Sisi Lain Kezia Arista 1
Sudah hampir 3 minggu lamanya aku belum bisa pulang kerumah semenjak aku dibawa oleh Doni ke tempat kumuh ini. Selama itu pula aku selalu disetubuhi habis-habisan oleh para tunawisma jelek dan buruk rupa. Belum lagi aku juga sering dientoti oleh ketiga anak punk yang saat ini sudah menjadi majikanku.
Aku tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat karena selalu saja aku digagahi oleh mereka saat melihatku diam sebentar. Tubuhku sudah sangat lelah dan kotor terkena lumpur, sperma dan bahkan air kencing mereka yang seenak menyirami tubuhku.
Untuk makan, jangan ditanya. Bahkan aku sangat merindukan makanan yang layak yang selalu ku konsumsi setiap harinya. Selama aku berada disini, aku hanya diberi makan dari makanan sisa yang sebagian besar mereka dapatkan dari tempat pembuangan sampah didekat sini. Hanya itu yang cukup layak untuk dimakan.
Karena terkadang dipaksa memakan makanan basi, bahkan yang lebih gilanya lagi, aku dipaksa untuk memakan kotoran entah itu kotoran hewan maupun kotoran yang mereka keluarkan sendiri, termasuk kotoranku sendiri yang mereka cekoki dengan cara disuapi paksa.
Untuk minumnya, aku diberi air dari sisa hujan yang kadang muncul ditempat ini yang mereka tadahi menggunakan ember atau plastik bekas. Tapi tidak jarang juga aku dipaksa meminum air kencing saat mereka sedang men-deepthroat mulutku sehingga air kencing itu langsung masuk ke lambungku.
Mereka benar-benar memandangku sebagai wanita rendahan yang lebih rendah dari anjing liar dimata mereka. Sungguh mereka benar-benar memperlakukanku seenaknya dan sehina mungkin.
Awal-awal aku diperlakukan seperti itu membuat tubuhku sangat pusing, mual-mual dan tentunya berkali-kali muntah dibuatnya. Bukannya merasa kasihan, mereka justru tertawa melihatku yang begitu tersiksa, dan ketika aku muntah itupun, aku bahkan disuruh untuk menjilati muntahanku sendiri yang sudah bercampur dengan lumpur yang amat kotor dan penuh kuman itu.
Disaat aku yang sudah begitu terlihat sangat lemah, tersiksa dan kesakitan, sebagian dari mereka masih terus saja memaksaku melayani mereka. Aku sempat menolak secara keras dan berusaha untuk kabur, tapi karena tenaga mereka yang besar dan banyak ditambah aku sendiri sudah letih, lesu dan lemas, aku akhirnya kembali tertangkap dan berakhir disetubuhi mereka kembali.
Aku sampai dicekoki racikan obat (obat perangsang, sa-bu, nar*oba dan obat terlarang lainya.) dan juga 2 gelas miras setiap hari supaya aku selalu dalam keadaan fly + sange berat agar ketika aku dipaksa melakukan hal-hal yang tidak ku inginkan seperti sebelumnya, aku tidak begitu jijik dan tahan lama. Mungkin karena efek obat-obatan itu aku jadi terbiasa, walau terkadang aku masih sedikit merasa mual dan muntah saat aku dipaksa makan kotoran dan juga minum kencing.
Tentunya mereka membeli bahan-bahan tersebut dengan uangku yang ada di ATM.
===xxx===
Saat sudah memasuki hari ke 18..
(Jujur saja aku bahkan sudah tidak menghitung lagi sudah berapa lama aku berada disini, selain karena hpku yang sudah mati karena kehabisan baterai, aku juga yang selalu disetubuhi entah dimanapun tempat berada)
Aku dibawa oleh ketiga anak punk itu kesuatu tempat yang katanya adalah sebuah pasar malam yang dimana disitu semua barang yang sifatnya illegal dijual disana. Seperti nar*oba, alkohol, motor curian, semua hal-hal yang sifatnya krimimal itu semua terkumpul disitu. Entah untuk apa mereka membawaku kesana.
Lokasi pasar itu letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kumuh ini. Sekitar 10 menit berjalan menggunakan mobilku, kami berempat sudah sampai dilokasi yang terlihat cukup menyeramkan. Tapi ada satu hal yang membuatku sangat terheran-heran sejak aku pertama datang dimulai dari tempat kumuh itu sampai dipasar ini. Aku tidak melihat adanya wanita sama sekali, entah itu ibu-ibu, tante-tante, lonte atau bahkan orgil wanita sekalipun tidak ada. Hanya aku satu-satunya wanita yang berada ditempat antah berantah seperti ini.
Saat aku dibawa kesini, aku hanya diberikan selembar kain tipis yang terlihat begitu buluk dan kusam, tapi itu masih lebih baik dibanding tidak pakai sama sekali.
Saat aku dibawa masuk kedalam pasar malam itu, banyak sekali pria-pria yang begitu sangar melihat kearahku. Aku hanya bisa menunduk malu ketika sebagian dari pria-pria itu mulai melecehkanku, dari yang mencolek tangan, menampar bokongku hingga menoel payudaraku ketika aku berjalan didekat mereka.
Saat ketiga anak itu berhenti disalah satu ruko tato. Aku cukup tau tempat seperti apa ini karena aku juga sering melihat tempat yang mirip ketika aku sering berjalan-jalan keluar kota dan dibeberapa tempat, ada yang menyediakan jasa tato.
Aku penasaran dan bertanya-tanya kenapa aku dibawa kesini oleh mereka bertiga.
Memet berucap jika aku harus mempunyai tato permanen ditubuhku karena mereka selaku majikanku juga mempunyai tato permanen yang menghiasi hampir seluruh badan mereka. Lantas disaat memet selesai mengucapkan kata-katanya, entah karena bawaan lagi fly atau gimana, Arman tiba-tiba nyeletuk jika aku akan ditato gambar kontol.
Aku sangat terkejut mendengarnya, sempat menolak dan memohon pada mereka bertiga supaya aku tidak ditato dengan gambar seperti itu karena aku sangat tidak menginginkannya. Aku bahkan sampai bersujud dan memohon dengan sangat dihadapan mereka bertiga.
Aku tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat karena selalu saja aku digagahi oleh mereka saat melihatku diam sebentar. Tubuhku sudah sangat lelah dan kotor terkena lumpur, sperma dan bahkan air kencing mereka yang seenak menyirami tubuhku.
Untuk makan, jangan ditanya. Bahkan aku sangat merindukan makanan yang layak yang selalu ku konsumsi setiap harinya. Selama aku berada disini, aku hanya diberi makan dari makanan sisa yang sebagian besar mereka dapatkan dari tempat pembuangan sampah didekat sini. Hanya itu yang cukup layak untuk dimakan.
Karena terkadang dipaksa memakan makanan basi, bahkan yang lebih gilanya lagi, aku dipaksa untuk memakan kotoran entah itu kotoran hewan maupun kotoran yang mereka keluarkan sendiri, termasuk kotoranku sendiri yang mereka cekoki dengan cara disuapi paksa.
Untuk minumnya, aku diberi air dari sisa hujan yang kadang muncul ditempat ini yang mereka tadahi menggunakan ember atau plastik bekas. Tapi tidak jarang juga aku dipaksa meminum air kencing saat mereka sedang men-deepthroat mulutku sehingga air kencing itu langsung masuk ke lambungku.
Mereka benar-benar memandangku sebagai wanita rendahan yang lebih rendah dari anjing liar dimata mereka. Sungguh mereka benar-benar memperlakukanku seenaknya dan sehina mungkin.
Awal-awal aku diperlakukan seperti itu membuat tubuhku sangat pusing, mual-mual dan tentunya berkali-kali muntah dibuatnya. Bukannya merasa kasihan, mereka justru tertawa melihatku yang begitu tersiksa, dan ketika aku muntah itupun, aku bahkan disuruh untuk menjilati muntahanku sendiri yang sudah bercampur dengan lumpur yang amat kotor dan penuh kuman itu.
Disaat aku yang sudah begitu terlihat sangat lemah, tersiksa dan kesakitan, sebagian dari mereka masih terus saja memaksaku melayani mereka. Aku sempat menolak secara keras dan berusaha untuk kabur, tapi karena tenaga mereka yang besar dan banyak ditambah aku sendiri sudah letih, lesu dan lemas, aku akhirnya kembali tertangkap dan berakhir disetubuhi mereka kembali.
Aku sampai dicekoki racikan obat (obat perangsang, sa-bu, nar*oba dan obat terlarang lainya.) dan juga 2 gelas miras setiap hari supaya aku selalu dalam keadaan fly + sange berat agar ketika aku dipaksa melakukan hal-hal yang tidak ku inginkan seperti sebelumnya, aku tidak begitu jijik dan tahan lama. Mungkin karena efek obat-obatan itu aku jadi terbiasa, walau terkadang aku masih sedikit merasa mual dan muntah saat aku dipaksa makan kotoran dan juga minum kencing.
Tentunya mereka membeli bahan-bahan tersebut dengan uangku yang ada di ATM.
===xxx===
Saat sudah memasuki hari ke 18..
(Jujur saja aku bahkan sudah tidak menghitung lagi sudah berapa lama aku berada disini, selain karena hpku yang sudah mati karena kehabisan baterai, aku juga yang selalu disetubuhi entah dimanapun tempat berada)
Aku dibawa oleh ketiga anak punk itu kesuatu tempat yang katanya adalah sebuah pasar malam yang dimana disitu semua barang yang sifatnya illegal dijual disana. Seperti nar*oba, alkohol, motor curian, semua hal-hal yang sifatnya krimimal itu semua terkumpul disitu. Entah untuk apa mereka membawaku kesana.
Lokasi pasar itu letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kumuh ini. Sekitar 10 menit berjalan menggunakan mobilku, kami berempat sudah sampai dilokasi yang terlihat cukup menyeramkan. Tapi ada satu hal yang membuatku sangat terheran-heran sejak aku pertama datang dimulai dari tempat kumuh itu sampai dipasar ini. Aku tidak melihat adanya wanita sama sekali, entah itu ibu-ibu, tante-tante, lonte atau bahkan orgil wanita sekalipun tidak ada. Hanya aku satu-satunya wanita yang berada ditempat antah berantah seperti ini.
Saat aku dibawa kesini, aku hanya diberikan selembar kain tipis yang terlihat begitu buluk dan kusam, tapi itu masih lebih baik dibanding tidak pakai sama sekali.
Saat aku dibawa masuk kedalam pasar malam itu, banyak sekali pria-pria yang begitu sangar melihat kearahku. Aku hanya bisa menunduk malu ketika sebagian dari pria-pria itu mulai melecehkanku, dari yang mencolek tangan, menampar bokongku hingga menoel payudaraku ketika aku berjalan didekat mereka.
Saat ketiga anak itu berhenti disalah satu ruko tato. Aku cukup tau tempat seperti apa ini karena aku juga sering melihat tempat yang mirip ketika aku sering berjalan-jalan keluar kota dan dibeberapa tempat, ada yang menyediakan jasa tato.
Aku penasaran dan bertanya-tanya kenapa aku dibawa kesini oleh mereka bertiga.
Memet berucap jika aku harus mempunyai tato permanen ditubuhku karena mereka selaku majikanku juga mempunyai tato permanen yang menghiasi hampir seluruh badan mereka. Lantas disaat memet selesai mengucapkan kata-katanya, entah karena bawaan lagi fly atau gimana, Arman tiba-tiba nyeletuk jika aku akan ditato gambar kontol.
Aku sangat terkejut mendengarnya, sempat menolak dan memohon pada mereka bertiga supaya aku tidak ditato dengan gambar seperti itu karena aku sangat tidak menginginkannya. Aku bahkan sampai bersujud dan memohon dengan sangat dihadapan mereka bertiga.
Namun Doni malah menarik paksa kain tipis yang melekat ditubuhku hingga bugil dan disaksikan para pria yang ada disana. Suasanya menjadi ricuh, doni meminta pria-pria yang ada disana untuk menyetubuhiku. Dengan syarat mereka harus mengganggbangku sampai aku pingsan tak sadarkan diri.
Mereka setuju, Beberapa detik kemudian, salah satu dari mereka yang sudah ngaceng menarikku dan tanpa babibu lagi segera penis miliknya yang besar dan panjang dihujamkan ke vaginaku. Pria-pria lain tak mau ketinggalan lansung mengerubungiku, semua lubangku dimanfaatkan semua oleh mereka.
Aku digangbang puluhan orang yang ada dipasar malam itu. Entah kontol pria ke berapa yang sudah menyetubuhiku, yang ku ingat aku orgasme berkali-kali, sekujur badan sudah lemas, mata berkunang-kunang dan pingsan.
===xxx===
Aku terbangun didalam sebuah gudang yang begitu kotor. Ku rasakan badanku nyeri-nyeri dan dikedua lubang bawahku terasa perih. Ada banyak sekali sperma yang telah mengering disana dan sebagian ada yang masih keluar dari kedua lubang itu.
Selain itu, aku juga merasakan nyeri dibagian bokongku. Aku terkejut saat melihat ada tatto gambar kontol disana. Ada juga tato lain dipaha bagian atas sebelah kiriku. Tatto gambar wanita telanjang mengangkang dan tampak vaginanya sedang squirt.
Sempat aku berpikir ini sedang bermimpi, sampai ku tampar-tampar pipiku, kenyataannya pipiku terasa sakit.
Seketika aku lemas karena tato yang memalukan.
Perlahan-lahan, air mataku mulai keluar membasahi pipiku. Dadaku juga rasanya mulai sesenggukan dan aku mulai tidak tahan dengan rasa sedih hingga akhirnya akupun menangis didalam tempat yang amat kotor seperti ini. Seketika muncul sebuah penyesalan didalam diriku kenapa aku bisa sampai seperti ini. Apa yang akan dikatakan keluargaku, jika sampai tau kalo aku punya tato vulgar.
Ditengah aku meratapi kejadian ini, dari arah depan muncul ketiga anak punk. Mereka tertawa cekikikan ketika mendapatiku sedang menangis tersedu-sedu.
“Puas kalian udah buat aku jadi kayak gini.. huhuhu..” tangisku melihat mereka yang tampak senang.
“Hahaha.. puas banget.. lu jadi keliatan tambah binal aja, hahaha” Ejek doni.
“Puas banget bisa liat lonte gratisan dengan tato kontol kayak gitu.. jadi makin keliatan kalo lu emang penyuka kontol, hahahaha” Tambah memet yang juga diiringi tawa arman disebelahnya.
“Duh jadi konak lagi gua pengen ngentotin nih lonte, gua mau pejuhin memek lu lagi sebelum kita bawa lagi kebase camp, hahaha.. cepet lu baring dulu..” Ucap doni lagi sambil mengeluarkan kontolnya dan mendekatiku.
Tanpa dikomando, memet dan arman membaringkanku secara paksa diatas lantai kotor ini. Kedua kakiku direntangkan dan penis doni yang sudah ngaceng langsung dia tancapkan kedalam vaginaku yang masih kering.
“Aaacchhh.. sakiiit..! ampuuun..! sakit banget memekku..” jeritku kesakitan karena dia langsung memompanya secara kasar.
Memet dan arman hanya memperhatikan kami berdua sambil tertawa ketika melihatku yang tampak mengerang kesakitan. Arman juga tak lupa untuk merekam.
Selang sekitar 5 menit kemudian, doni pun akhirnya mulai meraung tidak jelas dan terasa jika penisnya saat ini mulai sering berkedut didalam liangku tanda dia sebentar lagi akan segera ejakulasi.
Dia menancapkan kontolnya sedalam-dalamnya hingga mentok ke rahimku.
“Aaaahhh.. terima pejuh gua.. hamill luuu..” Racau doni.
*CROT..! CROT..! CROT..!*
Terasa didalam sana dia menyemburkan sperma kentalnya berulang kali. Saat dia mencabut penisnya yang tampak berlumuran sperma dari dalam liang memekku. Dia arahkan kontolnya ke mulutku untuk dibersihkan.
Setelah aku selesai membersihkan batang penisnya, tubuhku segera diangkat oleh memet dan arman. Kemudian dengan seenaknya dilemparkan kedalam bagasi mobil dan tanpa metutup pintu bagasinya mereka menjalankan mobil, jika kami berpapasan dengan orang lain, dia pasti akan dapat langsung melihat aku yang saat ini sedang terbaring bugil dengan kondisi yang terlihat acak-acakan.
Beberapa menit berlalu, mobil berhenti ditempat kumuh yang menjadi basecamp ketiga anak punk ini. Para pria tunawisma yang ada disini merasa kegirangan begitu melihatku telah kembali dan dalam kondisi bugil. Mereka segera saja mengerubungiku.
Lagi-lagi aku kembali dipermainkan disana oleh para orang-orang jelek ini, tubuhku tidak luput dari remasan dan rabaan dari banyak tangan-tangan kasar. Ketika mereka mendapati ada tato gambar vulgar ditubuhku, membuat yang lainnya kembali menertawaiku dan semakin menghina diriku.
Tidak lama berselang, aku kembali digangbang. Mereka benar-benar tidak ingin membiarkanku beristirahat sebentar dan terus saja menggempur lubang-lubang milikku sampai aku merasakan vagina serta anusku agak sedikit melonggar. Aku sudah benar-benar pasrah sekali akan keadaanku saat ini dan berharap semoga semua ini cepat berlalu. Aku ingin sekali bisa pulang kerumah dan melupakan kejadian ini.
===xxx===
Setelah hari ke 23, malam harinya aku dibebaskan oleh ketiga anak punk itu. Mereka bertiga benar-benar memperlakukanku begitu hina sekali. Aku dibuang seolah dianggap seperti sebuah sampah yang sudah tidak berguna lagi.
Mereka meninggalkanku sendirian ditempat yang sepi dan juga gelap dalam keadaan bugil. Sementara mobilku diparkir dipinggir jalan dengan pintu terbuka dan kunci yang masih terkait disana, sekitar 500 meter dari posisiku.
Sebelum aku dibuang, mereka berjanji tidak akan menyebarkan semua foto dan video tentangku. Mereka juga menyuruhku berjanji supaya tidak melaporkan semua yang kualami ke polisi atau siapapun, jika aku lapor, maka dalam sekejap semua rahasiaku akan bertebaran di internet. Selain itu, mereka juga menguras saldo ATMku sekitar 250 juta sebelum memberikannya padaku, entah untuk apa.
Aku hanya bisa pasrah saat hampir setengah dari uang tabunganku berpindah tangan. Aku tidak bisa berbuat banyak. Tapi setidaknya terbebaskan dari mereka bertiga dan dari orang-orang tunawisma yang selalu minta jatah ngentot.
Aku berjalan ke mobilku dengan lemas, setelah sampai segera ku tinggalkan tempat ini. Selama menyusuri jalanan yang gelap ini, aku masih sedikit teringat dengan jalan yang sebelumnya ku lalui sehingga tidak terlalu nyasar-nyasar dan sekitar satu setengah jam kemudian, akupun sampai dirumah.
Mereka setuju, Beberapa detik kemudian, salah satu dari mereka yang sudah ngaceng menarikku dan tanpa babibu lagi segera penis miliknya yang besar dan panjang dihujamkan ke vaginaku. Pria-pria lain tak mau ketinggalan lansung mengerubungiku, semua lubangku dimanfaatkan semua oleh mereka.
Aku digangbang puluhan orang yang ada dipasar malam itu. Entah kontol pria ke berapa yang sudah menyetubuhiku, yang ku ingat aku orgasme berkali-kali, sekujur badan sudah lemas, mata berkunang-kunang dan pingsan.
===xxx===
Aku terbangun didalam sebuah gudang yang begitu kotor. Ku rasakan badanku nyeri-nyeri dan dikedua lubang bawahku terasa perih. Ada banyak sekali sperma yang telah mengering disana dan sebagian ada yang masih keluar dari kedua lubang itu.
Selain itu, aku juga merasakan nyeri dibagian bokongku. Aku terkejut saat melihat ada tatto gambar kontol disana. Ada juga tato lain dipaha bagian atas sebelah kiriku. Tatto gambar wanita telanjang mengangkang dan tampak vaginanya sedang squirt.
Sempat aku berpikir ini sedang bermimpi, sampai ku tampar-tampar pipiku, kenyataannya pipiku terasa sakit.
Seketika aku lemas karena tato yang memalukan.
Perlahan-lahan, air mataku mulai keluar membasahi pipiku. Dadaku juga rasanya mulai sesenggukan dan aku mulai tidak tahan dengan rasa sedih hingga akhirnya akupun menangis didalam tempat yang amat kotor seperti ini. Seketika muncul sebuah penyesalan didalam diriku kenapa aku bisa sampai seperti ini. Apa yang akan dikatakan keluargaku, jika sampai tau kalo aku punya tato vulgar.
Ditengah aku meratapi kejadian ini, dari arah depan muncul ketiga anak punk. Mereka tertawa cekikikan ketika mendapatiku sedang menangis tersedu-sedu.
“Puas kalian udah buat aku jadi kayak gini.. huhuhu..” tangisku melihat mereka yang tampak senang.
“Hahaha.. puas banget.. lu jadi keliatan tambah binal aja, hahaha” Ejek doni.
“Puas banget bisa liat lonte gratisan dengan tato kontol kayak gitu.. jadi makin keliatan kalo lu emang penyuka kontol, hahahaha” Tambah memet yang juga diiringi tawa arman disebelahnya.
“Duh jadi konak lagi gua pengen ngentotin nih lonte, gua mau pejuhin memek lu lagi sebelum kita bawa lagi kebase camp, hahaha.. cepet lu baring dulu..” Ucap doni lagi sambil mengeluarkan kontolnya dan mendekatiku.
Tanpa dikomando, memet dan arman membaringkanku secara paksa diatas lantai kotor ini. Kedua kakiku direntangkan dan penis doni yang sudah ngaceng langsung dia tancapkan kedalam vaginaku yang masih kering.
“Aaacchhh.. sakiiit..! ampuuun..! sakit banget memekku..” jeritku kesakitan karena dia langsung memompanya secara kasar.
Memet dan arman hanya memperhatikan kami berdua sambil tertawa ketika melihatku yang tampak mengerang kesakitan. Arman juga tak lupa untuk merekam.
Selang sekitar 5 menit kemudian, doni pun akhirnya mulai meraung tidak jelas dan terasa jika penisnya saat ini mulai sering berkedut didalam liangku tanda dia sebentar lagi akan segera ejakulasi.
Dia menancapkan kontolnya sedalam-dalamnya hingga mentok ke rahimku.
“Aaaahhh.. terima pejuh gua.. hamill luuu..” Racau doni.
*CROT..! CROT..! CROT..!*
Terasa didalam sana dia menyemburkan sperma kentalnya berulang kali. Saat dia mencabut penisnya yang tampak berlumuran sperma dari dalam liang memekku. Dia arahkan kontolnya ke mulutku untuk dibersihkan.
Setelah aku selesai membersihkan batang penisnya, tubuhku segera diangkat oleh memet dan arman. Kemudian dengan seenaknya dilemparkan kedalam bagasi mobil dan tanpa metutup pintu bagasinya mereka menjalankan mobil, jika kami berpapasan dengan orang lain, dia pasti akan dapat langsung melihat aku yang saat ini sedang terbaring bugil dengan kondisi yang terlihat acak-acakan.
Beberapa menit berlalu, mobil berhenti ditempat kumuh yang menjadi basecamp ketiga anak punk ini. Para pria tunawisma yang ada disini merasa kegirangan begitu melihatku telah kembali dan dalam kondisi bugil. Mereka segera saja mengerubungiku.
Lagi-lagi aku kembali dipermainkan disana oleh para orang-orang jelek ini, tubuhku tidak luput dari remasan dan rabaan dari banyak tangan-tangan kasar. Ketika mereka mendapati ada tato gambar vulgar ditubuhku, membuat yang lainnya kembali menertawaiku dan semakin menghina diriku.
Tidak lama berselang, aku kembali digangbang. Mereka benar-benar tidak ingin membiarkanku beristirahat sebentar dan terus saja menggempur lubang-lubang milikku sampai aku merasakan vagina serta anusku agak sedikit melonggar. Aku sudah benar-benar pasrah sekali akan keadaanku saat ini dan berharap semoga semua ini cepat berlalu. Aku ingin sekali bisa pulang kerumah dan melupakan kejadian ini.
===xxx===
Setelah hari ke 23, malam harinya aku dibebaskan oleh ketiga anak punk itu. Mereka bertiga benar-benar memperlakukanku begitu hina sekali. Aku dibuang seolah dianggap seperti sebuah sampah yang sudah tidak berguna lagi.
Mereka meninggalkanku sendirian ditempat yang sepi dan juga gelap dalam keadaan bugil. Sementara mobilku diparkir dipinggir jalan dengan pintu terbuka dan kunci yang masih terkait disana, sekitar 500 meter dari posisiku.
Sebelum aku dibuang, mereka berjanji tidak akan menyebarkan semua foto dan video tentangku. Mereka juga menyuruhku berjanji supaya tidak melaporkan semua yang kualami ke polisi atau siapapun, jika aku lapor, maka dalam sekejap semua rahasiaku akan bertebaran di internet. Selain itu, mereka juga menguras saldo ATMku sekitar 250 juta sebelum memberikannya padaku, entah untuk apa.
Aku hanya bisa pasrah saat hampir setengah dari uang tabunganku berpindah tangan. Aku tidak bisa berbuat banyak. Tapi setidaknya terbebaskan dari mereka bertiga dan dari orang-orang tunawisma yang selalu minta jatah ngentot.
Aku berjalan ke mobilku dengan lemas, setelah sampai segera ku tinggalkan tempat ini. Selama menyusuri jalanan yang gelap ini, aku masih sedikit teringat dengan jalan yang sebelumnya ku lalui sehingga tidak terlalu nyasar-nyasar dan sekitar satu setengah jam kemudian, akupun sampai dirumah.
Sesampainya dirumah, aku langsung berbaring diatas sofa panjang diruang tamu karena tubuhku rasanya begitu remuk. Untuk sekedar membersihkan badan saja aku tak sanggup lagi.
Saat bangun mendapati posisiku masih berada ditempat yang sama, seharian penuh aku tidur. Perutku begitu keroncongan sekali. Aku ingin pesan WO-food saja, segera ku charger dan kuhidupkan hp ku. Setelah hp menyala, banyak sekali notifikasi dari teman-teman kampusku dan orang tuaku. Rata-rata mereka menanyakan kabarku serta keberadaanku karena selama tiga minggu lebih aku tidak hadir dikampus dan kabar.
Akupun membalas satu-persatu pesan mereka agar terlihat kalau aku baik-baik saja. Aku beralasan sedang pulang ke surabaya ketika aku membalas pesan teman-temanku, dan beralasan kedua orang tuaku aku sedang sibuk belajar menjelang ujian sehingga aku perlu mematikan hpku supaya lebih fokus.
Setelah aku selesai membalas semua pesan mereka dan tak lupa pesan WO-food. Kemudian mandi mebersihkan tubuh yang sangat kotor selama tiga minggu lebih aku tidak pernah mandi.
Selesai makanan, ada notif wa masuk dari nomor yang tak dikenal. Isi pesannya banyak foto dan videoku selama ditempat kumuh. Semua momen dimana aku yang diperkosa dan digangbang termasuk ketika tubuhku ditato di pasar malam, semua ada. Dan chat jika ini bukan sebagai ancaman, dia hanya ingin membagikan semua kenang bersamaku saat berada disana.
Jujur saja, ingin sekali ku hapus semua file memalukan itu. Tapi entah kenapa ada rasa sayang untuk dihapus dan merasa file itu merupakan kenang-kenangan yang mungkin tidak akan terlupakan.
===xxx===
Sekitar dua minggu kemudian..
Setelah ujian akhir, memasuki waktu libur semester selama tiga bulan. Aku pulang ke surabaya karena papaku ingin menemui client di luar negeri dan berencana akan mengajakku liburan disana.
Selama perjalanan itu, beberapa kali aku berhenti dibahu jalan untuk colmek menuntaskan birahi. Sekali waktu aku nekat turun dari mobil sambil telanjang bulat dan colmek walau banyak pengendara lain yang melewatiku. Sensasinya benar-benar sungguh membuatku cepat mendapatkan orgasme yang sangat nikmat sekali.
Setelah beberapa jam, akhirnya sampai disurabaya.
===xxx===
Sudah hampir satu bulan lamanya aku menikmati masa liburanku. Meski liburan cukup menyenangkan, entah kenapa aku sering terbayang-bayang ketiga anak punk dan para gelandangan ditempat kumuh itu. Aku sampai beberapa kali bermimpi ketika aku digangbang dengan kasar oleh pria-pria tunawisma yang juga tinggal disana.
Sejak aku disetubuhi oleh ketiga anak punk dan digangbang oleh orang-orang rendahan, aku jadi kurang minat terhadap pria tampan. Aku malah cenderung tertarik dengan pria kasar atau yang buruk rupa yang menjadikanku pemuas nafsunya.
Selama disurabaya, Apabila aku melihat ada pria seperti gelandangan, pengemis, anak punk atau bahkan preman yang tampangnya menyeramkan, sorot mataku pasti akan langsung turun menuju kebagian selangkangannya. Dalam otakku selalu membayangkan ukuran benda yang berada dibalik celana yang mereka pakai. Jika saja kontolnya sudah menancap di kelaminku dan memompa dengan tempo cepat sampai membuatku kelojotan nikmat sampai ingin pingsan.
"Aaachh.."
===xxx===
Satu bulan setengah disurabaya..
Akhir-akhir ini aku jadi sering pusing dan mual-mual. Seiring berjalannya waktu, rasa-rasanya perasaan itu jadi lebih sering muncul dan membuatku sedikit tidak nyaman ingin muntah, beberapa kali keluar masuk toilet hanya untuk sekedar muntah akibat rasa mual yang semakin tak tertahankan. Ketika ortu tahu aku beralasan sedang tidak enak badan saja karena kecapekan. Untungnya mereka bisa mengerti dan disuruh banyak-banyak istirahat oleh mamaku.
Namun mual ini malah semakin menjadi-jadi, suhu tubuhku tiba-tiba meninggi sampai membuatku hampir pingsan. Seketika aku jadi punya firasat buruk tentang itu. apakah aku hamil..?
Tanda tanya besar di kepalaku, mengingat aku lupa membeli obat pencegah kehamilan setelah aku lepaskan dari ketiga punk bajingan itu. Seharusnya aku segera membeli dan mengonsumsi obat anti hamil. Tapi aku benar-benar teledor sekali sampai melupakan hal yang paling fatal itu.
Untungnya aku masih bisa bersikap normal didepan keluargaku supaya mereka tak terlalu cemas dengan keadaanku.
===xxx===
Tiga hari kemudian, aku balik ke jakarta.
Setelah aku pergi meninggalkan surabaya, kutuju sebuah apotik dimana aku akan membeli beberapa alat tes kehamilan. Akupun langsung membeli 6 buah alat tes kehamilan mulai dari yang harganya paling murah sampai ke yang paling mahal. Selanjutnya membooking hotel untuk mengetes kehamilanku.
Benar saja hasil testpack dari 3 alat yang ku coba, semuanya terdapat garis dua. Itu artinya aku benar-benar positif hamil. Merasa tidak percaya, akupun kembali mencoba menggunakan dua alat yang memang lumayan mahal, hasilnya tetap sama. Aku memang masih menyisakan satu alat lagi, tapi tampaknya sudah tidak berguna lagi karena sudah pasti akan menunjukkan hasil yang tetap positif.
Tapi entah kenapa, tidak ada perasaan sedih ataupun marah saat mengetahui aku hamil yang entah siapa ayah dari anak yang kukandung sekarang. Yang ada malahan, aku merasa terangsang.
Vaginaku berkedut dan perlahan mengeluarkan sedikit cairan cintanya. Aku begitu birahi, otakku sudah benar-benar rusak sekali, padahal jika hal ini dirasakan oleh cewek normal kebanyakan, mereka pastinya sedih dan menuntut tanggung jawab. Tapi aku malah horny. Aku sudah menjadi cewek gila dan mesum.
Tanpa sadar, salah satu tanganku bahkan sudah memainkan vaginaku dari balik celana. Aku memainkan vaginaku menggunakan alat testpack kehamilan itu sambil kucolok-colok alat itu kedalam memekku.
“Aaacchhh.. ssshhh.. oouuhh..”
Lama-kelamaan, gerah karena suasana yang semakin panas. Ku lepas pakaianku sampai telanjang bulat.
Saat bangun mendapati posisiku masih berada ditempat yang sama, seharian penuh aku tidur. Perutku begitu keroncongan sekali. Aku ingin pesan WO-food saja, segera ku charger dan kuhidupkan hp ku. Setelah hp menyala, banyak sekali notifikasi dari teman-teman kampusku dan orang tuaku. Rata-rata mereka menanyakan kabarku serta keberadaanku karena selama tiga minggu lebih aku tidak hadir dikampus dan kabar.
Akupun membalas satu-persatu pesan mereka agar terlihat kalau aku baik-baik saja. Aku beralasan sedang pulang ke surabaya ketika aku membalas pesan teman-temanku, dan beralasan kedua orang tuaku aku sedang sibuk belajar menjelang ujian sehingga aku perlu mematikan hpku supaya lebih fokus.
Setelah aku selesai membalas semua pesan mereka dan tak lupa pesan WO-food. Kemudian mandi mebersihkan tubuh yang sangat kotor selama tiga minggu lebih aku tidak pernah mandi.
Selesai makanan, ada notif wa masuk dari nomor yang tak dikenal. Isi pesannya banyak foto dan videoku selama ditempat kumuh. Semua momen dimana aku yang diperkosa dan digangbang termasuk ketika tubuhku ditato di pasar malam, semua ada. Dan chat jika ini bukan sebagai ancaman, dia hanya ingin membagikan semua kenang bersamaku saat berada disana.
Jujur saja, ingin sekali ku hapus semua file memalukan itu. Tapi entah kenapa ada rasa sayang untuk dihapus dan merasa file itu merupakan kenang-kenangan yang mungkin tidak akan terlupakan.
===xxx===
Sekitar dua minggu kemudian..
Setelah ujian akhir, memasuki waktu libur semester selama tiga bulan. Aku pulang ke surabaya karena papaku ingin menemui client di luar negeri dan berencana akan mengajakku liburan disana.
Selama perjalanan itu, beberapa kali aku berhenti dibahu jalan untuk colmek menuntaskan birahi. Sekali waktu aku nekat turun dari mobil sambil telanjang bulat dan colmek walau banyak pengendara lain yang melewatiku. Sensasinya benar-benar sungguh membuatku cepat mendapatkan orgasme yang sangat nikmat sekali.
Setelah beberapa jam, akhirnya sampai disurabaya.
===xxx===
Sudah hampir satu bulan lamanya aku menikmati masa liburanku. Meski liburan cukup menyenangkan, entah kenapa aku sering terbayang-bayang ketiga anak punk dan para gelandangan ditempat kumuh itu. Aku sampai beberapa kali bermimpi ketika aku digangbang dengan kasar oleh pria-pria tunawisma yang juga tinggal disana.
Sejak aku disetubuhi oleh ketiga anak punk dan digangbang oleh orang-orang rendahan, aku jadi kurang minat terhadap pria tampan. Aku malah cenderung tertarik dengan pria kasar atau yang buruk rupa yang menjadikanku pemuas nafsunya.
Selama disurabaya, Apabila aku melihat ada pria seperti gelandangan, pengemis, anak punk atau bahkan preman yang tampangnya menyeramkan, sorot mataku pasti akan langsung turun menuju kebagian selangkangannya. Dalam otakku selalu membayangkan ukuran benda yang berada dibalik celana yang mereka pakai. Jika saja kontolnya sudah menancap di kelaminku dan memompa dengan tempo cepat sampai membuatku kelojotan nikmat sampai ingin pingsan.
"Aaachh.."
===xxx===
Satu bulan setengah disurabaya..
Akhir-akhir ini aku jadi sering pusing dan mual-mual. Seiring berjalannya waktu, rasa-rasanya perasaan itu jadi lebih sering muncul dan membuatku sedikit tidak nyaman ingin muntah, beberapa kali keluar masuk toilet hanya untuk sekedar muntah akibat rasa mual yang semakin tak tertahankan. Ketika ortu tahu aku beralasan sedang tidak enak badan saja karena kecapekan. Untungnya mereka bisa mengerti dan disuruh banyak-banyak istirahat oleh mamaku.
Namun mual ini malah semakin menjadi-jadi, suhu tubuhku tiba-tiba meninggi sampai membuatku hampir pingsan. Seketika aku jadi punya firasat buruk tentang itu. apakah aku hamil..?
Tanda tanya besar di kepalaku, mengingat aku lupa membeli obat pencegah kehamilan setelah aku lepaskan dari ketiga punk bajingan itu. Seharusnya aku segera membeli dan mengonsumsi obat anti hamil. Tapi aku benar-benar teledor sekali sampai melupakan hal yang paling fatal itu.
Untungnya aku masih bisa bersikap normal didepan keluargaku supaya mereka tak terlalu cemas dengan keadaanku.
===xxx===
Tiga hari kemudian, aku balik ke jakarta.
Setelah aku pergi meninggalkan surabaya, kutuju sebuah apotik dimana aku akan membeli beberapa alat tes kehamilan. Akupun langsung membeli 6 buah alat tes kehamilan mulai dari yang harganya paling murah sampai ke yang paling mahal. Selanjutnya membooking hotel untuk mengetes kehamilanku.
Benar saja hasil testpack dari 3 alat yang ku coba, semuanya terdapat garis dua. Itu artinya aku benar-benar positif hamil. Merasa tidak percaya, akupun kembali mencoba menggunakan dua alat yang memang lumayan mahal, hasilnya tetap sama. Aku memang masih menyisakan satu alat lagi, tapi tampaknya sudah tidak berguna lagi karena sudah pasti akan menunjukkan hasil yang tetap positif.
Tapi entah kenapa, tidak ada perasaan sedih ataupun marah saat mengetahui aku hamil yang entah siapa ayah dari anak yang kukandung sekarang. Yang ada malahan, aku merasa terangsang.
Vaginaku berkedut dan perlahan mengeluarkan sedikit cairan cintanya. Aku begitu birahi, otakku sudah benar-benar rusak sekali, padahal jika hal ini dirasakan oleh cewek normal kebanyakan, mereka pastinya sedih dan menuntut tanggung jawab. Tapi aku malah horny. Aku sudah menjadi cewek gila dan mesum.
Tanpa sadar, salah satu tanganku bahkan sudah memainkan vaginaku dari balik celana. Aku memainkan vaginaku menggunakan alat testpack kehamilan itu sambil kucolok-colok alat itu kedalam memekku.
“Aaacchhh.. ssshhh.. oouuhh..”
Lama-kelamaan, gerah karena suasana yang semakin panas. Ku lepas pakaianku sampai telanjang bulat.
Aku tiduran di ranjang hotel dengan ku sodok-sodokkan semua alat testpack yang tadi sudah kucoba kumasukkan semuanya kedalam liang vaginaku. Alat itu ku anggap sebagai penis yang sedang memompa memekku.
“Aaacchhh.. sshhh.. enaknyaahh..”
Sekitar lima menit kemudian aku orgasme. Sambil ku tanam dalam-dalam alat testpack yang semua hasilnya positif hamil itu. Orgasme yang begitu besar itu keluar dari dalam liangku dengan derasnya, kelima alat testpack itupun juga ikut berhamburan keluar akibat terdorong cairan cintaku yang begitu deras.
“Aaaahh.. keluuarh..”
*CRETS..!.. CRETS..!.. CRETS..!*
Currr.. cuurrr.. cuurrr..
Aku terbaring tak berdaya, kemudian terlelap.
Sekitar 3 jam aku tertidur didalam hotel ini dalam keadaan bugil dan ngangkang.
===xxx===
Aku telah berada Jakarta.
Aku merindukan saat berada ditempat kumuh milik anak punk itu, ketika mereka mencekokiku dengan kotoran serta meminum kencing. Dengan inisiatifku sendiri, aku menyantap kotoranku sendiri. Aku mencoba memperbudak diriku sendiri seperti diperbudak dan direndahkan oleh orang-orang disana.
Dengan rasa mual dan ingin muntah aku paksa diriku untuk menghabiskannya. Aku sampai menangis karena berusaha keras menghabiskan kotoranku sendiri sampai akhirnya aku berhasil menghabiskan dan menelan semuanya.
Sementara kencingku yang berbau lumayan pesing, segera ku tutup hidung, menutup kedua mata dan menenggaknya.
*Gluph.. gluph.. gluph..*
Ku teguk habis semua air seniku tanpa sisa sampai tetes terakhir. Seketika perutku menjadi panas dan juga sebagian dari yang sudah kutelan itu rasanya ada yang ingin naik kembali ketenggorokan. Aku berusaha keras menahannya supaya tidak kembali keluar lagi.
Akhirnya aku bisa kembali merasakan sensasi direndahkan seperti itu meski tidak ada orang lain yang memerintah.
Rasa rindu ingin bisa bertemu lagi dengan mereka semua disana. Segera ku chat nomor anak punk itu..
Aku: P
Aku: Tuan?
Aku: Tuanku sayang
Aku: Aku hamil tuan
Aku: Aku hamil, tapi gak tau siapa yg jd ayahnya hehehe..
Aku: Aku kangen sama tuan-tuanku yang ganteng..
Aku: Nih buktinya.. *ku kirim foto hasil test pack = positif*
Seperti itulah isi chat wa yang bahkan tidak ada satupun yang centang dua atau terkirim.
Beberapa menit, beberapa jam, dan beberapa hari sudah kutunggu namun tetap saja, pesan itu tidak juga kunjung terkirim.
===xxx===
Satu minggu kemudian..
Aku sudah benar-benar tidak tahan lagi dengan rasa rindu yang mendera pikiran serta hatiku. Seminggu sebelumnya aku sering mendatangi taman tempat dimana aku pertama kali bertemu dengan ketiga anak punk itu pagi, siang, sore maupun saat malam hari. Bahkan beberapa hari yang lalu, pulang dari kampus untuk mengurus keperluan semester mendatang, aku langsung menuju taman itu sembari menunggu sesuatu yang tak pasti dari sore hingga larut malam.
Aku berniat untuk kembali ketempat kumuh itu, aku bertekad untuk menyusuri jalan menuju tempat dimana mereka menyuruhku menuju kesebuah tempat aku digangbang puluhan pria yang ada disana.
Keesokan harinya dengan mengenakan pakaian minim yang sangat mengekspose semua tatto di tubuhku, aku meluncur menuju ketempat kumuh waktu itu.
Walau tidak begitu ingat kemana arah jalannya karena banyak belokan. Pada saat itu aku lebih mengandalkan maps dan tidak terlalu fokus melihat patokan yang ada disekitar, aku hanya bisa meraba-raba saja kemana arah jalan sesuai dengan apa yang masih kuingat.
Sekitar 5 jam aku berputar-putar sambil kembali mengingat arah tujuanku. Akupun akhirnya menyerah dan pulang dalam keadaan sedikit kesal karena susahnya bisa menemukan dengan ketiga anak punk itu.
"Kemana kira-kira mereka sering beroperasi" pikirku.
Disaat aku sedang berada dijalan besar dan tepat didepan mobilku ada sebuah metro mini yang tiba-tiba berhenti secara mendadak, akupun langsung mengerem dan membunyikan klakson panjang karena menghalangi jalan mobilku. Untungnya aku tidak sampai menabrak metro mini itu.
Tapi begitu metromini itu telah berjalan kembali, terlihat beberapa sosok anak punk yang baru saja turun dari metromini tersebut. Aku sangat mengenal tiga dari empat orang anak punk yang baru saja turun itu. Sementara untuk yang satunya lagi aku tidak tau.
“Tuan-tuanku” Ucapku sedikit girang saat melihat keempat anak punk itu yang terlihat berjalan menjauhi mobilku kearah jembatan penyebrangan yang tidak jauh dari sana.
Karena aku yang tidak ingin kehilangan jejak mereka. Akupun segera mengejar mereka sambil membunyikan klakson dan memainkan lampu dim. Mereka pun sempat berhenti sambil melihat kearah mobilku yang langsung kuberhentikan didekat mereka dan tanpa pikir panjang, akupun segera keluar dan berlari kearah mereka berempat.
“Tuankuuu..” Ucapku yang kemudian kusosor mulut doni yang berbau rokok dan miras itu ditempat umum yang masih begitu ramai dilalui orang-orang.
Ccuph.. cuph.. eemmph.. sllrrpp
“Muaaachh.. akhirnya aku ketemu kalian, hihihi” Ucapku sembari menggigit bibir bawahku.
Doni maupun teman-temannya yang ada dibelakangnya menjadi terkejut dan sempat terpaku untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mereka pun kembali tersadar saat aku memanggil mereka.
Aku juga berkenalan dengan satu temannya yang ternyata namanya Ican. Kami berlima pun mulai berbincang. Bahkan aku tanpa ragu-ragu memeluk tubuh doni yang memang merupakan pemimpin mereka. Ican tampak tak percaya jika cewek keturunan sepertiku tanpa malu-malu memeluk tubuh seorang anak punk yang bau dan kotor.
“Aaacchhh.. sshhh.. enaknyaahh..”
Sekitar lima menit kemudian aku orgasme. Sambil ku tanam dalam-dalam alat testpack yang semua hasilnya positif hamil itu. Orgasme yang begitu besar itu keluar dari dalam liangku dengan derasnya, kelima alat testpack itupun juga ikut berhamburan keluar akibat terdorong cairan cintaku yang begitu deras.
“Aaaahh.. keluuarh..”
*CRETS..!.. CRETS..!.. CRETS..!*
Currr.. cuurrr.. cuurrr..
Aku terbaring tak berdaya, kemudian terlelap.
Sekitar 3 jam aku tertidur didalam hotel ini dalam keadaan bugil dan ngangkang.
===xxx===
Aku telah berada Jakarta.
Aku merindukan saat berada ditempat kumuh milik anak punk itu, ketika mereka mencekokiku dengan kotoran serta meminum kencing. Dengan inisiatifku sendiri, aku menyantap kotoranku sendiri. Aku mencoba memperbudak diriku sendiri seperti diperbudak dan direndahkan oleh orang-orang disana.
Dengan rasa mual dan ingin muntah aku paksa diriku untuk menghabiskannya. Aku sampai menangis karena berusaha keras menghabiskan kotoranku sendiri sampai akhirnya aku berhasil menghabiskan dan menelan semuanya.
Sementara kencingku yang berbau lumayan pesing, segera ku tutup hidung, menutup kedua mata dan menenggaknya.
*Gluph.. gluph.. gluph..*
Ku teguk habis semua air seniku tanpa sisa sampai tetes terakhir. Seketika perutku menjadi panas dan juga sebagian dari yang sudah kutelan itu rasanya ada yang ingin naik kembali ketenggorokan. Aku berusaha keras menahannya supaya tidak kembali keluar lagi.
Akhirnya aku bisa kembali merasakan sensasi direndahkan seperti itu meski tidak ada orang lain yang memerintah.
Rasa rindu ingin bisa bertemu lagi dengan mereka semua disana. Segera ku chat nomor anak punk itu..
Aku: P
Aku: Tuan?
Aku: Tuanku sayang
Aku: Aku hamil tuan
Aku: Aku hamil, tapi gak tau siapa yg jd ayahnya hehehe..
Aku: Aku kangen sama tuan-tuanku yang ganteng..
Aku: Nih buktinya.. *ku kirim foto hasil test pack = positif*
Seperti itulah isi chat wa yang bahkan tidak ada satupun yang centang dua atau terkirim.
Beberapa menit, beberapa jam, dan beberapa hari sudah kutunggu namun tetap saja, pesan itu tidak juga kunjung terkirim.
===xxx===
Satu minggu kemudian..
Aku sudah benar-benar tidak tahan lagi dengan rasa rindu yang mendera pikiran serta hatiku. Seminggu sebelumnya aku sering mendatangi taman tempat dimana aku pertama kali bertemu dengan ketiga anak punk itu pagi, siang, sore maupun saat malam hari. Bahkan beberapa hari yang lalu, pulang dari kampus untuk mengurus keperluan semester mendatang, aku langsung menuju taman itu sembari menunggu sesuatu yang tak pasti dari sore hingga larut malam.
Aku berniat untuk kembali ketempat kumuh itu, aku bertekad untuk menyusuri jalan menuju tempat dimana mereka menyuruhku menuju kesebuah tempat aku digangbang puluhan pria yang ada disana.
Keesokan harinya dengan mengenakan pakaian minim yang sangat mengekspose semua tatto di tubuhku, aku meluncur menuju ketempat kumuh waktu itu.
Walau tidak begitu ingat kemana arah jalannya karena banyak belokan. Pada saat itu aku lebih mengandalkan maps dan tidak terlalu fokus melihat patokan yang ada disekitar, aku hanya bisa meraba-raba saja kemana arah jalan sesuai dengan apa yang masih kuingat.
Sekitar 5 jam aku berputar-putar sambil kembali mengingat arah tujuanku. Akupun akhirnya menyerah dan pulang dalam keadaan sedikit kesal karena susahnya bisa menemukan dengan ketiga anak punk itu.
"Kemana kira-kira mereka sering beroperasi" pikirku.
Disaat aku sedang berada dijalan besar dan tepat didepan mobilku ada sebuah metro mini yang tiba-tiba berhenti secara mendadak, akupun langsung mengerem dan membunyikan klakson panjang karena menghalangi jalan mobilku. Untungnya aku tidak sampai menabrak metro mini itu.
Tapi begitu metromini itu telah berjalan kembali, terlihat beberapa sosok anak punk yang baru saja turun dari metromini tersebut. Aku sangat mengenal tiga dari empat orang anak punk yang baru saja turun itu. Sementara untuk yang satunya lagi aku tidak tau.
“Tuan-tuanku” Ucapku sedikit girang saat melihat keempat anak punk itu yang terlihat berjalan menjauhi mobilku kearah jembatan penyebrangan yang tidak jauh dari sana.
Karena aku yang tidak ingin kehilangan jejak mereka. Akupun segera mengejar mereka sambil membunyikan klakson dan memainkan lampu dim. Mereka pun sempat berhenti sambil melihat kearah mobilku yang langsung kuberhentikan didekat mereka dan tanpa pikir panjang, akupun segera keluar dan berlari kearah mereka berempat.
“Tuankuuu..” Ucapku yang kemudian kusosor mulut doni yang berbau rokok dan miras itu ditempat umum yang masih begitu ramai dilalui orang-orang.
Ccuph.. cuph.. eemmph.. sllrrpp
“Muaaachh.. akhirnya aku ketemu kalian, hihihi” Ucapku sembari menggigit bibir bawahku.
Doni maupun teman-temannya yang ada dibelakangnya menjadi terkejut dan sempat terpaku untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mereka pun kembali tersadar saat aku memanggil mereka.
Aku juga berkenalan dengan satu temannya yang ternyata namanya Ican. Kami berlima pun mulai berbincang. Bahkan aku tanpa ragu-ragu memeluk tubuh doni yang memang merupakan pemimpin mereka. Ican tampak tak percaya jika cewek keturunan sepertiku tanpa malu-malu memeluk tubuh seorang anak punk yang bau dan kotor.
Seperti biasa, doni, memet maupun arman dengan seenaknya menarik tanktopku keatas sampai memperlihatkan salah satu payudaraku karena aku tak memakai bra ketika mereka ingin melihat tato gambar wanita yang sedang kencing. Bahkan aku juga sampai diperintah oleh memet untuk menungging karena ingin melihat tato bergambar kontol dibelakang pantatku.
Tentu saja semua permintaan mereka kuturuti tanpa ada bantahan, dan tanpa rasa malu meski ditempat umum yang mana ada banyak sekali orang-orang yang memperhatikanku. Tapi aku sudah tidak peduli akan pandangan sinis mereka karena aku akhirnya bisa melepas rindu yang amat sangat dengan ketiga anak punk ini.
Aku juga menceritakan kehamilku dengan nada yang cukup senang. Keempat anak punk ini sedikit kaget, tapi sesaat kemudian ketiga anak punk kecuali ican yang belum mengetahui apa-apa itupun sontak tertawa terbahak-bahak.
“Lu beneran hamil, hahaha” Ucap memet yang sempat merasa tak percaya.
“Iiihh beneran.. nih buktinya..” Jawabku sambil menunjukkan foto testpack.
“Hahaha.. terus kalo lu hamil, emang kenapa moy.. lu mau kita-kita tanggung jawab?” Ucap doni sambil kembali diiringi tawa yang lain kecuali ican yang masih tidak mengerti.
“Tapi kalo lu minta kita tanggung jawab, ya jelas kita gak mau lah.. masalahnya kan yang ngentotin lu bukan cuman kita aja moy, hahahaha” Sahut arman tak lama kemudian.
Aku sangat mengerti itu. Lagipula aku juga memang dari awal tak ada niatan untuk meminta pertanggung jawaban mereka semua, karena memang ini sudah menjadi konsekuensiku akibat kecanduan ngentot.
Selain itu, kenikmatan sex kasar yang mereka berikan sampai membuatku ketagihan.
“Nggak kok tuanku.. lagian aku juga suka ngentot.. semenjak kalian ngebuang aku.. aku jadi sering mikirin kalian” Ucapku sedikit sedih namun juga agak sedikit malu-malu mengakui perasaanku.
Kami ngobrol, sampai aku kemudian merasa lega. Ku ketahui juga hpnya hilang ketika dia sedang mabuk dipinggir jalan.
Karena melihat tonjolan-tonjolan dari balik celana mereka masing-masing ketika melihatku yang berpenampilan berani seperti ini, akupun sange dan ingin segera kembali menikmati semuanya. Dan kebetulan ican dan memet mengeluh sedang lapar, aku mengajak mereka makan dirumahku.
Setelah sampai dirumahku, mereka semua tampak seenaknya tiduran diatas sofa yang ada didalamnya. Sebagian lagi ada yang langsung masuk kedapur dan membuka kulkas memeriksa apakah ada yang bisa dimakan atau tidak. Bahkan ada dari mereka yang menyalakan rokok dan membuang abu rokoknya sembarangan.
Ingin sekali rasanya aku memarahi mereka, hanya saja aku yang memang sudah bertekad ingin kembali menjadi budak seks mereka, sehingga akupun hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan perbuatan mereka yang memang selalu seenaknya itu.
===xxx===
“Aaachhh.. enaakkhh.. sshhh.. sodok lebih dalem kontolnyaahh..” Erangku ketika memet sedang memompa vaginaku dengan posisi doggystyle.
Aku dan memet saat ini sedang ngentot sambil menonton bokep genre gangbang di pemukiman kumuh yang aku bintang sendiri di TV led besar diruang tengah.
“Memek lu kayaknya udah gak rapet yak.. udah longgar nih.. hahaha” Ejek memet sambil dia tetap memompa penisnya kedalam vaginaku.
“Aaacchhh.. sshhh.. kan tuan.. aahhh.. yang bikin jadi longgar.. sampe hamil jugaahh” Ucapku sambil mendesah keenakan.
“Aaaacchh.. walau longgar enak juga memek lu.."
Tidak lama kemudian, vaginaku terasa akan segera menyemburkan cairan kenikmatannya. Demikian juga yang dirasakan memet ketika dia semakin mempercepat tempo pompaannya dalam vaginaku dan dia pun semakin meracau tak karuan.
“Aaaacchh.. gua keluarin didalem ya.. biar kandungan subur.. uuhhh”
Memet menghentak-hentakkan kontolnya semakin dalam di liang senggamaku dan..
*CROT..! CROT..! CROT..!*
Memet membenamkan seluruh batang penisnya supaya setiap tembakan spermanya benar-benar masuk ke rahimku.
Disaat bersamaan aku juga akhirnya mendapatkan puncak kenikmatanku.
Setelah dia memuntahkan semua lahar panasnya didalam vaginaku, memet terkulai lemas.
Doni, arman dan juga ican tampak berebut ingin segera mengentotiku, akhirnya doni mengusulkan untuk bermain beramai-ramai seperti dulu.
“Gimana kalo kita maennya rame-rame aja, lagian lonte kita ini kan suka digangbang” Ucap doni pada Arman dan Ican.
“Ide bagus tuh don.. hahaha” Ucap arman.
Akupun digangbang mereka..
===xxx===
Sudah sebulan mereka tinggal dirumahku. Selama mereka tinggal disini, mereka benar-benar seenaknya dan menganggap seperti tinggal dirumah mereka sendiri. Sementara aku malah seperti pembantu dirumahku sendiri.
Semenjak ada keempat anak punk ini rumahku benar-benar dibuat kacau sekali. Mereka suka membuang sampah ataupun puntung rokoknya sembarangan didalam rumah, piring-piring berserakan dan sisa makanan juga tampak berserakan.
Beberapa taplak meja dan sarung bantal sofa sampai kotor terkena noda-noda sisa makanan dan juga bolong akibat bara api dari rokok mereka semua. Tentu saja yang membereskan kekacauan itu semua adalah aku yang telah mereka jadikan pembantu sekaligus budak nafsunya.
Ketika aku sedang membereskan kekacauan yang mereka buat, aku juga dikerjai oleh mereka semua dengan alasan lagi sange.
Selama aku tinggal bersama keempat anak punk ini dirumahku, aku tidak diperbolehkan mengenakan pakaian sehelai benang pun oleh mereka. Selain itu, semua kebutuhan mereka seperti makan, rokok, miras, bahkan pulsa ataupun kuota, semuanya menggunakan uangku yang mereka ambil dari atmku seenaknya karena atmku kembali dipegang oleh mereka.
Aku benar-benar dibuat tak berdaya dan tak bisa bebas menggunakan uangku sendiri lagi, sampai-sampai untuk sekedar makan saja, aku hanya diberi makanan sisa dari mereka kadang makanan yang sudah basi.
Tentu saja semua permintaan mereka kuturuti tanpa ada bantahan, dan tanpa rasa malu meski ditempat umum yang mana ada banyak sekali orang-orang yang memperhatikanku. Tapi aku sudah tidak peduli akan pandangan sinis mereka karena aku akhirnya bisa melepas rindu yang amat sangat dengan ketiga anak punk ini.
Aku juga menceritakan kehamilku dengan nada yang cukup senang. Keempat anak punk ini sedikit kaget, tapi sesaat kemudian ketiga anak punk kecuali ican yang belum mengetahui apa-apa itupun sontak tertawa terbahak-bahak.
“Lu beneran hamil, hahaha” Ucap memet yang sempat merasa tak percaya.
“Iiihh beneran.. nih buktinya..” Jawabku sambil menunjukkan foto testpack.
“Hahaha.. terus kalo lu hamil, emang kenapa moy.. lu mau kita-kita tanggung jawab?” Ucap doni sambil kembali diiringi tawa yang lain kecuali ican yang masih tidak mengerti.
“Tapi kalo lu minta kita tanggung jawab, ya jelas kita gak mau lah.. masalahnya kan yang ngentotin lu bukan cuman kita aja moy, hahahaha” Sahut arman tak lama kemudian.
Aku sangat mengerti itu. Lagipula aku juga memang dari awal tak ada niatan untuk meminta pertanggung jawaban mereka semua, karena memang ini sudah menjadi konsekuensiku akibat kecanduan ngentot.
Selain itu, kenikmatan sex kasar yang mereka berikan sampai membuatku ketagihan.
“Nggak kok tuanku.. lagian aku juga suka ngentot.. semenjak kalian ngebuang aku.. aku jadi sering mikirin kalian” Ucapku sedikit sedih namun juga agak sedikit malu-malu mengakui perasaanku.
Kami ngobrol, sampai aku kemudian merasa lega. Ku ketahui juga hpnya hilang ketika dia sedang mabuk dipinggir jalan.
Karena melihat tonjolan-tonjolan dari balik celana mereka masing-masing ketika melihatku yang berpenampilan berani seperti ini, akupun sange dan ingin segera kembali menikmati semuanya. Dan kebetulan ican dan memet mengeluh sedang lapar, aku mengajak mereka makan dirumahku.
Setelah sampai dirumahku, mereka semua tampak seenaknya tiduran diatas sofa yang ada didalamnya. Sebagian lagi ada yang langsung masuk kedapur dan membuka kulkas memeriksa apakah ada yang bisa dimakan atau tidak. Bahkan ada dari mereka yang menyalakan rokok dan membuang abu rokoknya sembarangan.
Ingin sekali rasanya aku memarahi mereka, hanya saja aku yang memang sudah bertekad ingin kembali menjadi budak seks mereka, sehingga akupun hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan perbuatan mereka yang memang selalu seenaknya itu.
===xxx===
“Aaachhh.. enaakkhh.. sshhh.. sodok lebih dalem kontolnyaahh..” Erangku ketika memet sedang memompa vaginaku dengan posisi doggystyle.
Aku dan memet saat ini sedang ngentot sambil menonton bokep genre gangbang di pemukiman kumuh yang aku bintang sendiri di TV led besar diruang tengah.
“Memek lu kayaknya udah gak rapet yak.. udah longgar nih.. hahaha” Ejek memet sambil dia tetap memompa penisnya kedalam vaginaku.
“Aaacchhh.. sshhh.. kan tuan.. aahhh.. yang bikin jadi longgar.. sampe hamil jugaahh” Ucapku sambil mendesah keenakan.
“Aaaacchh.. walau longgar enak juga memek lu.."
Tidak lama kemudian, vaginaku terasa akan segera menyemburkan cairan kenikmatannya. Demikian juga yang dirasakan memet ketika dia semakin mempercepat tempo pompaannya dalam vaginaku dan dia pun semakin meracau tak karuan.
“Aaaacchh.. gua keluarin didalem ya.. biar kandungan subur.. uuhhh”
Memet menghentak-hentakkan kontolnya semakin dalam di liang senggamaku dan..
*CROT..! CROT..! CROT..!*
Memet membenamkan seluruh batang penisnya supaya setiap tembakan spermanya benar-benar masuk ke rahimku.
Disaat bersamaan aku juga akhirnya mendapatkan puncak kenikmatanku.
Setelah dia memuntahkan semua lahar panasnya didalam vaginaku, memet terkulai lemas.
Doni, arman dan juga ican tampak berebut ingin segera mengentotiku, akhirnya doni mengusulkan untuk bermain beramai-ramai seperti dulu.
“Gimana kalo kita maennya rame-rame aja, lagian lonte kita ini kan suka digangbang” Ucap doni pada Arman dan Ican.
“Ide bagus tuh don.. hahaha” Ucap arman.
Akupun digangbang mereka..
===xxx===
Sudah sebulan mereka tinggal dirumahku. Selama mereka tinggal disini, mereka benar-benar seenaknya dan menganggap seperti tinggal dirumah mereka sendiri. Sementara aku malah seperti pembantu dirumahku sendiri.
Semenjak ada keempat anak punk ini rumahku benar-benar dibuat kacau sekali. Mereka suka membuang sampah ataupun puntung rokoknya sembarangan didalam rumah, piring-piring berserakan dan sisa makanan juga tampak berserakan.
Beberapa taplak meja dan sarung bantal sofa sampai kotor terkena noda-noda sisa makanan dan juga bolong akibat bara api dari rokok mereka semua. Tentu saja yang membereskan kekacauan itu semua adalah aku yang telah mereka jadikan pembantu sekaligus budak nafsunya.
Ketika aku sedang membereskan kekacauan yang mereka buat, aku juga dikerjai oleh mereka semua dengan alasan lagi sange.
Selama aku tinggal bersama keempat anak punk ini dirumahku, aku tidak diperbolehkan mengenakan pakaian sehelai benang pun oleh mereka. Selain itu, semua kebutuhan mereka seperti makan, rokok, miras, bahkan pulsa ataupun kuota, semuanya menggunakan uangku yang mereka ambil dari atmku seenaknya karena atmku kembali dipegang oleh mereka.
Aku benar-benar dibuat tak berdaya dan tak bisa bebas menggunakan uangku sendiri lagi, sampai-sampai untuk sekedar makan saja, aku hanya diberi makanan sisa dari mereka kadang makanan yang sudah basi.
Selama mereka tinggal disini juga, setiap harinya aku diperintahkan oleh mereka untuk difoto dengan berbagai macam gaya mulai dari gaya seperti seorang model dewasa, dari mengenakan bikini sampai bugil dan mempertontonkan vaginaku.
Disaat libur kuliah usai dan mulai disemester baru, mereka memaksaku untuk mengupload foto bugilku ke sosmed pribadiku.
"jangan dong.. kalau aku viral dan ketahuan ortu-ku serta orang kampus. Bisa-bisa dihapus dari KK dan dikeluarkan dari kampus." tolakku.
“Ya lu kan budak lonte kami.. Lu harusnya gak perlu sekolah tinggi-tinggi moy.. lu cukup tawarin tuh tetek ama memek lu ke orang-orang.. obral badan lu biar lu dapet duit, hahaha” Ucap doni meyakinkanku.
Akupun kemudian terdiam cukup lama karena memikirkan perkataannya barusan.
“Udah lu gak usah mikir lagi.. lagian lu juga udah hamil hampir 3 bulan kan.. orang-orang juga bakal tau.. lu pasti bakal lebih malu lagi.. emang lu tau siapa bapak tuh anak, hah..? hahaha” Lanjut doni.
Yah itu memang ada benarnya juga.
“Ya udah kalo lu gak.. kita-kita bakalan pergi dari kehidupan lo..” Ucap doni lagi sambil kemudian mengajak memet, arman dan ican pergi.
“Baik tuan.. aku akan menuruti perintahmu” Jawabku dengan lancar.
Keempat anak punk itu kembali tertawa begitu mendengar jawabanku.
“Tuan-tuanku.. jika aku memposting gambar telanjang ini nantinya.. artinya detik itu juga hidupku sudah berakhir” Ucapku.
“Ya, terus” Ucap doni melihatku yang kembali terdiam sejenak.
“Maukah tuan-tuanku setelah ini mengajakku, dan membawaku pergi dari sini.. aku.. enggak.. lonte hina dan murahan ini, udah gak bisa lagi hidup disini lagi tuanku” Ucapku pasrah.
“Aku mohon tuan-tuanku.. tolong bawa aku kemanapun tuan mau.. kemanapun tuan menginginkannya, aku bersedia mengikuti kalian” Lanjutku sambil bersimpuh dan sujud dihadapan keempat anak punk itu.
Semuanya dalam waktu yang singkat, aku sudah membuang semua hal-hal yang sangat berharga bagiku.
“Hahaha.. oke moy.. kita-kita bakalan ngajakin lu kemanapun kita pergi.. tapi bukan berarti kita mau bawa lu terus-terusan” Ucap doni.
“Ehh.. ma.. maksudnya tuan” Ucapku gugup sambil ku dongakkan kepalaku.
Apakah aku akan kembali dibuang suatu saat. Apakah aku akan kembali ditinggalkan. Pikiranku begitu kacau sekali dengan berbagai macam pertanyaan timbul dalam benakku.
“Maksud gua.. sebelum duit itu abis.. bisa aja gua tinggalin lu di tempat pelacuran yang murah buat jadi lonte disana.. gua pengen lu bisa berguna buat kita-kita moy.. selama lu masih bisa berguna buat kita-kita, kita gak akan ngebuang lu.. hahaha” Ucap doni yang entah kenapa malah membuatku merasa lega setelah mendengarnya.
“Tapi tenang aja moy.. lu bakal tetep dapet bagian 50% dari hasil lu jual diri disana kok, hahaha.. dan juga, semua resiko yang lu dapet dari melacur, entah itu hamil, kena penyakit, lahiran atau apapun, itu semua tanggungan lu sendiri, kita-kita gak mau nanggung beban hidup lu.. hahaha” Lanjutnya lagi.
“Iyahh.. baik tuann.. asal bisa berguna dan bisa terus bersama kalian” Ucapku dengan senangnya.
Mereka semua pun tertawa mendengar jawabanku.
Kemudian doni mengajakku ke bank didekat rumah menggunakan mobil. Sesampainya disana Doni memerintahkanku mengambil semua uang yang ada didalam tabunganku dan menutup rekeningku.
Setelah semua uang itu ku terima, kami meninggalkan bank.
Arman tampak membawa motorku dan langsung pergi meninggalkan kami semua duluan entah kemana.
Sebelum kami pergi meninggalkan rumah ini, mereka semua membawa beberapa barang seperti tv, laptop, kipas angin, ricecooker serta beberapa barang-barang berharga dan juga perabotan rumah yang dapat mereka bawa dengan tangan mereka.
Diantara semua barang-barang itu, ada sebuah map tebal yang sangat kukenal karena didalam map itu berisi beberapa surat berharga seperti sertifikat penting, bpkb mobil dan motor milikku serta beberapa lembar ijazahku mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.
Entah untuk apa mereka membawa map besar itu, tapi aku sudah tidak peduli lagi. Aku pasrah saja dengan apa yang akan terjadi padaku selanjutnya. Lagipula, mulai detik ini aku sudah membuang semuanya.
Aku sudah tak punya apa-apa lagi saat ini dan hanya memiliki sebuah pakaian yang saat ini masih menempel ditubuhku saja. Semua hartaku telah diambil oleh keempat anak punk ini.
Aku juga telah membuang semua keluarga dari kehidupanku yang telah hancur lebur ini. Aku juga tak membawa hpku karena sudah tidak memerlukannya lagi.
Setelah kami semua sampai ditempat kumuh, Doni membawa mobilku dan arman mengendarai motorku, mereka pergi sambil membawa barang-barang milikku dan hanya meninggalkankan sebuah map besar yang berisi dokumen-dokumen pentingku saja disana.
Sekitar 2 jam setelah itu, mereka pun kembali. Doni berucap jika mobil dan motorku serta beberapa barang lain yang dibawa dari rumahku telah mereka jual dengan harga tinggi.
Meski mereka telah menjual semua barang-barangku, aku sama sekali tak mendapat sepeser pun.
Setelah secara resmi aku tinggal di tempat kumuh ini, doni memerintahkanku untuk berjongkok diatas semua dokumen-dokumen penting seperti ijazah sekolah-sekolahku, beberapa sertifikat serta kartu keluarga. Dia memintaku untuk mengencingi semua dokumen itu serta berak tepat diatasnya sambil salah satu dari mereka merekam semua kegiatanku.
Setelah semuanya selesai, doni membakar semua dokumen penting itu beserta pakaian yang kupakai sebelumnya yang merupakan satu-satunya pakaian yang tersisa dan yang kumiliki.
*Brr.. ctekk.. cteekkk.. ctekkk*
Hanya dalam beberapa menit saja, semua itu telah menjadi abu dan tidak akan pernah bisa kembali utuh lagi. Sama seperti kehidupanku yang sekarang dimana aku telah memilih menjadi seorang wanita yang paling rendahan.
===xxx===
Empat bulan kemudian,
Aaacchhh.. sshhh.. aahhh.. hamilin akuu tuannhh.. aaahhh.. bikin aku hamil banyak anak darimu.. aaahhh.. enakkhhh” Racauku yang saat ini sedang digenjot oleh pria yang menjadi salah satu pelangganku.
Saat ini aku sudah tinggal disebuah lokalisasi kumuh yang ada dipinggiran kota sebagai lonte, hanya aku yang berkulit putih dan paras cantik diantara para lonte yang ada disini.
Disaat libur kuliah usai dan mulai disemester baru, mereka memaksaku untuk mengupload foto bugilku ke sosmed pribadiku.
"jangan dong.. kalau aku viral dan ketahuan ortu-ku serta orang kampus. Bisa-bisa dihapus dari KK dan dikeluarkan dari kampus." tolakku.
“Ya lu kan budak lonte kami.. Lu harusnya gak perlu sekolah tinggi-tinggi moy.. lu cukup tawarin tuh tetek ama memek lu ke orang-orang.. obral badan lu biar lu dapet duit, hahaha” Ucap doni meyakinkanku.
Akupun kemudian terdiam cukup lama karena memikirkan perkataannya barusan.
“Udah lu gak usah mikir lagi.. lagian lu juga udah hamil hampir 3 bulan kan.. orang-orang juga bakal tau.. lu pasti bakal lebih malu lagi.. emang lu tau siapa bapak tuh anak, hah..? hahaha” Lanjut doni.
Yah itu memang ada benarnya juga.
“Ya udah kalo lu gak.. kita-kita bakalan pergi dari kehidupan lo..” Ucap doni lagi sambil kemudian mengajak memet, arman dan ican pergi.
“Baik tuan.. aku akan menuruti perintahmu” Jawabku dengan lancar.
Keempat anak punk itu kembali tertawa begitu mendengar jawabanku.
“Tuan-tuanku.. jika aku memposting gambar telanjang ini nantinya.. artinya detik itu juga hidupku sudah berakhir” Ucapku.
“Ya, terus” Ucap doni melihatku yang kembali terdiam sejenak.
“Maukah tuan-tuanku setelah ini mengajakku, dan membawaku pergi dari sini.. aku.. enggak.. lonte hina dan murahan ini, udah gak bisa lagi hidup disini lagi tuanku” Ucapku pasrah.
“Aku mohon tuan-tuanku.. tolong bawa aku kemanapun tuan mau.. kemanapun tuan menginginkannya, aku bersedia mengikuti kalian” Lanjutku sambil bersimpuh dan sujud dihadapan keempat anak punk itu.
Semuanya dalam waktu yang singkat, aku sudah membuang semua hal-hal yang sangat berharga bagiku.
“Hahaha.. oke moy.. kita-kita bakalan ngajakin lu kemanapun kita pergi.. tapi bukan berarti kita mau bawa lu terus-terusan” Ucap doni.
“Ehh.. ma.. maksudnya tuan” Ucapku gugup sambil ku dongakkan kepalaku.
Apakah aku akan kembali dibuang suatu saat. Apakah aku akan kembali ditinggalkan. Pikiranku begitu kacau sekali dengan berbagai macam pertanyaan timbul dalam benakku.
“Maksud gua.. sebelum duit itu abis.. bisa aja gua tinggalin lu di tempat pelacuran yang murah buat jadi lonte disana.. gua pengen lu bisa berguna buat kita-kita moy.. selama lu masih bisa berguna buat kita-kita, kita gak akan ngebuang lu.. hahaha” Ucap doni yang entah kenapa malah membuatku merasa lega setelah mendengarnya.
“Tapi tenang aja moy.. lu bakal tetep dapet bagian 50% dari hasil lu jual diri disana kok, hahaha.. dan juga, semua resiko yang lu dapet dari melacur, entah itu hamil, kena penyakit, lahiran atau apapun, itu semua tanggungan lu sendiri, kita-kita gak mau nanggung beban hidup lu.. hahaha” Lanjutnya lagi.
“Iyahh.. baik tuann.. asal bisa berguna dan bisa terus bersama kalian” Ucapku dengan senangnya.
Mereka semua pun tertawa mendengar jawabanku.
Kemudian doni mengajakku ke bank didekat rumah menggunakan mobil. Sesampainya disana Doni memerintahkanku mengambil semua uang yang ada didalam tabunganku dan menutup rekeningku.
Setelah semua uang itu ku terima, kami meninggalkan bank.
Arman tampak membawa motorku dan langsung pergi meninggalkan kami semua duluan entah kemana.
Sebelum kami pergi meninggalkan rumah ini, mereka semua membawa beberapa barang seperti tv, laptop, kipas angin, ricecooker serta beberapa barang-barang berharga dan juga perabotan rumah yang dapat mereka bawa dengan tangan mereka.
Diantara semua barang-barang itu, ada sebuah map tebal yang sangat kukenal karena didalam map itu berisi beberapa surat berharga seperti sertifikat penting, bpkb mobil dan motor milikku serta beberapa lembar ijazahku mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.
Entah untuk apa mereka membawa map besar itu, tapi aku sudah tidak peduli lagi. Aku pasrah saja dengan apa yang akan terjadi padaku selanjutnya. Lagipula, mulai detik ini aku sudah membuang semuanya.
Aku sudah tak punya apa-apa lagi saat ini dan hanya memiliki sebuah pakaian yang saat ini masih menempel ditubuhku saja. Semua hartaku telah diambil oleh keempat anak punk ini.
Aku juga telah membuang semua keluarga dari kehidupanku yang telah hancur lebur ini. Aku juga tak membawa hpku karena sudah tidak memerlukannya lagi.
Setelah kami semua sampai ditempat kumuh, Doni membawa mobilku dan arman mengendarai motorku, mereka pergi sambil membawa barang-barang milikku dan hanya meninggalkankan sebuah map besar yang berisi dokumen-dokumen pentingku saja disana.
Sekitar 2 jam setelah itu, mereka pun kembali. Doni berucap jika mobil dan motorku serta beberapa barang lain yang dibawa dari rumahku telah mereka jual dengan harga tinggi.
Meski mereka telah menjual semua barang-barangku, aku sama sekali tak mendapat sepeser pun.
Setelah secara resmi aku tinggal di tempat kumuh ini, doni memerintahkanku untuk berjongkok diatas semua dokumen-dokumen penting seperti ijazah sekolah-sekolahku, beberapa sertifikat serta kartu keluarga. Dia memintaku untuk mengencingi semua dokumen itu serta berak tepat diatasnya sambil salah satu dari mereka merekam semua kegiatanku.
Setelah semuanya selesai, doni membakar semua dokumen penting itu beserta pakaian yang kupakai sebelumnya yang merupakan satu-satunya pakaian yang tersisa dan yang kumiliki.
*Brr.. ctekk.. cteekkk.. ctekkk*
Hanya dalam beberapa menit saja, semua itu telah menjadi abu dan tidak akan pernah bisa kembali utuh lagi. Sama seperti kehidupanku yang sekarang dimana aku telah memilih menjadi seorang wanita yang paling rendahan.
===xxx===
Empat bulan kemudian,
Aaacchhh.. sshhh.. aahhh.. hamilin akuu tuannhh.. aaahhh.. bikin aku hamil banyak anak darimu.. aaahhh.. enakkhhh” Racauku yang saat ini sedang digenjot oleh pria yang menjadi salah satu pelangganku.
Saat ini aku sudah tinggal disebuah lokalisasi kumuh yang ada dipinggiran kota sebagai lonte, hanya aku yang berkulit putih dan paras cantik diantara para lonte yang ada disini.
Meski saat ini perutku tampak semakin membesar akibat usia kehamilanku yang sudah menginjak umur 7 bulan, tubuhku masih tampak seksi dan terlihat begitu erotis bagi para pelangganku.
Walau disini aku yang paling cantik dan yang paling banyak dapat pelanggan, tetapi tarifku melacur ditempat ini amat sangat murah sekali. Aku hanya dibayar sekitar 30 ribu saja untuk sekali ngentot dan itupun tanpa kondom. Benar-benar harga yang sangat murah dibanding lonte-lonte lain yang bekerja ditempat ini yang mana tarif mereka sekali ngentot sekitar 100 sampai 300 ribu, dan itupun wajib menggunakan kondom.
Aku benar-benar diperlakukan sangat hina sekali dan dibayar dengan harga sangat murah. Itu juga karena permintaan dari para pekerja seks yang tampaknya merasa tersaingi akibat kecantikan dan keseksian yang ku miliki.
===xxx===
“Aaahhh.. aaahhh.. gua keluar moyyy.. titip anak guaaaaa..”
*CROT..! CROT..! CROT..!*
Si pelanggan itupun akhirnya mengeluarkan semua spermanya didalam rahimku. Disaat yang bersamaan pun, aku juga mendapatkan orgasmeku yang begitu nikmat dan diiringi dengan desahan binalku yang begitu kencang sampai membuat badanku melenting keatas saking nikmatnya.
"Aaachh.. ya.. aku juga.."
*CRETS..! CRETS..! CRETS..!*
Setelah pelangganku selesai berejakulasi didalam vaginaku, dia pun langsung mencabutnya dan pergi meninggalkanku yang masih terbaring telanjang disalah satu kamar yang menjadi tempat persetubuhan ini.
Perlu kalian ketahui, meski saat ini aku memang dibayar sangat murah untuk sekali melayani kontol pria dengan tubuhku, tapi aku merasa tidak keberatan sama sekali. Bahkan dari total keseluruhan uang yang kudapat selama sebulan aku bekerja dilokalisasi terpencil ini, 50% nya memang diambil oleh Doni, Arman, Memet, dan juga Ican yang saat ini menjadi majikanku.
Mereka benar-benar menepati janjinya hanya mengambil sebagian dari hasil yang kudapatkan selama melacur. Tapi sisa 50% nya lagi, tidak serta merta langsung masuk kedalam kantongku. Melainkan aku harus menyisihkan 30% setiap bulannya untuk biaya sewa dan juga biaya keamanan selama aku melacur ditempat ini. Otomatis, hanya 20% saja yang masuk kantongku.
Benar-benar jumlah yang sangat sedikit sekali untuk sekedar biaya hidup menjadi seorang pelacur murahan. Tapi aku juga tidak merasa tertekan dan malah menikmati semua yang terjadi di kehidupanku yang baru ini.
Selain itu juga, aku bisa mendapat banyak sekali kenikmatan dari berbagai macam kontol yang selalu membuatku puas. Aku benar-benar ikhlas menjalani kehidupan baruku ini dan tak menyesal sama sekali setelah aku membuang kehidupanku yang dulunya bergelimangan materi dan juga kasih sayang. Aku sama sekali tidak menyesal.
“Kayaknya, aku harus buat promo nih biar semakin banyak pelangganku, hihihi” Ucapku pelan sambil melihat jumlah keuntungan bersih yang kudapat bulan ini.
“Promo tembak bebas sampe hamil cocok kayaknya, hihihi” Ucapku.
“Emm.. atau promo gratis titip dan rawat bibit anak mereka ya” Lanjutku lagi.
Yah, aku memang ingin menargetkan diriku sendiri agar bisa mendapatkan total sekitar 5 juta rupiah dalam sebulan. Aku ingin lebih menyaingi para lonte-lonte yang merasa iri denganku meski saat ini aku memang dibayar sangat murah sekali dibandingkan dengan mereka.
Selain itu, aku juga ingin membuat keempat majikanku merasa bahagia ketika mereka menerima uang yang banyak dari hasilku melonte, meski saat ini kehidupan mereka masih terbilang enak karena mereka hidup berfoya-foya menggunakan uang yang dulunya adalah milikku.
Saat ini aku sedang beristirahat sebentar karena pria yang sebelumnya kulayani adalah pelanggan terakhirku. Ingin rasanya aku mencari diluar sana supaya target yang sudah kutentukan sebelumnya dapat tembus, tapi pria yang sebelumnya benar-benar menggempur vaginaku sampai terasa kebas dan membuat kedua kakiku masih gemetar dan kesemutan sampai sekarang.
Oh iya, semenjak aku tinggal ditempat kumuh yang merupakan basecamp keempat majikanku, aku benar-benar sama sekali tak memakai pakaian. Tak ada sehelai benang pun yang menempel ditubuhku karena diperintahkan oleh tuan-tuanku agar aku tidak berpakaian sama sekali karena menurut mereka, aku akan tampak terlihat cantik ketika aku tidak berpakaian.
Selain itu, saat ini aku juga telah memiliki beberapa tato permanen yang baru pada bagian paha kananku, kini terukir gambar sebuah dildo berwarna pink, dan juga tato bertuliskan “Memek Obral” dan dibagian bawahnya terdapat tato lagi yang bertuliskan “Bebas Dihamilin” serta ada sebuah tanda panah kecil yang tepat menuju kearah lubang peranakanku.
Setelah beberapa jam beristirahat, aku keluar kamar, aku berjalan sambil mulai mencari pelanggan yang siapa tau akan bernafsu ketika mereka melihatku.
“Lontenya.. lonte murahan mas, pak.. ayo lonte murahnya.. siapa yang mau ngentot.. lontenya mas pak” Ucapku dengan suara keras yang mengucapkan kalimat yang sangat mempermalukanku sendiri.
Begitulah caraku menjual diri supaya menarik perhatian para pelangganku agar banyak pelanggan yang rela antri panjang untuk mendapat pelayanan murah dariku.
Meski ini terlihat amat merendahkanku, namun jujur saja aku sangat menyukainya. Aku malah akan lebih terangsang ketika banyak pria semakin merendahkan dan menghina diriku. Namun karena caraku yang berusaha menarik pelanggan seperti itu, sontak saja banyak lonte-lonte yang bekerja ditempat ini semakin iri karena caraku rupanya cukup ampuh untuk menarik banyak sekali pelanggan.
Aku hanya berpikir, para pelanggan pasti menyukai dan terangsang saat melihat ada seorang cewek yang dengan gampangnya merendahkan harga dirinya sendiri. Bahkan aku bahagia ketika bisa hamil dari orang banyak sampai-sampai bingung siapa ayah dari anak yang dikandung.
Tidak seperti para lonte-lonte yang lain dimana mereka seperti masih memikirkan harga diri mereka sendiri meski masih berstatus sebagai wanita pemuas nafsu pria hidung belang. Yah itu salah mereka sendiri karena masih mempertahankan keegoisan mereka sendiri tanpa memikirkan apa yang dimau para pelanggannya, hihihi.
Walau disini aku yang paling cantik dan yang paling banyak dapat pelanggan, tetapi tarifku melacur ditempat ini amat sangat murah sekali. Aku hanya dibayar sekitar 30 ribu saja untuk sekali ngentot dan itupun tanpa kondom. Benar-benar harga yang sangat murah dibanding lonte-lonte lain yang bekerja ditempat ini yang mana tarif mereka sekali ngentot sekitar 100 sampai 300 ribu, dan itupun wajib menggunakan kondom.
Aku benar-benar diperlakukan sangat hina sekali dan dibayar dengan harga sangat murah. Itu juga karena permintaan dari para pekerja seks yang tampaknya merasa tersaingi akibat kecantikan dan keseksian yang ku miliki.
===xxx===
“Aaahhh.. aaahhh.. gua keluar moyyy.. titip anak guaaaaa..”
*CROT..! CROT..! CROT..!*
Si pelanggan itupun akhirnya mengeluarkan semua spermanya didalam rahimku. Disaat yang bersamaan pun, aku juga mendapatkan orgasmeku yang begitu nikmat dan diiringi dengan desahan binalku yang begitu kencang sampai membuat badanku melenting keatas saking nikmatnya.
"Aaachh.. ya.. aku juga.."
*CRETS..! CRETS..! CRETS..!*
Setelah pelangganku selesai berejakulasi didalam vaginaku, dia pun langsung mencabutnya dan pergi meninggalkanku yang masih terbaring telanjang disalah satu kamar yang menjadi tempat persetubuhan ini.
Perlu kalian ketahui, meski saat ini aku memang dibayar sangat murah untuk sekali melayani kontol pria dengan tubuhku, tapi aku merasa tidak keberatan sama sekali. Bahkan dari total keseluruhan uang yang kudapat selama sebulan aku bekerja dilokalisasi terpencil ini, 50% nya memang diambil oleh Doni, Arman, Memet, dan juga Ican yang saat ini menjadi majikanku.
Mereka benar-benar menepati janjinya hanya mengambil sebagian dari hasil yang kudapatkan selama melacur. Tapi sisa 50% nya lagi, tidak serta merta langsung masuk kedalam kantongku. Melainkan aku harus menyisihkan 30% setiap bulannya untuk biaya sewa dan juga biaya keamanan selama aku melacur ditempat ini. Otomatis, hanya 20% saja yang masuk kantongku.
Benar-benar jumlah yang sangat sedikit sekali untuk sekedar biaya hidup menjadi seorang pelacur murahan. Tapi aku juga tidak merasa tertekan dan malah menikmati semua yang terjadi di kehidupanku yang baru ini.
Selain itu juga, aku bisa mendapat banyak sekali kenikmatan dari berbagai macam kontol yang selalu membuatku puas. Aku benar-benar ikhlas menjalani kehidupan baruku ini dan tak menyesal sama sekali setelah aku membuang kehidupanku yang dulunya bergelimangan materi dan juga kasih sayang. Aku sama sekali tidak menyesal.
“Kayaknya, aku harus buat promo nih biar semakin banyak pelangganku, hihihi” Ucapku pelan sambil melihat jumlah keuntungan bersih yang kudapat bulan ini.
“Promo tembak bebas sampe hamil cocok kayaknya, hihihi” Ucapku.
“Emm.. atau promo gratis titip dan rawat bibit anak mereka ya” Lanjutku lagi.
Yah, aku memang ingin menargetkan diriku sendiri agar bisa mendapatkan total sekitar 5 juta rupiah dalam sebulan. Aku ingin lebih menyaingi para lonte-lonte yang merasa iri denganku meski saat ini aku memang dibayar sangat murah sekali dibandingkan dengan mereka.
Selain itu, aku juga ingin membuat keempat majikanku merasa bahagia ketika mereka menerima uang yang banyak dari hasilku melonte, meski saat ini kehidupan mereka masih terbilang enak karena mereka hidup berfoya-foya menggunakan uang yang dulunya adalah milikku.
Saat ini aku sedang beristirahat sebentar karena pria yang sebelumnya kulayani adalah pelanggan terakhirku. Ingin rasanya aku mencari diluar sana supaya target yang sudah kutentukan sebelumnya dapat tembus, tapi pria yang sebelumnya benar-benar menggempur vaginaku sampai terasa kebas dan membuat kedua kakiku masih gemetar dan kesemutan sampai sekarang.
Oh iya, semenjak aku tinggal ditempat kumuh yang merupakan basecamp keempat majikanku, aku benar-benar sama sekali tak memakai pakaian. Tak ada sehelai benang pun yang menempel ditubuhku karena diperintahkan oleh tuan-tuanku agar aku tidak berpakaian sama sekali karena menurut mereka, aku akan tampak terlihat cantik ketika aku tidak berpakaian.
Selain itu, saat ini aku juga telah memiliki beberapa tato permanen yang baru pada bagian paha kananku, kini terukir gambar sebuah dildo berwarna pink, dan juga tato bertuliskan “Memek Obral” dan dibagian bawahnya terdapat tato lagi yang bertuliskan “Bebas Dihamilin” serta ada sebuah tanda panah kecil yang tepat menuju kearah lubang peranakanku.
Setelah beberapa jam beristirahat, aku keluar kamar, aku berjalan sambil mulai mencari pelanggan yang siapa tau akan bernafsu ketika mereka melihatku.
“Lontenya.. lonte murahan mas, pak.. ayo lonte murahnya.. siapa yang mau ngentot.. lontenya mas pak” Ucapku dengan suara keras yang mengucapkan kalimat yang sangat mempermalukanku sendiri.
Begitulah caraku menjual diri supaya menarik perhatian para pelangganku agar banyak pelanggan yang rela antri panjang untuk mendapat pelayanan murah dariku.
Meski ini terlihat amat merendahkanku, namun jujur saja aku sangat menyukainya. Aku malah akan lebih terangsang ketika banyak pria semakin merendahkan dan menghina diriku. Namun karena caraku yang berusaha menarik pelanggan seperti itu, sontak saja banyak lonte-lonte yang bekerja ditempat ini semakin iri karena caraku rupanya cukup ampuh untuk menarik banyak sekali pelanggan.
Aku hanya berpikir, para pelanggan pasti menyukai dan terangsang saat melihat ada seorang cewek yang dengan gampangnya merendahkan harga dirinya sendiri. Bahkan aku bahagia ketika bisa hamil dari orang banyak sampai-sampai bingung siapa ayah dari anak yang dikandung.
Tidak seperti para lonte-lonte yang lain dimana mereka seperti masih memikirkan harga diri mereka sendiri meski masih berstatus sebagai wanita pemuas nafsu pria hidung belang. Yah itu salah mereka sendiri karena masih mempertahankan keegoisan mereka sendiri tanpa memikirkan apa yang dimau para pelanggannya, hihihi.
Demi uang yang banyak supaya para tuanku dapat hidup enak, aku rela melakukan apa saja meski itu akan sangat membuatku terlihat rendahan tanpa harga diri. Aku begitu menikmati kehidupan baruku seperti sekarang dimana setiap harinya, aku akan selalu dipompa kontol-kontol besar dan menampung sperma mereka kedalam rahimku. Aku sudah benar-benar jatuh kedalam jurang yang semakin nikmat.
===xxx===
Ditempat Lain..
“Hahahaha.. liat nih met, lonte amoy kita sekarang udah viral dimana-mana.. semua foto bugilnya udah tersebar banyak, hahaha” Ucap doni ketika melihat dan menunjukkan sebuah berita dari layar hp nya pada memet.
Sang gadis amoy yang bernama Kezia Arista saat ini telah benar-benar terkenal seantero negeri karena viralnya foto dan juga video bugil dimana dirinya dientoti oleh orang-orang kasta bawah.
Bahkan alamat rumahnya yang berada disurabaya pun benar-benar terpampang jelas ketika salah satu fotonya ada yang menunjukkan selembar kartu tanda penduduknya serta selembar kartu mahasiswanya dan membuat rumah sang gadis yang saat ini dihuni oleh kedua orang tua dan juga adiknya pun menjadi ramai oleh orang-orang termasuk pihak kepolisian dan juga awak media yang ingin meminta kejelasan dan juga berita hangat lainnya.
Hal itu juga berlaku pada sebuah universitas yang dulunya menjadi tempat sang gadis tersebut kuliah di jakarta, menjadi sangat ramai dan semua teman-temannya yang dulu pernah menjadi teman sang gadis tersebut sangat terganggu oleh berita itu.
Bahkan pihak kampus pun membuat statement jika sang gadis yang ada didalam foto yang viral itu bukanlah mahasiswa dikampus mereka, meski faktanya tidak lah seperti itu. Mereka hanya membuat omongan saja demi menjaga reputasi kampus dan juga membungkam semua teman yang dulunya pernah terlibat dengan sang gadis.
Kezia juga sebenarnya sudah tau semua berita itu, namun tanggapannya justru seolah merasa senang ketika akhirnya dirinya menjadi sangat viral dimana semua orang akhirnya dapat melihat seluruh tubuh bugilnya.
Tentu saja hal itu semakin membuat doni, arman dan juga memet merasa sangat senang ketika melihat lonte kebanggaannya itu telah sangat rusak. Mereka juga menjual semua video bokep sang gadis itu ke dunia maya dan menghasilkan banyak sekali uang yang masuk ke kantong mereka masing-masing untuk mereka berfoya-foya diluar sana.
Saat ini semakin banyak saja pemasukan yang masuk kekantong mereka selain mengandalkan uang tabungan milik sang gadis itu sendiri. Mereka bisa menghasilkan uang dari hasil melacur sang gadis, dan juga pembelian konten porno yang mereka buat bersama sang gadis amoy itu.
===xxx====
“Aaaacchhh.. sakkiiitt.. bangetthhh.. sshhh.. eeuuuhhh.. sakk.. iitt” Pekikku.
Saat ini aku sedang terbaring diatas sebuah ranjang kecil diatas sebuah panggung dilapangan yang luas. Aku saat ini sedang mengejan berusaha mengeluarkan bayi yang sebentar lagi akan segera lahir kedunia ini.
Aku melahirkan sambil disaksikan ratusan penonton dari golongan tunawisma yang tampak meriah sekali ketika aku sedang merasakan nyeri yang amat sangat ketika ingin mengeluarkan jabang bayiku ini. Aku hanya didampingi oleh doni yang bertugas sebagai pembawa acara untuk membuat pertunjukkan ini semakin meriah.
Semua sorak sorai dari para penonton yang saat ini penasaran ingin melihat bagaimana seorang gadis keturunan mantan anak orang kaya melahirkan seorang anak dari garis keturunan orang-orang berkasta rendahan.
Mereka begitu penasaran akan seperti apa nanti bentuk bayiku yang sebentar lagi akan segera melihat dunia ini. Selain itu, mereka juga penasaran dan ingin melihat secara langsung proses melahirkan dari seorang gadis keturunan sepertiku.
“Aaaaaccchhh..!!” Pekikku panjang dan kuat ketika aku merasakan sakit yang amat sangat dari lubang vaginaku dan seperti ada yang meluncur keluar sesaat setelahnya.
Begitu cepat rasa nyeri itu menghampiriku dan tidak lama kemudian, aku seolah seperti merasa lega. Dan tak lama setelahnya terdengar suara tangisan dari seorang bayi yang pastinya itu adalah bayi yang baru saja kulahirkan.
Yah, aku sangat yakin anak pertamaku akhirnya telah lahir. Seorang anak tapi tanpa tau siapa ayahnya dan tak ada ikatan pernikahan. Namun meski aku senang akhirnya bayi pertamaku telah lahir kedunia ini, aku masih belum bisa melihatnya karena dia berada dibawah sana, sementara aku masih begitu lemas dan tak bisa bergerak saking tak punya tenaga lagi setelah melahirkan.
Aku juga mendengar jika suara dari para penonton yang ada didepan sana tampak semakin ramai dan meriah ketika bayiku keluar dari dalam lubang peranakanku yang mana saat ini antara bayiku dan juga lubangku masih tersambung oleh tali pusar menempel di pusar sang bayi dan juga bagian dalam vaginaku.
“Aaahhh.. anakku.. selamat datang kedunia ini sayang” Batinku sambil memejamkan kedua mataku dan perlahan, kesadaranku mulai menghilang.
Papa, mama.. maafkan aku yah karena sudah menjadi seorang jalang paling rendahan di negeri ini.. buat adikku juga, maafkan cicimu yang selalu kamu banggakan ini ya.. sekarang cicimu sudah menjadi pelacur paling murahan di ibukota.. telah menjadi wanita paling rendah bahkan diantara para lonte-lonte yang sering mangkal di pinggir jalan.. Buat teman-temanku, maafkan aku karena selama ini aku sudah berbohong pada kalian semua.
Kalian yang selama ini mengira aku adalah seorang gadis jenius yang selalu berprestasi dalam akademik, ternyata tidak lebih dari seorang lonte rendahan tak punya harga diri.. Lagipula memang seperti itulah aku yang sebenarnya karena pada saat itu, aku masih amat malu untuk menunjukkan Sisi Lain Diriku.
Selamat tinggal semuanya.. sekarang aku sudah bisa hidup dengan penuh kenikmatan yang mana kenikmatan ini yang selalu kuinginkan sejak lama. Aku memang gadis yang suka ngentot dan haus kontol setiap harinya, hihihi.
“Ehh bangun moy.. lu jangan tidur dulu.. tuh kasih kata sambutan buat para penonton lu” Ucap doni sambil membangunkanku yang memang hampir saja tertidur.
===xxx===
Dua Tahun Kemudian..
“Aaacchhh.. ssshhh.. enakkhh tuannhh..” Desahku ketika vagina dan juga anusku sedang dihujami oleh dua penis pria yang jadi tuanku.
Saat ini, tepat didalam bak truk sebuah mobil truk sampah yang bermuatan kosong, aku melayani kedua pria yang memiliki batang penis begitu panjang dan besar saat ini sedang menggenjot vagina dan anusku.
Mobil truk sampah tersebut saat ini sedang berjalan menuju kesebuah lokalisasi yang berada di pinggiran kota jakarta, yang mana lokalisasi tersebut cukup terpencil karena memang jauh dari keramaian.
Selain itu pelanggan-pelanggan yang sering datang ke lokalisasi tersebut adalah orang-orang dari kalangan bawah saja seperti tukang becak, sopir truk, pengamen, pemulung dan lain sebagainya.
Lokalisasi tersebut memang khusus menyediakan berbagai macam lonte yang harganya pun cukup murah karena memang dikhususkan bagi para pelanggan yang merupakan dari kalangan bawah yang juga butuh tempat melampiaskan hawa nafsu mereka.
TAMAT
===xxx===
Ditempat Lain..
“Hahahaha.. liat nih met, lonte amoy kita sekarang udah viral dimana-mana.. semua foto bugilnya udah tersebar banyak, hahaha” Ucap doni ketika melihat dan menunjukkan sebuah berita dari layar hp nya pada memet.
Sang gadis amoy yang bernama Kezia Arista saat ini telah benar-benar terkenal seantero negeri karena viralnya foto dan juga video bugil dimana dirinya dientoti oleh orang-orang kasta bawah.
Bahkan alamat rumahnya yang berada disurabaya pun benar-benar terpampang jelas ketika salah satu fotonya ada yang menunjukkan selembar kartu tanda penduduknya serta selembar kartu mahasiswanya dan membuat rumah sang gadis yang saat ini dihuni oleh kedua orang tua dan juga adiknya pun menjadi ramai oleh orang-orang termasuk pihak kepolisian dan juga awak media yang ingin meminta kejelasan dan juga berita hangat lainnya.
Hal itu juga berlaku pada sebuah universitas yang dulunya menjadi tempat sang gadis tersebut kuliah di jakarta, menjadi sangat ramai dan semua teman-temannya yang dulu pernah menjadi teman sang gadis tersebut sangat terganggu oleh berita itu.
Bahkan pihak kampus pun membuat statement jika sang gadis yang ada didalam foto yang viral itu bukanlah mahasiswa dikampus mereka, meski faktanya tidak lah seperti itu. Mereka hanya membuat omongan saja demi menjaga reputasi kampus dan juga membungkam semua teman yang dulunya pernah terlibat dengan sang gadis.
Kezia juga sebenarnya sudah tau semua berita itu, namun tanggapannya justru seolah merasa senang ketika akhirnya dirinya menjadi sangat viral dimana semua orang akhirnya dapat melihat seluruh tubuh bugilnya.
Tentu saja hal itu semakin membuat doni, arman dan juga memet merasa sangat senang ketika melihat lonte kebanggaannya itu telah sangat rusak. Mereka juga menjual semua video bokep sang gadis itu ke dunia maya dan menghasilkan banyak sekali uang yang masuk ke kantong mereka masing-masing untuk mereka berfoya-foya diluar sana.
Saat ini semakin banyak saja pemasukan yang masuk kekantong mereka selain mengandalkan uang tabungan milik sang gadis itu sendiri. Mereka bisa menghasilkan uang dari hasil melacur sang gadis, dan juga pembelian konten porno yang mereka buat bersama sang gadis amoy itu.
===xxx====
“Aaaacchhh.. sakkiiitt.. bangetthhh.. sshhh.. eeuuuhhh.. sakk.. iitt” Pekikku.
Saat ini aku sedang terbaring diatas sebuah ranjang kecil diatas sebuah panggung dilapangan yang luas. Aku saat ini sedang mengejan berusaha mengeluarkan bayi yang sebentar lagi akan segera lahir kedunia ini.
Aku melahirkan sambil disaksikan ratusan penonton dari golongan tunawisma yang tampak meriah sekali ketika aku sedang merasakan nyeri yang amat sangat ketika ingin mengeluarkan jabang bayiku ini. Aku hanya didampingi oleh doni yang bertugas sebagai pembawa acara untuk membuat pertunjukkan ini semakin meriah.
Semua sorak sorai dari para penonton yang saat ini penasaran ingin melihat bagaimana seorang gadis keturunan mantan anak orang kaya melahirkan seorang anak dari garis keturunan orang-orang berkasta rendahan.
Mereka begitu penasaran akan seperti apa nanti bentuk bayiku yang sebentar lagi akan segera melihat dunia ini. Selain itu, mereka juga penasaran dan ingin melihat secara langsung proses melahirkan dari seorang gadis keturunan sepertiku.
“Aaaaaccchhh..!!” Pekikku panjang dan kuat ketika aku merasakan sakit yang amat sangat dari lubang vaginaku dan seperti ada yang meluncur keluar sesaat setelahnya.
Begitu cepat rasa nyeri itu menghampiriku dan tidak lama kemudian, aku seolah seperti merasa lega. Dan tak lama setelahnya terdengar suara tangisan dari seorang bayi yang pastinya itu adalah bayi yang baru saja kulahirkan.
Yah, aku sangat yakin anak pertamaku akhirnya telah lahir. Seorang anak tapi tanpa tau siapa ayahnya dan tak ada ikatan pernikahan. Namun meski aku senang akhirnya bayi pertamaku telah lahir kedunia ini, aku masih belum bisa melihatnya karena dia berada dibawah sana, sementara aku masih begitu lemas dan tak bisa bergerak saking tak punya tenaga lagi setelah melahirkan.
Aku juga mendengar jika suara dari para penonton yang ada didepan sana tampak semakin ramai dan meriah ketika bayiku keluar dari dalam lubang peranakanku yang mana saat ini antara bayiku dan juga lubangku masih tersambung oleh tali pusar menempel di pusar sang bayi dan juga bagian dalam vaginaku.
“Aaahhh.. anakku.. selamat datang kedunia ini sayang” Batinku sambil memejamkan kedua mataku dan perlahan, kesadaranku mulai menghilang.
Papa, mama.. maafkan aku yah karena sudah menjadi seorang jalang paling rendahan di negeri ini.. buat adikku juga, maafkan cicimu yang selalu kamu banggakan ini ya.. sekarang cicimu sudah menjadi pelacur paling murahan di ibukota.. telah menjadi wanita paling rendah bahkan diantara para lonte-lonte yang sering mangkal di pinggir jalan.. Buat teman-temanku, maafkan aku karena selama ini aku sudah berbohong pada kalian semua.
Kalian yang selama ini mengira aku adalah seorang gadis jenius yang selalu berprestasi dalam akademik, ternyata tidak lebih dari seorang lonte rendahan tak punya harga diri.. Lagipula memang seperti itulah aku yang sebenarnya karena pada saat itu, aku masih amat malu untuk menunjukkan Sisi Lain Diriku.
Selamat tinggal semuanya.. sekarang aku sudah bisa hidup dengan penuh kenikmatan yang mana kenikmatan ini yang selalu kuinginkan sejak lama. Aku memang gadis yang suka ngentot dan haus kontol setiap harinya, hihihi.
“Ehh bangun moy.. lu jangan tidur dulu.. tuh kasih kata sambutan buat para penonton lu” Ucap doni sambil membangunkanku yang memang hampir saja tertidur.
===xxx===
Dua Tahun Kemudian..
“Aaacchhh.. ssshhh.. enakkhh tuannhh..” Desahku ketika vagina dan juga anusku sedang dihujami oleh dua penis pria yang jadi tuanku.
Saat ini, tepat didalam bak truk sebuah mobil truk sampah yang bermuatan kosong, aku melayani kedua pria yang memiliki batang penis begitu panjang dan besar saat ini sedang menggenjot vagina dan anusku.
Mobil truk sampah tersebut saat ini sedang berjalan menuju kesebuah lokalisasi yang berada di pinggiran kota jakarta, yang mana lokalisasi tersebut cukup terpencil karena memang jauh dari keramaian.
Selain itu pelanggan-pelanggan yang sering datang ke lokalisasi tersebut adalah orang-orang dari kalangan bawah saja seperti tukang becak, sopir truk, pengamen, pemulung dan lain sebagainya.
Lokalisasi tersebut memang khusus menyediakan berbagai macam lonte yang harganya pun cukup murah karena memang dikhususkan bagi para pelanggan yang merupakan dari kalangan bawah yang juga butuh tempat melampiaskan hawa nafsu mereka.
TAMAT
novel cerita dewasa sex seks ngocok semprot.com, crot peju didalam liang kewanitaan memek vagina nonok miss v, berita gadis sekolah prawan diperkosa sampai hamil pingsan tragis, janda sange sama ngentot tetangga ketahuan anak, selebgram dan tiktokers live colmek ML ngewe ngentot link viral syur, ketagihan kontol om ayah kakak ipar tiri, biduan dangdut tobrut dikeroyok kontol, fuck my pussy. good dick. Big cock. Yes cum inside. lick my nipples. my tits are tingling. drink my breast. milk nipples. play with my big tits. fuck my vagina until I get pregnant. play "Adult sex games" with me. satisfy your cock in my wet vagina. Asian girl hottes gorgeus. lonte, lc ngentot live, pramugari ngentot, wikwik, selebgram open BO,cerbung,cam show, naked nude, tiktokers viral bugil sange, link bokep viral terbaru
