dirman berbasa basi kepada Cindy sambal menggiring Cindy masuk ke perangkapnya, yaitu ruang rapat di lantai dua Student Center, dimana didalamnya telah menunggu sekitar 10 orang kru acara, yang seluruhnya merupakan lelaki anggota BD.
Cindy mengikuti Dirman dengan kewaspadaan minimum, Karena Dirman berhasil meyakinkan Cindy menjadikannya orang kepercayaan, Cindy membalas obrolan Dirman dengan seramah mungkin disertai senyum seksi yang selalu menghiasi wajahnya.
Begitu masuk ruangan, seluruh panitia menyambut Cindy dengan hormat dan ramah, sama sekali tidak terlhiat itikad buruk, walaupun Cindy sedikit kaget Karena isi ruangan rapat tersebut lelaki semua.
“ini mbak silahkan diminum..“
Salah seorang menyuguhi Cindy secangkir minuman yang langsung diminum Cindy yang memang sedang haus tanpa curiga.
Dirman memimpin jalannya rapat, dengan Cindy duduk disampingnya. Rapat awalnya berlangsung kondusif, seluruh peserta rapat bergantian menyampaikan ide dan gagasan serta pertanyaan jika ada yang tidak dimengerti.
1 jam telah berlalu..
Cindy dengan sabar dan ramah menjawab serta menanggapi apapun yang ditanyakan.
Tak terasa waktu telah menunjukan mendekati tengah malam..
Obat perangsang yang dimasukan kedalam minuman Cindy mulai bereaksi, temperature badan Cindy memanas tetapi bukan karena suhu ruangan melainkan birahi Cindy yang naik tanpa ia sadari.
Walaupun Cindy aktif di dunia seni, tetapi ia sama sekali bukan orang yang akrab dengan yang namanya seks/ngentot/ngewe, itulah alasan mengapa ia dipercaya Nabila menjadi salah seorang petinggi kabinetnya.
Semakin larut rapat menjadi semakin kacau, karena obrolan dalam rapat menjadi ngalor ngidul, Cindy yang sudah letih ditambah efek perangsang yang membuatnya tak focus berbisik pada Dirman untuk menyelesaikan rapat secepatnya.
Dirman yang menyadari keadaan Cindy telah lemah memberi kode kepada rekan-rekannya untuk memulai eksekusi terhadap Cindy Kartika Putri.
“Teman teman, berhubung waktu telah larut sekali, alangkah baiknya segera selesaikan rapat ini ya, kasian teman-teman khususnya wanita yang belum pulang jam segini”
Cindy berusaha menyudahi pertemuan ini dan bisa segera pulang, kondisi duduknya semakin gelisah Karena gairah “panas” yang Cindy rasakan.
“semua panitia cewek udah balik kok mbak, tinggal kita-kita aja, jadi santai aja mbak” salah seorang lelaki di ruangan itu menimpali.
“iya mba, udah disini aja lah sama kita-kita..” lelaki lainnya menimpali.
“apaa maksudmu?!, ini sudah malam, saatnya istirahat Dirman, rapat ini kita akhiri sekarang..” ucap Cindy.
“Hemmh.. ga bisa gitu mbak, ada satu yang belum dibahas nih, penampilan khusus dari sang Meteri Kesenian terseksi kita mbak..” balas Dirman seenaknnya.
“apa maksudmu? aku ga janjiin apapun untuk penampilan personal” Cindy makin keheranan.
“Ini perintah dari bos kami mba” kata Dirman.
Dia mendekati Cindy dan diikuti yang lainnya dengan mengambil tempat dibelakang tempat duduk Cindy.
“Nabila? Nabila nyuruh apa?” Cindy mulai merasa tidak nyaman.
Lalu Cindy merogoh tasnya mencoba mengambil ponsel miliknya yang ternyata telah diamankan Dirman.
“Yang dia maksud BOSS sebenarnya..! bukan Ketua BEM lonte jilbab itu!”
Sebuah suara mengagetkan Cindy yang ternyata adalah suara Raharjo, senior Black Dimension yang telah merancang jebakan ini.
“Dan penampilan khusus itu adalah elu nari telanjang di pensi besok!" lanjut Raharjo.
Cindy menatap kaget atas kedatangan Raharjo, sesaat kemudian ia berusaha melarikan diri tetapi dengan sigap dua anggota BD menarik lengannya dan memganginya.
Dengan kurang ajarnya keduanya meremasi kedua toket Cindy yang montok dengan putingnya telah tegang.
“Lepaskaaan keparat!”, Cindy mengumpat sambil berontak.
Namun apa daya, kekuatannya kalah telak dari kedua pria yang memeganginya.
“Dirmaaan.. tolong maaan!” Cindy berteriak putus asa.
Dirman berjalan pelan menghampiri Raharjo sambil memperhatikan Cindy yang tak berdaya. Langkah Dirman diikuti anggota BD lainnya yang telah menyusup dalam kepanitiaan Pentas Seni tersebut.
Sementara (Deni dan Wahyu) dua orang yang sedang memegangi dan melecehkan Cindy masih asyik menggerayangi tubuh Cindy.
“ka..kalian semua? Nghh henti.. aumhhh”
Kalimat Cindy terhenti oleh lumatan Wahyu pada bibir seksinya.
Sementara Deni, dengan kasar ia menyobek bagian depan baju Cindy. Lalu menarik Bra Cindy sampai putus dan lepas dari tubuh mulusnya, hingga terpampang payudara besar dan padat milik Cindy yang siap dinikmati.
Anto segera mengambil tripod dan mengatur mode rekaman adegan panas yang sedang terjadi.
Cindy yang makin kalap karena sadar dirinya yang bugil bagian atasnya sedang direkaman, apalagi jika mereka memperlakukan dirinya lebih dari ini dan sampai tersebar pastinya Viral.
Hal itu membuatnya tak sanggup membayangkan lagi nasip hidupnya kedepannya.
semua kegiatan selanjutnya diruangan in rekaman semakin meronta melawan semua hasrat yang sedang membakar dirinya.
“apa yang kalian lakukan! apa yang kalian inginkaan.. uhgg, Nabila engga bakal tinggal diam, kalian pasti hancur, Dea pasti ancurin kalian!” ucap Cindy
Ia semakin meronta melawan semua perlakuan mereka, apalagi hasrat yang semakin membakar dirinya, akibat obat dan ransangan yang dilakukan Deni dan Wahyu.
Raharjo berjalan bersama Dirman mendekati Cindy.
“hahaha.. 2 pelacur jilbab itu akan segera bernasib sama denganmu anak manis.." kata Raharjo sambil meremasi toket Cindy, lalu mengenyot putingnya.
"Kau harus membantu kami, jika tidak? Video ini akan menjadi Film paling laris di kampus ini." lanjut Raharjo.
“Si..silahkan kamu laksanakan semua napsumu.. tapii uhgg.." balas Cindy sambil berjuang melawan birahi akibat sentuhan ditubuhnya yang sensitif.
"ahgg mhhh iniiihh ahh pemerkosaanhh, akuhh gabakal takut!“ lanjutnya.
“hahaha.. sudahlah, liat siapa yang akan menang, Dirman!” kata Raharjo, lalu memberi kode pada Dirman dan melangkah mundur.
Dirman meloloskan semua pakaiannya sendiri hingga memamerkan badan kekar serta kontolnya yang cukup besar sekitar 16 cm dengan lebar 3 cm dan langsung mendekati Cindy.
Cindy mau tidak mau makin terpantik birahinya menyaksikan ketelanjangan Dirman.
Tanpa dikomando, Deni dan Wahyu segera mengikat tangan Cindy ke sebuah tiang dalam ruangan tersebut.
Dirman langsung menyantap mangsanya mulai dari menciumi dengan penuh birahi bibir ranum Cindy yang menggoda iman lelaki, tangannya menjamah kemulusan kulit Cindy dan memainkan kedua toket Cindy yang padat menantang.
Sekuat tenaga Cindy mengatupkan bibirnya.
“Nikmatin saja mbak Cindy sayang, udah lama aku bayangin bibir mbak yang seksi ini bisa kuciumi" kata darmin menekan pipi Cindy hingga mecucu.
Dirman melumat bibir Cindy dengan penuh nafsu.
"mbak bakal jadi lonte kita, kan keren bisa jadi lonte berjilbab pertama unuk BD..” lanjut Dirman sembari memilin puting Cindy yang kian lama kian menegang.
Deni yang juga sange tak tinggal diam, dia pelorotkan celana Cindy beserta dalemannya lalu merogoh liang vagina Cindy yang telah becek oleh lendir. Deni memainkan klitorisnya dan menggesek bibir vagina Cindy.
Rontaan Cindy berubah menggeliat kegeliaan, tanpa sadar Cindy melenguh manja.
“Auhhgg.. Ahh.. ahmphuuun.. Dirmaaaan.. uhhh mhhh.. hhenti..” suara Cindy tertahan oleh ciuman Dirman.
Sesaat kemudian Cindy mengalami orgasme pertamanya.
Walaupun orgasme ringan tetapi meruntuhkan pertahanannya, dia sudah terhanyut dalam permainan, bibirnya meladeni Dirman yang sedari tadi menciuminya. Pinggulnya yang selalu berusaha menghindar kali ini bergoyang menyambut permainan jari Deni.
"Buruan Man, udah becek tuh memeknya.." kata Raharjo memberikan komando kepada Dirman.
“ini mbak silahkan diminum..“
Salah seorang menyuguhi Cindy secangkir minuman yang langsung diminum Cindy yang memang sedang haus tanpa curiga.
Dirman memimpin jalannya rapat, dengan Cindy duduk disampingnya. Rapat awalnya berlangsung kondusif, seluruh peserta rapat bergantian menyampaikan ide dan gagasan serta pertanyaan jika ada yang tidak dimengerti.
1 jam telah berlalu..
Cindy dengan sabar dan ramah menjawab serta menanggapi apapun yang ditanyakan.
Tak terasa waktu telah menunjukan mendekati tengah malam..
Obat perangsang yang dimasukan kedalam minuman Cindy mulai bereaksi, temperature badan Cindy memanas tetapi bukan karena suhu ruangan melainkan birahi Cindy yang naik tanpa ia sadari.
Walaupun Cindy aktif di dunia seni, tetapi ia sama sekali bukan orang yang akrab dengan yang namanya seks/ngentot/ngewe, itulah alasan mengapa ia dipercaya Nabila menjadi salah seorang petinggi kabinetnya.
Semakin larut rapat menjadi semakin kacau, karena obrolan dalam rapat menjadi ngalor ngidul, Cindy yang sudah letih ditambah efek perangsang yang membuatnya tak focus berbisik pada Dirman untuk menyelesaikan rapat secepatnya.
Dirman yang menyadari keadaan Cindy telah lemah memberi kode kepada rekan-rekannya untuk memulai eksekusi terhadap Cindy Kartika Putri.
“Teman teman, berhubung waktu telah larut sekali, alangkah baiknya segera selesaikan rapat ini ya, kasian teman-teman khususnya wanita yang belum pulang jam segini”
Cindy berusaha menyudahi pertemuan ini dan bisa segera pulang, kondisi duduknya semakin gelisah Karena gairah “panas” yang Cindy rasakan.
“semua panitia cewek udah balik kok mbak, tinggal kita-kita aja, jadi santai aja mbak” salah seorang lelaki di ruangan itu menimpali.
“iya mba, udah disini aja lah sama kita-kita..” lelaki lainnya menimpali.
“apaa maksudmu?!, ini sudah malam, saatnya istirahat Dirman, rapat ini kita akhiri sekarang..” ucap Cindy.
“Hemmh.. ga bisa gitu mbak, ada satu yang belum dibahas nih, penampilan khusus dari sang Meteri Kesenian terseksi kita mbak..” balas Dirman seenaknnya.
“apa maksudmu? aku ga janjiin apapun untuk penampilan personal” Cindy makin keheranan.
“Ini perintah dari bos kami mba” kata Dirman.
Dia mendekati Cindy dan diikuti yang lainnya dengan mengambil tempat dibelakang tempat duduk Cindy.
“Nabila? Nabila nyuruh apa?” Cindy mulai merasa tidak nyaman.
Lalu Cindy merogoh tasnya mencoba mengambil ponsel miliknya yang ternyata telah diamankan Dirman.
“Yang dia maksud BOSS sebenarnya..! bukan Ketua BEM lonte jilbab itu!”
Sebuah suara mengagetkan Cindy yang ternyata adalah suara Raharjo, senior Black Dimension yang telah merancang jebakan ini.
“Dan penampilan khusus itu adalah elu nari telanjang di pensi besok!" lanjut Raharjo.
Cindy menatap kaget atas kedatangan Raharjo, sesaat kemudian ia berusaha melarikan diri tetapi dengan sigap dua anggota BD menarik lengannya dan memganginya.
Dengan kurang ajarnya keduanya meremasi kedua toket Cindy yang montok dengan putingnya telah tegang.
“Lepaskaaan keparat!”, Cindy mengumpat sambil berontak.
Namun apa daya, kekuatannya kalah telak dari kedua pria yang memeganginya.
“Dirmaaan.. tolong maaan!” Cindy berteriak putus asa.
Dirman berjalan pelan menghampiri Raharjo sambil memperhatikan Cindy yang tak berdaya. Langkah Dirman diikuti anggota BD lainnya yang telah menyusup dalam kepanitiaan Pentas Seni tersebut.
Sementara (Deni dan Wahyu) dua orang yang sedang memegangi dan melecehkan Cindy masih asyik menggerayangi tubuh Cindy.
“ka..kalian semua? Nghh henti.. aumhhh”
Kalimat Cindy terhenti oleh lumatan Wahyu pada bibir seksinya.
Sementara Deni, dengan kasar ia menyobek bagian depan baju Cindy. Lalu menarik Bra Cindy sampai putus dan lepas dari tubuh mulusnya, hingga terpampang payudara besar dan padat milik Cindy yang siap dinikmati.
Anto segera mengambil tripod dan mengatur mode rekaman adegan panas yang sedang terjadi.
Cindy yang makin kalap karena sadar dirinya yang bugil bagian atasnya sedang direkaman, apalagi jika mereka memperlakukan dirinya lebih dari ini dan sampai tersebar pastinya Viral.
Hal itu membuatnya tak sanggup membayangkan lagi nasip hidupnya kedepannya.
semua kegiatan selanjutnya diruangan in rekaman semakin meronta melawan semua hasrat yang sedang membakar dirinya.
“apa yang kalian lakukan! apa yang kalian inginkaan.. uhgg, Nabila engga bakal tinggal diam, kalian pasti hancur, Dea pasti ancurin kalian!” ucap Cindy
Ia semakin meronta melawan semua perlakuan mereka, apalagi hasrat yang semakin membakar dirinya, akibat obat dan ransangan yang dilakukan Deni dan Wahyu.
Raharjo berjalan bersama Dirman mendekati Cindy.
“hahaha.. 2 pelacur jilbab itu akan segera bernasib sama denganmu anak manis.." kata Raharjo sambil meremasi toket Cindy, lalu mengenyot putingnya.
"Kau harus membantu kami, jika tidak? Video ini akan menjadi Film paling laris di kampus ini." lanjut Raharjo.
“Si..silahkan kamu laksanakan semua napsumu.. tapii uhgg.." balas Cindy sambil berjuang melawan birahi akibat sentuhan ditubuhnya yang sensitif.
"ahgg mhhh iniiihh ahh pemerkosaanhh, akuhh gabakal takut!“ lanjutnya.
“hahaha.. sudahlah, liat siapa yang akan menang, Dirman!” kata Raharjo, lalu memberi kode pada Dirman dan melangkah mundur.
Dirman meloloskan semua pakaiannya sendiri hingga memamerkan badan kekar serta kontolnya yang cukup besar sekitar 16 cm dengan lebar 3 cm dan langsung mendekati Cindy.
Cindy mau tidak mau makin terpantik birahinya menyaksikan ketelanjangan Dirman.
Tanpa dikomando, Deni dan Wahyu segera mengikat tangan Cindy ke sebuah tiang dalam ruangan tersebut.
Dirman langsung menyantap mangsanya mulai dari menciumi dengan penuh birahi bibir ranum Cindy yang menggoda iman lelaki, tangannya menjamah kemulusan kulit Cindy dan memainkan kedua toket Cindy yang padat menantang.
Sekuat tenaga Cindy mengatupkan bibirnya.
“Nikmatin saja mbak Cindy sayang, udah lama aku bayangin bibir mbak yang seksi ini bisa kuciumi" kata darmin menekan pipi Cindy hingga mecucu.
Dirman melumat bibir Cindy dengan penuh nafsu.
"mbak bakal jadi lonte kita, kan keren bisa jadi lonte berjilbab pertama unuk BD..” lanjut Dirman sembari memilin puting Cindy yang kian lama kian menegang.
Deni yang juga sange tak tinggal diam, dia pelorotkan celana Cindy beserta dalemannya lalu merogoh liang vagina Cindy yang telah becek oleh lendir. Deni memainkan klitorisnya dan menggesek bibir vagina Cindy.
Rontaan Cindy berubah menggeliat kegeliaan, tanpa sadar Cindy melenguh manja.
“Auhhgg.. Ahh.. ahmphuuun.. Dirmaaaan.. uhhh mhhh.. hhenti..” suara Cindy tertahan oleh ciuman Dirman.
Sesaat kemudian Cindy mengalami orgasme pertamanya.
Walaupun orgasme ringan tetapi meruntuhkan pertahanannya, dia sudah terhanyut dalam permainan, bibirnya meladeni Dirman yang sedari tadi menciuminya. Pinggulnya yang selalu berusaha menghindar kali ini bergoyang menyambut permainan jari Deni.
"Buruan Man, udah becek tuh memeknya.." kata Raharjo memberikan komando kepada Dirman.
Dirman yang mengerti segera melepaskan cumbuannya dengan Cindy, ketika bibir mereka berjauhan meninggalkan bekas ludah yang saling berkaitan.
Sebelum menjalankan aksinya, Dirman menyempatkan untuk mengenyot toket Cindy, lalu turun hingga sampai di liang vagina Cindy, dihisapannya klitoris Cindy disertai gigitan kecil, dan gesekan gesekan yang terus menerus pada area vaginanya menghancurkan pertahanan Cindy.
Deni dan Wahyu melepas ikatan Cindy lalu mengarahkan kedua tangannya ke kontol mereka masing masing.
Cindy yang mulai kehilangan akal sehat, dengan tangannya yang masih suci mulai mengocok kedua kontol tersebut secara perlahan.
Mulut Cindy terus mendesah mengekspresikan kenikmatan terhebat yang pernah ia rasakan. Mendandakan dia sudah benar-benar kehilangan benteng keimanannya.
Beberapa saat berlalu Cindy mendorong memeknya pada mulut Dirman dan kakinya mengapit kepala Dirman agar lidah Dirman lebih dalam menjilati memeknya.
Lima menit berlalu Cindy kembali akan mendapatkan orgasme.
Setelah itu Dirman memposisikan diri diantara kedua paha Cindy lalu menggesekkan ujung kontolnya di belahan memek berlendir Cindy yang sudah ia singkap dengan dua jari kasarnya.
“Pelan-pelan man..” pinta Cindy yang sudah pasrah jika diambil keperawanannya.
Tapi Dirman malah menghentikan gesekan kontolnya.
"Bilang yang bener dong.." kata Dirman
"Bilang gimana? aku ga tau.."
"Aku lonte syariah dan budak sex berhijab BD yang setia.. Perawanin aku dong.. gitu bilangnya.."
Anggota BD lainnya terus merangsang Cindy dari mulai menjilati telinganya hingga menempelkan vibrator di kedua puting Cindy yang telah mancung berdiri.
Cindy diambang dua pilihan yang sulit, jati dirinya jelas tidak sudi untuk menyerhkan dirinya menjadi budak bagi black dimension, tetapi ancaman video memalukan dirinya juga dipertaruhkan, apalagi gejolak napsu birahi yang kian menggebu ingin dipuaskan lagi.
“Ayo mba.. Jangan malu-malu..“. kata Dirman, sembari membelai klitoris Cindy.
“A.. aaku.. lo.. lonte syariah.. dan.. bu.. budak sex berhijab BD yang setia.. Pe.. perawanin aku dong..” ucap Cindy terbata-bata.
"bagus.. Akhwat yang solihah..” kata Dirman sambil mengelus memek Cindy.
"Aahh.." suara Cindy.
"Ayo berbaring.." seru Dirman.
Setelah Cindy berbaring, Darmin menyibak bibir memek Cindy dengan 2 jarinya, lalu ia mendorong batang kontolnya pada lobang perawan itu dengan sekuat tenaga.
"Auugghh..!" pekik Cindy merasakan sakit dan perih yang luar biasa pada selangkangannya saat separuh kontol dirman mengisi rongga kewanitaannya.
"Aaarhh.. Sempit sekali memekmu.." kata dirman yang hampir bersamaan dengan Cindy.
Kembali Dirman menyentakkan kontolnya dengan sekuat tenaga hingga merobek selaput darah perawan Cindy, dan terus melaju sampai mentok didasar liang vagina Cindy.
"AAARRHHGG!!!" teriakan nyaring Cindy menggema diruanagan itu. Air mata tangisnya pecah.
Rasa sakit dan perihnya yang lebih luar biasa lagi dari yang barusan ia rasakan. Tubuhnya seakan tercabik-cabik oleh pisau panas berkarat yang begitu menyiksa.
Dirman tersenyum bangga, sambil mengacungkan jempolnya pada para anggota BD yang ada disitu. Yang disambut dengan tepuk tangan oleh para anggota BD.
Lalu dengan kasar Darmin menggenjot Cindy yang kesakitan, dengan tanpa iba pula Dirman menampar-nampar toket Cindy hingga memerah, lalu meremasnya kuat-kuat.
Cindy diperlakukan kasar seperti itu kian tersiksa.
"Sakitt.. Tolong.. Aduuhh.."
"Ssshh.. Perih.. Ampunn.."
Cindy memohon dengan airmata yang semakin deras membasahi pipinya sambil mencoba menahan gerakan pinggul Dirman dan berusaha menyingkirkan tangan Dirman yang ada di toketnya.
Tapi siapa yang perduli, semua yang ada disana adalah Anggota BD.
Semakin Cindy meronta, semakin kuat pula genjotan Dirman pada memeknya dan remasan tangan Dirman pada toketnya, itu membuatnya semakin tersiksa pula.
Sementara bagi Dirman, ia semakin merasakan nikmat akibat denyutan laing memek cindy yang secara tidak lansung memeberi pijatan pada kontolnya. Semakin kasar perlakuannya, semakin nikmat pula yang ia rasakan.
Cindy yang tahu, tak ada gunanya meronta yang malah membuat Dirman semakin kasar pada tubuhnya, ia pun hanya bisa merelakannya dan hanya mampu menahan rasa sakit itu. Cindy berharap, penyiksaan ini segera usai dan ia terbebas dari ruangan ini.
Tak lama kemudian, Dirman yang merasa puas menyiksa Cindy, mengganti permainan kasarnya jadi permainan lembut. Ia sentuh, raba, elus-elus, remas-remas, jilat-jilat dan menciumi dengan lembut daerah sensitiv tuubuh Cindy.
Ia cabut kontolnya, lalu ia masukkan separoh, ia maju mundurkan sedikit dengan tempo sedang. Sesaat kemudian dia dorong lagi hingga mentok, maju-mundur sedikit dengan tempo yang sama.
Permainan dirman yang seperti itu mulai mendatangkan lagi gairah sange Cindy yang sempat hilang.
Cindy merasa lega sekaligus merasakan nikmat walau masih ada rasa sakit.
Beberapa menit kemudian tanpa sadar Cindy mendesah-desah karena kini kenikmatan yang ia rasakan seutuhnya nikmat. Rasa sakitnya seolah hilang.
"Aahh.. Aaahh.."
Dirman semakin bernafsu mendengar desahan merdu dari Akhwat alim itu. Diapun memainkan tubuh indah itu dengan lembut penuh kenikmatan.
Tak lama kemudian tubuh Cindy mengejang sambil memegangi kedua lengan Dirman diikuti desahan keras mendadakan ia orgasme.
"AAAARRHH..!" erang Cindy keras.
- Enaknya.. Orgasme dari peraduan 2 alat kelamin, terasa lebih nikmat dari yang tadi.. Ternyata ngesek seenak ini.. Ohh Kontol.. - batin Cindy
Dirman mencabut kontolnya sambil menatap ekspresi wajah Cindy yang telah usai mengalami orgasme, dimata Dirman, wajah Cindy tampak lebih cantik dari biasanya.
"Enak gak sayang..?" bisik Dirman lalu melumat bibir Cindy.
Cindy tak menjawab, tubuhnya lemas, pikirannya melayang tak karuan memikirkan masa depan dirinya yang sudah tak perawan lagi.
"Kasih ramuannya lagi.." seru Raharjo memeri kode.
Salah satu anggota BD lansung mendekati Cindy dan menyuntikkan cairan ramuan yang dimaksud Raharjo.
Ramuan itu terdiri dari 'obat perangsang bercampur obat terlarang dan beberapa obat lainnya' yang mampu meningkatkan hormon birahi seksual pemakainya.
Dalam waktu kurang dari 3 menit gairah Cindy menggebu-gebu, fikirannya terbang, kepala sedikit pusing, toket padatnya serasa semakin memadat dengan puting yang mengeras menantang untuk segera didaki, selangkangannya terasa gatal, tubuhnya ingin segera dinikmati. Cindy sange berat.
- Ahh.. perasaan ini.. Apa yang harus kulakukan.. Ahh.. Aku tak sanggup lagi.. - pikiran cindy cemas dan sange yang tak tertahan lagi.
"Man tolong man.." kata Cindy sambil meremasi toketnya dan merabai memeknya yang berlendir.
Pemandangan itu tampak kontras dengan keseharian Cindy yang anggun semampai, Alim dan Berkarisma sempurna dibalik pakaian modis islaminya.
Dirman yang sebenarnya sange berat itu hanya tertawa sambil memandangi tingkah Cindy.
9 anggota BD yang juga sebenarnya sange menyaksikan Cindy ikut tertawa. Sebagian ada yang sudah mulai onani dengan media BH dan celana dalam Cindy. Sebagian mengabadikan tubuh sensual Cindy dengan HPnya masing-masing.
"Ayo man.. Kayak tadi lagi.." pinta Cindy lagi, mengharapkan kontol Dirman bermain di liang memeknya seperti tadi.
"Ngewe..??" tanya Dirman.
Sebelum menjalankan aksinya, Dirman menyempatkan untuk mengenyot toket Cindy, lalu turun hingga sampai di liang vagina Cindy, dihisapannya klitoris Cindy disertai gigitan kecil, dan gesekan gesekan yang terus menerus pada area vaginanya menghancurkan pertahanan Cindy.
Deni dan Wahyu melepas ikatan Cindy lalu mengarahkan kedua tangannya ke kontol mereka masing masing.
Cindy yang mulai kehilangan akal sehat, dengan tangannya yang masih suci mulai mengocok kedua kontol tersebut secara perlahan.
Mulut Cindy terus mendesah mengekspresikan kenikmatan terhebat yang pernah ia rasakan. Mendandakan dia sudah benar-benar kehilangan benteng keimanannya.
Beberapa saat berlalu Cindy mendorong memeknya pada mulut Dirman dan kakinya mengapit kepala Dirman agar lidah Dirman lebih dalam menjilati memeknya.
Lima menit berlalu Cindy kembali akan mendapatkan orgasme.
Setelah itu Dirman memposisikan diri diantara kedua paha Cindy lalu menggesekkan ujung kontolnya di belahan memek berlendir Cindy yang sudah ia singkap dengan dua jari kasarnya.
“Pelan-pelan man..” pinta Cindy yang sudah pasrah jika diambil keperawanannya.
Tapi Dirman malah menghentikan gesekan kontolnya.
"Bilang yang bener dong.." kata Dirman
"Bilang gimana? aku ga tau.."
"Aku lonte syariah dan budak sex berhijab BD yang setia.. Perawanin aku dong.. gitu bilangnya.."
Anggota BD lainnya terus merangsang Cindy dari mulai menjilati telinganya hingga menempelkan vibrator di kedua puting Cindy yang telah mancung berdiri.
Cindy diambang dua pilihan yang sulit, jati dirinya jelas tidak sudi untuk menyerhkan dirinya menjadi budak bagi black dimension, tetapi ancaman video memalukan dirinya juga dipertaruhkan, apalagi gejolak napsu birahi yang kian menggebu ingin dipuaskan lagi.
“Ayo mba.. Jangan malu-malu..“. kata Dirman, sembari membelai klitoris Cindy.
“A.. aaku.. lo.. lonte syariah.. dan.. bu.. budak sex berhijab BD yang setia.. Pe.. perawanin aku dong..” ucap Cindy terbata-bata.
"bagus.. Akhwat yang solihah..” kata Dirman sambil mengelus memek Cindy.
"Aahh.." suara Cindy.
"Ayo berbaring.." seru Dirman.
Setelah Cindy berbaring, Darmin menyibak bibir memek Cindy dengan 2 jarinya, lalu ia mendorong batang kontolnya pada lobang perawan itu dengan sekuat tenaga.
"Auugghh..!" pekik Cindy merasakan sakit dan perih yang luar biasa pada selangkangannya saat separuh kontol dirman mengisi rongga kewanitaannya.
"Aaarhh.. Sempit sekali memekmu.." kata dirman yang hampir bersamaan dengan Cindy.
Kembali Dirman menyentakkan kontolnya dengan sekuat tenaga hingga merobek selaput darah perawan Cindy, dan terus melaju sampai mentok didasar liang vagina Cindy.
"AAARRHHGG!!!" teriakan nyaring Cindy menggema diruanagan itu. Air mata tangisnya pecah.
Rasa sakit dan perihnya yang lebih luar biasa lagi dari yang barusan ia rasakan. Tubuhnya seakan tercabik-cabik oleh pisau panas berkarat yang begitu menyiksa.
Dirman tersenyum bangga, sambil mengacungkan jempolnya pada para anggota BD yang ada disitu. Yang disambut dengan tepuk tangan oleh para anggota BD.
Lalu dengan kasar Darmin menggenjot Cindy yang kesakitan, dengan tanpa iba pula Dirman menampar-nampar toket Cindy hingga memerah, lalu meremasnya kuat-kuat.
Cindy diperlakukan kasar seperti itu kian tersiksa.
"Sakitt.. Tolong.. Aduuhh.."
"Ssshh.. Perih.. Ampunn.."
Cindy memohon dengan airmata yang semakin deras membasahi pipinya sambil mencoba menahan gerakan pinggul Dirman dan berusaha menyingkirkan tangan Dirman yang ada di toketnya.
Tapi siapa yang perduli, semua yang ada disana adalah Anggota BD.
Semakin Cindy meronta, semakin kuat pula genjotan Dirman pada memeknya dan remasan tangan Dirman pada toketnya, itu membuatnya semakin tersiksa pula.
Sementara bagi Dirman, ia semakin merasakan nikmat akibat denyutan laing memek cindy yang secara tidak lansung memeberi pijatan pada kontolnya. Semakin kasar perlakuannya, semakin nikmat pula yang ia rasakan.
Cindy yang tahu, tak ada gunanya meronta yang malah membuat Dirman semakin kasar pada tubuhnya, ia pun hanya bisa merelakannya dan hanya mampu menahan rasa sakit itu. Cindy berharap, penyiksaan ini segera usai dan ia terbebas dari ruangan ini.
Tak lama kemudian, Dirman yang merasa puas menyiksa Cindy, mengganti permainan kasarnya jadi permainan lembut. Ia sentuh, raba, elus-elus, remas-remas, jilat-jilat dan menciumi dengan lembut daerah sensitiv tuubuh Cindy.
Ia cabut kontolnya, lalu ia masukkan separoh, ia maju mundurkan sedikit dengan tempo sedang. Sesaat kemudian dia dorong lagi hingga mentok, maju-mundur sedikit dengan tempo yang sama.
Permainan dirman yang seperti itu mulai mendatangkan lagi gairah sange Cindy yang sempat hilang.
Cindy merasa lega sekaligus merasakan nikmat walau masih ada rasa sakit.
Beberapa menit kemudian tanpa sadar Cindy mendesah-desah karena kini kenikmatan yang ia rasakan seutuhnya nikmat. Rasa sakitnya seolah hilang.
"Aahh.. Aaahh.."
Dirman semakin bernafsu mendengar desahan merdu dari Akhwat alim itu. Diapun memainkan tubuh indah itu dengan lembut penuh kenikmatan.
Tak lama kemudian tubuh Cindy mengejang sambil memegangi kedua lengan Dirman diikuti desahan keras mendadakan ia orgasme.
"AAAARRHH..!" erang Cindy keras.
- Enaknya.. Orgasme dari peraduan 2 alat kelamin, terasa lebih nikmat dari yang tadi.. Ternyata ngesek seenak ini.. Ohh Kontol.. - batin Cindy
Dirman mencabut kontolnya sambil menatap ekspresi wajah Cindy yang telah usai mengalami orgasme, dimata Dirman, wajah Cindy tampak lebih cantik dari biasanya.
"Enak gak sayang..?" bisik Dirman lalu melumat bibir Cindy.
Cindy tak menjawab, tubuhnya lemas, pikirannya melayang tak karuan memikirkan masa depan dirinya yang sudah tak perawan lagi.
"Kasih ramuannya lagi.." seru Raharjo memeri kode.
Salah satu anggota BD lansung mendekati Cindy dan menyuntikkan cairan ramuan yang dimaksud Raharjo.
Ramuan itu terdiri dari 'obat perangsang bercampur obat terlarang dan beberapa obat lainnya' yang mampu meningkatkan hormon birahi seksual pemakainya.
Dalam waktu kurang dari 3 menit gairah Cindy menggebu-gebu, fikirannya terbang, kepala sedikit pusing, toket padatnya serasa semakin memadat dengan puting yang mengeras menantang untuk segera didaki, selangkangannya terasa gatal, tubuhnya ingin segera dinikmati. Cindy sange berat.
- Ahh.. perasaan ini.. Apa yang harus kulakukan.. Ahh.. Aku tak sanggup lagi.. - pikiran cindy cemas dan sange yang tak tertahan lagi.
"Man tolong man.." kata Cindy sambil meremasi toketnya dan merabai memeknya yang berlendir.
Pemandangan itu tampak kontras dengan keseharian Cindy yang anggun semampai, Alim dan Berkarisma sempurna dibalik pakaian modis islaminya.
Dirman yang sebenarnya sange berat itu hanya tertawa sambil memandangi tingkah Cindy.
9 anggota BD yang juga sebenarnya sange menyaksikan Cindy ikut tertawa. Sebagian ada yang sudah mulai onani dengan media BH dan celana dalam Cindy. Sebagian mengabadikan tubuh sensual Cindy dengan HPnya masing-masing.
"Ayo man.. Kayak tadi lagi.." pinta Cindy lagi, mengharapkan kontol Dirman bermain di liang memeknya seperti tadi.
"Ngewe..??" tanya Dirman.
"Iya.. Yang tadi.." balas Cindy.
"Baca ini dulu sambil hadap kamera.. Baru aku kasih yang kayak tadi.." kata Dirman sambil melempar selembar tulisan.
Walau naruninya sempat menolak tapi setan syahwat birahinya lebih berkuasa, kepalanya hanya terisi kenikmatan bersetubuh. Ia pun membaca tulisan itu.
-- ISI TULISAN --
“Saya, Cindy Kartika Putri anggota Kabinet Srikandi dengan ini menyerahkan tubuh saya sebagai budak seks dari BD, saya rela dan akan melayani dengan sepenuh hati apapun perintah BD, pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dan intimidasi, demi mendapatkan kepuasan ngewe dari KONTOL-KONTOL anggota BD.
AKU LONTE SYARIAH..! ENTOT AKU SAMPAI PAGI..! SAMPAI PUAS..!"
---
Cindy membaca didepan kamera dengan suara keras.
Hati kecil Cindy menangis setelah membaca teks tersebut, tetapi kenikmatan bersetubuh yang ia rasakan tadi dapatkan membutakan segalanya.
Malam kelam itu Cindy yang biasanya tertutup dibalik pakaian modis islaminya, sekarang bugil dan menyisakan jilbabnya saja dikepalanya sedang mengangkangkan paha indahnya agar tubuhnya serta memeknya dapat dinikmati, dilecehkan dan dipuaskan oleh kejantanan dari para angota BD.
Dan yang makin miris adalah dia sendiri yang rela menjadi budak.
Kakinya memeluk Dirman yang telah berada diposisi siap menyetubuhinya sementara tangannya yang telah bebas dari ikatan segera memeluk leher Dirman dan mencoba mencium bibirnya. Menggesekan badannya dengan badan Dirman karena gatal yang melanda, gatal ingin dikontoli.
Pertanda Cindy sudah 100% menjadi seorang budak betina yang haus kepuasan dari kontol tuannya.
“Masukin mannnhh.. jangan cuman digesek terus.. mhh..” rengek Cindy manja.
Dirman yang sebenarnya sange berat ditambah tadi belum crot, tanpa basa-basi lagi, ia lansung mendorong masuk kontolnya dan menggenjot memek Cindy dengan tempo sedang.
Dirman ingin menikmati setiap jengkal tubuh mulus primadona model kecantikan dikampusnya itu sebelum nantinya bakal dinikmati anggota BD yang lainnya.
Cindy yang telah kehilangan akal sehatnya juga ikut menaik turunkan selangkangannya menyambut sodokan kontol Dirman pada memeknya, sungguh gerakan erotis nan binal.
Persetubuhan mereka yang tampak mersa, bergairah dan erotis itu menjadi tontonan live bagi anggota BD yang ada disitu.
Ada yang tak tahan dan ingin beergabung, tapi dicegah Raharjo selaku petinggi BD. Karena ini hadiah untuk Darmin yang bisa menjalankan misi ini dengan lancar.
Desahan demi desahan dari kedua mulut mereka saling bersahutan seirama dengan peraduang kelamin mereka.
Entah sudah berapa lama persetubuhan itu, yang jelas Cindy sudah mendapat orgasme 2 kali lagi, sampai ahirnya keduanya orgasme secara bersamaan. Darmin ngecrot didasar memek Cindy.
Menyaksikan persetubuhan Cindy dan Dirman membuat anggota BD pada coli, dan ada yang sudah ngecrot.
Yang sudah crot, spermanya ditampung di sebuah gelas besar.
Setelah darmin mencabut kontolnya dan menjauhi tubuh telentang Cindy, Raharjo berjalan mendekati Cindy.
Tanpa permisi, ia paksa mulut kecil Cindy terbuka dan lansung memasukkan kontolnya. Dengan memegangi kepala Cindy, ia memaju mundurkan batang kontolnya disana.
Cindy gelagapan dan meronta-ronta.
Perlawanan Cindy itu membuat kontol Raharjo sering terkena gigi Cindy.
Raharjo jadi geram, ia cabut kontolnya, "Lonte sialan..!!" lalu menampar Cindy beberapa kali dengan cukup keras.
PLAK! PLAK! PLAK!
Mata Cindy berkunang-kunang merasakan sakit atas perlakuan Raharjo.
"Pegangin nih lonte.." perintah Raharjo pada anggota BD.
3 anggota BD lansung mengerumuni Cindy yang tergeletak, lalu mendudukkan Cindy, setelahnya mereka memegangi tangan, kaki dan kepala Cindy dengan kuat.
Kembali Raharjo menggenjot mulut Cindy yang kali ini lebuh kasar dan brutal. Sesekali mendong sampai menyumbat tenggorokan Cindy dan mendiamkan disana beberapa saat sebelum memanju-mundurkan lagi kontolnya pada mulut Cindy.
Akibat sodokan Raharjo yang seperti itu, membuat Cindy terasak dicekek, nafasnya kian lama kian menghilang sebab kontol itu menyumbat saluran pernafasannya. Matanya sampai melotot dengan pandangan kosong.
Cindy yang tak bisa apa-apa hanya bisa berharap semaua ini cepat berahir.
Raharjo juga tidaklah goblok, sesekali ia cabut kontolnya agar Cindy bisa bernafas kembali.
"Hah.. Hah.. Hah.. Ampunn.. Amm.." suara Cindy yang memohon itu lansung terputus akibat kontol Raharjo yang kembali menyumpal mulunya.
"Nurut saja jika tak ingin mati konyol.." ancam Raharjo sambil terus menggerakkan kontolnya dengan kasar.
Cindy pun pasrah mencoba menikmati aktifitas yang baru baginya itu.
3 anggota BD memegangi Cindy juga sambil menggerayangi tubuh mulus Cindy, merams toket sekalnya, serta mengobel memek Cindy. Perlakuan mereka menimbulkan birahi Cindy yang sempat hilang akibat perlakuan Raharjo, kini kembali.
Sodokan kontol Raharjo kasar pada mulutnya dan sentuhan-sentuhan nikmat yang dilakukan 3 anggota BD pada titik sensitive-nya menimbulkan sensasi kenikmatan yang baru bagi Cindy.
Glohhk! Glohhk! Glohhk! Desahannya yang gak jelas itu keluar dari selah-selah di antara bibirnya dan batang kontol Raharjo
- Ternyata Enak juga ngemut kontol sambil diginiin.. Ahh.. - batin Cindy.
Cukup lama Raharjo ngentot mulut Cindy. Saat tubuh Cindy mulai menegang menyambut orgasme akibat ulah 3 anggota BD, kesdarannya juga semakin menghilang akibat sesak Nafas, saat itu juga Raharjo orgasme.
Raharjo menahan kontolnya yang terbenam seluruhnya samapi benar-benar mentok dan menyumpat kerongkongan Cindy itu bebarengan dengan tubuh Cindy yang kejang-kejang.
Kontol Raharjo menyemprotkan peju kentalnya yang lansung tertampung dilambung mangsanya, memek Cindy menyemburkan cairan cintanya membasahi lantai.
Sesaat sebelum kontol Raharjo dicabut dari mulutnya, Cindy pingsan.
Sebelum menjauhi Cindy, Raharjo sempat meludahi mulut Cindy yang menganga.
"Uhh.. Mantap sekali nih LONTE SYARIAH kita.." ucap Raharjo sambil berjalan dan merapikan kontolnya kedalam sempak.
"Besok-besok jangan banyak drama.." kata Raharjo pada Dirman.
"Baik boss.." balas Dirman
"Siram tuh lonte biar bangun.. kalian mau ngentot juga kan.." seru Raharjo pada anggota BD lainnya.
Salah satu anggota BD bergegas mengambil air dan lansung menyiramkannya pada muka Cindy.
Dengan perlahan kesadaran Cindy mulai kembali dan ia terbangun dari pingsannya.
Tapi tak sampai ia sadar sempurna, tubuhnya sudah dikerumuni pria-pria BD, ada yang meremas toketnya, mengenyot toketnya, mencium bibirnya, menjlati perut seksinya, bahkan ada yang menjilati ketiaknya dan ada pula yang sudah menggenjot memeknya.
Antara sadar dan tak sadar Cindy merasakan sensasi kenikmatan yang baru lagi dalam hidupnya dalam permainan ini, geli dan nikmat jadi satu.
Suara Cindy mendesah-desah keluar diatara lumatan Deni pada bibirnya.
"Jangan rebutan.. Hahaha.." seru Raharjo.
"Aku tahu kamu menaruh hati pada dia, tapi kamu juga harus ingat, kamu ini BD.. Paham..!" bisik Raharjo pada Dirman.
"Maaf boss.."
"Wahyu.. kasih dia ramuan stamina dikit biar gak kayak lagi ngentot boneka.. Hahaha.." seru Raharjo pada Wahyu yang sedang mompa kontolnya pada meme Cindy.
"Yang gini enak boss.. Gak berontak.. Hahaha.." balas Wahyu.
"Yaudah.. Hajar terus.." kata Raharjo.
"Kalian semua, wajib crot didalam ya.. terus kalau kalian udah puas makek tu perek, peju yang di gelas itu suruh dia minum.." lanjut Raharjo, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Hingga akhirnya adzan subuh mengakhiri pesta penaklukan Cindy sebagai BUDAK.
Adegan super panas, Cindy yang digilir para anggota BD dengan berbagai gaya ngesex tersebut berakhir dengan ambruknya Cindy ke lantai tanpa bisa lagi berdiri saking lelahnya.
Kerudungnya telah acak acakan, memeknya memerah akibat tumbukan kontol-kontol yang ada diruangan itu, belahan bibir memeknya tak serapat sebelumnya, bahkan sedikit menganga dengan lelehan sepermya yang merembes keluar saking banyaknya hinga tak tertampung dirahimnya.
“belum saatnya istirahat, bersihin dulu seluruh kontol di ruangan ini yang udah blepotan lendir kamu" kata Dirman menjambak rambut Cindy dibalik kerudungnya dan mengarahkan ke kontolnya yang blepotan.
"Baca ini dulu sambil hadap kamera.. Baru aku kasih yang kayak tadi.." kata Dirman sambil melempar selembar tulisan.
Walau naruninya sempat menolak tapi setan syahwat birahinya lebih berkuasa, kepalanya hanya terisi kenikmatan bersetubuh. Ia pun membaca tulisan itu.
-- ISI TULISAN --
“Saya, Cindy Kartika Putri anggota Kabinet Srikandi dengan ini menyerahkan tubuh saya sebagai budak seks dari BD, saya rela dan akan melayani dengan sepenuh hati apapun perintah BD, pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dan intimidasi, demi mendapatkan kepuasan ngewe dari KONTOL-KONTOL anggota BD.
AKU LONTE SYARIAH..! ENTOT AKU SAMPAI PAGI..! SAMPAI PUAS..!"
---
Cindy membaca didepan kamera dengan suara keras.
Hati kecil Cindy menangis setelah membaca teks tersebut, tetapi kenikmatan bersetubuh yang ia rasakan tadi dapatkan membutakan segalanya.
Malam kelam itu Cindy yang biasanya tertutup dibalik pakaian modis islaminya, sekarang bugil dan menyisakan jilbabnya saja dikepalanya sedang mengangkangkan paha indahnya agar tubuhnya serta memeknya dapat dinikmati, dilecehkan dan dipuaskan oleh kejantanan dari para angota BD.
Dan yang makin miris adalah dia sendiri yang rela menjadi budak.
Kakinya memeluk Dirman yang telah berada diposisi siap menyetubuhinya sementara tangannya yang telah bebas dari ikatan segera memeluk leher Dirman dan mencoba mencium bibirnya. Menggesekan badannya dengan badan Dirman karena gatal yang melanda, gatal ingin dikontoli.
Pertanda Cindy sudah 100% menjadi seorang budak betina yang haus kepuasan dari kontol tuannya.
“Masukin mannnhh.. jangan cuman digesek terus.. mhh..” rengek Cindy manja.
Dirman yang sebenarnya sange berat ditambah tadi belum crot, tanpa basa-basi lagi, ia lansung mendorong masuk kontolnya dan menggenjot memek Cindy dengan tempo sedang.
Dirman ingin menikmati setiap jengkal tubuh mulus primadona model kecantikan dikampusnya itu sebelum nantinya bakal dinikmati anggota BD yang lainnya.
Cindy yang telah kehilangan akal sehatnya juga ikut menaik turunkan selangkangannya menyambut sodokan kontol Dirman pada memeknya, sungguh gerakan erotis nan binal.
Persetubuhan mereka yang tampak mersa, bergairah dan erotis itu menjadi tontonan live bagi anggota BD yang ada disitu.
Ada yang tak tahan dan ingin beergabung, tapi dicegah Raharjo selaku petinggi BD. Karena ini hadiah untuk Darmin yang bisa menjalankan misi ini dengan lancar.
Desahan demi desahan dari kedua mulut mereka saling bersahutan seirama dengan peraduang kelamin mereka.
Entah sudah berapa lama persetubuhan itu, yang jelas Cindy sudah mendapat orgasme 2 kali lagi, sampai ahirnya keduanya orgasme secara bersamaan. Darmin ngecrot didasar memek Cindy.
Menyaksikan persetubuhan Cindy dan Dirman membuat anggota BD pada coli, dan ada yang sudah ngecrot.
Yang sudah crot, spermanya ditampung di sebuah gelas besar.
Setelah darmin mencabut kontolnya dan menjauhi tubuh telentang Cindy, Raharjo berjalan mendekati Cindy.
Tanpa permisi, ia paksa mulut kecil Cindy terbuka dan lansung memasukkan kontolnya. Dengan memegangi kepala Cindy, ia memaju mundurkan batang kontolnya disana.
Cindy gelagapan dan meronta-ronta.
Perlawanan Cindy itu membuat kontol Raharjo sering terkena gigi Cindy.
Raharjo jadi geram, ia cabut kontolnya, "Lonte sialan..!!" lalu menampar Cindy beberapa kali dengan cukup keras.
PLAK! PLAK! PLAK!
Mata Cindy berkunang-kunang merasakan sakit atas perlakuan Raharjo.
"Pegangin nih lonte.." perintah Raharjo pada anggota BD.
3 anggota BD lansung mengerumuni Cindy yang tergeletak, lalu mendudukkan Cindy, setelahnya mereka memegangi tangan, kaki dan kepala Cindy dengan kuat.
Kembali Raharjo menggenjot mulut Cindy yang kali ini lebuh kasar dan brutal. Sesekali mendong sampai menyumbat tenggorokan Cindy dan mendiamkan disana beberapa saat sebelum memanju-mundurkan lagi kontolnya pada mulut Cindy.
Akibat sodokan Raharjo yang seperti itu, membuat Cindy terasak dicekek, nafasnya kian lama kian menghilang sebab kontol itu menyumbat saluran pernafasannya. Matanya sampai melotot dengan pandangan kosong.
Cindy yang tak bisa apa-apa hanya bisa berharap semaua ini cepat berahir.
Raharjo juga tidaklah goblok, sesekali ia cabut kontolnya agar Cindy bisa bernafas kembali.
"Hah.. Hah.. Hah.. Ampunn.. Amm.." suara Cindy yang memohon itu lansung terputus akibat kontol Raharjo yang kembali menyumpal mulunya.
"Nurut saja jika tak ingin mati konyol.." ancam Raharjo sambil terus menggerakkan kontolnya dengan kasar.
Cindy pun pasrah mencoba menikmati aktifitas yang baru baginya itu.
3 anggota BD memegangi Cindy juga sambil menggerayangi tubuh mulus Cindy, merams toket sekalnya, serta mengobel memek Cindy. Perlakuan mereka menimbulkan birahi Cindy yang sempat hilang akibat perlakuan Raharjo, kini kembali.
Sodokan kontol Raharjo kasar pada mulutnya dan sentuhan-sentuhan nikmat yang dilakukan 3 anggota BD pada titik sensitive-nya menimbulkan sensasi kenikmatan yang baru bagi Cindy.
Glohhk! Glohhk! Glohhk! Desahannya yang gak jelas itu keluar dari selah-selah di antara bibirnya dan batang kontol Raharjo
- Ternyata Enak juga ngemut kontol sambil diginiin.. Ahh.. - batin Cindy.
Cukup lama Raharjo ngentot mulut Cindy. Saat tubuh Cindy mulai menegang menyambut orgasme akibat ulah 3 anggota BD, kesdarannya juga semakin menghilang akibat sesak Nafas, saat itu juga Raharjo orgasme.
Raharjo menahan kontolnya yang terbenam seluruhnya samapi benar-benar mentok dan menyumpat kerongkongan Cindy itu bebarengan dengan tubuh Cindy yang kejang-kejang.
Kontol Raharjo menyemprotkan peju kentalnya yang lansung tertampung dilambung mangsanya, memek Cindy menyemburkan cairan cintanya membasahi lantai.
Sesaat sebelum kontol Raharjo dicabut dari mulutnya, Cindy pingsan.
Sebelum menjauhi Cindy, Raharjo sempat meludahi mulut Cindy yang menganga.
"Uhh.. Mantap sekali nih LONTE SYARIAH kita.." ucap Raharjo sambil berjalan dan merapikan kontolnya kedalam sempak.
"Besok-besok jangan banyak drama.." kata Raharjo pada Dirman.
"Baik boss.." balas Dirman
"Siram tuh lonte biar bangun.. kalian mau ngentot juga kan.." seru Raharjo pada anggota BD lainnya.
Salah satu anggota BD bergegas mengambil air dan lansung menyiramkannya pada muka Cindy.
Dengan perlahan kesadaran Cindy mulai kembali dan ia terbangun dari pingsannya.
Tapi tak sampai ia sadar sempurna, tubuhnya sudah dikerumuni pria-pria BD, ada yang meremas toketnya, mengenyot toketnya, mencium bibirnya, menjlati perut seksinya, bahkan ada yang menjilati ketiaknya dan ada pula yang sudah menggenjot memeknya.
Antara sadar dan tak sadar Cindy merasakan sensasi kenikmatan yang baru lagi dalam hidupnya dalam permainan ini, geli dan nikmat jadi satu.
Suara Cindy mendesah-desah keluar diatara lumatan Deni pada bibirnya.
"Jangan rebutan.. Hahaha.." seru Raharjo.
"Aku tahu kamu menaruh hati pada dia, tapi kamu juga harus ingat, kamu ini BD.. Paham..!" bisik Raharjo pada Dirman.
"Maaf boss.."
"Wahyu.. kasih dia ramuan stamina dikit biar gak kayak lagi ngentot boneka.. Hahaha.." seru Raharjo pada Wahyu yang sedang mompa kontolnya pada meme Cindy.
"Yang gini enak boss.. Gak berontak.. Hahaha.." balas Wahyu.
"Yaudah.. Hajar terus.." kata Raharjo.
"Kalian semua, wajib crot didalam ya.. terus kalau kalian udah puas makek tu perek, peju yang di gelas itu suruh dia minum.." lanjut Raharjo, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Hingga akhirnya adzan subuh mengakhiri pesta penaklukan Cindy sebagai BUDAK.
Adegan super panas, Cindy yang digilir para anggota BD dengan berbagai gaya ngesex tersebut berakhir dengan ambruknya Cindy ke lantai tanpa bisa lagi berdiri saking lelahnya.
Kerudungnya telah acak acakan, memeknya memerah akibat tumbukan kontol-kontol yang ada diruangan itu, belahan bibir memeknya tak serapat sebelumnya, bahkan sedikit menganga dengan lelehan sepermya yang merembes keluar saking banyaknya hinga tak tertampung dirahimnya.
“belum saatnya istirahat, bersihin dulu seluruh kontol di ruangan ini yang udah blepotan lendir kamu" kata Dirman menjambak rambut Cindy dibalik kerudungnya dan mengarahkan ke kontolnya yang blepotan.
"ampuuunnn.. sakitt maan..“ Cindy terisak.
“alah tadi aja sange sampek orgasme berkali-kali, giliran udah beres pura-pura sakit" kata Deni.
“Dirman aku capek banget..“ Cindy memelas.
"Heh lonte.. Buruan bersihin kontol-kontol yang ada disini..! kalau tidak, besok di panggung pensi lu harus striptis.. Paham!” bentak Dirman.
Cindy hanya bisa pasrah dan menuruti perintahnya.
Sang Menteri Kesenian merangkak tertatih membersihkan dengan jilatan dan kuluman pada setiap kontol lelaki yang ada di ruangan tersebut.
Setelah itu Cindy dipaksa meminum sperma yang ada di gelas, hingga tak tersisa.
Lalu Cindy tergeletak dalam kondisi mengenaskan, tanpa tenaga lagi. Ia digotong dan dibawa pulang menggunakan mobil.
Beruntung begitu sampai di kosan-nya, seluruh akhwat kosan Cindy sedang melaksanakan solat subuh di masjid sehingga Cindy aman saat memasuki kosannya dalam keadaan bugil hanya mengenakan kerudung panjangnya dengan langkah sempoyongan.
Sesampainya di kamarnya ia mengecek hape, ternyata ia melewatkan rapat online kabinet Srikandi terkait rencana Dea mengirimkan Sofi orang kepercayaannya untuk memantau Dirman.
Dea udah mencurigai Dirman sejak lama sebagai komplotan Black Dimension, namun sayang rencananya telat karena Dirman telah berhasil menaklukan Cindy.
Melihat fakta tersebut Cindy hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sangat sial. Andai saja Dea beraksi lebih cepat terhadap Dirman niscaya ia akan selamat dari jeratan setan Black Dimension.
Tetapi begitu ia membayangkan kejadian yang baru menimpanya entah kenapa ia malah merasakan kerinduan akan hantaman kontol yang membuatnya mendapat kenikmatan orgasme yang dahsyat.
Cindy pun perlahan meraba memeknya sendiri dan mencoba mencari kenikmatan lagi.
Black Dimension telah merusaknya secara total.
Kemudian perhatiannya teralihkan pada chat terakhir Dea, yang mengatakan bahwa Sofi mulai subuh ini telah diterjunkan untuk mengintai Dirman, mecari tahu rahasia dibalik lelaki tersebut.
===x0x===
- Pentas Seni -
Dimalam yang sama menjelang subuh, di sekretariat BEM, Dea mengadakan rapat terbatas bersama wakilnya, yaitu Sofi, memperbincangkan terkait kecurigaan Dea akan sepak terjang Dirman, orang kepercayaan Cindy yang disinyalir berhubungan dekat dengan kelompok Black Dimension.
Sofia Latifah Maharani, merupakan seorang gadis yang tangguh, menempuh pendidikan di SMA berlatar belakang semi militer sehingga membentuk kepribadiannya yang tangguh, sorotan matanya tajam, kesan sangar jelas terlihat dari penampilannya.
Dia juga menguasai berbagai seni beladiri, ia merupakan andalan Dea saat bertugas menumpas banyak praktik penyebaran narkoba dan minuman keras di lingkungan kampus, Sofi sangat disegani oleh kawan maupun lawan.
Dibalik berbagai kesangarannya, Sofi merupakan gadis yang sangat cantik, perawatan tubuh tak pernah dilewatkannya, terbukti dari kulit wajahnya yang kencang menawan, bodynya yang sekal montok dan menggairahkan, hanya Firda yang memiliki payudara lebih indah dari Sofi.
Meskipun kemolekan Sofi sungguh menggoda tetapi tidak ada lelaki yang bernyali untuk menggodanya, nama besar Sofi hampir setara dengan Dea. Seluruh kemampuan yang dimiliki, membuat Sofi amat percaya diri untuk bertugas seorang diri, termasuk ketika dia ditugaskan untuk memata-matai Dirman dan kelompoknya disekitar Cindy.
“Jadi gimana pendapatmu tentang rencanaku untuk Dirman” Dea membuka diskusi.
“setuju aja, malam ini aku bakal pantau langsung gladi resik yang sedang berlangsung, rawan juga kalau malem malem Cindy dibiarin bebas sama Dirman, ya walaupun dia anak baik baik sampe sekarang, tapi kan bukti mengindikasikan dia ada hubungan sama Black Dimension” Sofi menimpali dengan analisa matang.
“kamu mau aku temenin? Atau aku suruh Ratu temenin kamu?“ Dea menawarkan bantuan.
“Alah ga perlu, 10 orang laki laki kurang ajar gitu bisa aku sikat sepuluh menit”.
“oke hati hati kalau gitu, aku kabarin yang lain”.
Sofi segera meluncur ke arena Pensi dengan kerudung dan sweeter ketat yang tak mampu menutupi lekuk tubuh indahnya.
Sayang sekali ia tiba 10 menit setelah eksekusi Cindy selesai dan Cindy sudah diantar pulang oleh BD.
Sofi memasuki gedung pertemuan dan ke 10 anak buah Dirman dibuat terkaget kaget oleh kedatangannya, karena mereka baru saja membersihkan temat eksekusi Cindy beberapa menit sebelumnya.
“Wah selamat dataang mba Sofi, sebuah kehormatan gladi resik kami dikunjungi oleh salah satu wonder woman kampus kita” Dirman menyambut Sofi.
“hmmm, mana Cindy? kenapa jam segini masih berantakan” Sofi menjawab ketus.
“Cindy sudah pulang sejak tadi, sebelum jam 12 mba, karena ga baik kan cewek masih beraktifitas malem-malem, oh iya mba ini baru sempet beres beres, karena sepanjang malem tadi lebih fokus masalah konsep acara” Dirman terus menimpali sesopan mungkin.
- Ah penuh bullshit - umpat Sofi dalam hati.
“yaudah gua balik dulu, kabar kabarin Cindy kalau ada masalah”.
“iya mba Sofi, hati hati dijalan”
Setelah Sofi keluar, Dirman segera mengambil hapenya dan menghubungi Raharjo.
“boss gawat, Sofi kayanya curiga sama gua boss, harus gimana?”
“Lu tenang aja, jalankan rencana sesuai planing.”
Sofi mengabari Dea bahwa Dirman sangat mencurigakan, ia melaporkan pula bahwa mobil milik anak BD terlihat melintasi daerah Pensi sesaat sebelum Sofi datang.
Dea yang sedang bersama dengan pengurus kabinet Srikandi lainnya di rapat harian BEM, segera melaporkan hasil penyelidikan Sofi, kebetulan Cindy tidak hadir di rapat tersebut.
Nabila merupakan sosok pemimpin bijaksana yang dewasa dalam bersikap, ia tidak pernah terlarut dalam emosi berlebihan, wanita cantik luar dalam itupun segera menenangkan Dea.
“kamu tenang, tidak baik bersikap dalam emosi, sekarang lebih baik kamu suruh Sofi samperin Cindy di kost, lihat dia kenapa tidak datang hari ini, dan ceritakan gimana jalannya gladi resik semalem, kan bisa aja Cindy kecapekan atau apa gitu.” Usulan Nabila disetujui oleh si montok Firda, dan Nadya.
Dea pun menuruti perintah sang Presiden Mahasiswa. “semoga prasangka baikmu bener semua Bil, aku juga berharap gitu”
* Sementara itu di kosan Cindy..
Sesosok tubuh mulus tanpa busana sedang tertidur di kamarnya, tangannya tanpa sadar mengobok-obok memeknya sendiri seolah mencari pelampiasan akan nikmatnya kontol lelaki. Badan seksi dan montoknya menggeliat tiap kali klitorisnya terangsang oleh permainannya sendiri.
Terlihat noda bekas lelehan sperma mengering yang menghiasi daerah selangkangan dan beberapa bekas cupangan pada paha serta dada gadis alim polos tersebut.
Gadis itu adalah Cindy, sang menteri kesenian yang hidupnya penuh warna warni kreasi seni yang digemarinya. Dalam semalam dia telah disuntik warna baru dalam kehidupannya, warna baru yang beraura hitam kelam tapi penuh kenikmatan.
Iya.. Cindy Kartika Putri telah diperkenalkan dan dibuat kecanduan dengan sebuah dunia yang bernama SEX, yang membiusnya dengan kenikmatan tiada tara, walaupun asalnya diberikan dengan paksaan dan obat rangsangan, tetapi kenangan akan nikmatnya kontol lelaki membekas permanen dalam dirinya.
“alah tadi aja sange sampek orgasme berkali-kali, giliran udah beres pura-pura sakit" kata Deni.
“Dirman aku capek banget..“ Cindy memelas.
"Heh lonte.. Buruan bersihin kontol-kontol yang ada disini..! kalau tidak, besok di panggung pensi lu harus striptis.. Paham!” bentak Dirman.
Cindy hanya bisa pasrah dan menuruti perintahnya.
Sang Menteri Kesenian merangkak tertatih membersihkan dengan jilatan dan kuluman pada setiap kontol lelaki yang ada di ruangan tersebut.
Setelah itu Cindy dipaksa meminum sperma yang ada di gelas, hingga tak tersisa.
Lalu Cindy tergeletak dalam kondisi mengenaskan, tanpa tenaga lagi. Ia digotong dan dibawa pulang menggunakan mobil.
Beruntung begitu sampai di kosan-nya, seluruh akhwat kosan Cindy sedang melaksanakan solat subuh di masjid sehingga Cindy aman saat memasuki kosannya dalam keadaan bugil hanya mengenakan kerudung panjangnya dengan langkah sempoyongan.
Sesampainya di kamarnya ia mengecek hape, ternyata ia melewatkan rapat online kabinet Srikandi terkait rencana Dea mengirimkan Sofi orang kepercayaannya untuk memantau Dirman.
Dea udah mencurigai Dirman sejak lama sebagai komplotan Black Dimension, namun sayang rencananya telat karena Dirman telah berhasil menaklukan Cindy.
Melihat fakta tersebut Cindy hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sangat sial. Andai saja Dea beraksi lebih cepat terhadap Dirman niscaya ia akan selamat dari jeratan setan Black Dimension.
Tetapi begitu ia membayangkan kejadian yang baru menimpanya entah kenapa ia malah merasakan kerinduan akan hantaman kontol yang membuatnya mendapat kenikmatan orgasme yang dahsyat.
Cindy pun perlahan meraba memeknya sendiri dan mencoba mencari kenikmatan lagi.
Black Dimension telah merusaknya secara total.
Kemudian perhatiannya teralihkan pada chat terakhir Dea, yang mengatakan bahwa Sofi mulai subuh ini telah diterjunkan untuk mengintai Dirman, mecari tahu rahasia dibalik lelaki tersebut.
===x0x===
- Pentas Seni -
Dimalam yang sama menjelang subuh, di sekretariat BEM, Dea mengadakan rapat terbatas bersama wakilnya, yaitu Sofi, memperbincangkan terkait kecurigaan Dea akan sepak terjang Dirman, orang kepercayaan Cindy yang disinyalir berhubungan dekat dengan kelompok Black Dimension.
Sofia Latifah Maharani, merupakan seorang gadis yang tangguh, menempuh pendidikan di SMA berlatar belakang semi militer sehingga membentuk kepribadiannya yang tangguh, sorotan matanya tajam, kesan sangar jelas terlihat dari penampilannya.
Dia juga menguasai berbagai seni beladiri, ia merupakan andalan Dea saat bertugas menumpas banyak praktik penyebaran narkoba dan minuman keras di lingkungan kampus, Sofi sangat disegani oleh kawan maupun lawan.
Dibalik berbagai kesangarannya, Sofi merupakan gadis yang sangat cantik, perawatan tubuh tak pernah dilewatkannya, terbukti dari kulit wajahnya yang kencang menawan, bodynya yang sekal montok dan menggairahkan, hanya Firda yang memiliki payudara lebih indah dari Sofi.
Meskipun kemolekan Sofi sungguh menggoda tetapi tidak ada lelaki yang bernyali untuk menggodanya, nama besar Sofi hampir setara dengan Dea. Seluruh kemampuan yang dimiliki, membuat Sofi amat percaya diri untuk bertugas seorang diri, termasuk ketika dia ditugaskan untuk memata-matai Dirman dan kelompoknya disekitar Cindy.
“Jadi gimana pendapatmu tentang rencanaku untuk Dirman” Dea membuka diskusi.
“setuju aja, malam ini aku bakal pantau langsung gladi resik yang sedang berlangsung, rawan juga kalau malem malem Cindy dibiarin bebas sama Dirman, ya walaupun dia anak baik baik sampe sekarang, tapi kan bukti mengindikasikan dia ada hubungan sama Black Dimension” Sofi menimpali dengan analisa matang.
“kamu mau aku temenin? Atau aku suruh Ratu temenin kamu?“ Dea menawarkan bantuan.
“Alah ga perlu, 10 orang laki laki kurang ajar gitu bisa aku sikat sepuluh menit”.
“oke hati hati kalau gitu, aku kabarin yang lain”.
Sofi segera meluncur ke arena Pensi dengan kerudung dan sweeter ketat yang tak mampu menutupi lekuk tubuh indahnya.
Sayang sekali ia tiba 10 menit setelah eksekusi Cindy selesai dan Cindy sudah diantar pulang oleh BD.
Sofi memasuki gedung pertemuan dan ke 10 anak buah Dirman dibuat terkaget kaget oleh kedatangannya, karena mereka baru saja membersihkan temat eksekusi Cindy beberapa menit sebelumnya.
“Wah selamat dataang mba Sofi, sebuah kehormatan gladi resik kami dikunjungi oleh salah satu wonder woman kampus kita” Dirman menyambut Sofi.
“hmmm, mana Cindy? kenapa jam segini masih berantakan” Sofi menjawab ketus.
“Cindy sudah pulang sejak tadi, sebelum jam 12 mba, karena ga baik kan cewek masih beraktifitas malem-malem, oh iya mba ini baru sempet beres beres, karena sepanjang malem tadi lebih fokus masalah konsep acara” Dirman terus menimpali sesopan mungkin.
- Ah penuh bullshit - umpat Sofi dalam hati.
“yaudah gua balik dulu, kabar kabarin Cindy kalau ada masalah”.
“iya mba Sofi, hati hati dijalan”
Setelah Sofi keluar, Dirman segera mengambil hapenya dan menghubungi Raharjo.
“boss gawat, Sofi kayanya curiga sama gua boss, harus gimana?”
“Lu tenang aja, jalankan rencana sesuai planing.”
Sofi mengabari Dea bahwa Dirman sangat mencurigakan, ia melaporkan pula bahwa mobil milik anak BD terlihat melintasi daerah Pensi sesaat sebelum Sofi datang.
Dea yang sedang bersama dengan pengurus kabinet Srikandi lainnya di rapat harian BEM, segera melaporkan hasil penyelidikan Sofi, kebetulan Cindy tidak hadir di rapat tersebut.
Nabila merupakan sosok pemimpin bijaksana yang dewasa dalam bersikap, ia tidak pernah terlarut dalam emosi berlebihan, wanita cantik luar dalam itupun segera menenangkan Dea.
“kamu tenang, tidak baik bersikap dalam emosi, sekarang lebih baik kamu suruh Sofi samperin Cindy di kost, lihat dia kenapa tidak datang hari ini, dan ceritakan gimana jalannya gladi resik semalem, kan bisa aja Cindy kecapekan atau apa gitu.” Usulan Nabila disetujui oleh si montok Firda, dan Nadya.
Dea pun menuruti perintah sang Presiden Mahasiswa. “semoga prasangka baikmu bener semua Bil, aku juga berharap gitu”
* Sementara itu di kosan Cindy..
Sesosok tubuh mulus tanpa busana sedang tertidur di kamarnya, tangannya tanpa sadar mengobok-obok memeknya sendiri seolah mencari pelampiasan akan nikmatnya kontol lelaki. Badan seksi dan montoknya menggeliat tiap kali klitorisnya terangsang oleh permainannya sendiri.
Terlihat noda bekas lelehan sperma mengering yang menghiasi daerah selangkangan dan beberapa bekas cupangan pada paha serta dada gadis alim polos tersebut.
Gadis itu adalah Cindy, sang menteri kesenian yang hidupnya penuh warna warni kreasi seni yang digemarinya. Dalam semalam dia telah disuntik warna baru dalam kehidupannya, warna baru yang beraura hitam kelam tapi penuh kenikmatan.
Iya.. Cindy Kartika Putri telah diperkenalkan dan dibuat kecanduan dengan sebuah dunia yang bernama SEX, yang membiusnya dengan kenikmatan tiada tara, walaupun asalnya diberikan dengan paksaan dan obat rangsangan, tetapi kenangan akan nikmatnya kontol lelaki membekas permanen dalam dirinya.
Pertama kali dalam jangka waktu yang lama, ia meninggalkan ibadahnya, karena kelelahan akibat pertarungan dahsyat dengan para lelaki begundal. Hingga kini waktu menunjukan jam 7 pagi, 2 jam sebelum acara pensi tahunan, yang menjadi tanggung jawabnya dimulai.
Cindy masih asik dalam mimpi erotisnya, dimana dia bermimpi mengulang semua adegan sex yang dia lakukan semalam, dengan tangannya sebagai pengganti kontol, sesekali mulutnya mengeluarkan desahan desahan lirih penuh kenikmatan dikala rangsangannya menemukan titik kenikmatannya.
Hingga tiba tiba suara ketukan menyadarkannya.... tok tok tok!
“Cin.. Cindy, buka pintunya, ini Sofi, kamu ada di dalam”
Cindy seketika membuka matanya, ia terkaget akan apa yang sedang dilakukannya, berbaring bugil dengan tangan merangsang memeknya sendiri.
- ya Tuhan, aku kenapa, kenapa bisa kaya gini, ya Tuhan - Cindy mengguman dalam hati.
“i.iiya sebentar Sof.. mhhh a.. akuu ketiduran Sof”
Cindy segera mengenakan baju seadanya, kaos oblong dengan celana pendek, sekedar untuk menutupi tubuhnya dan bukti pertarungan sex antara dia dan anak-anak BD.
- Ketiduran? Tidak mungkin.. benar benar ada yang salah - Sofi berpikir dari balik pintu.
Tak lama kemudian Cindy membukakan pintu dan menyambut Sofi ke kamarnya. Sofi jelas curiga dengan keadaan Cindy yang sangat berantakan. Sama sekali tidak ada estetikanya sama sekali, beda dengan Cindy dahulu yang merupakan model majalah islami.
“Kamu kenapa Cin? Kok berantakan, dan tumben tumbenan ketiduran. Cerita ke aku kalo Dirman bikin ulah! aku abisin sekarang juga. Semalam gimana? gladi resiknya gada aneh aneh kan?” Sofi memberondong Cindy, yang intinya menjurus ke kecurigaan dia beserta seluruh jajaran Dea terhadap sosok Dirman yang dicurigai anggota Black Dimension.
Cindy menjawab dengan gugup dan kehati-hatian, ia menyangkal semua prasangka yang dituduhkan oleh Sofi.
Tapi insting intelijen Sofi yakin bahwa ada yang tidak beres dengan ini semua, tetapi dia berstrategi untuk terus mengawasi sekaligus menjaga Cindy seketat mungkin.
“Hmmm yaudah untuk sekarang aku percaya apa kata kamu, selanjutnya kamu jaga diri dan jaga kesehatan. Aku pergi dulu, sampai jumpa di pensi yaa” Sofi pamit.
“Iya kamu juga hati-hati, semangat terus di kementriannya Dea, tugasmu berat loh” balas Cindy.
Sebenarnya Cindy ingin sekali mengatakan semuanya dengan jujur kepada Sofi tetapi dia menghadapi dilema, takut nama baiknya dan keluarganya rusak akibat adegan semalam yang terdokumentas sepenuhnya, juga takut tidak bisa lagi mendapat kenikmatan seksual yang ia sukai.
Sepeninggal Sofi dari kosannya, Cindy langsung melapor pada Dirman akan kecurigaan Sofi terhadap dirinya.
Sedangkan Sofi melakukan hal yang sama, melapor kepada Dea terkait keanehan Cindy.
“Hallo bosku sayang, gimana tidurnya? Nyenyak? Jangan lupa pensi yaa.." ucap Dirman diseberang telpon.
Cindy langsung memberitahu bahwa Sofi telah curiga akan yang terjadi padanya.
“aku takut ketahuan, kamu tau Sofi kaya gimana garangnya kan?” balas Cindy.
“hmmm begitu ya kondisinya? Ah iya Sofi yang mukanya jutek itu ya? Tapi bodynya yahud, kalo jadi partner kamu di ranjang, pasti asoy..” kata Dirman.
“tenang aja, kamu sebagai budak nurut aja pada kata tuannya.. Aku jamin Sofi bukan masalah lagi.." lanjut Dirman.
"Ohya.. kalau ga nurut, ya silahkan bilang ke Sofi semuanya, tapi videomu bakal tersebar! HAHAHAHA" Dirman tertawa puas.
“Mhhh, terus aku harus bagaimana sekarang?” tanya Cindy.
“Ya ikutin rencana aja sayang..”.
"Gimana rencananya..?"
Dirman pun memberitahukan semua rencananya.
===x===
Pembukaan pentas seni berlangsung dengan khidmat, Nabila Oktavia, Ketua BEM Universitas Permata Nusantara telah hadir ditengah tengah khalayak ramai siap memberi sambutan sekaligus membuka acara, di kanan dan kirinya berdiri anggun Firda dan Nadya.
Kemudian tiga pendekar wanita Universitas tersebut yang ketangguhannya sudah tersohor di seantero kampus sedang bersiaga ditiap sudut dengan beberapa orang ajudannya.
Mereka adalah Dea, Sofi, dan Ratu, ketiga gadis tangguh yang kecantikannya diiringi kesan sangar dan galak. Reputasi mereka dalam menghadapi para begundal kampus sudah tak perlu diragukan.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Cindy, lalu dilanjut Nabila selaku Ketua BEM.
Pidato sambutan Nabila mendapatkan antusiasme yang begitu besar dari masyarakat kampus. Kharisma Nabila sungguh sangat terasa kuat, dan membuat kalangan Black Dimension semakin panas dingin menghadapi sepak terjang Kabinet Srikandi.
Setelah segala prosesi pembukaan selesai, pesta pun dimulai, banyak penampil seni unjuk gigi dalam panggung tersebut, dan satu yang membedakan Pentas Seni di zaman Nabila, tidak ada satupun penampil yang berpakaian tidak senonoh, semuanya menjaga sopan santun sesuai dengan yang diarahkan oleh Nabila melalui menterinya.
Cindy selaku menterinya, yang tanpa diketahui orang banyak bahwa Cindy telah takluk akan kenikmatan duniawi yang diperolehnya dari para preman Black Dimension. Dan entah apa yang direncakan oleh Black Dimension melalui Cindy untuk semakin melebarkan sayap kekuasaannya.
Cindy setelah acara berlangsung ramai bergegas berjalan dengan terburu-buru menuju ke basement kampus, tentu keanehan gelagat yang diperlihatkan oleh Cindy dipantau langsung oleh Sofi yang sejak awal memang sudah curiga terhadap Cindy dan juga Dirman wakil Cindy di Kementrian Kesenian.
Sofi mengendap mengikuti Cindy dengan sangat berhati-hati karena kehadiran begundal begundal kampus, senjata andalan Sofi yaitu double stick telah ia siapkan untuk situasi terburuk, sayangnya Sofi tidak sempat memberitahu Dea dan Ratu terkait aksinya mengikuti Cindy, karena Sofi begitu terburu buru.
Memasuki pintu basement, ternyata ada dua orang yang Sofi curigai adalah anggota BD, dari penampilannya yang sangat sangar, dan berbadan besar, tapi semua itu sama sekali tidak menyurutkan nyali Sofi dalam mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Cindy.
Ketika Cindy melewati kedua penjaga, dua orang itu tampak bahagia dan tersenyum mesum menyambut Cindy.
- hmmm, dua orang itu salah satu anak buah Riky, sedang apa mereka disana dan kenapa Cindy dengan santainya menghampiri. - Sofi bergumam dalam hati.
Dan dia di buat shock ketika melihat kedua penjaga itu bertindak tidak senonoh terhadap Cindy, mereka seakan-akan memeriksa tubuh Cindy dengan menggerayangi dan meremas bokong, dada dan bagian lain dari Cindy, setelah itu Cindy dibiarkan lewat.
"kurang ajar! apa-apaan itu" Sofi mengumpat tetapi masih bisa menjaga emosinya.
Sofi kemudian berjalan menuju kedua penjaga tersebut, sembari menyembunyikan double stick miliknya.
"stop mbak! pemeriksaan keamanan!" salah seorang penjaga menghentikan langkah Sofi.
"keamanan? kalian tidak kenal siapa saya?" Sofi naik pitam merasa dilecehkan.
"sudah prosedur mbak!" penjaga kedua mencoba langsung menginspeksi badan Sofi.
Jelas saja Sofi bertindak lebih dahulu, Sofi memelintir tangan penjaga dan menendang perutnya hingga ambruk dalam sekali pukul dan sebelum penjaga satunya beraksi, double stick Sofi langsung menampar wajah penjaga tersebut, kedua orang tersebut pingsan seketika.
Sofi menyunggingkan senyum kemenangan sembari berjalan memasuki ruangan basement.
Ruangan basement sangat sepi, hampir tidak terdengar apapun.
Cindy masih asik dalam mimpi erotisnya, dimana dia bermimpi mengulang semua adegan sex yang dia lakukan semalam, dengan tangannya sebagai pengganti kontol, sesekali mulutnya mengeluarkan desahan desahan lirih penuh kenikmatan dikala rangsangannya menemukan titik kenikmatannya.
Hingga tiba tiba suara ketukan menyadarkannya.... tok tok tok!
“Cin.. Cindy, buka pintunya, ini Sofi, kamu ada di dalam”
Cindy seketika membuka matanya, ia terkaget akan apa yang sedang dilakukannya, berbaring bugil dengan tangan merangsang memeknya sendiri.
- ya Tuhan, aku kenapa, kenapa bisa kaya gini, ya Tuhan - Cindy mengguman dalam hati.
“i.iiya sebentar Sof.. mhhh a.. akuu ketiduran Sof”
Cindy segera mengenakan baju seadanya, kaos oblong dengan celana pendek, sekedar untuk menutupi tubuhnya dan bukti pertarungan sex antara dia dan anak-anak BD.
- Ketiduran? Tidak mungkin.. benar benar ada yang salah - Sofi berpikir dari balik pintu.
Tak lama kemudian Cindy membukakan pintu dan menyambut Sofi ke kamarnya. Sofi jelas curiga dengan keadaan Cindy yang sangat berantakan. Sama sekali tidak ada estetikanya sama sekali, beda dengan Cindy dahulu yang merupakan model majalah islami.
“Kamu kenapa Cin? Kok berantakan, dan tumben tumbenan ketiduran. Cerita ke aku kalo Dirman bikin ulah! aku abisin sekarang juga. Semalam gimana? gladi resiknya gada aneh aneh kan?” Sofi memberondong Cindy, yang intinya menjurus ke kecurigaan dia beserta seluruh jajaran Dea terhadap sosok Dirman yang dicurigai anggota Black Dimension.
Cindy menjawab dengan gugup dan kehati-hatian, ia menyangkal semua prasangka yang dituduhkan oleh Sofi.
Tapi insting intelijen Sofi yakin bahwa ada yang tidak beres dengan ini semua, tetapi dia berstrategi untuk terus mengawasi sekaligus menjaga Cindy seketat mungkin.
“Hmmm yaudah untuk sekarang aku percaya apa kata kamu, selanjutnya kamu jaga diri dan jaga kesehatan. Aku pergi dulu, sampai jumpa di pensi yaa” Sofi pamit.
“Iya kamu juga hati-hati, semangat terus di kementriannya Dea, tugasmu berat loh” balas Cindy.
Sebenarnya Cindy ingin sekali mengatakan semuanya dengan jujur kepada Sofi tetapi dia menghadapi dilema, takut nama baiknya dan keluarganya rusak akibat adegan semalam yang terdokumentas sepenuhnya, juga takut tidak bisa lagi mendapat kenikmatan seksual yang ia sukai.
Sepeninggal Sofi dari kosannya, Cindy langsung melapor pada Dirman akan kecurigaan Sofi terhadap dirinya.
Sedangkan Sofi melakukan hal yang sama, melapor kepada Dea terkait keanehan Cindy.
“Hallo bosku sayang, gimana tidurnya? Nyenyak? Jangan lupa pensi yaa.." ucap Dirman diseberang telpon.
Cindy langsung memberitahu bahwa Sofi telah curiga akan yang terjadi padanya.
“aku takut ketahuan, kamu tau Sofi kaya gimana garangnya kan?” balas Cindy.
“hmmm begitu ya kondisinya? Ah iya Sofi yang mukanya jutek itu ya? Tapi bodynya yahud, kalo jadi partner kamu di ranjang, pasti asoy..” kata Dirman.
“tenang aja, kamu sebagai budak nurut aja pada kata tuannya.. Aku jamin Sofi bukan masalah lagi.." lanjut Dirman.
"Ohya.. kalau ga nurut, ya silahkan bilang ke Sofi semuanya, tapi videomu bakal tersebar! HAHAHAHA" Dirman tertawa puas.
“Mhhh, terus aku harus bagaimana sekarang?” tanya Cindy.
“Ya ikutin rencana aja sayang..”.
"Gimana rencananya..?"
Dirman pun memberitahukan semua rencananya.
===x===
Pembukaan pentas seni berlangsung dengan khidmat, Nabila Oktavia, Ketua BEM Universitas Permata Nusantara telah hadir ditengah tengah khalayak ramai siap memberi sambutan sekaligus membuka acara, di kanan dan kirinya berdiri anggun Firda dan Nadya.
Kemudian tiga pendekar wanita Universitas tersebut yang ketangguhannya sudah tersohor di seantero kampus sedang bersiaga ditiap sudut dengan beberapa orang ajudannya.
Mereka adalah Dea, Sofi, dan Ratu, ketiga gadis tangguh yang kecantikannya diiringi kesan sangar dan galak. Reputasi mereka dalam menghadapi para begundal kampus sudah tak perlu diragukan.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Cindy, lalu dilanjut Nabila selaku Ketua BEM.
Pidato sambutan Nabila mendapatkan antusiasme yang begitu besar dari masyarakat kampus. Kharisma Nabila sungguh sangat terasa kuat, dan membuat kalangan Black Dimension semakin panas dingin menghadapi sepak terjang Kabinet Srikandi.
Setelah segala prosesi pembukaan selesai, pesta pun dimulai, banyak penampil seni unjuk gigi dalam panggung tersebut, dan satu yang membedakan Pentas Seni di zaman Nabila, tidak ada satupun penampil yang berpakaian tidak senonoh, semuanya menjaga sopan santun sesuai dengan yang diarahkan oleh Nabila melalui menterinya.
Cindy selaku menterinya, yang tanpa diketahui orang banyak bahwa Cindy telah takluk akan kenikmatan duniawi yang diperolehnya dari para preman Black Dimension. Dan entah apa yang direncakan oleh Black Dimension melalui Cindy untuk semakin melebarkan sayap kekuasaannya.
Cindy setelah acara berlangsung ramai bergegas berjalan dengan terburu-buru menuju ke basement kampus, tentu keanehan gelagat yang diperlihatkan oleh Cindy dipantau langsung oleh Sofi yang sejak awal memang sudah curiga terhadap Cindy dan juga Dirman wakil Cindy di Kementrian Kesenian.
Sofi mengendap mengikuti Cindy dengan sangat berhati-hati karena kehadiran begundal begundal kampus, senjata andalan Sofi yaitu double stick telah ia siapkan untuk situasi terburuk, sayangnya Sofi tidak sempat memberitahu Dea dan Ratu terkait aksinya mengikuti Cindy, karena Sofi begitu terburu buru.
Memasuki pintu basement, ternyata ada dua orang yang Sofi curigai adalah anggota BD, dari penampilannya yang sangat sangar, dan berbadan besar, tapi semua itu sama sekali tidak menyurutkan nyali Sofi dalam mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Cindy.
Ketika Cindy melewati kedua penjaga, dua orang itu tampak bahagia dan tersenyum mesum menyambut Cindy.
- hmmm, dua orang itu salah satu anak buah Riky, sedang apa mereka disana dan kenapa Cindy dengan santainya menghampiri. - Sofi bergumam dalam hati.
Dan dia di buat shock ketika melihat kedua penjaga itu bertindak tidak senonoh terhadap Cindy, mereka seakan-akan memeriksa tubuh Cindy dengan menggerayangi dan meremas bokong, dada dan bagian lain dari Cindy, setelah itu Cindy dibiarkan lewat.
"kurang ajar! apa-apaan itu" Sofi mengumpat tetapi masih bisa menjaga emosinya.
Sofi kemudian berjalan menuju kedua penjaga tersebut, sembari menyembunyikan double stick miliknya.
"stop mbak! pemeriksaan keamanan!" salah seorang penjaga menghentikan langkah Sofi.
"keamanan? kalian tidak kenal siapa saya?" Sofi naik pitam merasa dilecehkan.
"sudah prosedur mbak!" penjaga kedua mencoba langsung menginspeksi badan Sofi.
Jelas saja Sofi bertindak lebih dahulu, Sofi memelintir tangan penjaga dan menendang perutnya hingga ambruk dalam sekali pukul dan sebelum penjaga satunya beraksi, double stick Sofi langsung menampar wajah penjaga tersebut, kedua orang tersebut pingsan seketika.
Sofi menyunggingkan senyum kemenangan sembari berjalan memasuki ruangan basement.
Ruangan basement sangat sepi, hampir tidak terdengar apapun.
Hingga akhirnya terdengar suara Cindy dengan nada memelas pada seseorang. Sofi dengan hati-hati memasang mode mengintai, menghampiri ruangan tempat suara Cindy berasal.
"Tuaan, saya mohon jangan paksa saya striptis di panggung.." Cindy memelas sembari memeluk kaki lelaki Raharjo.
Sementara sang lelaki hanya berdiri angkuh sambil membelai kepala Cindy yang masih berbalut jilbab.
"Sayang.. apa yang mau kamu tawarkan kalo gak mau striptis?"
"Tuan, biarkan saya melayani tuan seperti tadi malam.."
Cindy yang sange akibat pengaruh obat ramuan seperti tadi malam kembali disuntikaan oleh Raharjo saat ia baru sampai di ruangan tersebut, naluri seksualnya keluar dan tidak dapat dibendung lagi
Cindy langsung membuka celana Raharjo, mengeluarkan kontolnya dan langsung mengocoknya.
"saya akan manjakan kontol tuan.. emhhh.." ucap cindy sambil menggigit bibir bawahnya.
Raharjo terlihat sangat menikmati kocokan cindy, tangannya yang mungil mengocok kontol raharjo sambil sesekali menyepong dan menjilatinya.
"Ughhh, enak banget Sayang, kamu belajar dari mana kaya gini.." celetuk raharjo.
"Terima kasih Tuan, belajar dari anak-anak semalem tuan.." kata Cindy tersenyum bangga sambil terus mengocok penis Raharjo.
"Ngocok sambil bediri sayang.." ucap raharjo.
Setelah cindy berdiri, Raharjo lansung melumat bibir mungil budak Syariahnya itu, cindy membalas dengan lidah menjorok-jorok mulut Raharjo.
Cindy sudah seperti bintang Bokep, tampak menikmati dan terlihat bukan lagi seperti akhwat yang alim dan sholehah, ia sudah jadi gadis binal dengan body yang aduhay dan memek yang selalu basah.
"Ayo budakku, karena kau ga mau striptis di panggung seni, kamu harus mau striptis di basement ini" perintah Raharjo sambil mermas pantat cindy yang bohay.
Cindy mengangguk lemah, tak kuasa menolak ditambah napsunya yang ingin segera dipuaskan. Dengan memasang wajah yang begitu menggoda perlahan Cindy membuka kancing kemeja yang ia pakai, lalu melepas kemejanya dengan gerakan lemah lembut nan erotis, membuat kontol Raharjo makin keras.
Kemudian sembari menungging Cindy memamerkan pantat bohaynya, menggoyangkan untuk melepas celana kain yang ia pakai. Sehingga sekarang ia hanya tinggal memakai BH dan CD serta jilbab yang masih menutupi kepalanya.
5 menit Cindy berjoget erotis dihadapan Raharjo dan 3 orang pengawalnya.
Keempat pria itu sudah dikuasai napsu untuk segera menyetubuhi Cindy yang sungguh binal.
Kemudian Raharjo menghampiri Cindy dan meremasi payudara Cindy, membuat Cindy memang telah dikuasai birai itu hanya bisa menikmati sembari mendesah manja.
Sedangkan 3 anggota BD hanya bisa menelan ludah sambil mengelusi kontolnya yang sudah mereka keluarkan dari celah resletingnya. Mereka gak pakek sempak!
"Ahhh.. umhhh.. ampuunn.. tuan enak sekali remasannya.." Cindy menggeliat.
"uhghgh.. sudaah tuan.. Cindy ga kuat lagi.. ahh.. ahh.. unhh.." pinta Cindy sambil melempar BHnya yang sudah dilepas pengaitnya oleh Raharjo.
Sedangkan celana dalamnya sudah basah akibat cairan vaginanya.
"Hahaha.. Gak kuat apanya..?" goda Raharjo.
"Ini aku tuan.. minta di masukin kayak semalem.." balas Cindy sambil mengelus memeknya dibalik CD basahnya.
"Ohh.. itu.. apa namanya sayang..?"
"Lubang kewanitaan tuan.."
"Bukan sayang, itu namanya Memek.." kata Raharjo.
Ia lalu merogoh dan mengobel memek Cindy yang ada dibalik CD.
"Ahh.. Enak tuan.. Emmhh.. Teruss.." desah Cindy sambil menggesekkan toketnya pada dada Raharjo yang masih berekemeja.
Sofi yang dari tadi mengawasi adegan mereka berdua sangatlah terpukul dan marah melihat Cindy seperti LONTE Hyper. Sofi berniat melaporkan kejadian ini ke BEM, Sofi bergerak cepat mengetik pesan ke Dea tentang kejadian ini.
"Shit, gaada sinyal", Sofi pun mau tidak mau harus menemui Dea secara langsung.
Tetapi sebelum melangkah keluar Sofi memutuskan untuk menghardik Cindy terlebih dahulu, sebuah keputusan yang akan disesalinya seumur hidup.
"Terlalu lama kalau gua ke Dea dulu, 3 orang penjaga dan seorang bandot mahasiswa tua macam Raharjo pasti bisa gua ajar"
Naluri militer Sofi bekerja, memperhitungkan segala kemungkinan, double stick siap sedia dalam genggamannya.
Dalam hitungan detik Sofi menyerbu masuk ruangan tersebut, mengagetkan 3 orang penjaga yang kocar kacir menerima serangan dadakan Sofi.
Brak!! Seorang penjaga rubuh langsung dengan darah segar mengalir dari dahinya akibat hantaman stick Sofi.
Kemudian penjaga kedua memukul secara serampangan yang dengan mudah dihindari Sofi sembari memberikan bonus tendangan di selangkangannya, sebagai ahli bela diri, Sofi mengetahui titik-titik kelemahan pria.
Penjaga ketiga cukup pintar, ia menyerang Sofi dengan pentungsn hingga terjadi pertempuran yang sengit antara keduanya, paha Sofi sempat terpukul hingga roknya sobek tetapi langsung dibalas dengan lilitan double stick pada leher penjaga ketiga tersebut, pertarungan diakhiri dengan bantingan Sofi terhadap lawannya.
Tetapi ada keanehan, dimana Raharjo tampak santai sekali, masih mengobel memek dan meremasi toket Cindy sembari menyaksikan pertarungan Sofi.
Cindy menangis terisk melihat Sofi telah memasuki ruangan dan langsung mencekek Raharjo dengan sangar.
"Abis riwayat lu bangsat"
ag!! Bug!! Plak!! Sofi menghajar Raharjo dengan ganas.
Raharjo tersungkur, dari mulutnya keluar darah, tetapi senyuman menyungging dari wajahnya.
"Kau yang mampus lonte" sembari memicingkan mata ke arah Cindy.
Sofi yang makin emosi menghantam Raharjo dengan tendangan dan langsung membalikan badan bermaksud mendamprat Cindy, tanpa diketahui Cindy sudsh berdiri di hadapannya mengarahkan langsung stunt gun ke arah Susu Sofi yang bulat sempurna menantang.
"Maafkan aku Sof" Cindy berbisik.
"Sialan! Apa apaan"
Drrrrtt!
"Uhgg ahhgg ahggg bangsaaatt".
Sofi menggelepar menerima serangan listrik dari stunt gun yang ternyata diarahkan langsung oleh Cindy, dan segera saja 5 orang anggota BD yang ternyata telah standby menunggu penjebakan Sofi kali ini meringkus dan mengamankan Sofi.
"Dasar lonte penghianat.", ujar sofi dalam hati.
"Satu lagi yang akan menjadi lonte kita, bahkan Nabila juga akan takluk dan menjilati kontolku ini suatu saat nanti!"
Sementara Raharjo mengoceh, Cindy sudah berada di puncak napsu, ia gesek gesekan vaginanya di tonjolan kontol raharjo yang menyembul besar. Raharjo yang sudah tak tahan membaringkan dirinya dilantai.
Cindy menggigit jarinya, pikirannya sudah penuh dengan pikiran nakal, tanpa diperintah, cindy membua celana Raharjo dan mengeluarkan kontolnya. Lalu ia coba mengarahkan payudaranya kearah penis raharjo, penis raharjo dijepit dibelahan payudaranya.
Sungguh terasa sangat nikmat bagaimana penis raharjo diselimuti buah dada cindy yang lembut dan kenyal.
Cindy menaik turunkan payudaranya sambil sesekali menyepong penis raharjo.
"Fuck enak banget sayang! Kalau eamang jiwa lonte, ga disuruh juga ngerti sendiri harus ngapain ya" puji raharjo.
Ruangan terasa panas karena aksi mereka berdua.
===x===
Ditengah hiruk pikuk Pentas Seni Universitas Permata Nusantara, para kabinet Srikandi masih tak menydari situasi hilangnya Cindy dan Sofi. Mereka sibuk menjalankan tugas masing-masing agar acara Pentas seni berjalan lancar sampai akhir.
===x===
Di basement, penanggungjawab utama dari kegiatan pentas seni tersebut juga sedang sibuk-sibuknya, bukan sibuk mengawasi jalannya acara melainkan sibuk memuaskan birahinya sendiri dan juga tuan-tuannya yang tak pernah berhenti menagih jatah servis dari tubuhnya yang diidam-idamkan banyak lelaki kampus.
"Tuaan, saya mohon jangan paksa saya striptis di panggung.." Cindy memelas sembari memeluk kaki lelaki Raharjo.
Sementara sang lelaki hanya berdiri angkuh sambil membelai kepala Cindy yang masih berbalut jilbab.
"Sayang.. apa yang mau kamu tawarkan kalo gak mau striptis?"
"Tuan, biarkan saya melayani tuan seperti tadi malam.."
Cindy yang sange akibat pengaruh obat ramuan seperti tadi malam kembali disuntikaan oleh Raharjo saat ia baru sampai di ruangan tersebut, naluri seksualnya keluar dan tidak dapat dibendung lagi
Cindy langsung membuka celana Raharjo, mengeluarkan kontolnya dan langsung mengocoknya.
"saya akan manjakan kontol tuan.. emhhh.." ucap cindy sambil menggigit bibir bawahnya.
Raharjo terlihat sangat menikmati kocokan cindy, tangannya yang mungil mengocok kontol raharjo sambil sesekali menyepong dan menjilatinya.
"Ughhh, enak banget Sayang, kamu belajar dari mana kaya gini.." celetuk raharjo.
"Terima kasih Tuan, belajar dari anak-anak semalem tuan.." kata Cindy tersenyum bangga sambil terus mengocok penis Raharjo.
"Ngocok sambil bediri sayang.." ucap raharjo.
Setelah cindy berdiri, Raharjo lansung melumat bibir mungil budak Syariahnya itu, cindy membalas dengan lidah menjorok-jorok mulut Raharjo.
Cindy sudah seperti bintang Bokep, tampak menikmati dan terlihat bukan lagi seperti akhwat yang alim dan sholehah, ia sudah jadi gadis binal dengan body yang aduhay dan memek yang selalu basah.
"Ayo budakku, karena kau ga mau striptis di panggung seni, kamu harus mau striptis di basement ini" perintah Raharjo sambil mermas pantat cindy yang bohay.
Cindy mengangguk lemah, tak kuasa menolak ditambah napsunya yang ingin segera dipuaskan. Dengan memasang wajah yang begitu menggoda perlahan Cindy membuka kancing kemeja yang ia pakai, lalu melepas kemejanya dengan gerakan lemah lembut nan erotis, membuat kontol Raharjo makin keras.
Kemudian sembari menungging Cindy memamerkan pantat bohaynya, menggoyangkan untuk melepas celana kain yang ia pakai. Sehingga sekarang ia hanya tinggal memakai BH dan CD serta jilbab yang masih menutupi kepalanya.
5 menit Cindy berjoget erotis dihadapan Raharjo dan 3 orang pengawalnya.
Keempat pria itu sudah dikuasai napsu untuk segera menyetubuhi Cindy yang sungguh binal.
Kemudian Raharjo menghampiri Cindy dan meremasi payudara Cindy, membuat Cindy memang telah dikuasai birai itu hanya bisa menikmati sembari mendesah manja.
Sedangkan 3 anggota BD hanya bisa menelan ludah sambil mengelusi kontolnya yang sudah mereka keluarkan dari celah resletingnya. Mereka gak pakek sempak!
"Ahhh.. umhhh.. ampuunn.. tuan enak sekali remasannya.." Cindy menggeliat.
"uhghgh.. sudaah tuan.. Cindy ga kuat lagi.. ahh.. ahh.. unhh.." pinta Cindy sambil melempar BHnya yang sudah dilepas pengaitnya oleh Raharjo.
Sedangkan celana dalamnya sudah basah akibat cairan vaginanya.
"Hahaha.. Gak kuat apanya..?" goda Raharjo.
"Ini aku tuan.. minta di masukin kayak semalem.." balas Cindy sambil mengelus memeknya dibalik CD basahnya.
"Ohh.. itu.. apa namanya sayang..?"
"Lubang kewanitaan tuan.."
"Bukan sayang, itu namanya Memek.." kata Raharjo.
Ia lalu merogoh dan mengobel memek Cindy yang ada dibalik CD.
"Ahh.. Enak tuan.. Emmhh.. Teruss.." desah Cindy sambil menggesekkan toketnya pada dada Raharjo yang masih berekemeja.
Sofi yang dari tadi mengawasi adegan mereka berdua sangatlah terpukul dan marah melihat Cindy seperti LONTE Hyper. Sofi berniat melaporkan kejadian ini ke BEM, Sofi bergerak cepat mengetik pesan ke Dea tentang kejadian ini.
"Shit, gaada sinyal", Sofi pun mau tidak mau harus menemui Dea secara langsung.
Tetapi sebelum melangkah keluar Sofi memutuskan untuk menghardik Cindy terlebih dahulu, sebuah keputusan yang akan disesalinya seumur hidup.
"Terlalu lama kalau gua ke Dea dulu, 3 orang penjaga dan seorang bandot mahasiswa tua macam Raharjo pasti bisa gua ajar"
Naluri militer Sofi bekerja, memperhitungkan segala kemungkinan, double stick siap sedia dalam genggamannya.
Dalam hitungan detik Sofi menyerbu masuk ruangan tersebut, mengagetkan 3 orang penjaga yang kocar kacir menerima serangan dadakan Sofi.
Brak!! Seorang penjaga rubuh langsung dengan darah segar mengalir dari dahinya akibat hantaman stick Sofi.
Kemudian penjaga kedua memukul secara serampangan yang dengan mudah dihindari Sofi sembari memberikan bonus tendangan di selangkangannya, sebagai ahli bela diri, Sofi mengetahui titik-titik kelemahan pria.
Penjaga ketiga cukup pintar, ia menyerang Sofi dengan pentungsn hingga terjadi pertempuran yang sengit antara keduanya, paha Sofi sempat terpukul hingga roknya sobek tetapi langsung dibalas dengan lilitan double stick pada leher penjaga ketiga tersebut, pertarungan diakhiri dengan bantingan Sofi terhadap lawannya.
Tetapi ada keanehan, dimana Raharjo tampak santai sekali, masih mengobel memek dan meremasi toket Cindy sembari menyaksikan pertarungan Sofi.
Cindy menangis terisk melihat Sofi telah memasuki ruangan dan langsung mencekek Raharjo dengan sangar.
"Abis riwayat lu bangsat"
ag!! Bug!! Plak!! Sofi menghajar Raharjo dengan ganas.
Raharjo tersungkur, dari mulutnya keluar darah, tetapi senyuman menyungging dari wajahnya.
"Kau yang mampus lonte" sembari memicingkan mata ke arah Cindy.
Sofi yang makin emosi menghantam Raharjo dengan tendangan dan langsung membalikan badan bermaksud mendamprat Cindy, tanpa diketahui Cindy sudsh berdiri di hadapannya mengarahkan langsung stunt gun ke arah Susu Sofi yang bulat sempurna menantang.
"Maafkan aku Sof" Cindy berbisik.
"Sialan! Apa apaan"
Drrrrtt!
"Uhgg ahhgg ahggg bangsaaatt".
Sofi menggelepar menerima serangan listrik dari stunt gun yang ternyata diarahkan langsung oleh Cindy, dan segera saja 5 orang anggota BD yang ternyata telah standby menunggu penjebakan Sofi kali ini meringkus dan mengamankan Sofi.
"Dasar lonte penghianat.", ujar sofi dalam hati.
"Satu lagi yang akan menjadi lonte kita, bahkan Nabila juga akan takluk dan menjilati kontolku ini suatu saat nanti!"
Sementara Raharjo mengoceh, Cindy sudah berada di puncak napsu, ia gesek gesekan vaginanya di tonjolan kontol raharjo yang menyembul besar. Raharjo yang sudah tak tahan membaringkan dirinya dilantai.
Cindy menggigit jarinya, pikirannya sudah penuh dengan pikiran nakal, tanpa diperintah, cindy membua celana Raharjo dan mengeluarkan kontolnya. Lalu ia coba mengarahkan payudaranya kearah penis raharjo, penis raharjo dijepit dibelahan payudaranya.
Sungguh terasa sangat nikmat bagaimana penis raharjo diselimuti buah dada cindy yang lembut dan kenyal.
Cindy menaik turunkan payudaranya sambil sesekali menyepong penis raharjo.
"Fuck enak banget sayang! Kalau eamang jiwa lonte, ga disuruh juga ngerti sendiri harus ngapain ya" puji raharjo.
Ruangan terasa panas karena aksi mereka berdua.
===x===
Ditengah hiruk pikuk Pentas Seni Universitas Permata Nusantara, para kabinet Srikandi masih tak menydari situasi hilangnya Cindy dan Sofi. Mereka sibuk menjalankan tugas masing-masing agar acara Pentas seni berjalan lancar sampai akhir.
===x===
Di basement, penanggungjawab utama dari kegiatan pentas seni tersebut juga sedang sibuk-sibuknya, bukan sibuk mengawasi jalannya acara melainkan sibuk memuaskan birahinya sendiri dan juga tuan-tuannya yang tak pernah berhenti menagih jatah servis dari tubuhnya yang diidam-idamkan banyak lelaki kampus.
Cindy dengan naluri seksualnya yang tidak dapat dibendung lagi, puting susu mencuat mengaharapkan isapan para pejantannya, sedangkan memeknya seolah tak puas dengan 1 kontol saja. Mulutnya yang senantiasa mengeluarkan suara merdu sedang menganga besar sekali hanya agar dapat dimasuki oleh kontol salah satu anggota BD.
Cindy melanjutkan pesta sex-nya..
Kali ini Cindy sibuk berdoggy style bahkan gerakannya sangat liar sekan haus kenikmatan, yang nyatanya memang haus sex.
Sembari nungging, Cindy menggerakan pinggulnya penuh napsu menyambut sodokan Kontol Mahmud, salah seorang dedengkota Black Dimension yang sama seperti Dirman.
Total Cindy sedang melayani 5 orang Black Dimension diwaktu ia seharusnya memantau jalannya pentas seni yang sedang berlangsung tepat diatas sekretariat Black Dimension, tempat ia sedang menungging merasakan nikmat duniawi.
Selain Mahmud yang kontolnya sedang ditumbuk oleh Cindy, ada Anton sembari memegangi kepala Cindy yang sudah tak berjilbab meju-mundur kontol besarnya pada mulut seksi Cindy.
Kedua lelaki yang sebenarnya juga panitia acara pensi jadi seksi kebersihan. Bukannya menjalankan kewajibannya, malah minta pada Cindy agar penis mereka bisa dibersihkan pakai memeknya yang berlendir.
Sang Menteri Kesenian mendesah-desah bercampur air liur yang meleleh membasahi mulutnya.
Sunggu pemandangan eksotis nan mengundang birahi.
Sekitar 15 menit Cindy bergoyang mengikuti irama hingga akhirnya goyangannya makin cepat dan hisapan pada kontol Anton makin kuat. Sebuah pertanda bahwa ia sedang diambang orgasme.
Kedua lelaki bajingan ini mengerti orgasme akan segera mendatangi Cindy, mereka berniat menaklukan dan memperbudak Cindy lebih parah lagi. Semua aktifitas genjotan pun dihentikan.
Cindy meraung kecewa "argghhhjj kok berhentiii.. lagi dong.. dikit lagi aku crot.. tolong tumbuk lagi sebentar ajahhh.."
Kegilaan Cindy akan nikmat sex yang ia rasakan sontak mengundang gelak tawa dari kedua lelaki itu.
Anton dan Mahmud kini mundur beberapa langkah menjauhi Cindy yang tanggung diambang orgasmenya.
"Ayo dong.. Aah.. Sini dong.. Emmhh.."
Cindy memohon sambil meremas susunya dan mengelusi serta mengobel memeknya yang berkedut ingin segera orgasme.
Tapi ia merasa main sendiri seperti itu tidak senikmat dengan kontol.
"Wahh.. Dia colmek.. Hahaha.." ejek Mahmud.
"Hahaha.. nih mau kontol ga?" kata Anton menggoyangkan kontolnya yang keras dan tegang menantang.
"Yang butuh.. ya yang dateng dong.. hahaha" tambah Mahmud.
"status kamu sekarang bukan menteri atau model yang bisa sok highclass! kamu ga lebih dari lonte peliharaan! hahaha.." ejek Anton.
"Lu tuh B-U-D-A-K.. Wakakaka.." pungks Anton.
Menderang hinaan-hinaan itu Cindy malah makin horny.
Melihat dua kontol dipamerkan, Cindy tak kuasa menahan napsu.
"tuanku, aku ini peliharaan kalian.. memekku pengen makan kontol tuan, tolong tuan.." pinta Cindy sambil merangkak menghampiri dua kontol ngaceng sempurna itu.
Cindy dengan sangat seksi berjalan merangkak menuju Anton, Susu besarnya mengayun seiring langkah kakinya, mukanya sangat horny dan sama sekali bukan seperti Cindy sang menteri alim melainkan seperti pelacur hyper murahan yang hidup hanya untuk ngentot.
"memekku ga kuat.. sangat gatal tuan.. saya mohon tuan, entot saya tuan.."
Cindy memohon sambil terisak, bukan karena sedih tetapi karena nikmat yang sudah sangat tidak tertahankan lagi.
"Emmuuahh.. Peliharaan yang patuh.." puji Anton setelah mencium bibir Cindy.
"Jilatin kontol gua sambil kaki lu angkat satu biar kaya anjing lagi kencing, nanti lu bakal sekalian dientot dari belakang sama Mahmud, ngerti?" lanjutnya.
Cindy dengan patuh lansung menjilati lalu menyempong kontol Anton, tak lupa kakinya diangkat satu dan segera saja ditumbuk oleh Mahmud dalam posisi miring.
“ahhggg Kontol, Cindy suka kontol uhggg slurppp aumhhh nghhh nghhh kontol besaarrr.”
Tak butuh waktu lama, Cindy orgasme dengan hebat, menyebabkan kulumannya terhadap kontol Anton semakin keras. Orgasme Cindy dibarengi dengan semprotan sperma Anton dimukanya.
“Nikmatnya, Aaaarghhh!!” erang Cindy lalu ambruk.
Tubuh ambruk Cindy bukan halangan bagi Mahmud untuk terus mengentot dengan keras, bahkan cenderung kasar.
Kontol Mahmud yang terasa penuh sesak pada memek berlendirnya, membuat Cindy membelalak saking nikmatnya, mulutnya menganga tanpa suara menikmati jejalan kontol dimemeknya, kenikmatan surga yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Saat klimaks Mahmud menyemburkan pejunya pada muka alim Cindy.
Tak berhenti disana, Mahmud ternyata telah minum obat kuat ngaceng, maka kemudian dia berbaring. Cindy yang tanggung dan ingin dapat orgasme lagi, segera mengambil posisi woman on top, memeknya kembali menelan kontol Mahmud yang tegak berdiri menantang langit lalu bergoyang erotis sembari meremasi susunya sendiri.
Mahmud berbaring santai menyaksikan striptis pribadi Cindy sembari tersenyum bahagia.
“ahhh ngentot sungguh nikmaaatt uhggg.”
"hahaha.. kalau kamu nanti sudah tak kami butuhkan, mau cari kontol kemana Cin?"
“ahh.. nikmat.. ahh kontoolll.. Aku mau cari kontol di lokalisasi.. atau obral lewat sosmed.. kontoll..”
"wah wah, ga malu model berkelas yang terkenal ALIM telanjang gini, ngentotin cowok pula? mau cari kontol di lokalisasi pula..”
"auhhgg peduli setaan ahhh yang penting kontol”.
Kemudian Anton datang membawa sebuah majalah bulanan kampus kebetulan Cindy yang jadi modelnya, tentu saja dengan hijab lebar yang menutupi segala keindahan tubuhnya.
"Mba nih aku bacain ya artikel mba Cindy tepat 2 minggu yang lalu. Judulnya Hidup Produktif Tanpa Sex Bebas, wah wah, bener nih mba Cindy nulis beginian?”
Sementara Cindy sedang sibuk memutar pinggulnya memanjakan kontol Mahmud.
“ahhgg uhgg iyahhh Tuan ahhggg nikmat ssshh”
"loh katanya tanpa sex bebas, kok sekarang malah jadi gila sex gini mba?"
”soalnya nikmattt tidak terkiraa baru tauuu uhhggg udaahhh jangan bahas lagiihhh ngentoottt ahhh"
“eh liat nih kalimat pembuka artikelnya, Cindy sang menteri kesenian meyakini mayoritas mahasiswi Universitas Permata Nusantara adalah mereka yang mengerti norma dan menjaga keperawanannya"
"loh gimana nih mba? menjaga keperawanan kok minta dientot”
“arghhh udah uhggg belum tau uhggg ahhh ahhh”
Cindy tetap asik dengan goyangannya, artikel yang ia tulis pun seakan dilupakan sepenuhnya.
“Nah ini yang paling mantep nih, Cindy berkata bahwa siapapun yang secara paksa merengut keperawanan dan memaksakan hubungan sex maka lelaki tersebut tak lebih dari seekor hewan”
"wahh galak sekali kalimatnya mba? kami hewan nih?”
"enggak ahh engghh maaf uhhg ampun belum tau nghhh sex nikmat”
"jadi siapa yang hewan?”
”akuh uhhh entottt uhggg aku hewan peliharaan BD uhggg kamu berisik ahhh.”
Tanpa komando Cindy meraih kontol Anton dan menyepongnya sembari menikmati semburan sperma Mahmud di rahimnya.
“Memang luar biasa lonte kita ini ya, binalnya ngalahin purel asli dan gampang sange pula. Pokoknya kontol dan ngentot.. Hahaha..”
Cindy mengangguk menyetujui, akal sehatnya sudah hilang. Lalu berbaring lemah, menikmati sensasi panasnya peju Mahmud pada liang memeknya.
“Kamu menikmatinya Budak?” Raharjo datang menghampiri.
Cindy melanjutkan pesta sex-nya..
Kali ini Cindy sibuk berdoggy style bahkan gerakannya sangat liar sekan haus kenikmatan, yang nyatanya memang haus sex.
Sembari nungging, Cindy menggerakan pinggulnya penuh napsu menyambut sodokan Kontol Mahmud, salah seorang dedengkota Black Dimension yang sama seperti Dirman.
Total Cindy sedang melayani 5 orang Black Dimension diwaktu ia seharusnya memantau jalannya pentas seni yang sedang berlangsung tepat diatas sekretariat Black Dimension, tempat ia sedang menungging merasakan nikmat duniawi.
Selain Mahmud yang kontolnya sedang ditumbuk oleh Cindy, ada Anton sembari memegangi kepala Cindy yang sudah tak berjilbab meju-mundur kontol besarnya pada mulut seksi Cindy.
Kedua lelaki yang sebenarnya juga panitia acara pensi jadi seksi kebersihan. Bukannya menjalankan kewajibannya, malah minta pada Cindy agar penis mereka bisa dibersihkan pakai memeknya yang berlendir.
Sang Menteri Kesenian mendesah-desah bercampur air liur yang meleleh membasahi mulutnya.
Sunggu pemandangan eksotis nan mengundang birahi.
Sekitar 15 menit Cindy bergoyang mengikuti irama hingga akhirnya goyangannya makin cepat dan hisapan pada kontol Anton makin kuat. Sebuah pertanda bahwa ia sedang diambang orgasme.
Kedua lelaki bajingan ini mengerti orgasme akan segera mendatangi Cindy, mereka berniat menaklukan dan memperbudak Cindy lebih parah lagi. Semua aktifitas genjotan pun dihentikan.
Cindy meraung kecewa "argghhhjj kok berhentiii.. lagi dong.. dikit lagi aku crot.. tolong tumbuk lagi sebentar ajahhh.."
Kegilaan Cindy akan nikmat sex yang ia rasakan sontak mengundang gelak tawa dari kedua lelaki itu.
Anton dan Mahmud kini mundur beberapa langkah menjauhi Cindy yang tanggung diambang orgasmenya.
"Ayo dong.. Aah.. Sini dong.. Emmhh.."
Cindy memohon sambil meremas susunya dan mengelusi serta mengobel memeknya yang berkedut ingin segera orgasme.
Tapi ia merasa main sendiri seperti itu tidak senikmat dengan kontol.
"Wahh.. Dia colmek.. Hahaha.." ejek Mahmud.
"Hahaha.. nih mau kontol ga?" kata Anton menggoyangkan kontolnya yang keras dan tegang menantang.
"Yang butuh.. ya yang dateng dong.. hahaha" tambah Mahmud.
"status kamu sekarang bukan menteri atau model yang bisa sok highclass! kamu ga lebih dari lonte peliharaan! hahaha.." ejek Anton.
"Lu tuh B-U-D-A-K.. Wakakaka.." pungks Anton.
Menderang hinaan-hinaan itu Cindy malah makin horny.
Melihat dua kontol dipamerkan, Cindy tak kuasa menahan napsu.
"tuanku, aku ini peliharaan kalian.. memekku pengen makan kontol tuan, tolong tuan.." pinta Cindy sambil merangkak menghampiri dua kontol ngaceng sempurna itu.
Cindy dengan sangat seksi berjalan merangkak menuju Anton, Susu besarnya mengayun seiring langkah kakinya, mukanya sangat horny dan sama sekali bukan seperti Cindy sang menteri alim melainkan seperti pelacur hyper murahan yang hidup hanya untuk ngentot.
"memekku ga kuat.. sangat gatal tuan.. saya mohon tuan, entot saya tuan.."
Cindy memohon sambil terisak, bukan karena sedih tetapi karena nikmat yang sudah sangat tidak tertahankan lagi.
"Emmuuahh.. Peliharaan yang patuh.." puji Anton setelah mencium bibir Cindy.
"Jilatin kontol gua sambil kaki lu angkat satu biar kaya anjing lagi kencing, nanti lu bakal sekalian dientot dari belakang sama Mahmud, ngerti?" lanjutnya.
Cindy dengan patuh lansung menjilati lalu menyempong kontol Anton, tak lupa kakinya diangkat satu dan segera saja ditumbuk oleh Mahmud dalam posisi miring.
“ahhggg Kontol, Cindy suka kontol uhggg slurppp aumhhh nghhh nghhh kontol besaarrr.”
Tak butuh waktu lama, Cindy orgasme dengan hebat, menyebabkan kulumannya terhadap kontol Anton semakin keras. Orgasme Cindy dibarengi dengan semprotan sperma Anton dimukanya.
“Nikmatnya, Aaaarghhh!!” erang Cindy lalu ambruk.
Tubuh ambruk Cindy bukan halangan bagi Mahmud untuk terus mengentot dengan keras, bahkan cenderung kasar.
Kontol Mahmud yang terasa penuh sesak pada memek berlendirnya, membuat Cindy membelalak saking nikmatnya, mulutnya menganga tanpa suara menikmati jejalan kontol dimemeknya, kenikmatan surga yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Saat klimaks Mahmud menyemburkan pejunya pada muka alim Cindy.
Tak berhenti disana, Mahmud ternyata telah minum obat kuat ngaceng, maka kemudian dia berbaring. Cindy yang tanggung dan ingin dapat orgasme lagi, segera mengambil posisi woman on top, memeknya kembali menelan kontol Mahmud yang tegak berdiri menantang langit lalu bergoyang erotis sembari meremasi susunya sendiri.
Mahmud berbaring santai menyaksikan striptis pribadi Cindy sembari tersenyum bahagia.
“ahhh ngentot sungguh nikmaaatt uhggg.”
"hahaha.. kalau kamu nanti sudah tak kami butuhkan, mau cari kontol kemana Cin?"
“ahh.. nikmat.. ahh kontoolll.. Aku mau cari kontol di lokalisasi.. atau obral lewat sosmed.. kontoll..”
"wah wah, ga malu model berkelas yang terkenal ALIM telanjang gini, ngentotin cowok pula? mau cari kontol di lokalisasi pula..”
"auhhgg peduli setaan ahhh yang penting kontol”.
Kemudian Anton datang membawa sebuah majalah bulanan kampus kebetulan Cindy yang jadi modelnya, tentu saja dengan hijab lebar yang menutupi segala keindahan tubuhnya.
"Mba nih aku bacain ya artikel mba Cindy tepat 2 minggu yang lalu. Judulnya Hidup Produktif Tanpa Sex Bebas, wah wah, bener nih mba Cindy nulis beginian?”
Sementara Cindy sedang sibuk memutar pinggulnya memanjakan kontol Mahmud.
“ahhgg uhgg iyahhh Tuan ahhggg nikmat ssshh”
"loh katanya tanpa sex bebas, kok sekarang malah jadi gila sex gini mba?"
”soalnya nikmattt tidak terkiraa baru tauuu uhhggg udaahhh jangan bahas lagiihhh ngentoottt ahhh"
“eh liat nih kalimat pembuka artikelnya, Cindy sang menteri kesenian meyakini mayoritas mahasiswi Universitas Permata Nusantara adalah mereka yang mengerti norma dan menjaga keperawanannya"
"loh gimana nih mba? menjaga keperawanan kok minta dientot”
“arghhh udah uhggg belum tau uhggg ahhh ahhh”
Cindy tetap asik dengan goyangannya, artikel yang ia tulis pun seakan dilupakan sepenuhnya.
“Nah ini yang paling mantep nih, Cindy berkata bahwa siapapun yang secara paksa merengut keperawanan dan memaksakan hubungan sex maka lelaki tersebut tak lebih dari seekor hewan”
"wahh galak sekali kalimatnya mba? kami hewan nih?”
"enggak ahh engghh maaf uhhg ampun belum tau nghhh sex nikmat”
"jadi siapa yang hewan?”
”akuh uhhh entottt uhggg aku hewan peliharaan BD uhggg kamu berisik ahhh.”
Tanpa komando Cindy meraih kontol Anton dan menyepongnya sembari menikmati semburan sperma Mahmud di rahimnya.
“Memang luar biasa lonte kita ini ya, binalnya ngalahin purel asli dan gampang sange pula. Pokoknya kontol dan ngentot.. Hahaha..”
Cindy mengangguk menyetujui, akal sehatnya sudah hilang. Lalu berbaring lemah, menikmati sensasi panasnya peju Mahmud pada liang memeknya.
“Kamu menikmatinya Budak?” Raharjo datang menghampiri.
Cindy dengan sigap merangkak mendekati sembari mencium kakinya. Begitulah aturan yang berlaku.
"iya tuanku, Cindy lonte ini menikmati setiap sex yang dilakukan"
"Kalau nikmat, ya harus dibagi-bagi. teman-temanmu juga harus merasakannya. Setelah Sofi yang sekarang sedang menunggu kenikmatan ini, siapa punggawa Srikandi selanjutnya yang harus diberi kenikmatan sex?"
"Nabila tuanku, dia presidennya, dia harus menjadi Presiden Sex juga"
"tidak, save the best for the last. Nabila harus paling terakhir"
"Dea tuanku, dia yang paling kuat"
"hmmm, Dea, ada tim khusus buat mereka. siapa yang memiliki pengaruh selain mereka?"
"Firda tuanku, dia paling senior dan mentor agama dari banyak akhwat lainnya."
Raharjo menerangkan rencananya pada Cindy dengan detail dan lengkap.
"Cindy yang lonte ini akan lakukan apapun demi kontol tuan-tuanku"
Cindy lalu menjulurkan lidahnya menjilati selangkangan Raharjo yang bahkan masih memakai celana.
Cindy is good slave!
===x0x===
- Sofi -
Di ruangan lain di basement tempat secretariat BD berada..
Sofi yang beberapa waktu masih berada diatas angina dalam adu kekuatan dengan beberapa anggota BD sekarang terikat tak berdaya dalam kondisi tak sadarkan diri akibat sengatan stun gun.
Kaki dan tangan Sofi terikat dengan posisi saling terentang dalam posisi berdiri membentuk huruf X.
Dibalik ketegasan wajahnya yang selalu ia tampilkan, semua orang menyadari bahwa Sofi memiliki wajah paling seksi diantara Srikandi lainnya, dan keseksian itu tampak jelas ketika ia sedang dalam kondisi paling tidak berdaya seperti ini, terikat pasrah dimarkas musuh besarnya.
Masih dengan pakaian lengkap, kerudung sedikit kusut akibat perkelahian yang ia lalui, dan kancing blouse yang sudah lepas sehingga memperlihatkan badan seksinya dalam balutan baju manset ketat yang tak mampu menyembunyikan susu Sofi yang mengintip seksi.
Kemudian 3 pria memasuki ruangan, ketiganya mahasiswa tua yang sudah tidak memikirkan lagi tentang kelulusan. Harun, Udin, dan Wahyu, nama yang terkenal dikampus sebagai rajanya miras dan narkoba.
Trio pecandu yang sudah satu semester menghilang dari dunia kampus karena dengan terhina disingkirkan oleh Sofi dan rekan rekannya di kabinet Srikandi, khususnya di kementrian keamanan pimpinan Dea.
Atas prakarsa dan hasil intelijen Sofi, ketiga Raja Miras tersebut berhasil ditangkap basah ketika sedang mengedarkan miras dan tak mampu melawan ketika Trio Jagoan Srikandi yaitu Sofi, Dea, dan Salsa meringkusnya sekaligus menjebloskannya ke penjara.
Kini ketiganya telah bebas atas jaminan dari Raharjo yang memang merupakan anak seorang konglomerat.
Ketiganya berdiri menatap Sofi yang terikat tak berdaya dengan penuh amarah bercampur napsu balas dendam yang begitu besar. Tentu saja napsu balas dendamnya sekarang akan dilampiaskan dalam bentuk pelecehan seksual terhadap pahlawan wanita yang telah menghinakan mereka bertiga ini.
“tidak akan ada belas kasihan untukmu lagi pelacur!” Harun berkata tegas diikuti anggukan kedua orang rekannya.
Dengan membawa double stik milik Sofi mereka bertiga menghampiri Sofi yang masih pingsan dan langsung membangunkannya dengan kasar.
Harun menampar keras pipi Sofi, sedangkan Udin dan Wahyu tidak menunggu waktu lama untuk melakukan pelecehan, dengan membangunkan Sofi dengan tamparan di Susu dan pantat Sofi yang menggoda.
Sofi segera saja terbangun dengan kagetnya, “ka.. kalian!!”
"kurang ajar! lepaskan aku.. heh kalian lelaki pengecut kita duel lagi seperti dulu!!”
Sofi dengan emosinya meronta mencoba melepaskan ikatan pada kaki dan tangannya. Maklum, Harun, Udin, dan Wahyu adalah gembong miras yang beberapa bulan lalu berhasil ia ringkus dan jebloskan ke penjara, tapi sekarang mereka berdiri dengan angkuh dan salah satunya malah memegang senjata andalan Sofi.
"Hahahaha Sofi, Sofi, Sofi, dalam kondisi hamper kehilangan keperawanan aja masih galak gitu"
"sadarlah Sofi nona panglima perang srikandi yang perkasa, kamu sekarang dalam genggaman kami, dan lihatlah emosimu dalam 2 jam kedepan adalah menanang kami duel atau memohon untuk kami entot lonteku saying. Harun menggoda dengan kurang ajar sembari menjawil dagu Sofi dengan mesum.
Tentu saja naluri petarung Sofi tidak terima dilecehkan sedemikian rupa, langsung saja ludah tersemprot dari mulutnya tepat di muka Harun.
“Brengsek kalian, lelaki pengecut! banci! lawan aku keparat jika kalian punya nyali"
Tak sampai disana Sofi melanjutkan perlawanan dengan menyundul kepala Harun dengan keras, Harun tersungkur dengan rasa malu dan dihinakan. Wanita yang sudah ia anggap Lonte meludahinya dengan hina.
"Wah wah wah lonte satu ini masih belum mau kalah"
Udin langsung maju kedepan dan mengarahkan stuntgun tepat kearah memek sofi yang masih berada dibalik celana panjangnya. Sofi bergidik dan mengerang merasakan sakitnya.
“ähhh uhggg jangan pikir.. aku akan kalah hanya dengan sengatan setrum kecil itu sialan!" teriak Sofi.
“Kalian manusia jahanam yang menjerumuskan banyak mahasiswa dalam bisnis terkutuk!” teriak Sofi lagi.
“bajingan seperti kalian harus segera disingkirkan, kalian boleh saja menghabisiku, tapi Nabila dan seluruh jajaran cabinet Srikandi akan balik menghancurkanmu!!”
Sofi mengumpat ditengah serbuan dari ketiga orang musuhnya.
“Kabinet Srikandi menghancurkan kita? Hahaha..”.
"Jangan sombong, non. Mentang-mentang jago silat dan berhasil memenangkan berbagai duel terus masih bisa belagu didepan kami?"
"Cuh! Perempuan gak tahu diri,” Harun bangkit sudah habis kesabarannya.
Liat tuh temenmu, si Cindy, yang katanya menteri kesenian yang akan membawa seni syariah bagi kampus. Sekarang seni yang dia tawarkan ke BD, seni Bokep ngerti ga lu? Dia udah jadi budak sex."
BUKG!
"Berikutnya elu Sofi, kebanggaan Srikandi, si pemberantas miras dan narkoba juga akan jadi pelayan bagi kontol kontol BD. Sebuah kemenangan besar!!"
BUKG!
"Selanjutnya, terus Dea, Ratu, dan bahkan Presiden Mahasiswa Nabila akan kami jadikan budak napsu ngerti kamu?"
BUKG!
Harun dengan emosi berbicara sembari melacarkan pukulan ke perut Sofi.
“Jahanam!” teriak Sofi yang masih berani.
“Aku tahu apa saja dosamu. Manusia hina! Kalau tertangkap, kamu bakal masuk penjara seumur hidup sampai busuk!”
“Cerewet! Sudah cukup ngomongnya,” kata Udin.
Wahyu mendekati Sofi dengan gunting ditangannya. Dengan cekatan ketiga kawanan tersebut langsung merobek seluruh pakaian Sofi sehingga terpampang sudah seluruh bagian vital milik Sofi.
“Mmphh!! Sialaan, lepaskannnn”
Sofi memprotes tanpa hasil ketika celana dalamnya dan juga BH nya berhasil disobek hingga Susu dan Memek indahnya untuk pertama kali terpampang kepada dunia.
Harun kemudian mendekat dengan Double Stick kebanggaan Sofi. Insting militer Sofi segera menyadari siksaan yang akan ia lalui, ia pun bersiap menahan segala ancaman serangan menggunakan double stick yang ia banggakan. Sofi memejamkan mata mencoba menahan nyeri.
Beberapa detik Sofi menunggu datangnya serangan tapi tak kunjung dating, akhirnya ia membuka mata perlahan dan ternyata tepat ketika ia membuka mata, Wahyu dan Udin membelai, mempermainkan susunya yang seksi.
Sementara Harun mendekatkan mukanya, sangat dekat dengan Sofi hingga nafas mereka saling bertukar.
"iya tuanku, Cindy lonte ini menikmati setiap sex yang dilakukan"
"Kalau nikmat, ya harus dibagi-bagi. teman-temanmu juga harus merasakannya. Setelah Sofi yang sekarang sedang menunggu kenikmatan ini, siapa punggawa Srikandi selanjutnya yang harus diberi kenikmatan sex?"
"Nabila tuanku, dia presidennya, dia harus menjadi Presiden Sex juga"
"tidak, save the best for the last. Nabila harus paling terakhir"
"Dea tuanku, dia yang paling kuat"
"hmmm, Dea, ada tim khusus buat mereka. siapa yang memiliki pengaruh selain mereka?"
"Firda tuanku, dia paling senior dan mentor agama dari banyak akhwat lainnya."
Raharjo menerangkan rencananya pada Cindy dengan detail dan lengkap.
"Cindy yang lonte ini akan lakukan apapun demi kontol tuan-tuanku"
Cindy lalu menjulurkan lidahnya menjilati selangkangan Raharjo yang bahkan masih memakai celana.
Cindy is good slave!
===x0x===
- Sofi -
Di ruangan lain di basement tempat secretariat BD berada..
Sofi yang beberapa waktu masih berada diatas angina dalam adu kekuatan dengan beberapa anggota BD sekarang terikat tak berdaya dalam kondisi tak sadarkan diri akibat sengatan stun gun.
Kaki dan tangan Sofi terikat dengan posisi saling terentang dalam posisi berdiri membentuk huruf X.
Dibalik ketegasan wajahnya yang selalu ia tampilkan, semua orang menyadari bahwa Sofi memiliki wajah paling seksi diantara Srikandi lainnya, dan keseksian itu tampak jelas ketika ia sedang dalam kondisi paling tidak berdaya seperti ini, terikat pasrah dimarkas musuh besarnya.
Masih dengan pakaian lengkap, kerudung sedikit kusut akibat perkelahian yang ia lalui, dan kancing blouse yang sudah lepas sehingga memperlihatkan badan seksinya dalam balutan baju manset ketat yang tak mampu menyembunyikan susu Sofi yang mengintip seksi.
Kemudian 3 pria memasuki ruangan, ketiganya mahasiswa tua yang sudah tidak memikirkan lagi tentang kelulusan. Harun, Udin, dan Wahyu, nama yang terkenal dikampus sebagai rajanya miras dan narkoba.
Trio pecandu yang sudah satu semester menghilang dari dunia kampus karena dengan terhina disingkirkan oleh Sofi dan rekan rekannya di kabinet Srikandi, khususnya di kementrian keamanan pimpinan Dea.
Atas prakarsa dan hasil intelijen Sofi, ketiga Raja Miras tersebut berhasil ditangkap basah ketika sedang mengedarkan miras dan tak mampu melawan ketika Trio Jagoan Srikandi yaitu Sofi, Dea, dan Salsa meringkusnya sekaligus menjebloskannya ke penjara.
Kini ketiganya telah bebas atas jaminan dari Raharjo yang memang merupakan anak seorang konglomerat.
Ketiganya berdiri menatap Sofi yang terikat tak berdaya dengan penuh amarah bercampur napsu balas dendam yang begitu besar. Tentu saja napsu balas dendamnya sekarang akan dilampiaskan dalam bentuk pelecehan seksual terhadap pahlawan wanita yang telah menghinakan mereka bertiga ini.
“tidak akan ada belas kasihan untukmu lagi pelacur!” Harun berkata tegas diikuti anggukan kedua orang rekannya.
Dengan membawa double stik milik Sofi mereka bertiga menghampiri Sofi yang masih pingsan dan langsung membangunkannya dengan kasar.
Harun menampar keras pipi Sofi, sedangkan Udin dan Wahyu tidak menunggu waktu lama untuk melakukan pelecehan, dengan membangunkan Sofi dengan tamparan di Susu dan pantat Sofi yang menggoda.
Sofi segera saja terbangun dengan kagetnya, “ka.. kalian!!”
"kurang ajar! lepaskan aku.. heh kalian lelaki pengecut kita duel lagi seperti dulu!!”
Sofi dengan emosinya meronta mencoba melepaskan ikatan pada kaki dan tangannya. Maklum, Harun, Udin, dan Wahyu adalah gembong miras yang beberapa bulan lalu berhasil ia ringkus dan jebloskan ke penjara, tapi sekarang mereka berdiri dengan angkuh dan salah satunya malah memegang senjata andalan Sofi.
"Hahahaha Sofi, Sofi, Sofi, dalam kondisi hamper kehilangan keperawanan aja masih galak gitu"
"sadarlah Sofi nona panglima perang srikandi yang perkasa, kamu sekarang dalam genggaman kami, dan lihatlah emosimu dalam 2 jam kedepan adalah menanang kami duel atau memohon untuk kami entot lonteku saying. Harun menggoda dengan kurang ajar sembari menjawil dagu Sofi dengan mesum.
Tentu saja naluri petarung Sofi tidak terima dilecehkan sedemikian rupa, langsung saja ludah tersemprot dari mulutnya tepat di muka Harun.
“Brengsek kalian, lelaki pengecut! banci! lawan aku keparat jika kalian punya nyali"
Tak sampai disana Sofi melanjutkan perlawanan dengan menyundul kepala Harun dengan keras, Harun tersungkur dengan rasa malu dan dihinakan. Wanita yang sudah ia anggap Lonte meludahinya dengan hina.
"Wah wah wah lonte satu ini masih belum mau kalah"
Udin langsung maju kedepan dan mengarahkan stuntgun tepat kearah memek sofi yang masih berada dibalik celana panjangnya. Sofi bergidik dan mengerang merasakan sakitnya.
“ähhh uhggg jangan pikir.. aku akan kalah hanya dengan sengatan setrum kecil itu sialan!" teriak Sofi.
“Kalian manusia jahanam yang menjerumuskan banyak mahasiswa dalam bisnis terkutuk!” teriak Sofi lagi.
“bajingan seperti kalian harus segera disingkirkan, kalian boleh saja menghabisiku, tapi Nabila dan seluruh jajaran cabinet Srikandi akan balik menghancurkanmu!!”
Sofi mengumpat ditengah serbuan dari ketiga orang musuhnya.
“Kabinet Srikandi menghancurkan kita? Hahaha..”.
"Jangan sombong, non. Mentang-mentang jago silat dan berhasil memenangkan berbagai duel terus masih bisa belagu didepan kami?"
"Cuh! Perempuan gak tahu diri,” Harun bangkit sudah habis kesabarannya.
Liat tuh temenmu, si Cindy, yang katanya menteri kesenian yang akan membawa seni syariah bagi kampus. Sekarang seni yang dia tawarkan ke BD, seni Bokep ngerti ga lu? Dia udah jadi budak sex."
BUKG!
"Berikutnya elu Sofi, kebanggaan Srikandi, si pemberantas miras dan narkoba juga akan jadi pelayan bagi kontol kontol BD. Sebuah kemenangan besar!!"
BUKG!
"Selanjutnya, terus Dea, Ratu, dan bahkan Presiden Mahasiswa Nabila akan kami jadikan budak napsu ngerti kamu?"
BUKG!
Harun dengan emosi berbicara sembari melacarkan pukulan ke perut Sofi.
“Jahanam!” teriak Sofi yang masih berani.
“Aku tahu apa saja dosamu. Manusia hina! Kalau tertangkap, kamu bakal masuk penjara seumur hidup sampai busuk!”
“Cerewet! Sudah cukup ngomongnya,” kata Udin.
Wahyu mendekati Sofi dengan gunting ditangannya. Dengan cekatan ketiga kawanan tersebut langsung merobek seluruh pakaian Sofi sehingga terpampang sudah seluruh bagian vital milik Sofi.
“Mmphh!! Sialaan, lepaskannnn”
Sofi memprotes tanpa hasil ketika celana dalamnya dan juga BH nya berhasil disobek hingga Susu dan Memek indahnya untuk pertama kali terpampang kepada dunia.
Harun kemudian mendekat dengan Double Stick kebanggaan Sofi. Insting militer Sofi segera menyadari siksaan yang akan ia lalui, ia pun bersiap menahan segala ancaman serangan menggunakan double stick yang ia banggakan. Sofi memejamkan mata mencoba menahan nyeri.
Beberapa detik Sofi menunggu datangnya serangan tapi tak kunjung dating, akhirnya ia membuka mata perlahan dan ternyata tepat ketika ia membuka mata, Wahyu dan Udin membelai, mempermainkan susunya yang seksi.
Sementara Harun mendekatkan mukanya, sangat dekat dengan Sofi hingga nafas mereka saling bertukar.
Harun berbisik, “Sofi, dengan badan seindah ini kau akan menjadi barang dagangan BD yang paling laris sayang, menyerahlah dan kami akan memperlakukanmu sebagai ratu“ bisikannya diakhiri dengan jilatan pada telinganya.
Sementara Sofi dengan sangat menahan kegelian akibat jilatan dan plintiran yang melanda Susunya.
Satu kalimat tegas keluar dari mulut Sofi diiringi tatapan penuh napsu membunuh. “GO TO HELL"
"kami bertiga akan merasakan Surga dunia bukan neraka."
Dengan kasar tanpa ampun Harun mengarahkan satu ujung double stick ke lobang memek Sofi sementara ujung satunya ke lobang anus Sofi dan segera tanpa izin langsung disodokan dengan kasar kepada kedua lobang tersebut.
Ketiga kawanan tertawa penuh kemenangan menyaksikan Sofi yang melotot syok merasakan ujung double stick kebanggannya yang kini sedang memaksa masuk memek dan anusnya.
"apa yang kalian lakukan.. OOOGG!"
Sofi menggelengkan kepala panik dan sakit yang amat sangat menjalari tubuhnya, dia yang seorang penuh perjuangan kini merasa ingin menyerah, wajahnya mengekspresikan ketakutan.
"AAARGHHG!! SAKIIITT!!!"
Harun tidak peduli.
"SAKIIIT! JANGAN DITEKAN! UUGHHF!, sakit Ya Tuhan, AAARGHHG!!"
BUGH! tiba-tiba Wahyu meninju perut Sofi.
"HUUGG..! SAKIT SEKALIII!" Sofi mekin syok dan semakin kesakitan.
Harun terus menekan double stick itu yang kini sudah masuk 1,5 cm di memek dan anus Sofi.
"HENTIKAN! SAKIT! SUDAAAHH! PERIIHH! STOP!" jerit sofi yang mersakan double stick itu semakin dalam menerobos dua lubangnya.
Harun tidak peduli, lansung menydok-nyodokkan double stick itu pada kedua lobang bawah Sofi.
Setelah cukup lama hanya menyodok-nyodok anus dan memek Sofi, ia tekan kembali kedua ujung senjata itu, tidak peduli jerit kesakitan Sofi.
Sofi terus meronta berusaha melepaskan diri tapi ikatan di tangan dan kakinya seakan tidak rela dia lepas dari siksa sadis 3 manusia bajingan itu.
Udin dan Wahyu juga tak kalah bringas.
Udin meremasi dengan kasar, sesekali menampari dan bahkan mecubit payudara Sofi. Sedangkan Wahyu menjambak-jambak rambut Sofi yang masih mengenakan hijab sesekali ia tampar pipinya dan memukul perutnya.
"HENTIKAN! SAKIT! SUDAAAHH! STOP!" Sofi semakin tersiksa tapi tak mau menyerah.
Ketiganya pun berenti melakukan itu penyiksaan itu, dengan double stick masih tertancap di kedua lubang bawah Sofi.
Namun tak sampai 10 detik mereka berulah lagi tapi dengan kelembutan. Udin meremasi dengan lembut, sesekali mengecupi gunung kembar Sofi serta memainkan puting sofi dengan lembut pula.
Sedangkan Wahyu kini hanya memegangi kepala Sofi yang masih mengenakan hijab sambil menjilati dan mengecupi wajah cantik Sofi, lalu menciumi dan melumat bibir Sofi dengan penuh kemesraan.
Kalau Harun? Harun mengelus paha dan memainkan klitoris Sofi juga dengan kelembutan.
Kelakuang ketiga pria bangsat itu menghentikan jerit kesakitan Sofi sekaligus menimbulkan hal aneh 'geli-geli aneh, geli tapi enak' serta perasaan aneh pada Sofi.
- Ahh.. Akhirnya berhenti.. Tapi.. emmhh.. perasaan apa ini.. Ohh.. - batin Sofi lega sekaligus bingung.
Tanpa sadar Sofi membuka mulutnya dan meladeni ciuman penuh napsu dari Wahyu.
Tak sampai 3 menit adegan itu berjalan, tiba-tiba Harun kembali menyodok-nyodokkan double stick yang mesih tertancap itu dengan perlahan. Sofi sempat kaget, tapi tak merasakan sakit sesakit tadi.
Semakin lama, semakin keras, semakin dalam pula Harun menyodokan double stick itu, hingga akhirnya lobang memek dan anus Sofi jebol keperawanannya, darah segar mengalir dari kedua lobang sempit.
Sofi merasakan sakit di selangkangannya dan air mata mengalir dari sudut matanya selagi dia menyadari betapa tak berdayanya dia di tangan para bajingan ini.
Darah perawan yang mengalir sepanjang double stick dicolek sedikit oleh Harun, lalu dengan kejam dia menunjukkan jarinya yang bernoda darah itu ke depan mata Sofi. Harun melanjutkan ejekannya dengan mengulum jari itu.
Sofi hanya bisa menangis sambil terbungkam oleh ciuman penuh napsu Wahyu.
“ini darah perawan kedua yang ngalir dari srikandi, dan masih banyak lagi yang akan ngalir” Harun berkata demikian sembari mendesakkan lagi double stick itu ke dalam memek dan anus Sofi, lalu melepas pegangannya.
Gadis yang baru diperawani itu kini agak membungkuk lesu dengan double stick tertancap tak senonoh di memek dan anusnya yang disertai darah mengalir di permukaannya. Tubuhnya serasa remuk, kepalanya pusing, selangkangannya terasa perih tak terkira, matanya seakan ingin terpejam selamanya, kesadarannya pun perlahan menghilang.
Harun tertawa, “mampus lu.. ANJING!”
Seakan tak bosan menyiksa Sofi, dengan sangat keras ia tinju ulu hati Sofi.
"HUUGK!!" sofi terbelalak dengan mulut terbuka, sakit dan perih pada perutnya menyadarkan dia belum mati.
Mental pejuang Sofi kian menipis, sekarang Sofi hanya bisa memandang ketakutan selagi wajah-wajah seram dan bernafsu ada didekatnya.
"Bro jangan sampai dia mati.." kata Raharjo yang tiba-tiba muncul.
"Asuu! bikin kaget aja lu.." umpat Wahyu.
"Setan lu.. ga permisi tiba-tiba muncul.." tambah Udin.
"Hehehe.. Sorry.. Nih obat ramuannya.." kata Raharjo sambil menyerah beberapa suntikan yang sudah terisi ramuan lalu pergi lagi.
Wahyu menyuntikkan ramuan peningkat birahi separuh pada Sofi, lalu menyuntikkan ramuan peningkat stamina pula namun denga dosis sedikit.
Mereka ingin Sofi Birahi dengan kesadaran tetap terjaga.
Udin mencubit kedua putingnya, membuat Sofi meringis walau cubitannya tidak keras. Sofi merasa dikhianati tubuhnya sendiri karena putingnya terasa lebih keras.
Setelah itu Udin meraih susu kanan dan mulai menjilati puting Sofi. Lidah Udin menjalar dari ujung puting ke areola berwarna gelap di sekelilingnya. Kemudian Udin membuka mulutnya lebar-lebar dan mencoba melahap sebanyak mungkin bagian payudara Sofi.
"Arghhh lepaskan, kalian semua biadab.. lepaskannnn Arhhggg" Sofi berteriak teriak putus asa.
Harun kembali memainkan stick yang memerawani memek Sofi, dan mulai mengocok memek Sofi menggunakan senjata tersebut. Kini bukan lagi ekspresi ketakutan yang keluar dari wajah Sofi melainkan erangan lembut yang malu malu digumamkan mulut Sofi.
Wahyu bergerak ke belakang Sofi, tangannya merogoh kedepan memainkan itil Sofi.
“Mhhghh! Aaahh! nghhhb!” desah Sofi, tak mampu menahan sensasi yang datang.
Wahyu menyentil-nyentil stick yang dari tadi tertancap dianus Sofi.
Sofi panik ketika sadar apa yang mau dilakukan Wahyu. Mau meronta tapi tubuhnya serasa lemas, apa lagi melawan, tak ada gunanya, mengingan dia masih terikat kuat di setiap pergelangan kaki dan tangannya yang membentuk huruf X.
Benar saja, Sofi merasakan sodokan kasar pada lubang anusnya, ia berteriak frustasi.
Sodokan double stick di anus dan memeknya makin lama makin kencang dan kasar, Sofi berteriak menhana sakit di lobang pantat dan nikmat di lubang kewanitaanya.
Sungguh hari sial nan malang yang tak pernah terpikirkan oleh gadis penuh strategi dan ketangkasan seperti Sofi.
Tapi semangat Sofi masih membara. Dia merasakan bahwa inilah risikonya memerangi kejahatan. Orang lain bisa cacat atau tewas dalam tugas. Mungkin diperkosa juga termasuk risiko. Andai dia bisa lepas dari pelecehan ini, Sofi berjanji, dia akan penjarakan semua bajingan yang telah menodainya.
Sementara Sofi dengan sangat menahan kegelian akibat jilatan dan plintiran yang melanda Susunya.
Satu kalimat tegas keluar dari mulut Sofi diiringi tatapan penuh napsu membunuh. “GO TO HELL"
"kami bertiga akan merasakan Surga dunia bukan neraka."
Dengan kasar tanpa ampun Harun mengarahkan satu ujung double stick ke lobang memek Sofi sementara ujung satunya ke lobang anus Sofi dan segera tanpa izin langsung disodokan dengan kasar kepada kedua lobang tersebut.
Ketiga kawanan tertawa penuh kemenangan menyaksikan Sofi yang melotot syok merasakan ujung double stick kebanggannya yang kini sedang memaksa masuk memek dan anusnya.
"apa yang kalian lakukan.. OOOGG!"
Sofi menggelengkan kepala panik dan sakit yang amat sangat menjalari tubuhnya, dia yang seorang penuh perjuangan kini merasa ingin menyerah, wajahnya mengekspresikan ketakutan.
"AAARGHHG!! SAKIIITT!!!"
Harun tidak peduli.
"SAKIIIT! JANGAN DITEKAN! UUGHHF!, sakit Ya Tuhan, AAARGHHG!!"
BUGH! tiba-tiba Wahyu meninju perut Sofi.
"HUUGG..! SAKIT SEKALIII!" Sofi mekin syok dan semakin kesakitan.
Harun terus menekan double stick itu yang kini sudah masuk 1,5 cm di memek dan anus Sofi.
"HENTIKAN! SAKIT! SUDAAAHH! PERIIHH! STOP!" jerit sofi yang mersakan double stick itu semakin dalam menerobos dua lubangnya.
Harun tidak peduli, lansung menydok-nyodokkan double stick itu pada kedua lobang bawah Sofi.
Setelah cukup lama hanya menyodok-nyodok anus dan memek Sofi, ia tekan kembali kedua ujung senjata itu, tidak peduli jerit kesakitan Sofi.
Sofi terus meronta berusaha melepaskan diri tapi ikatan di tangan dan kakinya seakan tidak rela dia lepas dari siksa sadis 3 manusia bajingan itu.
Udin dan Wahyu juga tak kalah bringas.
Udin meremasi dengan kasar, sesekali menampari dan bahkan mecubit payudara Sofi. Sedangkan Wahyu menjambak-jambak rambut Sofi yang masih mengenakan hijab sesekali ia tampar pipinya dan memukul perutnya.
"HENTIKAN! SAKIT! SUDAAAHH! STOP!" Sofi semakin tersiksa tapi tak mau menyerah.
Ketiganya pun berenti melakukan itu penyiksaan itu, dengan double stick masih tertancap di kedua lubang bawah Sofi.
Namun tak sampai 10 detik mereka berulah lagi tapi dengan kelembutan. Udin meremasi dengan lembut, sesekali mengecupi gunung kembar Sofi serta memainkan puting sofi dengan lembut pula.
Sedangkan Wahyu kini hanya memegangi kepala Sofi yang masih mengenakan hijab sambil menjilati dan mengecupi wajah cantik Sofi, lalu menciumi dan melumat bibir Sofi dengan penuh kemesraan.
Kalau Harun? Harun mengelus paha dan memainkan klitoris Sofi juga dengan kelembutan.
Kelakuang ketiga pria bangsat itu menghentikan jerit kesakitan Sofi sekaligus menimbulkan hal aneh 'geli-geli aneh, geli tapi enak' serta perasaan aneh pada Sofi.
- Ahh.. Akhirnya berhenti.. Tapi.. emmhh.. perasaan apa ini.. Ohh.. - batin Sofi lega sekaligus bingung.
Tanpa sadar Sofi membuka mulutnya dan meladeni ciuman penuh napsu dari Wahyu.
Tak sampai 3 menit adegan itu berjalan, tiba-tiba Harun kembali menyodok-nyodokkan double stick yang mesih tertancap itu dengan perlahan. Sofi sempat kaget, tapi tak merasakan sakit sesakit tadi.
Semakin lama, semakin keras, semakin dalam pula Harun menyodokan double stick itu, hingga akhirnya lobang memek dan anus Sofi jebol keperawanannya, darah segar mengalir dari kedua lobang sempit.
Sofi merasakan sakit di selangkangannya dan air mata mengalir dari sudut matanya selagi dia menyadari betapa tak berdayanya dia di tangan para bajingan ini.
Darah perawan yang mengalir sepanjang double stick dicolek sedikit oleh Harun, lalu dengan kejam dia menunjukkan jarinya yang bernoda darah itu ke depan mata Sofi. Harun melanjutkan ejekannya dengan mengulum jari itu.
Sofi hanya bisa menangis sambil terbungkam oleh ciuman penuh napsu Wahyu.
“ini darah perawan kedua yang ngalir dari srikandi, dan masih banyak lagi yang akan ngalir” Harun berkata demikian sembari mendesakkan lagi double stick itu ke dalam memek dan anus Sofi, lalu melepas pegangannya.
Gadis yang baru diperawani itu kini agak membungkuk lesu dengan double stick tertancap tak senonoh di memek dan anusnya yang disertai darah mengalir di permukaannya. Tubuhnya serasa remuk, kepalanya pusing, selangkangannya terasa perih tak terkira, matanya seakan ingin terpejam selamanya, kesadarannya pun perlahan menghilang.
Harun tertawa, “mampus lu.. ANJING!”
Seakan tak bosan menyiksa Sofi, dengan sangat keras ia tinju ulu hati Sofi.
"HUUGK!!" sofi terbelalak dengan mulut terbuka, sakit dan perih pada perutnya menyadarkan dia belum mati.
Mental pejuang Sofi kian menipis, sekarang Sofi hanya bisa memandang ketakutan selagi wajah-wajah seram dan bernafsu ada didekatnya.
"Bro jangan sampai dia mati.." kata Raharjo yang tiba-tiba muncul.
"Asuu! bikin kaget aja lu.." umpat Wahyu.
"Setan lu.. ga permisi tiba-tiba muncul.." tambah Udin.
"Hehehe.. Sorry.. Nih obat ramuannya.." kata Raharjo sambil menyerah beberapa suntikan yang sudah terisi ramuan lalu pergi lagi.
Wahyu menyuntikkan ramuan peningkat birahi separuh pada Sofi, lalu menyuntikkan ramuan peningkat stamina pula namun denga dosis sedikit.
Mereka ingin Sofi Birahi dengan kesadaran tetap terjaga.
Udin mencubit kedua putingnya, membuat Sofi meringis walau cubitannya tidak keras. Sofi merasa dikhianati tubuhnya sendiri karena putingnya terasa lebih keras.
Setelah itu Udin meraih susu kanan dan mulai menjilati puting Sofi. Lidah Udin menjalar dari ujung puting ke areola berwarna gelap di sekelilingnya. Kemudian Udin membuka mulutnya lebar-lebar dan mencoba melahap sebanyak mungkin bagian payudara Sofi.
"Arghhh lepaskan, kalian semua biadab.. lepaskannnn Arhhggg" Sofi berteriak teriak putus asa.
Harun kembali memainkan stick yang memerawani memek Sofi, dan mulai mengocok memek Sofi menggunakan senjata tersebut. Kini bukan lagi ekspresi ketakutan yang keluar dari wajah Sofi melainkan erangan lembut yang malu malu digumamkan mulut Sofi.
Wahyu bergerak ke belakang Sofi, tangannya merogoh kedepan memainkan itil Sofi.
“Mhhghh! Aaahh! nghhhb!” desah Sofi, tak mampu menahan sensasi yang datang.
Wahyu menyentil-nyentil stick yang dari tadi tertancap dianus Sofi.
Sofi panik ketika sadar apa yang mau dilakukan Wahyu. Mau meronta tapi tubuhnya serasa lemas, apa lagi melawan, tak ada gunanya, mengingan dia masih terikat kuat di setiap pergelangan kaki dan tangannya yang membentuk huruf X.
Benar saja, Sofi merasakan sodokan kasar pada lubang anusnya, ia berteriak frustasi.
Sodokan double stick di anus dan memeknya makin lama makin kencang dan kasar, Sofi berteriak menhana sakit di lobang pantat dan nikmat di lubang kewanitaanya.
Sungguh hari sial nan malang yang tak pernah terpikirkan oleh gadis penuh strategi dan ketangkasan seperti Sofi.
Tapi semangat Sofi masih membara. Dia merasakan bahwa inilah risikonya memerangi kejahatan. Orang lain bisa cacat atau tewas dalam tugas. Mungkin diperkosa juga termasuk risiko. Andai dia bisa lepas dari pelecehan ini, Sofi berjanji, dia akan penjarakan semua bajingan yang telah menodainya.
Wahyu dan Harun terus mengaduk anus serta Memek Sofi maju mundur, berputar, melintir, dan kedua gagang double stick itu semakin lama semakin dalam hingga kemudian mereka melepaskannya bersama-sama.
Wahyu meraba dan melihat perubahan anus Sofi.
“rasa rasanya ni pantat udah enak gua entot, berkat stick ajaib ini. Hahaha.." kata Wahyu.
"Hahaha.. Kalian hajar bareng.. Gua pegangin nih perek.." timpal Udin
"Lu duluan aja yu.." kata Harun pada Wahyu.
Wahyu buru-buru melepeas celan dan CDnya hingga mempertontonkan kontolnya yang sudah ngaceng sempurna.
"Jangan.. Sudah.. Aku udah gak kuat lagi.." cegah Sofi panik saat merasakan benda tumpul menabrak-nabrak anusnya.
Dengan menggenggam kedua bongkahan pantat Sofi, Wahyu mendorong kuat kontolnya mendobrak anus Sofi hingga kontolnya tertancap seutuhnya di lubang tersebut.
Tanpa memberi ampun, wahyu langsung menyodomi Sofi dengan penuh semangat, dengan cepat memaju-mundurkan pinggangnya menggempur pintu belakang sang ahli beladiri tanpa ampun.
Sofi menjerit-jerit selagi tubuhnya yang dikekang terguncang-guncang oleh sodokan kontol Wahyu.
BUGK! BUGK! BUGK! BUGK! Harun melancarkan pukulan pada perut Sofi.
Sofi semakin menjerit merasakan perih pada pantanya dan kesakitan serta mual pada perutnya.
"Wahh.. enak banget bro.. Apalagi saat lu hajar perut ni perek, anusnya serasa menggigit.."
Wahyu dengan penisnya yang lebih besar dari gagang double stick bahkan berurat itu terus mengobok-obok saluran pembuangan Sofi.
BUGGHK! sekali lagi tinjuan penuh tenaga dari Harun pada perut Sofi.
HUEK!! Sofi muntah darah yang lansung mengenai pakaian Harun.
"Bangsat!!" umpat Harun dan lansung menampar pipi Sofi dengan keras hingga kepala Sofi tertoleh dengan pipi memerah.
Sofi semakin tersiksa, matanya berkunang-kunang, merasakan perutnya yang serasa tertusuk-tusuk dan perih pada pantanya itu harus merasakan pula rasa panas di pipinya dan pusing di kepalanya.
"Sabar brow.." cegah Udin saat Harun mencekik leher Sofi dengan amat sangat kuat dan tatapan membunuh.
Tapi rupanya wahyu memang terlalu bersemangat, dan tidak lama kemudian ia menyemburkan pejunya didalam sana.
Sofi merasakan semburan hangat di dalam tubuhnya. Sofi meringis dan berusaha menguatkan diri. Untuk pertama kalinya organ tubuhnya dinodai benih lelaki. Sofi kembali lemas, tertunduk lesu menderita luka pada Batin dan Fisiknya.
“Hahaha, cepet amat lu?” Harun mengejek Wahyu.
“Diem lu, asu,” kata wahyu yang benar-benar kesal karena kecepatan muncrat.
Mereka bertiga kemudian semakin melecehkan Sofi yang sudah benar-benar tak ada semangat hidup itu, dimulai dari Harun yang menegakan kepala Sofi yang tertunduk lesu akibat serangan bertubi tubi. Jangan lupa, kerudung masih menghiasi kepalanya walaupun bentuknya tak karuan.
Lalu Harun mengambil double stick dan menancapkan satu gagangnya pada memek Sofi dan menyodok-nyodokkan di liang vagina itu dengan cepat dan kasar.
"Enak gak di sodok sama senjata lu sendiri..??" tanya Harun dengan menjambak Sofi.
Jangankan menjawab, pikiran Sofi saja kalut dan gelap, saraf pada kepalanya seakan mati rasa, tatapannya kosong, mulutnya mengeluarkan liur terus-terusan.
"Bentar Bro.. tahan.."
Udin yang menyadari ada yang aneh pada Sofi, segera ia ambil air dan menyiramkannya pada kepala sofi, lalu ia suntikkan ramuan stamina setengah dosis dan peningkat birahi 1 dosis penuh.
Sekitar 5 menit mereka menunggu reaksinya, perlahan-lahan kesadaran dan tenaga Sofi kembali, tapi dengan gelagat yang lebih aneh, badannya bergoyang-goyang aneh.
- Perasaan apa ini? kenapa keawanitaanku kegelian gini? Ahh.. Gagang double stickku terasa enak di lubang kencingku gini..? Uhh.. Tubuhku.. - batin Sofi.
Mengetahui Sofi mulai sadar dari kondisi BLACKOUTnya, Harun kembali memainkan gagang double stick maju-mundur.
"Ahhh.. Aaahh.. Aahh.." Sofi reflek mendesah.
Kemudian Harun mencabut gagang double stick lalu memasukkan 2 jarinya pada memek Sofi.
“Memek dia udah becek tuh.." kata Wahyu melihat gagang double stick yang basah.
"Hahaha.. Lonte ini udah pengen digarap kayaknya.." timpal Harun semakin menaikkan tempo permainan jarinya.
"Aahh.. Heemm.. Ooohh.." desah Sofi dengan tubuh yang semakin kelojotan.
“Memeknya udah banjir banget nih!” seru Harun selagi Sofi mulai mengerang-erang gelagapan.
Rupanya Harun sangat ahli memainkan jari-jarinya. dan dalam hitungan detik, Sofi melolong.
“OOOOHHH!! Nghhh aunhhh tidakkjhhhh uhgggmmhhh“
Orgasme pertama yang pernah dirasakannya itu membuat tubuh Sofi terkejang-kejang dan akhirnya terkulai. Andai tangan dan kakinya tidak terikat ke tali yang menggantung, mungkin tubuhny ambruk ke lantai.
“Hei lonte! Enak kan kobelan gue?” Harun meneriaki Sofi.
“Aku.. bukan.. lonte..” rintih Sofi di sela nafasnya yang tersengal-sengal.
"Hahaha.. Dia udah Crot.. masih aja sok suci.. Ayo lepasin dia, biar enak kita garap nih Lonte.." ajak Udin.
Mereka pun melepaskan semua pakaian masing-masing, lalu melepas ikatan Sofi serta melolosi pakaian yang sudah pada terbuka pada tubuhnya. Sofi tetap tak bisa bergerak meski seluruh ikatannya sudah dilepas karena staminanya kembali terkuras dipakai untuk melepaskan orgasmenya.
Tubuhnya lemas tapi toket dan putingnya sangat tegang serta terasa gatal seolah meminta untuk dikenyoti. Sedangkan memeknya yang dari tadi masih berkedut seketika saja melelehkan sekian banyak cairan memek yang menandakan kondisi sange maksimal.
“Enghh..” desah Sofi selagi tubuhnya bergulung dari posisi menyamping ke telentang.
Tanpa dapat melawan, tangan kananyaa bergerak sendiri mencengkeram payudaranya yang besar sementara tangan kirinya merogoh dan menggesekannya di memek basahnya.
Melihat itu mereka mengerumuni Sofi. Dengan semangat 45 Sofi lansung digarap dengan brutal oleh ketiganya. Kontol mereka masing-masing ada di mulut, anus dan memek Sofi.
Sofi mendapatkan nikmat tak terkira dengan sensasi aneh yang memabukkan, hingga ketagihan akan yang namanya ngentot.
Mereka berpesta sex hingga pentas seni berakhir malam hari. Tidak ada kecurigaan kecuali dari Dea yang kehilangan komunikasi dengan Sofi. Sementara Cindy yang beberapa jam menjalani pesta budak sex tampil memukau dalam penutupan pentas seni.
BERSAMBUNG..
Wahyu meraba dan melihat perubahan anus Sofi.
“rasa rasanya ni pantat udah enak gua entot, berkat stick ajaib ini. Hahaha.." kata Wahyu.
"Hahaha.. Kalian hajar bareng.. Gua pegangin nih perek.." timpal Udin
"Lu duluan aja yu.." kata Harun pada Wahyu.
Wahyu buru-buru melepeas celan dan CDnya hingga mempertontonkan kontolnya yang sudah ngaceng sempurna.
"Jangan.. Sudah.. Aku udah gak kuat lagi.." cegah Sofi panik saat merasakan benda tumpul menabrak-nabrak anusnya.
Dengan menggenggam kedua bongkahan pantat Sofi, Wahyu mendorong kuat kontolnya mendobrak anus Sofi hingga kontolnya tertancap seutuhnya di lubang tersebut.
Tanpa memberi ampun, wahyu langsung menyodomi Sofi dengan penuh semangat, dengan cepat memaju-mundurkan pinggangnya menggempur pintu belakang sang ahli beladiri tanpa ampun.
Sofi menjerit-jerit selagi tubuhnya yang dikekang terguncang-guncang oleh sodokan kontol Wahyu.
BUGK! BUGK! BUGK! BUGK! Harun melancarkan pukulan pada perut Sofi.
Sofi semakin menjerit merasakan perih pada pantanya dan kesakitan serta mual pada perutnya.
"Wahh.. enak banget bro.. Apalagi saat lu hajar perut ni perek, anusnya serasa menggigit.."
Wahyu dengan penisnya yang lebih besar dari gagang double stick bahkan berurat itu terus mengobok-obok saluran pembuangan Sofi.
BUGGHK! sekali lagi tinjuan penuh tenaga dari Harun pada perut Sofi.
HUEK!! Sofi muntah darah yang lansung mengenai pakaian Harun.
"Bangsat!!" umpat Harun dan lansung menampar pipi Sofi dengan keras hingga kepala Sofi tertoleh dengan pipi memerah.
Sofi semakin tersiksa, matanya berkunang-kunang, merasakan perutnya yang serasa tertusuk-tusuk dan perih pada pantanya itu harus merasakan pula rasa panas di pipinya dan pusing di kepalanya.
"Sabar brow.." cegah Udin saat Harun mencekik leher Sofi dengan amat sangat kuat dan tatapan membunuh.
Tapi rupanya wahyu memang terlalu bersemangat, dan tidak lama kemudian ia menyemburkan pejunya didalam sana.
Sofi merasakan semburan hangat di dalam tubuhnya. Sofi meringis dan berusaha menguatkan diri. Untuk pertama kalinya organ tubuhnya dinodai benih lelaki. Sofi kembali lemas, tertunduk lesu menderita luka pada Batin dan Fisiknya.
“Hahaha, cepet amat lu?” Harun mengejek Wahyu.
“Diem lu, asu,” kata wahyu yang benar-benar kesal karena kecepatan muncrat.
Mereka bertiga kemudian semakin melecehkan Sofi yang sudah benar-benar tak ada semangat hidup itu, dimulai dari Harun yang menegakan kepala Sofi yang tertunduk lesu akibat serangan bertubi tubi. Jangan lupa, kerudung masih menghiasi kepalanya walaupun bentuknya tak karuan.
Lalu Harun mengambil double stick dan menancapkan satu gagangnya pada memek Sofi dan menyodok-nyodokkan di liang vagina itu dengan cepat dan kasar.
"Enak gak di sodok sama senjata lu sendiri..??" tanya Harun dengan menjambak Sofi.
Jangankan menjawab, pikiran Sofi saja kalut dan gelap, saraf pada kepalanya seakan mati rasa, tatapannya kosong, mulutnya mengeluarkan liur terus-terusan.
"Bentar Bro.. tahan.."
Udin yang menyadari ada yang aneh pada Sofi, segera ia ambil air dan menyiramkannya pada kepala sofi, lalu ia suntikkan ramuan stamina setengah dosis dan peningkat birahi 1 dosis penuh.
Sekitar 5 menit mereka menunggu reaksinya, perlahan-lahan kesadaran dan tenaga Sofi kembali, tapi dengan gelagat yang lebih aneh, badannya bergoyang-goyang aneh.
- Perasaan apa ini? kenapa keawanitaanku kegelian gini? Ahh.. Gagang double stickku terasa enak di lubang kencingku gini..? Uhh.. Tubuhku.. - batin Sofi.
Mengetahui Sofi mulai sadar dari kondisi BLACKOUTnya, Harun kembali memainkan gagang double stick maju-mundur.
"Ahhh.. Aaahh.. Aahh.." Sofi reflek mendesah.
Kemudian Harun mencabut gagang double stick lalu memasukkan 2 jarinya pada memek Sofi.
“Memek dia udah becek tuh.." kata Wahyu melihat gagang double stick yang basah.
"Hahaha.. Lonte ini udah pengen digarap kayaknya.." timpal Harun semakin menaikkan tempo permainan jarinya.
"Aahh.. Heemm.. Ooohh.." desah Sofi dengan tubuh yang semakin kelojotan.
“Memeknya udah banjir banget nih!” seru Harun selagi Sofi mulai mengerang-erang gelagapan.
Rupanya Harun sangat ahli memainkan jari-jarinya. dan dalam hitungan detik, Sofi melolong.
“OOOOHHH!! Nghhh aunhhh tidakkjhhhh uhgggmmhhh“
Orgasme pertama yang pernah dirasakannya itu membuat tubuh Sofi terkejang-kejang dan akhirnya terkulai. Andai tangan dan kakinya tidak terikat ke tali yang menggantung, mungkin tubuhny ambruk ke lantai.
“Hei lonte! Enak kan kobelan gue?” Harun meneriaki Sofi.
“Aku.. bukan.. lonte..” rintih Sofi di sela nafasnya yang tersengal-sengal.
"Hahaha.. Dia udah Crot.. masih aja sok suci.. Ayo lepasin dia, biar enak kita garap nih Lonte.." ajak Udin.
Mereka pun melepaskan semua pakaian masing-masing, lalu melepas ikatan Sofi serta melolosi pakaian yang sudah pada terbuka pada tubuhnya. Sofi tetap tak bisa bergerak meski seluruh ikatannya sudah dilepas karena staminanya kembali terkuras dipakai untuk melepaskan orgasmenya.
Tubuhnya lemas tapi toket dan putingnya sangat tegang serta terasa gatal seolah meminta untuk dikenyoti. Sedangkan memeknya yang dari tadi masih berkedut seketika saja melelehkan sekian banyak cairan memek yang menandakan kondisi sange maksimal.
“Enghh..” desah Sofi selagi tubuhnya bergulung dari posisi menyamping ke telentang.
Tanpa dapat melawan, tangan kananyaa bergerak sendiri mencengkeram payudaranya yang besar sementara tangan kirinya merogoh dan menggesekannya di memek basahnya.
Melihat itu mereka mengerumuni Sofi. Dengan semangat 45 Sofi lansung digarap dengan brutal oleh ketiganya. Kontol mereka masing-masing ada di mulut, anus dan memek Sofi.
Sofi mendapatkan nikmat tak terkira dengan sensasi aneh yang memabukkan, hingga ketagihan akan yang namanya ngentot.
Mereka berpesta sex hingga pentas seni berakhir malam hari. Tidak ada kecurigaan kecuali dari Dea yang kehilangan komunikasi dengan Sofi. Sementara Cindy yang beberapa jam menjalani pesta budak sex tampil memukau dalam penutupan pentas seni.
BERSAMBUNG..
novel cerita dewasa sex seks ngocok semprot.com, crot peju didalam liang kewanitaan memek vagina nonok miss v, berita gadis sekolah prawan diperkosa sampai hamil pingsan tragis, janda sange sama ngentot tetangga ketahuan anak, selebgram dan tiktokers live colmek ML ngewe ngentot link viral syur, ketagihan kontol om ayah kakak ipar tiri, biduan dangdut tobrut dikeroyok kontol, fuck my pussy. good dick. Big cock. Yes cum inside. lick my nipples. my tits are tingling. drink my breast. milk nipples. play with my big tits. fuck my vagina until I get pregnant. play "Adult sex games" with me. satisfy your cock in my wet vagina. Asian girl hottes gorgeus. lonte, lc ngentot live, pramugari ngentot, wikwik, selebgram open BO,cerbung,cam show, naked nude, tiktokers viral bugil sange, link bokep viral terbaru
