Sisi Lain Kezia Arista 1

cewek amoy


Hai perkenalkan, namaku Kezia Arista atau biasa dipanggil zia. Aku saat ini 20th dan sedang duduk di bangku perkuliahan semester 3 disalah satu universitas swasta jurusan sistem informasi di jakarta. Aku berasal dari surabaya, setelah aku sudah lulus eS-eM-aA, aku merantau ke jakarta karena ingin mencoba hidup mandiri. Kedua orang tua ku termasuk pengusaha sukses dan sering bepergian ke luar negeri untuk mengurusi bisnis mereka. Aku merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang semuanya adalah perempuan dan saat ini adikku masih tinggal disurabaya karena masih berstatus pelajar di sebuah sekolah swasta dan baru naik ke kelas tiga.

Sebenarnya ada alasan lain kenapa aku ingin sekali merantau ke jakarta dan kuliah disini selepas aku lulus eS-eM-aA di surabaya. Tentu saja aku ingin kebebasan karena aku bisa dibilang cewek suka eksib memamerkan tubuhku. Selain itu, aku juga hyper, karena aku sering melakukan masturbasi. Tapi sampai sekarang aku masih seorang perawan.

Setiap aku melihat orang-orang seperti pekerja kasar, tukang bangunan, bahkan orang gila yang berpenampilan bugil, nafsuku gampang naik (sange bangetlah pokoknya). Jika aku sudah melihat salah satu dari itu, entah kenapa birahiku tiba-tiba memuncak dan membuatku ingin segera memainkan vaginaku.

Entah keturunan dari siapa aku memiliki sebuah nafsu yang begitu besar, karena aku bisa masturbasi hampir setiap harinya. Dalam sehari pun aku bisa dua sampai empat kali masturbasi apabila aku sedang tidak ada kerjaan dirumah.

===xxx===

Awal-awal aku di jakarta, sewaktu masih semester satu, aku tinggal disebuah kost-kostan yang jaraknya cukup dekat dengan kampusku. Ketika semester dua, aku tinggal di sebuah rumah kontrakan. Karena di kost-an aku merasa kurang bebas.

Walau kedua orang tuaku awalnya tudak setuju, namun aku berhasil menyakinkan mereka berdua jika aku bisa menjaga diriku sendiri, lagi pula aku sudah dewasa dan tau mana yang benar mana yang tidak. Karena alasan itulah akhirnya merekapun mengijinkanku.

Alasan aku ingin tinggal disebuah kontrakan karena aku ingin sekali bisa menikmati ketelanjanganku lebih lama apabila aku tidak ada aktifitas lain dikampus. Karena jika aku melakukannya di kostan, aku pastinya tidak akan bisa bebas melakukannya, belum lagi kostanku itu memberlakukan jam malam sehingga membuatku sedikit terkekang.

Namun alih-alih mencari kontrakan, beberapa hari kemudian, papaku malah menelpon dan mengabariku jika aku tidak perlu lagi mencari kontrakan. Mereka sudah membeli salah satu rumah dikawasan perumahan yang cukup elit. Aku cukup kaget mendengarnya karena sudah dibelikan sebuah rumah.

Papaku juga menjelaskan jika rumah itu nantinya bisa dijadikan aset untuk masa depan nanti dibanding harus mengotrak sebuah rumah, atau malah bisa menjadi milikku jika memang kedepannya aku akan tinggal di jakarta setelah lulus kuliah nanti. Tentu saja aku sangat senang sekali mendengarnya karena aku bisa memiliki sebuah rumah yang bisa menjadi milikku seutuhnya.

Selanjutnya akupun pergi mengecek rumah baruku yang ternyata terletak disebuah komplek perumahan yang baru dibangun. Namun meski masih dalam tahap pembangunan, orang-orang yang tinggal disini sudah cukup ramai karena harga rumah disini tergolong cukup murah jika dibanding komplek perumahan elit lainnya.

Setelah mengecek rumah itu, akupun kemudian membeli beberapa perlengkapan untuk mengisi bagian dalam rumahku, tentunya aku meminta kedua orang tuaku untuk membelikannya, hihihi.

===xxx===

Setelah pindah ke rumah itu, aku akhirnya jadi bisa meluapkan sisi eksib-ku dengan lebih leluasa. Aku lebih banyak telanjangnya daripada berpakaiannya. Aku biasanya cuma berpakaian disaat aku ingin menerima paket, ke warung, atau kuliah, intinya saat aku keluar rumah.

Pakaian yang kukenakan juga bisa dibilang cukup seksi dan ketat yang bisa menonjolkan lekuk tubuhku seperti tanktop, celana pendek saja, atau kadang sebuah tanktop terusan yang panjangnya hanya setengah pahaku saja. Tentu saja dibalik pakaian itu, aku tak mengenakan daleman sama sekali karena menurutku akan sangat merepotkan jika nantinya harus dilepas lagi ketika aku sudah dirumah. Lagipula aku yang memiliki jiwa eksib, akan sangat sia-sia jika tubuhku tidak dipamerkan ke orang-orang kan.

Oh iya, ngomong-ngomong juga ketika aku di jakarta, aku dibelikan sebuah mobil honda civic type R berwarna pink serta sebuah sepeda motor matic nmax oleh kedua orang tuaku untuk membantu transportasiku selama aku di jakarta. Tapi sehari-harinya aku lebih sering menggunakan mobil karena, didalam mobil ini aku terkadang suka berpakaian sembarangan karena ingin merasakan sensasi berpakaian minim atau bahkan telanjang bulat saat dijalanan.

===xxx===

Dari awal mula aku sering eksib sejak aku masih duduk dibangku eS-eM-aA sampai saat ini aku telah semester tiga, aku tidak pernah ketahuan orang lain ketika aku sedang menjalani hobi anehku ini. Apalagi disetiap aku sedang menjalankan hobi eksibku, aku juga suka bermasturbasi ditempat dan waktu yang sama ketika birahiku sudah begitu memuncak dan ingin segera dipuaskan.

Tapi bukan berarti aku tidak pernah hampir ketahuan. Justru beberapa kali aku nyaris ketahuan, bahkan sempat juga ketahuan sampai aku dikejar-kejar beberapa orang, untungnya aku masih bisa selamat dan segera pergi dari tempat itu sejauh mungkin.
1 2 3 10 16 >
Jujur saja, aku sangat takut sekali apabila aku sampai tertangkap nantinya, bahkan dikepalaku sudah terpikir skenario jika nantinya aku tertangkap, pastinya berakhir sudah kehidupanku. Tapi saat memikirkan sensasinya, justru malah semakin membuatku makin tertantang untuk melakukannya lagi dan lagi.

Tapi saat membayangkan sampai benar-benar tertangkap dan diperkosa, itu membuat vaginaku menjadi semakin becek jadinya. Jika sudah seperti itu, biasanya aku akan melampiaskannya dengan masturbasi gila-gilaan ketika sudah sampai dirumah dan mengerang sekuat-kuatnya tidak peduli jika nantinya desahanku akan terdengar oleh orang lain. Tapi untungnya selama aku tinggal disini, tidak terdengar gosip apapun disekitar sini tentangku.

Selama tinggal disini, aku memang cukup dikenal baik dan juga sopan santun oleh warga perumahan ini. Dikampus pun aku dikenal sebagai cewek yang cukup berprestasi karena kepintaran otakku yang memang sedikit genius dibanding teman-temanku yang lain. Tapi tidak akan ada yang mengira jika ternyata, gadis yang mereka kenal baik-baik ini, ternyata menyimpan sisi binal yang sangat tidak lazim bagi seorang wanita kelas atas sepertiku.

===xxx===

Saat ini, aku sedang perjalanan pulang dari rumah salah satu temanku ketika kami sedang mengerjakan tugas kelompok yang akan dipresentasikan besok dikampus.

Hari sudah menunjukkan jam setengah sepuluh malam dan saat ini aku melewati sebuah jalan besar untuk menuju komplek perumahanku. Jalanan ini masih terlihat cukup ramai meski sudah malam.

Saat aku hampir sampai di komplek perumahanku dan berhenti sebentar dipersimpangan lampu merah, aku melihat sesosok pria yang tampaknya merupakan orang gila. Orang gila itu telanjang bulat, fokus mataku kebagian tongkat hitamnya yang tampak menggantung dengan bulu lebat. Seketika vaginaku pun mulai melembap, tanpa sadar tangan kiriku yang tadinya standby di perseneling mobilku tiba-tiba berpindah keselangkanganku yang saat ini tertutupi oleh celana hotpants.

Namun disaat mataku fokus pada kelamin orang gila itu sambil mengelus vagina dari luar celanaku, tiba-tiba mobil dibelakangku membunyikan klakson panjang. Sontak saja itu membuatku kaget bukan main, apalagi ketika ternyata kulihat kedepan, lampu sudah berwarna hijau. Langsung saja kuinjak gas mobilku dalam-dalam dan pergi meninggalkan persimpangan itu.

Setelah aku sampai didalam rumah, aku buru-buru menelanjangi diriku sendiri dan segera duduk diatas sofa ruang tamu dan melebarkan kedua kakiku selebar-lebarnya. Aku kemudian memainkan vaginaku dan meremas payudaraku kuat-kuat sampai mendesah dengan begitu nikmatnya sambil membayangkan orang gila tadi, sampai akhirnya akupun squirt dan membasahi meja yang ada didepanku.

*Crets..! Crets..! Crets..!*

Kusemburkan squirt air kenikmatanku berbarengan dengan desahan keras yang kukeluarkan dari mulutku.

“Aaacghh.. nikmatnyaaahh..”

Tubuhku kejang-kejang begitu puncak kenikmatan ini menguasai diriku.

Setelah beberapa saat diriku kejang-kejang nikmat, akupun akhirnya dapat kembali sadar dan mulai berdiri memunguti semua pakaian yang tadinya kulepaskan, lalu kemudian berjalan kearah dapur dan memasukkan semua pakaian itu kedalam mesin cuci karena memang sudah tiga hari pakaian itu belum kucuci. Setelah itu aku beranjak kedalam kamarku untuk segera beristirahat.

Ditengah sela-sela aku beristirahat itu, aku kembali merasa sange karena selalu kepikiran orang gila yang telanjang tadi dan kembali aku masturbasi lagi diatas ranjang tidurku sampai akhirnya akupun keluar lagi dan langsung pingsan saking lelahnya diriku.

Selang beberapa hari kemudian, dalam pikiranku masih tidak bisa membuang bayang-bayang kontol orang gila waktu itu. Bahkan selama masturbasi pun aku selalu membayangkan "memekku digenjot terus-terusan oleh orgil itu".

Oh.. Tubuhku yang mulus dan selalu kurawat dengan perawatan mahal ini sedang digenjot habis-habisan oleh orang gila yang begitu dekil dan juga kotor. Benar-benar sangat berbeda sekali denganku yang putih bersih. Belum lagi kasta kami berdua yang sangat jauh berbeda. Memikirkan itu saja sangat membuatku begitu birahi tinggi dan mampu membuatku kembali kejang-kejang nikmat.

Tampaknya semakin kesini, aku jadi semakin mesum, tapi belum ada satu kontol pun yang masuk kedalam vaginaku.

===xxx===

Selang satu minggu kemudian, aku sudah tidak tahan lagi dengan birahiku ini. Kepalaku rasanya mau pecah saja karena hanya masturbasi saja tidak bisa membuatku puas. Pikiranku terus-terusan memikirkan orang gila itu yang punya kontol besar dan hitam, dan itu selalu membuat pikiranku melayang kemana-mana. Bahkan saat dikampus pun aku jadi sulit konsentrasi karena pikiranku sudah dipenuhi oleh hal-hal mesum bersama si orang gila yang tidak kukenal itu.

Karena aku yang semakin hari semakin tidak tahan dengan siksaan birahi ini, akupun akhirnya bertekad untuk menemui orang gila yang waktu itu dan memintanya untuk menyetubuhiku. Aku akan menyerahkan keperawananku pada orang yang statusnya bahkan dibawah orang normal. Apapun itu akan kulakukan setidaknya bisa membuatku puas dan meredakan rasa birahi yang semakin menjalar menguasai tubuhku.
< 1 2 3 10 16 >
Setelah aku menyelesaikan mata kuliah terakhirku, jam 8 malam, yang mana memang hari ini jam kuliah mulai dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam. Cukup melelahkan juga memang jika dirasa, namun karena aku sudah sangat sange berat dan ingin segera mencari keberadaan orang gila yang waktu itu, rasa lelahku malah tergantikan dengan rasa penuh semangat. Aku sabar lagi untuk segera melepaskan perawanku ini dan ingin segera merasakan bagaimana rasanya dientoti yang sesungguhnya.

Begitu sampai dimobil, langsung tancap gas menuju tempat dimana aku waktu itu melihat keberadaan si orang gila itu.

Pikiranku sudah benar-benar tertutupi oleh hawa nafsuku sendiri. Aku sudah tidak peduli akan hal buruk apa yang akan terjadi nantinya padaku, tidak peduli jika nantinya aku akan kehilangan hal yang begitu berharga bagiku, tidak peduli jika mungkin nantinya aku akan ditangkap dan malah diperkosa habis-habisan oleh orang gila itu atau bahkan disakiti olehnya karena tentu saja orang gila tidak akan memikirkan apa yang akan dia perbuat. Yang penting bagiku saat ini adalah, aku bisa meluapkan semua birahiku dan membuatku merasakan kepuasan yang sangat ingin kurasakan.

Setelah aku sampai didaerah persimpangan lampu merah tempat dimana aku terakhir kali melihat orang gila itu, aku mencari spot untuk memarkirkan mobilku. Dari kejauhan, aku melihat ada sebuah taman kota yang cukup luas tidak jauh dari persimpangan itu. Akupun segera menuju kesana dan akhirnya kutemukan sebuah tempat untukku memarkirkan mobilku.

Setelah kuparkirkan mobilku, aku berjalan memasuki taman kota itu sambil kubawa tas kecil yang berisi dompet, hp, serta buku-buku kuliahku didalamnya. Aku terus berjalan mengarah ke persimpangan lampu merah itu untuk mencari keberadaan orang gila yang waktu itu.

Setelah kutunggu bermenit-menit, tidak terlihat dimataku keberadaan orang gila itu. Akupun akhirnya memutuskan untuk menyusuri sekitar taman ini mencari keberadaannya.

Setelah berjalan sekitar setengah jam namun aku masih tetap tak menemukan keberadaannya. Padahal aku ingin sekali bisa memuaskan birahiku yang sudah memuncak ini dengan kontolnya yang selalu merusak pikiranku.

Vaginaku rasanya sudah amat gatal sekali rasanya. Celana dalamku sudah sangat lembab daritadi akibat cairan kenikmatanku yang selalu merembes keluar saking terangsangnya diriku ini. Tapi sayangnya aku tidak berhasil menemukan keberadaan orang gila itu.

Karena birahiku yang sudah semakin tidak tertahankan lagi, dan untuk pulang kerumah rasanya nanggung, ku putuskan untuk masturbasi ditaman ini. Aku mencari sebuah toilet didekat taman ini untuk sedikit meredam birahiku. Ketika kutemukan ada sebuah toilet umum, ternyata toilet tersebut sedang rusak. Disebelahnya juga ada toilet pria, namun malah ramai orang yang mengantri.

Aku mencari lagi tempat yang setidaknya bisa untukku masturbasi. Namun tampaknya aku tidak bisa menemukan tempat yang bagus untukku melancarkan aksiku karena memang kondisi taman ini yang masih ramai. Apalagi lalu lalang kendaraan yang masih cukup banyak dijalanan dan beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya disekitar taman yang semakin membuat suasana taman ini ramai orang-orang.

Akupun merasa putus asa karena tidak bisa menemukan orang gila yang waktu itu dan lagi aku tidak bisa masturbasi menuntaskan birahiku. Rasanya begitu membuatku uring-uringan. Namun ditengah keputusasaanku, aku melihat dari jauh ada sebuah gazebo dibagian pinggir taman yang terlihat cukup gelap karena ditutupi oleh semak yang menjalar. Disekitar gazebo itu jarang dilalui oleh orang-orang karena memang kondisi disekitarnya lumayan gelap. Karena sudah sange banget, aku langsung menuju ketempat itu.

Saat aku semakin mendekati gazebo itu, tercium bau yang sangat tidak sedap. Ternyata didekat gazebo itu ada tempat pembuangan sampah yang cukup banyak. Terdengar juga suara-suara lalat yang beterbangan disekitarnya tanda jika sampah-sampah itu jarang sekali dibersihkan. Namun karena aku yang sudah kepalang sange dan melihat kondisi disekitar yang cukup mumpuni untukku masturbasi, akupun tidak menghiraukan bau busuk dari sampah itu dan terus maju memasuki bagian gazebo itu.

Begitu aku memasuki gazebo itu, ternyata banyak sekali juga sampah-sampah yang berserakan dibagian lantainya. Ada beberapa botol kaca minuman keras, beberapa kaleng lem, plastik, serta ada juga beberapa potong celana dalam yang sangat kusam entah itu milik siapa. Tampaknya tempat ini sering dijadikan tempat ngumpul orang-orang entah itu pengamen atau bahkan preman-preman sekitar dan menjadikan tempat ini sebagai tempatnya mabuk-mabukan atau mungkin juga pesta seks entah dengan siapa. Tapi aku tidak mempedulikan itu dan malah duduk dibagian pinggir gazebo yang terdapat bangku disana.

Karena aku yang sudah tidak tahan lagi, akupun menaruh tas kecilku didekatku dan mulai mengangkat kaosku keatas beserta bra merah yang kupakai sehingga saat ini, kedua payudaraku yang berputing pink ini langsung mencuat keluar. Kuremas-remas dan kupilin-pilin putingnya menggunakan kedua tanganku sambil mendesah keenakan. Aku duduk bersandar pada pagar gazebo ini sambil kuangkat kedua kakiku mengangkang.

“Aaacchhh.. aaacchhh..” Desahku ketika kumainkan kedua putingku.

Aku sudah tidak peduli jika nantinya akan ada orang yang lewat dan mendengar suara desahanku.

Tidak puas hanya memainkan payudara saja, aku turunkan satu tanganku kebawah dan langsung kucolok-colok jariku lalu mencari klitorisku dan kumain-mainkan.

“Aaacchhh.. enaaakkh..” Erangku yang semakin kuat ketika klitorisku ku main-mainkan.
< 1 2 3 4 16 >
Terdengar juga suara becek dibagian selangkanganku karena memang sudah sangat basah dibagian sana. Kedua kakiku pun semakin kulebarkan selebar yang ku bisa.

Lama-kelamaan, pergerakan tanganku semakin tidak leluasa karena sedikit terhalang oleh pakaian yang saat ini masih kukenakan. Karena rasa yang semakin tidak nyaman dan sedikit mengganggu masturbasiku, aku nekat berdiri dan melucuti semua pakaian yang masih kukenakan sampai pada akhirnya aku telanjang bulat didalam gazebo yang gelap dan bau ini. Kubiarkan semua pakaianku berserakan begitu saja terkena sampah-sampah kotor yang ada dibawahnya dan kembali duduk sambil mengangkang lalu kembali memainkan dada dan juga vaginaku.

Aku kembali mendesah-desah keras diiringi dengan permainan kedua tanganku pada dada dan juga kelaminku. Aku pejamkan mata dan mendongakkan kepala keatas meresapi nikmatnya masturbasi. Aku sudah tak peduli jika pada akhirnya nanti akan ketahuan atau tertangkap basah sedang masturbasi ditempat ini.

Saking nafsunya, Aku bahkan tidak memiliki niatan untuk kabur lagi jika saja ada yang memergokiku dan malah membiarkan tubuhku ini menjadi santapannya. Aku sudah benar-benar pasrah apa yang akan terjadi nantinya karena yang lebih kuinginkan saat ini hanyalah aku bisa disetubuhi entah oleh siapapun itu. Dalam pikiranku berharap semoga aku malah ketahuan dan segera diperkosa saat ini juga.

“Aaacghh.. ssshh.. kontol..” Racauku makin tak karuan.

Ditengah acara masturbasiku didalam gazebo taman ini, aku tiba-tiba kepikiran dengan sebuah celana dalam yang memang terkapar disana. Lantas akupun kemudian membuka mataku dan berdiri mengambil salah satu celana dalam yang sudah sangat dekil dan kotor itu.

Ku hirup aroma tepat dibagian tengah kain yang membungkus penis entah milik siapa itu. Ku hirup dalam-dalam aroma celana dalam yang sudah beraroma busuk dan pesing ini kedalam nafasku dan masuk ke otakku yang semakin membuatku menjadi bertambah birahi. Sambil ku hirup celana dalam kotor itu, satu tanganku juga kembali memainkan vaginaku yang begitu becek ini.

“Acchhh.. mmmpphhh.. aaacchhh..” Erangku.

Meski aroma kain ini begitu menyengat, tapi aku tidak menghiraukannya dan malah menganggap ini adalah bau yang begitu wangi dan juga sedap. Aku sampai bersandar ke salah satu tiang yang menopang atap dari gazebo ini dan aku semakin meresapi aroma yang nikmat masuk kedalam hidungku. Saking nikmatnya, aku malah sampai memakaikan celana dalam ini keatas kepalaku dan pada bagian kain yang seharusnya digunakan untuk menutupi selangkangan pria ini, ku letakkan tepat dibagian depan wajahku menutupi hidung dan juga mulutku. Seketika kain itu tidak akan pernah bisa bergerak dan kedua tanganku kembali bebas melakukan apa yang mereka mau.

“Hmmphh.. aaacchhh.. hhpmmh..”

Aku benar-benar sudah terlihat selayaknya wanita gila yang begitu mesum sekali.

Jika ada yang memergokiku sedang dalam posisi yang amat memalukan ini, aku sudah tak peduli lagi. Siapapun dia, mungkin saja aku akan dengan senang hati melebarkan kedua kakiku memperlihatkan vaginaku yang bersih dan mulus tanpa rambut sedikitpun dan ku persembahkan perawan ini padanya.

“Aaacchh.. entoott.. ssshhh.. kontol.. mau kontol.. kontol..” Racauku yang semakin kegilaan.

Disaat aku sedang menikmati masturbasiku yang semakin lama hampir mencapai titik puncakku, aku tidak sengaja membuka sedikit mataku, aku melihat ada sosok tiga orang pria sedang berdiri tepat dihadapanku. Salah satu dari mereka juga kulihat tampak sedang merekam aksi memalukanku ini menggunakan hpnya karena terlihat ada cahaya flash yang tampak tetap hidup sambil dia memegangi hp itu. Mereka bertiga juga tampak sedang mengocok batang penis mereka masing-masing sambil melihatku yang sedang berusaha menggapai titik puncak kenikmatan.

Aku tertangkap basah dan dengan jarak yang sangat dekat seperti ini. Bukannya malah menghentikan aksiku dan kabur dari tempat ini secepatnya, aku malah semakin mempercepat kocokan tanganku pada liang sempit peranakanku serta menarik lepas celana dalam yang tadinya terpasang didepan wajahku. Otomatis saat ini wajahku yang cantik dan tampak sange dosis tinggi ini terpampang jelas dihadapan mereka bertiga dan juga kedalam frame kamera yang dipegang oleh salah satunya.

Kedua kakiku pun bahkan semakin melebar dan membuka liang sempit nan becek itu menggunakan kedua tanganku sambil kujulurkan lidahku saking aku yang sudah sange berat. Apalagi setelah aku melihat bentuk penis milik ketiganya yang tampak besar dan keras itu.

“Aaahhh kontol.. mau masuk kesini gakkhh.. mmpphhh.. ayo masukin aja.. gratiss” Ucapku yang sudah dikuasai sepenuhnya oleh birahi sambil kubuka tutup lubang senggamaku menggunakan kedua tanganku.

“Hahaha.. kayaknya nih amoy emang sudah sange berat coy.. ayok sikat aja bareng-bareng” Ucap salah satu dari mereka.

Aku tidak dapat melihat wajah mereka semua karena memang kondisi yang gelap, belum lagi sorot dari lampu flash hp itu yang membuat mataku sedikit silau sehingga makin membuatku kesusahan untuk melihat wajah mereka bertiga.
< 1 3 4 5 16 >
Mereka bertiga pun akhirnya bergerak maju mendekatiku yang sedang duduk telanjang ini. Disorot mataku, aku dapat melihat dengan jelas penis milik ketiga orang yang tak kukenal ini sedang berdiri dengan gagahnya mengacung kehadapan mukaku. Aku yang sudah begitu sange dan tampak mengeluarkan lendir liur dari mulutku pun tak tinggal diam dan langsung melahap salah satu dari penis mereka bertiga yang kemudian ku masukkan kedalam mulutku.

“Emmpphhh.. sluurrp.. sluurrp..” Bunyi suara hisapan disertai desahanku karena aku sambil kembali memainkan klitorisku.

Tidak lama ketika aku masih melahap salah satu penis dari mereka bertiga, tiba-tiba ada sepasang tangan yang memegang dan menahan kedua tanganku kearah belakang. Selanjutnya, tubuhku dibaringkan keatas lantai gazebo yang amat kotor ini dan otomatis kuluman pada penis pria itupun terlepas dari mulutku.

*Ploopp*

“Achhh.. kontol..” Racauku ketika penis itu terlepas dari mulutku seolah aku tidak ingin melepaskannya.

Sesaat setelah aku dibaringkan itu, ku rasakan ada beberapa tangan yang mulai mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar. Tidak lama kemudian, ku rasakan ada sebuah bentuk tumpul namun agak lunak yang menempel tepat didepan lubang senggamaku. Seketika aku langsung tau jika itu pastinya adalah penis.

Sudah dapat dipastikan jika malam ini aku pastinya akan segera kehilangan keperawananku. Aku ikhlas jika orang itu akhirnya mengambil perawanku. Aku merasa seperti akhirnya aku akan segera mendapatkan kenikmatan yang tiada tara dan lebih nikmat dibanding masturbasi saja.

Benar saja, beberapa saat kemudian. Batang tumpul itu berusaha masuk kedalam lubang sempit peranakanku. Seketika akupun semakin menjerit keenakan karena ada sesuatu yang berusaha masuk kedalamnya dan itu benar-benar sangat nikmat.

“Aaacchh.. enakh bangeth.. oouuhh.. teruusss masukin kontolnyaaah..” Racauku yang sudah semakin kehilangan kendali.

Aku sudah tidak peduli akan keperawananku dan yang ku inginkan hanyalah rasa nikmat yang mendera diriku. Aku juga tidak peduli dengan cacian serta hinaan yang sangat merendahkanku yang mereka lontarkan saat ini.

“Aaaagkhh.. ssakk..iitt” Pekikku keras ketika dia tiba-tiba hentakan secara kasar penisnya mendorong masuk kedalam lubang kelaminku.

“Wihh bro.. masih perawan dia ternyata, hahaha” Ucap seseorang dari mereka.

“Widih gila.. tau gitu, gua aja yang dari awal nyoblosin nih memek lonte” Ucap orang lainnya.

“Aaahh diem lu pada.. kan kontol gua yang pertama kali dia isep, hahaha” Ucap pria yang penisnya ada didalam vaginaku.

“Wahh gila, dapet rekaman yang bagus nih gua bro, hahaha.. lumayan buat bahan coli entar” Ucap orang yang saat ini sedang memegangi kamera hp-nya merekamku.

“Nih liat nih muka sangenya yang baru aja ilang perawanye, hahaha” Ucapnya lagi sambil menshot kearah wajahku yang entah aku berekspresi seperti apa sekarang.

Yah aku tak peduli jika saat ini seluruh wajahku terekam dengan jelas kedalam kameranya. Aku sudah tak peduli jika mungkin saja nantinya video itu malah disebarluaskan.

“Aaachhh.. aacchhh.. sakkiitt.. oouuhh.. enahhkkhh” Erangku ketika dia langsung menggenjot vaginaku tanpa memberikanku istirahat sebentar karena perawanku baru saja robek.

“Hahaha.. lu sakit apa enak moy.. kalo sakit ya sakit.. kalo enak ya enak.. mana yang bener”

“Kayaknya nih lonte keenakan abis diambil perawannya bro.. tuh liat mukanya kayak orang sange berat, hahaha”

“Aaachhh.. enakkhh.. tap..pihh.. sakkiitt.. jugaaahh.. aaacchhh.. iyah..” Racauku lagi menjawab sekenanya.

Akhirnya aku bisa merasakan bersetubuh itu sangat nikmat sekali. Yah walaupun sakit sekali dan ngilu rasanya ketika perawanku baru saja dirobek oleh orang yang tak kukenal ini, tapi perlahan-lahan rasa sakit itu berubah menjadi nikmat. Bahkan lama kelamaan, desahan yang tadinya masih sedikit ngilu berubah menjadi desahan yang amat menggoda saking rasa nikmatnya ini mulai kembali menguasai diriku.

“Ngomong-ngomong kita belum tau nih ama lu.. siapa nama lu lonte” Ucap orang yang saat ini sedang menggenjotku.

“Aachhh.. na..namaku.. sshhh.. ke..keziaa.. aacchhh.. iyaahh terussh” Jawabku sambil mendesah keenakan.

“Hahaha.. cantik juga nama lu rupanya.. ngomong-ngomong lu ngapain colmek disini moy.. lu kayaknya emang udah pengen dientotin ya, ampe lu berani bugil dibase camp kita ini” Ucap seseorang disamping kiriku.

“Aaahhh.. iyy..yaahh.. aku emang pengen.. dientotthh.. aahh.. sama.. kaliann..” Ucapku lagi.

“Hahaha.. lu emangnya lonte hah.. tapi gak ada kan lonte yang masih pewe, iya gak bro” Ucap orang lainnya.

“Ak..kuuhh.. bukan.. lonteehh.. aaacchhh..” Jawabku.

“Terus kalo bukan lonte.. jadi lu apa dong moy.. gak ada cewek normal yang mau colmek disini.. apalagi sampe telanjang bugil kayak gini, hahaha”

Sementara kudengar mereka yang semakin menghina dan merendahkanku. Akupun hanya fokus menikmati setiap sodokan yang ada didalam liang senggamaku ini dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Namun disaat aku yang sebentar lagi hampir mencapai orgasmeku, tiba-tiba sodokan itupun berhenti dengan tiba-tiba dan membuatku merasa kentang.

“Aaaahhh.. kok berenti sihh.. ayoohh lagiihhh.. sodok memek akuuhh” Rengekku sambil ku maju mundurkan sendiri tubuhku memompa penis itu.
< 1 4 5 6 16 >
“Jawab dulu moy.. lu itu lonte apa bukan hah..”

“Ayo ngaku aja moy.. kalo lu gak ngaku.. gak akan gua lanjutin nih ngentotnya”

Akupun bingung dan juga malu untuk menjawab pertanyaan mereka. Disatu sisi, aku tidak ingin kehilangan kehormatanku lebih rendah lagi karena aku masih merasa jika aku ini orang yang jauh diatas mereka, hanya saja disisi lain kelakuanku saat ini bahkan bisa dibilang lebih rendah daripada lonte jalanan yang paling murah sekalipun karena pastinya tidak akan ada seorang cewek yang secara sembarangan colmek ditempat terbuka sambil telanjang seperti ini. Akupun merasa dilema ketika ingin menjawabnya. Namun ditengah kebingunganku, tiba-tiba penis yang tadinya masih menancap didalam vaginaku tiba-tiba dikeluarkannya. Seketika terlihatlah darah segar keperawananku ikutan keluar dari dalam liang senggamaku. Akupun merasa sedih saat ini. Bukannya sedih karena aku telah kehilangan kesucianku, tapi aku sedih karena batang penis itu telah keluar dari dalam vaginaku dan aku ditinggalkannya dalam keadaan yang sangat gantung.

“Aaahh.. aahhh.. jangan dilepasin.. ayookk.. masukin lagii.. lanjutin lagii pleasee” Rengekku memohon.

“Hahaha.. dia malah mohon-mohon tu bro” Ucap seseorang dari mereka.

“Dah moy.. lu mending ngaku aja.. lu itu lonte apa bukan.. tinggal jawab aja apa susahnya sih.. hahaha” Ucap yang lain sambil tetap merekamku yang saat ini sedang mohon-mohon sambil memasang ekspresi yang begitu ingin segera di setubuhi lagi.

“Aaahhh.. iyaahhh.. aku lontee.. aku emang lontee.. aku lonte yang suka kontol.. ayo entotin lagi.. buat aku keluar.. cepetann” Ucapku yang pada akhirnya mengalah pada nafsuku sendiri dan mulai bangkit sambil melebarkan bibir vaginaku yang terlihat memerah ini.

Aku juga secara tak sadar memasang ekspresi tidak sabar seolah menunggu penis itu kembali memasuki diriku dan itu semua terekam secara jelas ke hp salah satu dari mereka yang tampak asik merekam aksiku ini.

“Hahahaha” Tawa mereka bertiga berbarengan.

“Aaaa.. ayooo entot lagiihh.. siapapunn.. aku mohonn.. yahhh” Ucapku menghadap kearah mereka bertiga.

“Oke-oke moy.. gua bakal entotin lu lagi.. tapi, gua pengen lu sujud dulu sambil memohon sama kita-kita biar kita mau entotin lu.. tapi sebelum itu, lu perkenalin dulu siapa diri lu ya.. soalnya kita-kita mau tau siapa orang yang bakalan kita entotin, hahahaha” Ucap salah satu dari mereka.

Karena aku yang sudah merasa diujung tanduk dan ingin segera mendapatkan orgasme, akupun menuruti saja permintaan mereka yang sesungguhnya amat sangat merendahkanku itu. Tapi aku tidak peduli. Yang penting saat ini aku bisa dibuat mereka orgasme. Aku tak peduli jika itu malah harus membuatku terlihat rendahan.

“Aaahh.. ba..baikk” Jawabku dan kemudian mulai mengambil posisi berlutut didepan mereka bertiga.

“Kenali—” Ucapku terputus karena salah satu dari mereka tiba-tiba memotong ucapanku.

“Eit, bentar dulu moy.. duh nih hp kenapa dah ngelag mulu.. padahal lagi bagus-bagusnya” Ucap seseorang yang tugasnya daritadi merekam aksiku.

“Okeh moy.. yok lanjut lagi.. hehehe” Ucapnya lagi tak lama kemudian sambil mengarahkan sensor kamera itu lagi kearahku.

“Kenalin.. nama aku kezia arista, um*r aku sekarang 19th.. aku masih kuliah di universitas ***** Jurusan ********.. aku mohon pada kalian bertiga, tolong entot aku sepuasnya” Ucapku dan diakhiri dengan bersujud dihadapan mereka bertiga.

“Hahaha.. rupanya nih lonte masih muda banget bro.. masih kuliahan pula”

“Kayaknya gua tau tu tempat dia kuliah.. kalo gak salah sih, kuliah disana tu mahal-mahal.. belum lagi ceweknya pada kinyis-kinyis.. rejeki nomplok banget nih kita bisa kebagian cewek yang kuliah disana, hahaha”

“Mau kan kalian entotin aku lagii” Tanyaku lagi memastikan sambil kembali mengangkat kepalaku menghadap mereka.

Aku sudah tak peduli lagi jika saat ini aku malah semakin merendahkan diri sendiri. Bagiku yang paling penting adalah, aku bisa mendapatkan orgasmeku yang tadi sempat tertunda.

“Kalo lu mau kita entotin lagi.. lu harus mau jadi budak seks kita bertiga.. gimana moy.. lu mau gak, hahaha” Tanya seseorang dari mereka namun terlihat seolah tidak serius.

Meski mungkin saja mereka tak serius ingin menjadikanku budak mereka, namun aku dengan tegas akan menjawabnya karena demi sebuah kepuasan dan kenikmatan dari mereka.

“Yaahh.. akuu mau jadi budak seks kalian.. aku mohon entotin aku lagii” Jawabku tegas dan kembali bersujud.

“Hahaha.. dia malah langsung mau jadi budak kita”.

“Ya udah bro.. ayo kita sikat aja budak baru kita ini.. kapan lagi dapet amoy kinyis kayak dia”.

“Hahaha.. ya udah yok gas lah” Ucapnya dan lalu kemudian mereka bertiga pun kembali mendekatiku.

Akupun akhirnya kembali merasa senang ketika mereka bertiga kembali mengerubungiku. Penis-penis mereka yang telah mengacung dengan gagahnya dihadapanku langsung kuambil menggunakan kedua tangan dan mulutku untuk masing-masing kumainkan. Terdengar suara desahan dari ketiga pria itu ketika masing-masing penisnya kumainkan. Aku semakin tak peduli dengan hinaan serta cacian mereka terhadapku karena diriku sudah benar-benar dikuasai nafsu.

< 1 5 6 7 16 >
Sekitar 10 menit kemudian, tubuhku pun dibaringkan kembali keatas lantai yang kotor ini dan kedua kakiku dilebarkan. Aku yang sudah tau maksudnya pun lantas berinisiatif untuk melebarkan bibir vaginaku bersiap menyambut penis yang akan segera bersarang didalamnya.

“Ayoo masukinnhh.. aku udah siapphh” Ucapku dengan binalnya.

Sementara itu, aku hanya mendengar suara tawaan mereka yang diiringi dengan hinaan yang sangat merendahkanku. Tapi tak kupedulikan itu semua dan hanya bisa meringis nikmat ketika kepala penis itu mulai kembali menyeruak masuk kedalam liang senggamaku.

“Aaaahhh.. teruss.. terusss.. iyaaahhh..” Erangku ketika akhirnya penis itu sudah amblas seluruhnya kedalam liang vaginaku.

Kurasakan penisnya begitu besar didalam vaginaku. Terasa seperti mengganjal hingga mencapai mulut rahimku saking ukurannya begitu besar dan juga panjang. Namun meski begitu, rasanya begitu nikmat dan membuatku menjadi ketagihan ketika vaginaku mulai terisi seperti ini.

“Aaacchhh.. aacchhh..” Desahku ketika penis itu mulai keluar masuk didalam vaginaku.

Terdengar pula suara becek yang keluar ketika penis itu beradu dengan dinding liang kewanitaanku yang memang sudah becek ini mengisi seluruh bangunan gazebo ini.

“Hahaha.. liat tuh sia neng amoy mulai ketagihan bro.. keliatan muka cewek mesum..”

“Lu Emang cewek murahan moy.. baru kali ini gua bisa ngentotin cewek amoy mulus.. biasanya cuman bisa nyewa lonte murah yang udah emak-emak, hahaha”

“Yoi.. kalo nyewa lonte spek kayak dia pastinya mahal banget bro, emang rejeki nomplok banget dah kita malem ini”

“Apalagi bisa ngentot gratisan ama cewek amoy kayak dia.. pasti cuman di mimpi aja kan”

Begitulah aku mendengar suara obrolan mereka bertiga ketika salah satu dari mereka sedang menggagahiku. Tapi aku sudah tidak mempedulikannya dan hanya fokus dengan kenikmatan yang saat ini mulai kembali menjalar keseluruh tubuhku.

“Ehh moy.. lu kita entotin ini, kita musti bayar gak nih..” Ucap pria yang saat ini sedang menggenjotku.

“Iyee moy.. entar malah pas udah selesai lu malah malakin kita lagi..” Ucap yang lainnya.

“Acchhh.. sshhh.. ng..nggaak.. perluuu.. bayar kok.. aaahh.. gratiiiss.. aaahhh.. kelluuarrgghhh” Ucapku sambil mendesah dan diakhiri dengan semburan orgasmeku yang sedari tadi ingin sekali kukeluarkan.

Crets..! Crets..! Crets..!

“Hahaha.. bisa-bisanya dia crot duluan” Ucap salah satu temannya.

“Ehh moy.. gua belum keluar.. lu malah udah k.o duluan..” Ucap pria yang saat ini sedang menyetubuhiku.

Aku tidak mempedulikan kata-kata mereka karena saat ini tubuhku masih kejang-kejang nikmat sambil terus mengeluarkan cairan kenikmatanku sendiri. Penis milik si pria ini bahkan tidak dia lepaskan dari dalam liangku dan malah dia menahan tubuhku supaya tidak terlalu banyak bergerak agar penis itu tidak tercabut seluruhnya. Otomatis hal itu semakin membuat vaginaku semakin sensitif dan semakin membuat orgasmeku lebih nikmat lagi.

Setelah beberapa saat kejang-kejang dan hanya bisa terkapar lemas tak berdaya.

Melihat kondisiku yang tampak lemah sehabis mendapat puncak orgasme itu, orang yang tadi menggenjotku kembali memompa vaginaku dengan tempo yang cukup cepat. Tentu saja pompaan penisnya didalam vaginaku cukup membuat vaginaku terasa ngilu karena saat ini dinding-dinding didalamnya masih sangat sensitif sekali setelah mendapatkana orgasme. Akupun hanya bisa mengerang kuat-kuat ketika dia semakin mempercepat pompaan penisnya terhadap vaginaku.

“Aaaahhh.. moy.. gua mau keluar nih.. gua keluarin didalem ya.. nitip anak gua..” Ucap pria yang saat ini semakin mempercepat genjotannya pada liang peranakanku.

Akupun hanya bisa pasrah saja sambil mengerang keenakan ketika penis itu semakin cepat keluar masuk didalam vaginaku.

“Terima nih pejuh gua moyy” Ucap pria itu lagi dan kemudian dia pun mulai menyemburkan lahar panasnya jauh kedalam liang rahimku.

*CROT..! CROT..! CROT..!*

Berbarengan dengan itu, aku juga kembali mendapatkan orgasmeku untuk yang kedua kalinya dalam persetubuhan ini. Akupun juga ikut meraung keras ketika kusemburkan semua cairan cintaku yang mengalir seperti air mancur itu sampai membasahi tubuh pria yang saat ini sedang membenamkan penisnya dalam-dalam di liang kewanitaanku.

Setelah dia memuntahkan semua sperma hangatnya kedalam vaginaku, dia pun lantas mencabutnya dan mengalirlah keluar sperma kental yang berwarna putih itu dari dalam liangku. Tampak begitu banyak spermanya yang keluar saking banyaknya dia memuntahkan lahar itu kedalam vaginaku. Setelah dia mencabut seluruh batang penisnya, akupun hanya bisa terkulai lemah sambil sesekali tubuhku mengejang nikmat menikmati sisa-sisa orgasme hebat yang baru saja kembali kuraih.

Akupun berusaha memejamkan mataku sebentar guna mengistirahatkan tubuhku yang sudah sangat lemas ini, namun baru saja aku hendak menutup mataku, tiba-tiba kedua temannya yang lain sudah mengambil giliran dan kembali mengangkat kedua kakiku bersiap memasukkan penisnya kedalam tubuhku.

“To..tolong.. biarin akuh.. istirahat duluhh” ucapku lemah ketika mereka berdua mulai akan mengambil posisi dihadapanku.

“hahaha.. lu gak boleh istirahat dulu moy.. lu harus layanin kita juga malem ini sampe kita puas.. ya gak” Ucap pria itu dan langsung menoleh pada salah satu temannya yang juga belum mendapat giliran.

Kemudian tanpa mengindahkan perkataanku, salah satu temannya ini langsung saja memasukkan batang penisnya kedalam vaginaku yang memang masih becek terkena lendir sperma milik temannya yang sebelumnya. Tidak butuh tenaga ekstra baginya untuk menenggelamkan seluruh batang penisnya itu karena memang jalan masuk kedalamnya sudah sangat licin sekali. Sementara akupun hanya bisa kembali meraung nikmat ketika batang penis itu sudah amblas kedalam diriku.

< 1 6 7 8 16 >
Tepat disaat seluruh batang salah satu temannya ini berhasil masuk kedalam vaginaku, tubuhku yang masih terkulai lemah ini tiba-tiba digendong olehnya. Akupun otomatis langsung memeluk tubuhnya sambil penisnya tetap didalam rongga vaginaku.

Setelah aku masuk kedalam dekapannya, dia pun memutar badannya dan kemudian berbaring diatas lantai gazebo ini. Kamipun jadinya berubah posisi dari yang tadinya aku dalam posisi misionaris tiduran diatas lantai, kini saat ini aku sudah berada diatas tubuh salah satu dari ketiga pria yang memergokiku.

Setelah dia selesai tiduran, tiba-tiba ada sepasang tangan yang berusaha menyeruak bongkahan pantatku yang kenyal. Akupun langsung tau maksudnya karena aku juga yang sering nonton di film-film bokep.

“Aaachhh tolongg.. tolong jangan disitu.. rasanya sakit bangeett” Ucapku sedikit ketakutan.

Tapi tampaknya mereka memang tidak mau menghiraukan omonganku dan malah justru saat ini, aku dapat merasakan jika ada benda tumpul lain yang akan siap-siap masuk kedalam lubang anusku.

“Aaaacchhh.. jang..ngaannn.. sakk..kkiitt” Erangku yang merasa ngilu ketika tiba-tiba penis itu berusaha memasuki lubang anusku yang memang masih sangat sempit itu.

Tapi meski rasanya yang begitu amat ngilu ketika dia berusaha memasukkan batang penis itu kedalam anusku, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhku yang masih lumayan lemas, apalagi saat ini kedua tanganku ditahan kedepan tubuhku dan dikunci oleh pria yang ada didepanku menggunakan tubuhnya dan tubuhku. Otomatis aku jadi semakin sulit untuk bergerak.

Berulang kali dia berusaha memasukkan penis itu kedalam anusku karena memang jalan menuju kedalam lubang itu masih seret dan juga sempit. Ini juga merupakan pengalaman pertamaku di anal karena memang aku belum pernah disetubuhi sama sekali.

“Ssshhh.. sakk..kkiitt.. bangetth” Pekikku ketika akhirnya dia berhasil memasukkan seluruh batangnya kedalam lubang anusku.

Baru kali ini aku merasakan ada dua penis sekaligus dikedua lubangku. Rasanya begitu membuat selangkanganku amat ngilu dan perih karena kedua lubang itu sudah terisi oleh batang penis yang ukurannya pun sama-sama besar dan juga panjang. Namun meski rasanya begitu sakit, tapi ada sedikit rasa nikmat yang menjalar.

Mereka pun mendiamkan sebentar penis-penis itu didalam kedua lubang bawahku dan membiarkanku terbiasa menerima kedua penis mereka. Akupun hanya bisa meringis sambil memejamkan mataku supaya tidak terlalu terasa perih. Selang beberapa menit kemudian, aku sudah tidak lagi merasakan perih itu dan mulai sedikit terbiasa menerima dua penis sekaligus. Saat kubuka sedikit mataku, aku melihat satu temannya yang lain yang tadi sudah ejakulasi duluan didalam vaginaku sedang membongkar isi tasku yang tadinya kuletakkan didekat tempatku duduk pertama kali.

“Hahaha.. gimana moy.. enak gak nerima kontol kita berdua sekaligus” ucap pria yang ada dibawahku.

Akupun hanya bisa mengangguk lemah dan kembali meletakkan kepalaku keatas dada pria yang ada dibawahku.

“Mpphhh.. ssshhh.. mmpphhh..” Erangku sedikit ketika mereka berdua mulai memompa penis mereka dimasing-masing lubang bawahku dengan tempo pelan.

Akupun hanya bisa diam sambil menikmati setiap sodokan dari kedua penis itu yang mana ketika penis yang ada divaginaku menusuk hingga mulut rahimku, maka penis yang ada dianusku akan ditarik keluar, demikian juga sebaliknya sehingga lama-kelamaan membuat rasa yang tadinya masih agak sedikit ngilu berubah menjadi rasa nikmat. Aku juga tidak peduli dengan salah satu temannya yang lain yang saat ini sedang sibuk dengan barang bawaan yang ada didalam tasku karena lebih fokus dengan kenikmatan yang diberikan oleh dua penis secara sekaligus ini.

Dari yang tadinya aku hanya bisa mendesah lemah karena tubuhku yang masih sedikit lemas, akupun akhirnya bisa kembali mulai mendesah dengan sangat liarnya seiring pompaan penis mereka berdua yang kembali membuat gairah liarku datang kembali. Akupun tidak malu-malu lagi untuk mulai ikutan aktif bergerak dengan amat nakalnya seperti mencium bibir salah satu dari mereka dan juga mulai menjilat serta mencupang leher dari pria yang ada dibawahku. Sementara pria yang ada dibelakangku yang saat ini sedang menyodok anusku, dia menggunakan kedua tangannya merangsang bongkahan payudaraku sembari memilin putingku seperti sedang memutar tombol volume.

“Aaachhh.. mmpphhh.. cuupphhh.. cuupphhh..” Desahku tertahan karena sambil mencium bibir pria yang ada dibawahku.

Ketika aku sedang asik mencium bibir orang yang ada dibawahku, tiba-tiba tubuhku ditegakkan oleh pria yang ada dibelakangku dan dia mulai mengincar bibirku. Otomatis saat ini akupun memalingkan mukaku kebelakang menerima ciuman dari bibirnya yang terasa aroma tembakau. Tubuhku benar-benar terlihat sangat erotis sekali saat ini dimana aku yang sekarang sedang telanjang bulat tanpa sehelai benangpun dan hanya mengenakan sepasang sepatu serta kaos kaki, sedang dientoti oleh dua orang pria sekaligus disebuah tempat umum. Apalagi saat ini posisi dadaku yang begitu membusung kedepan karena tubuhku ditarik kebelakang sambil mencium pria yang ada dibelakangku.

< 1 7 8 9 16 >
Melihat dadaku yang begitu membusung dan tak ada tangan yang memainkannya, membuat pria yang ada dibawahku menggantikan peran dan memainkan bongkahan daging kembar itu dan semakin membuatku merinding nikmat dibuatnya.

“Aaacchhh.. aacchhh.. enakkhhh.. kontoll kaliaann.. enakkhh bangetthh.. aaahhh” Erangku yang mulai semakin aktif bergerak mengimbangi pompaan penis dari mereka berdua.

Disaat aku sedang asik menikmati pompaan dari kedua penis ini, salah satu temannya yang tadi sedang sibuk membongkar isi tas kuliahku datang menghampiriku. Dia menenteng sebuah hp iphone milikku dan juga dompet pink yang selalu kubawa-bawa didalam tas itu.

“Ehh moy.. berapa nomer hp lu” Ucap pria itu padaku.

“Eeennam belas.. ssshhh.. limahh.. tujuhh.. aaahhh..” Ucapku memberikan pin hp milikku sambil tetap mendesah keenakan.

Pikiranku sudah benar-benar dikuasai dan dikendalikan oleh birahi sehingga tanpa pikir panjang, akupun langsung saja memberikan pin itu padanya. Padahal disana terdapat notes-notes penting seperti pin atm, password media sosialku, serta beberapa hal yang sifatnya sangat rahasia bagiku, termasuk foto dan juga video-video mulai dari yang biasa-biasa saja sampai ke yang sifatnya porno tentangku karena memang aku orangnya suka sekali mengabadikan tubuh telanjang mulusku menggunakan kamera hpku, termasuk mengabadikan aksi eksib-ku.

“Kalo pin atm ama m-bangkingnya berapa moy” Tanyanya lagi.

“Lliiima tujuh.. lima.. empatthh.. tiga satuu.. aaahhh” Ucapku lagi tanpa pikir panjang.

Aku sudah tidak peduli lagi jika dia pada akhirnya dapat melihat jumlah saldo yang ada direkeningku yang jumlahnya pun pasti akan sangat membuat orang biasa cukup terkejut. Pikiranku sudah benar-benar dikendalikan oleh hawa nafsu sehingga akupun tidak mempedulikan hal yang lain lagi selain kenikmatan yang saat ini sedang kurasakan.

“Akuh.. keluaaarh..!” Erangku

Tubuhku kejang-kejang nikmat, Memekku yang masih terganjal penis menyemburkan cairan orgasme.

*CRETS..! CRETS..! CRETS..!*

Aku seperti cacing keracunan karena badai orgasme sedang melanda, kedua penis itu masih menggenjot diriku, mereka semakin mempercepat pompaannya membuatku blingsatan.

Aku hanya bisa meraung nikmat keenakan. Dan sekitar beberapa menit kemudian, mereka berdua pun mulai meraung dan sambil kedua penis masing-masing mulai berkedut didalam dua liangku.

“Ooohhh.. gua keluar.. terima nih pejuh..”

“Hamilll luhh.. hamill anak kitaaa”

*CROT..! CROT..! CROT..!*

Mereka berdua berbarengan menumpahkan semua spermanya didalam masing-masing lubang bawahku. Disaat yang bersamaan juga aku kembali mendapat orgasme yang dahsyat dan muli orgasme karena beberapa menit sebelumnya aku sudah lebih dulu orgasme.

Akupun sampai terkulai lemas kembali kedalam dekapan dada pria yang ada dibawahku sambil tubuhku gemetar dan kejang-kejang karena badai orgasme yang lebih nikmat yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Sesaat aku masih tampak kejang-kejang sambil mengeluarkan lendir nikmat itu, kedua mataku tampak berat sekali dan perlahan akupun mulai memejamkan kedua mataku sambil menikmati sisa-sisa orgasme parah ini.

Dalam pejamku, samar-samar aku dapat mendengar suara salah satu temannya yang tampaknya dia begitu kaget ketika melihat isi yang ada didalam hpku. Entah apa yang saat ini sedang dia lihat aku sudah tak peduli. Tubuhku sudah benar-benar lemas sekali rasanya dan lebih memilih untuk tiduran sebentar mengumpulkan sisa-sisa tenagaku kembali.

===xxx===

Saat aku terbangun, aku mendapati diriku berada didalam tumpukan sampah yang amat basah dan kotor disamping gazebo itu. Aku cukup kaget ketika aku bangun diatas tumpukan sampah yang begitu bau busuk ini, apalagi aku bangun dalam keadaan telanjang bulat.

Akupun berusaha keluar dari tempat sampah ini dan segera berlari kencang kembali kedalam gazebo tempat dimana aku baru saja kehilangan keperawananku. Untungnya suasana masih cukup gelap dan sudah sangat sepi sehingga tidak ada seorang pun yang melihatku sedang bugil keluar dari tempat sampah tadi.

Begitu aku sudah berada didalam gazebo lagi, tidak terlihat ketiga pria kemarin. Akupun awalnya sempat mengira jika itu adalah mimpi, tapi ketika kuraba bagian selangkanganku dan masih terasa sedikit perih dan terdapat bercak sperma, aku jadi semakin yakin jika aku memang benar-benar habis disetubuhi didalam tempat ini. Akupun berusaha mencari pakaianku. Namun tidak ku temukan satupun pakaianku.

Ditengah rasa panikku, aku melihat ada sebuah kain hitam. Ketika ku dekati ternyata itu kaos yang sebelumnya ku kenakan ketika ke kampus, tapi bentuknya sudah tak karuan.

Saat ku coba pakai, ternyata kain itu hanya menutupi sebatas setengah puting payudaraku saja, dan hanya bagian kanan dadaku, sementara bagian kirinya terekspose secara jelas seluruhnya memang kondisinya sudah dirobek seseorang. Sementara untuk bagian bawahku, aku tidak menemukan apapun yang bisa digunakan.

Tapi ada satu yang mungkin bisa kupakai, yaitu celana dalam lusuh yang sebelumnya kugunakan untuk objek masturbasiku. Aku berpikir untuk mencari pakaian-pakaianku ditempat sampah tadi. Tapi saat aku hendak kembali menuju tempat sampah itu, dari kejauhan kulihat ada beberapa orang yang sedang berjalan mengarah kesini sambil menenteng senter.

Saat ku sipitkan mataku, orang-orang itu tampak mengenakan seragam dinas. Aku tidak mungkin berani keluar karena takut nantinya aku akan ditangkap dan kemudian diinterogasi. Aku sangat malu sekali jika sampai tertangkap seperti itu, apalagi sampai keluargaku tau, pastinya aku akan diusir dari rumah.

< 1 8 9 10 16 >
Disaat para petugas itu berhenti tepat didepan gazebo tempatku berada, aku semakin panik bukan main. Kondisiku acak-acakan sehabis dientotin tiga orang pria dan juga terdapat bercak sperma yang tampak mengering dibagian selangkanganku. Pastinya itu akan menjadi pertanyaan macam-macam dan aku tidak ingin hal itu terjadi.

Setelah kutunggu bermenit-menit lamanya, mereka semua tidak ada yang mau pergi dari sini dan malah tampak duduk ditengah jalan sambil sesekali dia mengarahkan senternya ke berbagai arah seperti sedang memantau. Aku semakin khawatir jika terus berlama-lama ditempat ini, maka aku bisa saja ketahuan. Mau tak mau aku harus segera meninggalkan tempat ini.

Maka kuputuskan saja untuk mengenakan celana dalam lusuh entah milik siapa. Sebenarnya aku agak sedikit jijik memakai pakaian kotor yang entah sudah berapa lama tergeltak disini, Tapi kupikir setidaknya ini masih lebih baik daripada aku telanjang bulat.

Setelah kupakai, segera menyambar tasku dan segera keluar dengan cara mengendap-endap melalui bagian belakang gazebo ini dan langsung pergi menuju tempat mobilku. Setelah sampai dimobil, segera menuju kerumah. Untungnya tidak terjadi apa-apa selama aku berlari tadi.

Sesampainya aku dirumah, aku langsung masuk keruang tamu dan kembali bugil, lalu masturbasi dengan sangat liarnya karena begitu amat terangsang dengan sensasi yang baru saja kualami. Aku bahkan tidak mempedulikan jika saat ini. Pintu depan rumahku sedang terbuka lebar yang bisa saja ada salah satu tetanggaku yang melihat.

“Aaacchhh..! enakh..!”

*CRETS..! CRETS..! CRETS..!”

Aku kembali orgasme dengan jari keluar masuk di memekku yang sudah tidak perawan.

===xxx===

Keesokan paginya, aku terbangun dengan kondisi seluruh tubuhku rasanya begitu remuk sekali. Untungnya sebelum aku tertidur semalam, aku masih sempat menutup dan mengunci pintu rumahku.

Saat terbangun, rasanya tubuhku amat sakit sekali. Semua tulang-tulangku seperti dilolosi, serta kepala yang terasa sedikit berputar-putar. Jam yang ada didinding ruang tamuku menunjukkan jam 10.30 siang. Sudah terlambat bagiku untuk pergi ke kampus karena kelas sudah pasti dimulai. Belum lagi kondisiku saat ini masih nyeri sebadan, aku putuskan bolos kuliah hari ini.

Saat aku kembali memikirkan sensasi dientotin oleh ketiga pria yang tak kukenal itu, rasanya sungguh sangat-sangat nikmat dan sangat berbeda sekali ketika aku hanya masturbasi sendirian. Disaat itu pula lah aku akhirnya bisa melihat bentuk kontol yang asli dan bagaimana rasanya keluar masuk didalam liang peranakanku yang selalu menjadi objek kepuasanku. Rasanya aku ingin lagi merasakan sensasi itu bersama mereka bertiga, tapi bagaimana caranya aku menghubungi mereka lagi yah?.

Karena memikirkan perkosaanku itu, aku lagi-lagi merasa terangsang.

“Huh dasar memek lonte.. baru bayangin dikit aja udah banjir..” Batinku dalam hati sambil sedikit mencolek liang memekku.

Aku kembali masturbasi sambil membayangkan vaginaku disodok-sodok penis pria-pria semalam. Aku juga memainkan lubang anusku dan menganggap jika saat ini aku sedang di double penetrasi seperti semalam oleh dua orang sekaligus. Tak lama kemudian, akupun akhirnya orgasme.

Oh iya, Aku baru ingat, semalam salah satu dari mereka ada yang mencoba membongkar isi tasku. Aku mengambil tas. Aku mengecek apakah barang-barangku masih ada disana.

Yah untuk beberapa buku kuliahku masih terdapat semua didalamnya, dompet pun juga masih ada. Tapi saat kubuka dompetku, beberapa kartu pentingku langsung berceceran keluar dari dalam sana. Aku juga mengecek bagian slot tempat aku menaruh uang tunaiku dan ternyata tidak ku temukan sepeserpun uangku disana yang berjumlah sekitar 1,2 juta rupiah.

Saat ku cek bagian kartu-kartu yang bececeran itu juga, aku juga kehilangan satu kartu atmku yang mana semua uang tabunganku ada didalam sana. Tampaknya ketiga orang semalam telah mengambil kartu atmku satu-satunya.

Aku langsung teringat jika semalam juga aku memberitahu pin atmku pada mereka. Cepat-cepat aku langsung mengecek m-bankingku dan ternyata benar, saldo atmku sudah berkurang sekitar 10 juta rupiah. Ini pastinya ulah dari ketiga pemerkosaku yang seenaknya mengambil uang yang kumiliki.

“Huh, dasar sampah banget mereka.. seenaknya aja udah ngentotin gw, terus ngambilin duit gw juga” Gerutuku kesal.

Uang yang kukumpulkan sejak bertahun-tahun lamanya mereka ambil begitu saja tanpa persetujuanku dan entah untuk apa mereka gunakan. Sempat aku berpikir untuk memblokir atmku melalui aplikasi m-banking, tapi terdapat sebuah chat whatsapp dari sebuah nomor yang tidak kukenali. Karena penasaran, ku buka isi chat dari nomor yang tak kukenal itu.

Alangkah kagetnya aku saat mendapati foto-foto dimana aku yang sedang diperkosa semalam. Ada banyak sekali foto yang mereka kirimkan kepadaku. Dari semua foto itu, tampak raut wajahku yang bahkan terlihat jelas sangat menikmati pemerkosaan itu.

Dibeberapa foto memperlihatkan secara jelas beberapa kartu identitas penting yang ada didalam dompetku. Ada juga yang menunjukkan profil Instagram serta WA dari layar hpku dengan background aku yang sedang menikmati persetubuhan semalam.

Ada juga video aku berdurasi sekitar satu jam lebih yang dia kirimkan, dan aku lagi-lagi dibuat terkejut saat melihat cuplikan bagian awal video tersebut. Disana terlihat dimana saat aku yang sedang memohon untuk disetubuhi sambil kemudian bersujud didepan mereka. Terdengar suaraku yang begitu merdu dan tidak ada keterpaksaan disana. Isi chat dibagian paling bawah yang dia kirimkan dan berisi sebuah nada ancaman.

“Halo neng amoy hahaha.. semoga lu gak diculik orang lain” (01.14)

“Oh iya kita-kita udah ngambilin atm lu.. duit lu rupanya banyak juga ya.. boleh lah bagi-bagi sedikit rejeki buat kita kan.. tapi gak usah repot-repot.. biar kita ambil sendiri aja.. lu pasti ikhlas juga kan, hahaha” (01.16)

“Terus juga, lu gak boleh ngubah sandi atm, sama sandi-sandi lu yang lain, ataupun ngeblokir akun-akun lu juga.. kalo gak, entar semua foto ama video-video lu yang ngentot ama kita semalem bakal kita sebarin ke kampus dan ke keluarga lu, termasuk ke medsos pribadi lu yang banyak followersnya, hahaha..” (01.19)

< 1 9 10 11 16 >
“Ngomong-ngomong gua udah nyimpen semua kontak-kontak dari hp lu, termasuk beberapa akun medsos lu di sini.. jadi gampang aja buat gua nyebarin diri lu yang kayak lonte murahan itu, atau malah lu kepengen jadi viral biar lu cepet terkenal jadi bintang bokep?” (01.22)

“Yah.. kayaknya masih tidur nih lonte.. kecapekan ya lu ngelayanin kita-kita semalem.. atau lu malah ketauan orang lain terus digarap lagi, hahaha” (07.30)

“Hubungin kita ya.. kita semua udah pada kangen nih sama tempik lu yang mulus banget itu” (08.00)

“Kalo lu gak ngubungin kita ampe jam 12 nanti, siap-siap aja jadi viral, hahaha” (08.11)

Semua kata-kata yang sangat menghina itu terlontar padaku. Tapi entah kenapa bukannya marah karena terhina dan direndahkan oleh mereka, aku malah sange. Karena sange, aku kembali masturbasi lagi sambil memandangi fotoku sendiri yang sedang dientoti oleh salah satu dari mereka.

“Aaacchhh.. ssshhh.. entotin aku lagih..” Desahku sambil menggeser foto-foto yang mereka kirimkan.

Tampaknya tak ada orang gila selain aku.

Ku geser-geser foto-foto yang mereka kirimkan, kemudian berpindah ke video yang auto-play, dimana aku yang sedang memohon sambil bersujud untuk segera disetubuhi.

Saat mendengar suaraku yang sedang memohon didalam video itu, aku jadi makin on dan membuat lendir nikmatku semakin banjir. Aku semakin mendesah, meracau tak karuan, memejamkan mata meresapi setiap suara yang dihasilkan dari video yang saat ini masih berputar di layar hpku.

“Aaachhh.. entotin akuu.. aaahh.. memek aku udah becek banget nih.. mau kontollh..” Desahku.

Semakin lama, akupun semakin tidak tahan dan semakin kupercepat kocokan jariku di vaginaku. Semakin mendekati waktu akan segera orgasme.

“Aaachhh..! aku.. nyamm..peeekkh..!”

*CRETS..! CRETS..! CRETS..!*

Ku muntahkan dan membanjiri lantai ruang tamu yang keluar begitu derasnya. Tubuhku mengejang nikmat sambil diiringi dengan semburan nikmat dari dalam liangku yang mengalir cukup kuat seperti kencing yang putus-putus. Setelah orgasmeku mulai mereda, akupun langsung terhuyung lemas berbaring diatas lantai ruang tamuku dengan nafas yang begitu memburu.

“Hahh.. hahh.. hahh.. hahh..”

Sekitar 15 menit kemudian, kulihat lagi hpku, segera ku balas chat tadi. Karena aku tidak mau mereka menyebarkan semua foto dan video memalukan di internet.

“Mau apa kalian” Balasku.

Sejujurnya, jauh didalam lubuk hatiku aku merasa senang akhirnya aku bisa menghubungi para pemerkosaku semalam. Apalagi penis mereka bertiga yang besar dan panjang menyeruak masuk dan memenuhi liang senggamaku. Aku juga siap jika mereka memang ingin kembali mengentotiku dan memintaku menjadi pemuas nafsu mereka, setidaknya kita bisa sama-sama saling memuaskan. Itulah yang kupikirkan.

Tapi ketika mereka mengancamku seperti ini, jujur saja aku agak sedikit takut dan juga marah, tapi juga ada sedikit rasa horny ketika diancam seperti itu. Tampaknya aku sudah benar-benar menjadi cewek yang aneh dan juga mesum.

“Hahaha.. akhirnya bales juga.. hampir aja kita mau upload video” Balas si pemerkosa.

“Mau apa kalian emangnya.. kenapa kalian ngancem aku.. padahal kalo kalian minta baik-baik, mungkin aku bakal mau ngelayanin kalian..” Balasku blak-blakan dalam chat itu.

Tidak lama kemudian, nomor tersebut menelponku dan langsung segera kuangkat.

“Apa mau kalian semua hah.. gak puas apa udah ngentotin gw semalem.. mana juga atm gw balikin cepet sama duit yang udah kalian ambil” Ucapku ketus pada mereka.

“Hahaha.. sabar dulu dong.. gua cuman mau kejelasan aja apa bener tadi mau ngelayanin kita kalo kita minta baik-baik.. baru aja ditelpon eh malah langsung marah-marah aja nih lonte, yaudah gua tutup lagi dan langsung sebar aja nih bokep lu..” Ucap pria yang ada diseberang telpon sana.

“Ehh.. jangan.. iya-iya.. gue gak marah.. tolong jangan disebar please..” Ucapku ketakutan.

“Hahaha, nah gitu kan enak.. jadi gimana.. apa emang bener lu bakal mau ngelayanin kita-kita lagi..?” Tanyanya kembali.

Aku jadi ragu dengan apa yang kubilang padanya tadi. Apakah memang aku harus melayani mereka hanya demi kepuasan saja. Padahal aku ini adalah seorang gadis dari keluarga yang begitu terpandang dan berpendidikan tinggi. Tidak seperti mereka yang tidak kukenal serta asal-usulnya juga tidak jelas. Pendidikan pun bisa saja jauh lebih rendah dariku. Tapi disaat aku terdiam untuk sesaat, tiba-tiba dia mengagetkanku dan seketika aku kembali dari lamunanku.

“Kok lu diem aja” Ucap pria itu yang sedikit mengagetkanku.

“Ehh.. eng..” Ucapku namun terputus.

“Bearti lu cuman ngegertak doang ya.. oke kalo gitu.. selamat jadi viral aja.. siap-siap lu bakal jadi terkenal..” Ucap pria itu lagi yang semakin membuatku ketakutan.

“Ehh.. i..iya iya.. bener kok.. gue bakal siap ngelayanin kalian.. kalo minta baik-baik..” Jawabku ketakutan.

“Ya sudah.. kalo gitu, gua mau pembuktian..” Ucapnya lagi.

“Pem..pembuktian apa?” Tanyaku lagi.

“Gua mau, lu besok siang jam 2 dateng ke alamat yang bakal gua kirim entar.. lu dateng sambil pake baju yang paling seksi.. kalo mau bugil juga boleh kok, hahaha.. harus dateng sendirian gak boleh ngajak orang lain, apalagi sampe bawa polisi.. awas aja kalo lu ampe ngelanggar.. detik itu juga lu bakal langsung viral..!!” Ucap pria itu.

“Ba..baikk.. nanti gue bakalan dateng dan ngikutin..” balasku.

“Oh ya satu hal lagi.. mulai sekarang, lu harus panggil kita semua dengan sebutan tuan.. ngerti lu..!” Ucapnya.

“Baik.. tu..tuan..” Ucapku pasrah.

< 1 10 11 12 16 >
“Hahaha.. bagus-bagus.. sekarang lu istirahat dulu karena besok lu bakal kita garap lagi habis-habisan sampe puas.. ya udah gua tunggu besok sesuai perjanjian ya dan jangan sampe telat.. lu telat dikit aja.. selamat jadi viral, hahaha” Ucapnya dan memutus sambungan telpon itu.

*Tuutt.. tuutt.. ttuuut*

“Haloo.. halooo.. uhh sial.. langsung main tutup aja.. atm gua gimana nih.. mana gua ada duit lagi buat jajan..” Gerutuku kesal.

Untungnya juga aku masih menyimpan bahan makanan didalam kulkas yang cukup untuk dua hari. Tapi yang jadi masalahnya adalah, besok kuliahku berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam. Sepertinya aku terpaksa harus bolos lagi besok siang.

Tidak lama kemudian, terdengar lagi notif masuk dan dia pun mengirim lokasi tempat yang harus ku datangi besok.

===xxx===

Keesokan harinya..

Aku berangkat ke kampus mengenakan tanktop putih sedikit menerawang ku tutupi kemeja panjang berwarna pink muda. Kemudian mengenakan memakai sebuah hotpants ketat pendek hinggga nyemplak garis memekku dan ku lapisi rok panjang.

Saat kulihat jam sudah pukul setengah dua siang, sedikit terlambat karena aku sebelumnya disuruh oleh dosenku untuk membantunya. Setengah jam lagi aku harus sudah berada dilokasi yang ditentukan. Aku tidak ingin telat sampai disana.

Sesaat setelah berada didalam mobil, ku buka kemeja serta menurunkan rok panjangku. Semua pakaian yang sudah ku lepas langsung saja ku lemparkan ke bangku belakang.

Mobilku membelah jalanan jakarta menuju tempat perjanjian mengikuti maps dari layar hpku. Aku masih belum terlalu mengetahui lokasi yang dia berikan, dan juga jaraknya yang sedikit jauh jika dari arah kampusku.

Beberapa kali aku hampir menabrak. Tepat jam 2 siang kurang 5 menit aku sampai dititik pertemuan. Ku kabari nomor itu dan mengatakan jika aku telah sampai.

Sambil menunggu dia membalas chatku, ku perhatikan daerah sekitar yang terlihat kumuh. Aku tidak tau ini didaerah mana, terlihat beberapa orang pemulung atau pengemis.

Sekitar 5 menit sudah kutunggu namun tak ada balasan sama sekali dari nomor itu. Aku sampai rela bolos kuliah hanya demi mengikuti perintah orang yang tidak dikenal ini agar tidak menyebarkan foto dan video pemerkosaanku.

“Huuhh.. dimana dah tu oang.. mana banyak yang ngeliatin pula” Rutukku pelan sambil menunggu balasan chat itu.

Beberapa orang lalu lalang melewati mobilku terkadang yang ada berhenti sebentar dan melihat ke arahku. Mungkin asing bagi mereka karena ada mobil yang berhenti ditempat seperti ini, belum lagi memang jalan ditempat ini jarang ada mobil ataupun motor yang lewat selain mobilku. Sudah pasti membuat orang-orang di sekitar sini curiga.

Tapi untungnya kaca mobilku ini berwarna gelap sehingga dari luar orang tidak akan dapat melihat kedalamnya. Bisa gawat jika mereka tahu didalam mobil ini ada seorang gadis berpakaian cukup terbuka ditempat seperti ini. Bisa-bisa aku bakal diperkosa habis-habisan oleh orang-orang disini.

“Duh mikir gitu aja dah buat memek gue becek gini” Batinku.

Kemudian kuarahkan tangan kiriku memasuki celana, begitu jariku menyentuh tepat dibagian clitorisku yang sudah membengkak karena sange, akupun sedikit mendesis pelan, terasa ada sengatan listrik kecil yang menyengat keseluruh tubuhku, namun rasanya sangat enak. Aku masturbasi didalam mobil.

“Mmpphh.. sshhh.. aahh..” Desahku pelan sambil memainkan clitorisku yang sudah mengacung didalam liang vaginaku.

Aku colmek disini sambil membayangkan jika para pemulung menontonku yang sedang colmek, semakin membuat gairahku meninggi dan vaginaku semakin gatal minta digaruk.

Aku angkat tanktopku keatas beserta branya. Kupilin-pilin putingku, semakin membuatku keenakan. Ku pejamkan kedua mataku meresapi setiap rangsangan yang begitu nikmat ini.

“Aacchhh.. enakh.. mmpphhh.. ssshh..” Desahku yang semakin keras didalam mobil.

Beberapa menit berselang, aku akan segera mencapai orgasmeku. Ku percepat kocokan jari di vaginaku hingga dalam kabin mobilku penuh dengan suara becek dari liang vaginaku. Ku mainkan dengan kasar puting susuku, semakin tambah nikmat. Namun disaat-saat hampir mencapai orgasmeku, tiba-tiba kaca pintu mobil sebelah kananku diketuk oleh seseorang. Aku terkejut dan seketika rasa nikmat yang hampir orgasme tadi lansung menghilang.

Saat kubuka mataku, yang mengetuk kaca mobilku adalah seorang pria kusam dengan dandanan seperti seorang anak punk dengan lubang pada bagian bawah telinganya yang cukup lebar. Aku terbelalak terkejut karena dia menempelkan kepalanya tepat dengan kaca mobilku, pastinya dia dapat melihatku yang sedang colmek.

Ingin rasanya aku segera pergi jauh dari sini, tapi dia menempelkan layar hpnya dan terlihat dari layar itu sebuah chat antara aku dengannya. Dia pasti si pemilik nonor itu. Aku bernafas lega karena akhirnya bisa menemukan orang yang ku cari. Ku turunkan kaca mobil dan langsung wajah jelek si pria itu yang kembali tersenyum dan terlihat semakin jelek.

“Hehehe.. kita ketemu lagi.. muachh muachh..” Ucapnya sambil memonyongkan bibirnya seperti ingin menciumku.

“Isshh.. lama banget lu datengnya.. ngomong gue gak boleh telat.. tapi lu malah telat.. gimana sih?” protesku padanya.

“Hehehe.. ya mau gimana moy.. namanya juga macet dijalan.. lagian kan lu nungguin gua sambil colmek.. tuh teteknya kemana-mana.. pasti gak berasa lama kalo sambil colmek kan..” Ucapnya sambil menunjuk payudaraku yang menyembul keluar.

< 1 11 12 13 16 >
Karena ketahuan colmek dihadapannya, aku turunkan tanktopku dan menunduk menahan malu.

“Hahaha.. udah gak usah malu-malu gitu moy.. gua udah liat semua badan lu.. malah udah dipake juga jadi gak usah ditutup-tutupin” Ucapnya sambil menarik wajahku supaya menghadap kearahnya.

Jujur saja, selain malu, aku juga masih agak terangsang karena aku tadinya hampir mencapai orgasmeku namun batal akibat dikagetin.

“Sorry ya kalo udah ngagetin lu lagi enak colmek, pasti kesiksa banget rasanya, hahaha” Ucapnya lagi.

Akupun segera membuang mukaku kearah lain karena malu, namun dia menarik wajahku dan langsung diciumnya secara kasar.

“Mmpphhh.. cppphhh.. sslluurrpp.. cpphhh.. mmmmhhh”

Dia mencium, dan menghisap mulut dan membelitkan lidahnya kedalam mulutku.

“Iiihh.. apa-apaan sih lo main nyosor aja” Ucapku ketika dia menyudahi ciumannya.

“Ehh.. inget moy.. lu siap ngelayanin minta baik-baik.. terus juga lu udah bilang kalo mau jadi budak seks kita-kita..” Ucapnya sambil menjambak rambutku.

Terlihat mukanya sangat menyeramkan membuatku takut. Seketika nyaliku ciut. Lagipula dia memegang kartu as ku yang tidak boleh sampai tersebar.

“i..iya maaf..” Ucapku kemudian menunduk karena takut dengan tatapannya yang begitu menakutkan.

“Heh lonte..! lu sekarang udah jadi budak seks kita.. mana sopan santun lu hah!” Ucapnya.

“Mmpphh.. iya.. t..tuannhh.. maafin gue.. aahhh.. sshhh” Ucapku yang mulai menurut.

“Hmmphh.. bagus.. oh iya.. mulai sekarang lu harus manggil diri lu sebagai lonte atau perek atau apapun yang ngerendahin lu.. gua gak mau denger lu manggil diri lu dengan sebutan gue, aku atau apapun yang gak ngejelasin seberapa rendahnya elu, ngerti lu hah!” Ucapnya dan melepaskan jambakan rambutku secara kasar.

“I..iya tuan.. maafin gue.. ehh.. maafin lonte rendah ini tuan..” jawabku.

”Bagus.. sekarang sebagai hukuman karna lu tadinya sok sombong didepan gua.. sekarang lu buka semua baju lu dan serahin ke gua.. kalo gak, gua seret lu keluar dari mobil biar orang-orang disini tau kalo didalem nih mobil ada lonte yang siap dientot.. atau lu mau dientot semua orang yang ada disini..? hahaha” Perintahnya.

Yah takut jika sampai dientoti orang-orang disini, apalagi tadi yang lewat sangat banyak. Aku pasti tidak akan sanggup melayani mereka semua. Tapi ketika memikirkan saat kontol-kontol mereka semua keluar masuk didalam lubang-lubangku, aku malah horny. Tapi aku masih belum terlalu gila untuk berani untuk melakukannya. Setidaknya untuk saat ini.

“Eng..nggak tuan.. lonte rendahan ini bakal nurut sama tuan..” Jawabku lagi.

Ku lepas semua pakaian yang masih menempel ditubuhku sampai bugil.

“I..ini tuan bajunya”.

Dia mengambilnya dengan kasar dan membuang semua kedalam bak sampah yang memang tidak jauh.

“Ehh.. kok bajunya dibuang tuan?” Ucapku kaget karena membuang bajuku yang semuanya itu mahal dan baru beberapa kali saja kupakai.

“Udah diem.. mending lu nurut aja.. jangan ngebantah..” Ucapnya lagi dengan nada tinggi.

“Ba..baik tuan”.

Kemudian dia masuk kedalam lewat sebelah kiri mobil. Hampir sekujur tubuhnya dipenuhi oleh tato. Pakaiannya juga serba hitam dilengkapi dengan aksesoris besi-besi tajam ciri khas anak punk sekali. Belum lagi aroma tubuhnya yang bau, sepertinya juga jarang mandi.

“Sekarang lu jalan, ikutin petunjuk gua, cepet!” perintahnya.

“Huh, apanya yang minta baik-baik anjing.. ini mah udah merintah-merintah aja.. mana lu bau bangke pula” Batinku karena perlakuan dia sangat kasar sekali padaku.

Akupun hanya bisa menghela nafas saja sambil mengikuti kemana arah yang dia tunjukkan. Sambil memerintahku belok sana-sini, tangan kanannya tak tinggal diam dri meremas payudara sebelah kiriku, kadang memainkan vaginaku dan ujung-ujungnya gairahku kembali bangkit.

"Achhs.." Tanpa sadar aku sedikit mendesah ketika jarinya mencolok bagian dalam vaginaku.

Setelah sekitar 15 menitan, kami tiba di daerah yang lebih kumuh lagi dari sebelumnya. Disini banyak sekali terdapat orang-orang tunawisma yang berkeliaran dan sepertinya tinggal disini karena terdapat tempat seperti gubuk yang dibangun menggunakan papan kayu seadanya dan barang bekas.

Tidak lama setelah itu, pria yang ada disampingku menyuruhku untuk berhenti didepan sebuah gubuk yang mana disebrang gubuk itu terdapat bapak-bapak yang sedang mengumpulkan botol-botol plastik bekas ditengah jalan yang sangat tidak rata ini.

“Ayo keluar..” perintahnya setelah dia turun dan membuka pintu pengemudiku.

“Ehh.. t..tapi tuan.. aku masih belum pake baju..” balasku ragu karena diluar sana orang-orang melihat kearah mobilku yang bagi mereka mungkin cukup asing untuk berada ditempat seperti ini.

“Udah nurut aja lu lonte.. lu kan emang pantesnya bugil daripada make baju.. lagian lu lebih cantik bugil gini daripada make baju, hahaha” katanya menghinaku.

“Ayok cepet keluar lu..” lanjutnya sambil menarik rambutku.

“Aaahhh.. sakkiitt..” Pekikku karena tiba-tiba saja menarikku keluar dengan menjambakku.

Seketika, orang-orang diluar sana yang tadinya tampak sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing menjadi terdiam dan melotot kearah kami berdua. Apalagi saat ini, aku sedang dalam posisi telanjang bulat dengan hanya sebuah kaos kaki putih serta sepatu sneakers yang masih menempel dikedua kakiku saja.

“Suiitt.. suiitt.. wah ada cewek bugil..”

“Eh neng.. Lonte ya?, mau jajain diri disini ya?, hahaha”

“Berapaan tarifnya neng.. kalo bisa murah aja.. soalnya duit saya dikit, hahaha”

“Wiihh amoy cukk.. mau ngelonte disini apa yah, hakhakhak”

Dan masih banyak lagi cuitan-cuitan yang merendahkanku.

< 1 12 13 14 16 >
Sementara aku yang sedang dihina-hina oleh orang-orang yang ada disini, tampak si anak punk yang tadi menyeretku keluar hanya tertawa saja ketika melihat diriku yang malu-malu sambil kedua tanganku menutupi payudara serta vaginaku.

“Gak usah ditutupin.. biar semuanya liat badan lacur murahan kayak lu, hahaha” Ucapnya sambil menepis kedua tanganku.

Aku tertunduk malu ketika semua bagian-bagian tubuhku sudah benar-benar terekspose dihadapan banyak pria tunawisma ini.

“Lonte mahal ya itu dek” Ucap salah seorang pria pada si anak punk.

“Nggak pak.. malah gratis.. dia sendiri yang mau.. emang bapak-bapak pada mau nyobain nih lonte? hahaha” balasnya.

“Ya jelas mau lah.. apalagi gratis, iya nggak, hahaha” Ucap si bapak tadi sambil melirik beberapa temannya yang lain.

“Hahaha.. ya udah kalo bapak-bapak pada mau.. tapi kita dulu ya.. kalo kita udah selesai, silahkan kalian pake sepuasnya..” Ucap si anak punk.

“Wahahaha.. okelah kalo gitu dek.. jangan lupa kabarin entar kalo udah selesai, hahaha” Tawa si bapak itu disusul oleh beberapa pria lain.

“Oke, gua mau masuk dulu.. mau incip nih memek lonte yang udah kegatelan..” Ucap si anak punk sambil mengobel vaginaku yang memang sudah sangat banjir.

Akupun hanya bisa mendesah.

Dia menunjukkan lendir cairan cintaku yang menempel di kedua jarinya kearah bapak-bapak yang ada disana.

Kembali aku diseret masuk kedalam suatu gubuk kecil yang disekitarnya banyak sekali tumpukan botol-botol bekas. Setelah masuk, terlihat ada dua orang pria lagi yang telah menunggu kami. Keduanya juga terlihat sama seperti orang yang saat ini menyeretku. Tampaknya mereka bertiga ini memanglah anak punk yang tidak jelas kehidupan dan juga asal-usulnya.

Tubuhku kemudian dibanting olehnya jatuh tepat diatas kasur yang sudah sangat lusuh. Seperti orang yang tidak sabaran untuk segera menikmati hidangan yang lezat, kedua temannya tadi langsung saja menanggalkan semua pakaiannya dan segera mengerubungiku.

Mereka berdua menjamahi anggota tubuhku dengan tangan mereka yang tampak kasar. Mulai dari paha, selangkangan, perut, payudara, leher dan bokongku yang sekal ini pun tak terlewatkan. Setiap jamahan yang mereka berikan semakin membuat birahiku kembali memuncak.

Aku mendesah keenakan diperlakukan seperti itu.

Vaginaku menjadi bahan mainan jari-jari mereka yang terlihat kotor itu. Aku sudah tidak peduli lagi jika vaginaku tidak lagi higienis saat terkena jari-jari kotor mereka, karena aku ingin segera mencapai puncak kenikmatan.

Namun lagi-lagi, ketika aku hampir mencapai orgasme, mereka berdua menghentikan permainan. Aku menatap mereka dengan tatapan sayu dan memelas.

“Hahaha.. kenapa moy.. lu lagi sangek parah ya.. udah mau keluar ya lu, hahaha” Ucap salah satu dari mereka.

Akupun hanya bisa mengangguk lemah saja saat dibilang seperti itu sambil berharap mereka mau kembali menjamah tubuhku.

“Hahaha.. tapi sekarang gua mau pembuktian dulu dari lu moy.. katanya lu beneran mau ngelayanin kita-kita kalo misal kita mintanya baik-baik ama lu. Apa itu beneran” Ucap pria yang tadinya menyeretku dan membawaku kemari.

Akupun lagi-lagi hanya mengangguk lemah sambil menggoyang-goyangkan pinggulku berharap mereka kembali memainkan liang senggamaku lagi.

“Kalo ditanya itu jawab lonte, cuih” Ucap si pria itu lagi sambil meludah tepat kena wajahku.

“Ahhmmpphh.. iya tuan.. tolong tuan.. ayo jamah badanku lagi tuan..” jawabku.

“Hahahaha..” tawa mereka.

Si pria yang tadinya menyeretku untuk masuk ketempat ini kemudian membawa sebuah kemeja beserta rok panjang yang tadinya kupakai sebagai bahan pelapis ketika aku kuliah tadi. Dia melemparnya padaku.

“Tuh moy.. sebagai pembuktian kalo lu emang mau ngelayanin kita dan bersedia menjadi budak seks kita.. kita mau lu sobek-sobek tu baju-baju lu yang gua temuin dari dalem mobil lu” Ucapnya sambil melemparkan sebuah pisau lipat yang dia keluarkan dari dalam saku celana panjangnya.

Tentu saja karena aku yang sudah kepalang sange, tanpa pikir panjang segera kuambil pisau lipat itu dan kemudian kusayat-sayat satu-satunya pakaian yang masih tersisa untuk menutupi tubuh telanjangku nantinya ketika aku keluar dari tempat ini.

Terdengar suara tawa mereka bertiga saat melihatku yang tampak sedang menyayati pakaianku sendiri.

Setelah semua pakaian itu sudah robek-robek dan bolong-bolong, mereka bertiga tepuk tangan. Aku yang memang sudah tidak sabar untuk segera disetubuhi pun mengambil posisi mengangkang sambil ku lebarkan bibir vaginaku menunjukkan bagian dalamnya yang sudah begitu becek sekali.

“Aaahhh.. ayo tuan-tuan.. segera entotin lonte murahan inih..” mohonku.

“Hahaha.. oke bagus kalo gitu.. sekarang kita percaya..” Ucap pria itu.

Aku senang mendengarnya karena akhirnya mereka percaya padaku.

“Tapi.. gua pengen lu ngelakuin satu hal..” Ucap pria yang menyeretku.

Dia mendekatkan wajahnya kearah telingaku dan kemudian berbisik.

Aku cukup kaget saat mendengar bisikannya karena aku harus mengatakan hal yang benar-benar sangat menghina dan merendahkan harga diriku sendiri, lebih rendah dibanding lonte pinggir jalan.

Tapi ketika melihat mereka bertiga saat ini sudah mengeluarkan kontol mereka masing-masing sambil dikocoknya pelan, seketika pikiranku kembali melayang membayangkan kontol-kontol itu akan segera keluar masuk kedalam lubang-lubang yang ada ditubuhku. Aku tampaknya sudah sangat terhipnotis saat melihat kontol-kontol besar dan panjang itu didepan mata membuatku kehilangan akal sehat.

“Nih.. pake itu sambil lu bilang apa yang gua omongin tadi moy, hahaha” Ucapnya lagi sambil melemparkan sebuah ktp dan juga kartu mahasiswaku.

< 1 13 14 15 16 >
“Met.. siapin hp lu.. kita buat lagi video bokep yang paling hebat, hahaha” Ucap pria itu lagi pada salah satu temannya dan temannya itupun mulai menyiapkan kamera hpnya dan merekamku.

“Ayok dimulai..” Lanjut pria itu lagi.

“Emmpphh.. kenalin semuanya.. nama aku kezia arista.. um*rku saat ini 20th dan sedang kuliah di universitas ****** semester 2. Mulai hari ini aku jadi budak seks bagi para gelandangan. Saat ini aku akan membuat video bokep yang mana aku akan melayani orang-orang pinggiran. Aku ingin membahagiakan orang-orang seperti mereka supaya mereka merasa dihargai didalam kehidupan mereka. Jadi selamat menyaksikan filmku yang merupakan perjalananku dalam membahagiakan orang-orang tunawisma ini” Ucapku sambil memegang ktp serta kartu mahasiswaku pada kedua tanganku dan memberikan senyuman yang paling manis seperti yang dia pinta sebelumnya pada bagian akhir.

Aku tak peduli, karena aku saat ini butuh kenikmatan seks dari batang-batang kontol yang panjang milik mereka.

Selesai membuat video itu, mereka kembali didekatiku sambil membuka satu-persatu pakaian mereka dan segera saja menerkamku yang saat ini sudah pasrah untuk diapakan saja sesuka hati mereka.

Mulutku diciumi, Vaginaku dicolok-colok dengan jari-jari dan payudaraku di remas-remas secara kasar oleh mereka.

Mereka secara bergantian mencolok vaginaku dengan tempo cepat, membuatku blingsatan. Tidak butuh waktu lama, memekku becek-becek, sekitar beberapa menit kemudian, vaginaku akhirnya muncrat menyemburkan cairan kenikmatan.

*CRETS..! CRETS..!.. CRETS..!*

Terdengar suara tawa mereka bertiga saat aku orgasme hanya beberapa menit setelah mereka memainkan tubuhku. Aku terbaring lemas dengan tubuh masih sedikit kejang-kejang meluapkan sisa-sisa kenikmatan.

“Hahaha.. cepet amat lu keluar moy.. tapi ini baru aja pemanasan.. sekarang kita akan masuk ke yang sebenarnya.. siapin memek sama bool lu untuk kontol kita, hahaha” Ucap salah satu dari mereka.

“Iya.. ayo entotin aku.. beri aku kenikmatan tuan.. aku suka kontol-kontol tuan..” balasku sudah tak sabar menerima hujaman penis mereka.

Secara bersamaan mereka bertiga menghujamkan kontolnya pada lubang-lubang yang ada pada tubuhku. Dua orang pria saat ini memasukkan penis mereka di vagina dan anusku, sementara satunya lagi memompa penisnya didalam mulutku hingga mencapai tenggorokanku.

Desahan kami saling bersahutan memenuhi gubuk ini.

Entah sudah berapa lama, sampai ahirnya pria yang kontolnya menghajar memekku mengeram dan menancapkan dalam-dalam kontolnya di vaginaku.

“Aaahhh.. gua keluar..”

CROT..! CROT..! CROT..! menyemburlah sperma panas menghangatkan rahimku.

Kemudian disusul oleh temannya yang lain mengeluarkan spermanya kedalam masing-masing lubang anusku serta kedalam mulutku yang langsung saja kutelan tanpa ragu.

CROT..! CROT..! CROT..!

CROT..! CROT..! CROT..!

*Glugh.. glugh.. glugh..*

===xxx===

Sekitar tiga jam lamanya aku dientoti ketiga anak punk ini. Berbagai macam gaya sudah kami lakukan dan beberapa kali tubuhku merasa hangat karena siraman sperma mereka yang selalu saja mereka buang didalam, baik melalui vagina, anus dan mulutku sampai membuatku sedikit kembung karenanya.

Selama tiga jam itu, aku dibiarkan istirahat selama setengah jam untuk menbiarkan ku mendapatkan tenagaku lagi. Disela-sela waktu isitrahat itulah, aku akhirnya mengetahui nama mereka serta us*a mereka.

Nama dari ketiga pria dekil ini yang pertama adalah Doni, dia adalah orang yang menyeretku dan membawaku kemari. Yang kedua adalah Memet, dia merupakan si perekam, yang juga ikut memperkosaku ditaman waktu itu. Yang terakhir adalah Arman, juga ikut memperkosaku ditaman waktu itu.

Mereka semua adalah sekumpulan anak punk yang memang sering mangkal untuk mengamen di taman tempat aku diperkosa.

Um*r mereka semua ternyata berada dibawahku sekitar dua tahun. Mereka sudah berhenti sekolah ketika masih kelas 2 eS-eM-Pe, bahkan doni berhenti sekolah ketika dia baru naik kelas 6 eS-De. Alasan mereka berhenti hanya karena mereka sudah lelah untuk sekolah, dan berpikir sekolah hanya buang-buang waktu saja.

Itu artinya, saat ini aku yang merupakan gadis dari keluarga terhormat dan berpendidikan tinggi, telah menjadi budak pemuas dari pria yang bahkan tidak menyelesaikan pendidikan dasarnya. Sungguh sangat hina dan ironi sekali.

Tapi ketika aku kembali memikirkan dimana aku sedang diperkosa oleh orang-orang seperti ini, birahiku lagi-lagi bangkit dan seketika membuat vaginaku kembali berlendir.

Sebenarnya masih ada dua orang lagi yang tinggal di gubuk ini, saat ini mereka sedang berada didaerah lain dan baru akan kembali sekitar dua hari lagi.

Setelah aku cukup beristirahat selama setengah jam itu dan kembali bertenaga lagi. Mereka bertiga juga sudah cukup beristirahat sambil menikmati rokok murahan mereka yang sering mereka hembuskan ke wajahku yang membuatku batuk-batuk. Aku akhirnya kembali disetubuhi mereka sekaligus.

Hampir dua jam, mereka menggilir semua lubang yang ada di tubuhku.

Hari sudah sore, ketiga anak punk ini tampaknya sudah sangat kelelahan setelah orgasme beberapa kali di masing-masing lubangku. Tidak ada satupun dari mereka yang keluar diluar, karena setiap mereka hendak ejakulasi, mereka menancapkan batang penis mereka sedalam-dalamnya ke masing-masing lubangku. Aku tak keberatan ketika mereka semua mengeluarkan sperma-sperma mereka di dalam karena tubuhku juga terasa lebih hangat.

< 1 8 14 15 16 >
Saat melihat ketiga anak punk ini kelelahan, ku pikir aku bisa mengakhiri permainan seks ini dan pulang. Tapi tampaknya aku terlalu cepat berpikir. Karena tiba-tiba saja, doni menyeretku keluar dari dalam gubuk itu dan langsung melemparkanku keatas tumpukan sampah kotor yang ada didepan gubuk mereka.

Sontak saja, melihat ada seorang gadis bugil, membuat semua pria yang ada disekitar lokasi itu melihatku dan seolah tidak sabar ingin segera mencicipi tubuhku. Doni memperlakukanku selayaknya barang bekas yang sudah bosan dia pakai dan dibuang ke tempat yang seharusnya dimana barang bekas itu dibuang.

Kondisiku saat ini sedang terbaring telentang diatas tumpukan sampah yang kotor, badanku sudah berantakan, di beberapa bagian tubuh dipenuhi bekas cupangan dan juga gigitan. Serta di lubang vagina dan juga anusku mengalir sperma-sperma ketiga anak punk itu.

“Waahh.. hahaha.. udah bosen nih dek ama lontenya..” Ucap seorang bapak-bapak pada doni.

“Iya pak buat sekarang.. kalo bapak-bapak pada mau pake nih lonte, pake aja pak gratis kok.. pejuin didalem juga gapapa.. dia juga mau kok nerima peju kalian.. ikhlas sampe hamil, hahaha” Ucap doni enteng.

“Waduh.. enak dong kalo gitu.. itung-itung benerin keturunan ama cewek amoy, hakhakhak” Ucap bapak-bapak yang lainnya.

Dan aku kembali digagahi oleh pria-pria tua yang juga dekil yang jumlah mereka pun banyak. Aku tidak dapat menghitung ke seluruhan jumlah mereka. Aku yang masih dalam keadaan lemas setelah digempur selama hampir lima jam, hanya bisa pasrah ketika diriku kembali digangbang oleh banyak orang sekaligus ditempat yang begitu kotor dan juga jorok seperti ini.

Daripada menolak, lebih baik ku nikmati saja setiap kenikmatan dari gesekan kontol-kontol berbagai macam ukuran dan jenis seperti ini karena sensasi kenikmatannya benar-benar membuatku semakin candu.

Hampir semua pria yang menyetubuhiku itupun menembakkan sperma mereka didalam tubuhku baik melalui vagina, anus ataupun mulutku. Ada juga yang keluar diluar sehingga membuat tubuhku begitu mengkilap terkena sperma mereka.

Jika kalian bertanya apakah aku tidak takut jika pria-pria itu keluar didalam vaginaku, sejujurnya aku sangat takut. Apalagi jika sampai membuahi rahimku. Aku tidak mau punya anak diluar nikah apalagi dari orang-orang seperti mereka yang sangat tidak mungkin untuk menjadi seorang suami dari diriku.

Hanya saja aku berharap semoga semua sperma-sperma orang-orang itu tidak membuahi rahimku dan tidak sampai menjadi anak.

Tapi soal pencegahan kehamilan, aku bisa memikirkan itu nanti. Saat ini aku menikmati saja kontol-kontol yang selalu datang kepadaku silih berganti. Kenikmatan yang bahkan lebih nikmat dibanding aku yang diperkosa oleh ketiga anak punk ditaman malam itu. Mungkin jika aku sudah pulang, aku harus segera meminum obat pencegah hamil supaya semua sel sperma mereka tidak membuahi rahimku.

Tapi kira-kira sampai kapan aku akan terus berada ditempat yang tidak ku kenal dan jauh dari rumah ini. Bahkan saat ini, hari sudah semakin gelap dan aku masih saja terus-terusan dientoti oleh pria-pria gelandangan dan juga pengemis dan jumlah mereka semakin malam, semakin banyak.

“Aaaacchhh.. aaacchhh.. akkuuhhh.. nyampeeeehh.. laggiiiiih.. enakkkh!” Erangku sambil ku semburkan squirtku dengan sangat derasnya.


BERSAMBUNG...

< 1 10 14 15 16
Klik Nomor untuk lanjutannya
baca novel kcerita dewasa sex seks ngocok semprot.com, crot peju didalam liang kewanitaan memek vagina nonok miss v, berita gadis sekolah prawan diperkosa sampai hamil pingsan tragis, janda sange sama ngentot tetangga ketahuan anak, selebgram dan tiktokers live colmek ML ngewe ngentot link viral syur, ketagihan kontol om ayah kakak ipar tiri, biduan dangdut tobrut dikeroyok kontol, fuck my pussy. good dick. Big cock. Yes cum inside. lick my nipples. my tits are tingling. drink my breast. milk nipples. play with my big tits. fuck my vagina until I get pregnant. play "Adult sex games" with me. satisfy your cock in my wet vagina. Asian girl hottes gorgeus. lonte, lc ngentot live, pramugari ngentot, wikwik, selebgram open BO,cerbung,cam show, naked nude, tiktokers viral bugil sange, link bokep viral terbaru
x
x